
"Apakah ada beberapa kenangan buruk dari Tuan Zhang tentang medan perang sehingga tidak ingin terlibat lagi ?" Tanya Chang Rui dengan terus terang.
"Nona, harap tarik pertanyaan mu lagi !" Seru Zhang Nan sambil berlutut.
"Jangan menyela pembicaraan orang tua !" Bentak Zhang Lingyuan dengan tegas.
"Maaf.... " Ucap Zhang Nan sambil menunduk.
"Memang ada beberapa kenangan yang buruk, hanya saja itu akan membuat Nona menjadi bosan karena cerita lama itu. " Ucap Zhang Lingyuan.
"Jika Tuan Zhang bersedia untuk menceritakannya maka aku akan mendengarkan, jika tidak bersedia maka jangan di paksakan. Karena apapun yang dipaksakan tidak akan berakhir baik. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
"Baik, kalau begitu aku akan menceritakan salah satu pengalamanku. Aku semula memiliki keluarga yang lengkap, aku, istriku, putra pertamaku dan putra kedua ku. Tapi, pada saat ini hanya menyisakan aku dan putra kedua ku. " Ucap Zhang Lingyuan.
"Pada tahun itu, aku sudah tua sehingga tidak menyadari bahwa Istri dan Putra tertua ku telah ditangkap dan mereka dijadikan sandera. Musuh meminta aku untuk memilih, apakah keluargaku atau penduduk Kota Wu. Jika aku membuka gerbang maka semua orang pasti akan mati tapi jika aku tidak membuka gerbang maka keluargaku yang akan mati. " Zhang Lingyuan tampak mengerutkan dahinya seolah olah menahan rasa sakit yang luar biasa.
Chang Rui bisa membayangkan rasa sakit yang di alami oleh Zhang Lingyuan itu sudah pasti tidak tertahankan.
Ketika tiba di pilihan seberat itu maka Chang Rui sendiri tidak berani menyebutkan apa pilihannya yang akan dia pilih, di antara keluarga dan nyawa banyak orang.
"Lalu, apa yang kamu pilih ?" Tanya Chang Rui.
"Seluruh rakyat Kota Wu. " Ucap Zhang Nan dengan lemah dan tampak sedih dengan kata katanya sendiri.
"Tidak ada yang salah dengan pilihanku, orang orang mengatakan bahwa hatiku dingin. Tapi, orang orang tidak tahu bahkan jika aku membuka gerbang, kedua keluargaku itu masih akan dibunuh oleh musuh. Aku ingat dengan jelas, bagaimana mereka berteriak memohon agar aku tidak membuka pintu gerbang, mereka mengatakan lebih baik mati daripada menyerah pada musuh. " Ucap Zhang Lingyuan.
"Kamu benar benar berhak untuk mendapatkan semua kemuliaan, kenapa harus bersembunyi disini?" Tanya Chang Rui dengan lembut.
"Untuk apa semua kemuliaan itu ? Hatiku telah mati bersama dengan mereka dan aku yang disini hanya berusaha untuk menjalani kehidupan yang damai, jadi jika memang ingin meminta kami bergabung maka kami akan menolak. " Ucap Zhang Lingyuan dengan tegas.
__ADS_1
Chang Rui tahu bahkan jika dia memaksa maka Zhang Lingyuan akan lebih memilih mati daripada dipaksa dibawah tekanan nya.
"Kalau begitu, apakah kalian bersedia untuk menjadi penempa besi di Kota Wu ? Tidak terlibat secara langsung. " Ucap Chang Rui.
"Kami akan mempertimbangkan hal ini, sebenarnya itu sama saja. Apakah terlibat atau tidak secara langsung tapi masih terlibat ke dalam perang itu sendiri. " Balas Zhang Lingyuan.
"Jika tidak bekerja sama maka semua orang akan tumbang bahkan kedamaian Desa Yue ini juga akan terganggu, pada saat itu maka sudah terlambat untuk menyesal. Tuan Zhang seharusnya paham dengan apa yang aku maksud. Aku akan menunggu kabar baik darimu, Tuan Zhang. " Ucap Chang Rui lalu berdiri.
"Siapa namamu, Nona ?" Tanya Zhang Lingyuan.
"Yu Cheng Qing , tapi aku lebih senang dipanggil sebagai Chang Rui. " Jawab Chang Rui dengan senyum tipis.
Sementara Nangong Li yang daritadi hanya menonton di depan, tidak mengeluarkan suara sedikitpun , hanya berdiri dalam diam.
"Kenapa kamu tidak melangkah masuk ?" Tanya Chang Rui.
"Tempat ini sudah sangat penuh, jika aku memaksakan masuk bukankah akan mematahkan semuanya ?" Tanya Nangong Li dengan senyum tipis.
Jika hanya dirinya sendirian maka tidak masalah , tapi dia hari ini harus melindungi Nangong Li juga.
Jika tidak maka dia akan merasa bersalah karena tidak menjaga orang yang telah dia bawa pergi dengan baik.
Sementara Nangong Li sendiri memiliki alasan khusus untuk tidak masuk ke dalam gubuk kayu milik Zhang Lingyuan.
Karena, keduanya pernah bertemu beberapa kali dalam peperangan melawan orang bar bar, entah pria tua yang sudah pikun itu akan mengingatnya atau tidak.
Jika mengingatnya maka akan membawa masalah padanya, bukankah semua usahanya akan sia sia ?
Nangong Li tidak ingin mengambil resiko dan hanya bisa mengambil cara ini, dengan mengambil alasan bahwa gubuk kayu itu sempit.
__ADS_1
Memang benar apa yang dikatakan oleh Zhang Lingyuan, pria tua itu sudah kehilangan keluarganya.
Nangong Li dan Chang Rui naik ke atas kuda dan menatap ke arah Zhang Nan yang mengantar mereka sampai ke gerbang Desa.
"Kami menunggu kabar baik dari Desa Yue, Kota Wu akan selalu menyambut kalian kapan saja. " Ucap Chang Rui, sebelum akhirnya memacu kudanya.
"Kenapa kamu tidak ingin menggunakan paksaan untuk mereka ? Jika begitu, bagaimana jika mereka tidak ingin bergabung ?" Tanya Nangong Li.
"Ketika melawan orang dengan sifat yang keras maka kamu tidak bisa melawannya dengan keras juga, diperlukan tindakan yang lembut dan sabar untuk mendapatkan hasil terbaik. Jika tidak maka kamu akan mendapatkan hasil yang tidak sempurna. " Ucap Chang Rui dengan santai.
"Apakah kamu yakin ini akan berhasil ?" Tanya Nangong Li lagi.
"Percayalah padaku, mereka akan datang dalam satu minggu ini. " Balas Chang Rui dengan percaya diri.
Nangong Li melihat kepercayaan diri Chang Rui dan akhirnya tidak bertanya lagi, karena Chang Rui begitu percaya diri maka Nangong Li tidak akan menanyakannya lagi.
Bagaimanapun, jika dia mempertanyakannya lagi akan membuat Chang Rui menjadi tidak percaya diri.
Nangong Li tidak ingin Chang Rui menjadi ragu dengan rencana yang telah dibuat olehnya sendiri.
"Apa rencanamu berikutnya ?" Tanya Nangong Li.
"Aku akan kembali ke Desa Hongli lalu kembali ke Kota Wu lagi untuk membawa mereka dan memberikan imbalan. "Jawab Chang Rui sambil memandang pemandangan sekitar yang sangat indah.
"Baik, aku akan mengikuti rencana milikmu, karena aku percaya padamu. " Ucap Nangong Li.
Chang Rui tidak menjawab dan hanya menatap Nangong Li dengan tatapan penuh syukur, selama ini tidak banyak orang yang mengatakan percaya padanya.
Kepercayaan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan apapun, Chang Rui sendiri tahu bahwa Kepercayaan mahal harganya dan tidak bisa digantikan dengan hal lain.
__ADS_1
"Terimakasih karena telah percaya padaku, aku pasti tidak akan mengecewakan kepercayaan mu. " Ucap Chang Rui , mereka terlalu menikmati percakapan mereka dan telah sepenuhnya melupakan keberadaan Cui San.