REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
206. Pendekar Bulan II


__ADS_3

"Pangeran Ketiga ? Bukan Putra Mahkota ?" Tanya Chang Rui dengan tertarik karena hal ini benar benar menarik perhatiannya.


"Jangan salahkan kalau aku mengatakan beberapa hal yang tidak berkenan, sebenarnya Putra Mahkota bahkan tidak layak untuk mengangkat sepatu Pangeran Ketiga. Putra Mahkota hanya berdiam diri dengan sekelompok puisi dan menentang peperangan, tanpa peperangan apakah kita hanya harus diam seperti ikan di talenan ?" Tanya Orang itu dengan berapi api.


"Dia bahkan pernah mengatakan beberapa hal konyol seperti membubarkan militer dan menentang kekerasan, aku pikir otaknya terbuat dari batu. Dia tidak lebih pintar dari rakyat jelata." Umpat orang itu.


"Dataran ini memiliki sumber daya yang terbatas, jika tidak berperang maka sulit untuk mempertahankan diri. " Ucap Chang Rui dengan tawa ringan.


"Saudara memang bijak sekali, apa yang dikatakan Saudara benar. Apakah dengan puisi bisa membangun sebuah Kekaisaran ? Atau dengan sebuah puisi bisa mendapatkan makanan ? Aku benar benar ingin memukul kepalanya dengan tanganku sendiri. "Balas Pria itu.


"Saudara terlalu memuji, bagaimana aku harus memanggul saudara ini ?" Tanya Chang Rui.


"Sebenarnya namaku akan terdengar bodoh, bagaimanapun orang tua ku tidak berpendidikan tapi orang orang suka memanggilku Da Gou. " Ucap pria itu sambil tertawa malu.


Chang Rui tidak tertawa walaupun sebenarnya itu lucu, bagaimana tidak lucu ? Arti namanya adalah Anjing besar.


Chang Rui akan tertawa terpingkal pingkan jika dia tidak menahannya, tapi karena Da Gou sudah sangat malu maka Chang Rui tidak berusaha untuk mempermalukan nya lagi.


"Bagaimana dengan saudara ini ?" Tanya Da Gou.


"Namaku adalah Feng Xian. Bukan nama terbaik tapi aku yakin aku akan menjadi yang terbaik. " Ucap Chang Rui dengan percaya diri.


"Ha ha ha, aku suka dengan kepercayaan diri dari Saudara Feng. " Ucap Da Gou sambil bertepuk tangan.


"Baiklah, disini ada 500 orang. " Ucap Kasim Liu.


"Kami akan membaginya menjadi 20 kelompok , dimana setiap kelompok akan maju dan bertarung satu sama lain. Siapapun yang bisa mengalahkan yang lain, akan dipilih lima belas orang. " Lanjut Kasim Liu.


"Pada saat ini, aku akan membagikan kartu ini, dimana kalian akan mendapatkan angka 1 sampai 20 , jika sudah dapat maka kalian bisa berkumpul dengan orang yang mendapatkan angka sama. " Perintah Kasim Liu.

__ADS_1


Satu demi satu orang datang untuk mengambil kertas, Chang Rui tidak terburu buru dan pergi bersama dengan Da Gou untuk memastikan bahwa dia tidak sekelompok dengan pria itu.


Jika dia sekelompok dengan pria itu maka kesempatan bagi pria itu akan menang menjadi lebih sedikit.


Dari yang seharusnya 15 tempat berubah menjadi 14 tempat karena Chang Rui yakin bahwa dirinya akan menang pada babak pertama ini.


Ketika dia mengambil, ternyata dia mendapatkan nomor empat. Tidak sulit untuk mencarinya, ternyata dia sekelompok dengan kumpulan merak.


Dimana mereka saling menyombongkan diri, benar benar menyebalkan. Chang Rui merasa bahwa misinya untuk menang menjadi semakin dekat.


Dia tanpa diduga duga membawa pedang panjang, tidak seperti biasanya. Chang Rui tidak ingin menunjukkan identitasnya dengan terang terangan, takut bahwa orang orang akan mengenalinya.


Tidak ada salahnya untuk membuat penjagaan apabila dia diketahui oleh orang orang. Sementara dia memikirkan selanjutnya, orang orang yang sekelompok padanya sibuk untuk membuat kelompok besar sebelum akhirnya membelah diri dan hanya menyisakan dia sendiri tanpa kelompok.


"Tuan, apakah kamu ingin masuk ke dalam kelompok kami ? Dijamin menang. " Ucap salah satu kelompok.


"Dasar sombong, dua bertindak seolah olah dia adalah ahli bela diri yang ahli. " Ucap salah satu di antara mereka dengan suara lantang, tanpa berusaha untuk menekankan suaranya.


Chang Rui benar benar tidak memedulikan sekelompok merak palsu ini dan semakin banyak kata kata yang di arahkan kepadanya.


Tapi, siapa dirinya ? Dia adalah Chang Rui, orang paling cuek di dunia ini. Mereka ingin mengatakan sesuatu tentangnya, silakan saja asalkan tidak menyentuh garis bawahnya.


Jika berani untuk menyentuh garis bawahnya maka dia tidak akan segan untuk membunuh mereka semua disini.


Chang Rui memang orang yang baik tapi hanya pada orang yang pantas untuk kebaikannya, bagi yang tidak pantas maka jangan harap.


Di pertandingan yang pertama, itu adalah kelompok pertama yang naik ke atas panggung. Disana ada Pangeran Ketiga dan Chang Rui mengamati tindakannya dengan hati hati.


Semula, ketika pertandingan di mulai, dia hanya berdiri di sudut panggung dan tidak mengambil langkah sedikitpun. Tapi, ketika orang orang mulai lengah barulah Pangeran Ketiga itu mulai menyerang.

__ADS_1


Chang Rui menganggukkan kepalanya berkali kali, untuk menunjukkan bahwa dia sudah paham bagaimana sikap asli dari Pangeran ketiga.


Terlalu beresiko tinggi untuk mengajak orang seperti ini bekerja sama dengannya. Orang yang bisa menggunakan kelemahan orang lain dengan baik, pastilah orang yang licik.


Pangeran Ketiga ini memiliki kaki yang ringan, lebih ringan dari bulu, benar benar layak untuk ditonton.


Gerakan pedangnya berat, kuat dan cepat, itu adalah yang di inginkan oleh semuanya. Tapi sayangnya, kakinya masih belum terlalu kuat dan tidak bisa mengimbangi kekuatan tangannya.


Hal ini akan membuat Pangeran Ketiga lebih mudah untuk terjatuh apabila digertak oleh musuh, jika tidak percaya maka mereka akan mencobanya.


Coba saja pada Pangeran Ketiga nanti ketika mereka bertemu, Pangeran Ketiga mendorong tubuhnya ke belakang dan menghindari dari tebasan pedang yang ganas itu.


Chang Rui melihat berulang kali cara pemegangan pedang dari Pangeran Ketiga akan berbeda dari orang orang.


Juga dikatakan bahwa guru seni bela diri di Istana adalah satu orang kecuali Pangeran ketiga yang memiliki seorang instruktur pribadi.


Ibunya adalah Selir Agung dan keluarganya adalah keluarga militer, tentu saja mendapatkan banyak dukungan.


Mungkin benar bahwa Pangeran ketiga ini bisa naik ke atas panggung, Chang Rui benar benar bosan untuk menunggu.


Chang Rui ingin naik ke atas panggung dan bertarung lalu di umumkan apakah dia lulus atau tidak.


"Jangan salahkan kami karena kejam, jangan sampai tidak mengenali kemampuan sendiri sehingga tidak tahu seberapa tinggi langit. " Ucap orang di sampingnya.


Chang Rui tidak menanggapi hanya menatap mereka dengan tatapan rendah, bekerja sama sampai pada ke titik ini, Chang Rui benar benar tidak mengerti kenapa mereka harus melakukan itu.


Apakah karena kemampuan bertarung mereka sebenarnya sangat rendah atau karena sebenarnya mereka tidak percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri ? Tidak ada yang tahu akan hal ini kecuali diri mereka sendiri.


Tapi satu yang pasti, Chang Rui tidak mungkin mau melakukan hal hal konyol semacam ini.

__ADS_1


__ADS_2