REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
215. Diserbu


__ADS_3

Chang Rui benar benar merasa bahwa bulu kuduk nya berdiri ketika melihat sekelompok kelinci datang lagi untuk mengeroyok nya.


"Kalian ini..... benar benar menyebalkan. " Ucap Chang Rui lalu menarik pedang panjangnya.


Jika untuk pertandingan dalam jumlah banyak seperti ini maka Chang Rui akan menggunakan pedang panjang.


"Kemarilah ! " Teriak Chang Rui dan sekelompok kelinci itu menerjang ke depan.


Chang Rui mulai bertarung dengan tebasan memanjang dari kanan ke kiri, mendorong mundur tiga kelinci yang paling depan.


Kelinci itu memiliki kekuatan yang lumayan besar dan membuatnya mau tidak mau, mundur satu langkah ke belakang.


Tiga kelinci lain menerjang ke arah kepalanya, loncatan dari mereka sangat tinggi dan membuatnya terkejut sehingga Chang Rui menggunakan 3 buah pisau kecil di pinggangnya dan menusuk ketiga kelinci tersebut tepat di jantung.


Ketiganya jatuh tanpa bisa mengeluarkan suara lain, Chang Rui berjalan maju selangkah dan melakukan tebasan berbentuk bulan sabit dengan pedangnya.


Kelinci lain berjatuhan , tanpa diduga duga ada seekor kelinci yang telah diam diam sejak tadi dan menggigit kaki bagian belakangnya.


Chang Rui langsung mengibaskan kakinya dan kelinci itu terjatuh, tanpa menunggu dua kali, Chang Rui langsung menyelesaikannya.


Chang Rui memiliki gerakan yang sangat tenang layaknya sebuah air yang mengalir. Gerakan Chang Rui tenang dan tajam, sehingga tidak memerlukan terlalu banyak gerakan yang menarik perhatian tapi mampu untuk membunuh musuhnya.


Tinggal di zaman dimana kekuatan adalah segalanya dan merupakan penguasanya maka Chang Rui tidak bisa tidak terbiasa dengan semua ini.


Mengingat bahwa dulu selalu ada hukum yang telah mengatur semuanya tapi disini berbeda, setiap orang yang memiliki kekuatan maka akan menjadi hukum bagi orang lain.


Apapun yang dikatakan olehnya adalah hal yang mutlak, nyawa seseorang tidak memiliki nilainya dan Chang Rui tidak bisa tidak merasa khawatir dengan semua itu.


Siapa yang tidak akan merasa tidak nyaman ketika dalam kondisi seperti ini ? Sampai kapanpun dia tidak akan pernah terbiasa dengan hal ini.


Bahkan jika dia memiliki pemikiran yang kejam dan tidak berbelas kasih, tapi dia masih tidak bisa menerima semua hal di dunia yang baru ini.


Terutama ketika dia harus menghadapi banyak hewan lucu seperti kelinci kelinci ini. Chang Rui benar benar merasa tidak rela dan merasa khawatir.


Kelinci adalah salah satu hewan favoritnya, dimana mereka memiliki bulu yang lebat dan tubuh yang tidak terlalu besar dan melompat lompat kecil dengan menggemaskan.


Chang Rui benar benar memiliki kekaguman dengan hewan ini tapi sekarang dia dipaksa untuk membunuh hewan ini dalam jumlah yang banyak dan ini telah menyalahi aturan hati nurani miliknya.


Chang Rui memejamkan matanya dan mengeluarkan sebuah wadah dari sakunya lalu menuangkan bubuknya, Chang Rui terbatuk batuk dan mundur selangkah sambil menutupi hidungnya dengan lengannya.


Sekitar 5 menit berlalu, tidak ada suara yang terdengar dan tidak ada juga yang bisa terlihat dengan mata telanjang dimana semuanya adalah kabut tebal yang entah bagaimana muncul dari bubuk yang dituangkan oleh Chang Rui.


Itu di sebut dengan bubuk pembunuh, sebenarnya itu tidak memiliki nama resmi tapi Chang Rui sendiri yang membuatnya.


Jadi dia memberikan nama yang sederhana karena dia tidak memiliki ide yang cukup untuk memberikan nama yang indah untuk di dengar.


Bubuk ini akan membunuh semua orang yang ada di dalam lingkup asapnya untuk waktu yang lumayan cepat, paling lama hanya 10 menit asap itu bertahan.


Chang Rui sendiri mengeluarkan sebuah pil saja menelan pil itu untuk dirinya sendiri, Chang Rui memiliki sebuah prinsip dimana dia tidak akan membuat racun tanpa penawar, karena racun bisa bersifat dua arah.


Tidak hanya menyerang musuh melainkan dirinya sendiri, ketika asap mulai sepenuhnya hilang.


Chang Rui merasa bahwa tubuhnya menjadi lebih baik, ketika dia melihat kembali ke arah para kelinci itu dan menyadari bahwa semuanya telah terbaring tanpa nyawa.


"Maafkan aku, aku tidak memiliki pilihan lain. " Ucap Chang Rui dengan sedih dan duduk bersimpuh disana.


Chang Rui mulai mengambil inti monster dan menyimpannya di saku, ketika masuk dia membawa sebuah kantung kecil dan Chang Rui menyimpan semua mutiara ini di dalam kantung kecil itu.


Inti monster itu berwarna putih susu, benar benar mirip seperti sebuah mutiara , bedanya inti monster tidak berkilau.


Chang Rui lalu memberikan penguburan yang layak pada para kelinci ini lalu melihat bahwa di pelat namanya, masih tersisa setengah jam lagi baginya.

__ADS_1


Chang Rui tidak tahu berapa banyak inti monster yang telah ditemukan olehnya kali ini, tapi satu yang pasti adalah dia telah mengisi setengah dari kantungnya ini.


Chang Rui berjalan lagi dan melihat bahwa ada sekumpulan ular yang sedang menggantung di atas pohon.


Chang Rui berjalan mendekati pohon dan memancing para ular ini untuk turun, sekilas tidak ada yang salah ketika melihat ular ular ini.


Tapi, setelah melihat lebih dekat, barulah Chang Rui menyadari bahwa Ular ini benar benar tidak biasa.


Mereka memiliki dua kepala yang saling bersilangan tampak seperti kembar siam dan mata mereka ada tiga di masing masing kepala.


Mereka saling mendesis dan banyak ular lain yang keluar dari pohon pohon lain, Chang Rui pernah mendengar bahwa ular takut pada api dan Chang Rui akan mencobanya kali ini.


Chang Rui menghidupkan sumbu api dan pada akhirnya melemparkannya kepada para ular itu, api mulai menjalar dan ular ini mulai berpencar dengan ketakutan.


Chang Rui tentu saja tidak membiarkan ular ular itu pergi sementara dia akan bisa memiliki banyak inti monster dari sebelumnya, bahkan jumlah ular ini sangat banyak.


Chang Rui tidak tahu apakah satu sumbu api bisa membunuh mereka semua dan ketika sumbu api habis, Chang Rui melihat bahwa itu hanya melukai sepertiga.


Terpaksa Chang Rui mengeluarkan sumbu api yang lain, itu merupakan korek api yang dibuat secara tradisional menggunakan tabung bambu.


Chang Rui membeli ini cukup banyak. Karena pakaiannya yang lebar maka dia membawa korek api ini dalam jumlah yang cukup banyak, mungkin ada lima atau enam.


Belum lagi dengan beberapa jenis obat yang tersembunyi di balik lengan pakaiannya. Chang Rui pikir, pada saat ini dia sudah mirip dengan apotek hidup.


Dimana dia membawa korek api, beberapa permen kecil, lalu obat obatan, dan racun racun berbahaya.


Belum lagi di pinggangnya dia membawa banyak pisau kecil, Chang Rui benar benar mirip dengan toko kelontong pada saat ini.


Pada saat ini, Chang Rui melempar dua korek api lainnya ke arah ular yang sedang bergerombol itu.


Chang Rui berdiri dan hanya menonton dari kejauhan sampai semuanya selesai dan Chang Rui menyadari bahwa semuanya sudah habis terbakar.


Ketika selesai, Chang Rui menyadari bahwa dia hanya memiliki 5 menit lain yang tersisa untuk berkemas.


Melainkan ada beberapa bagian yang berbeda dengan milik kelinci tadi, jika kelinci tadi memiliki warna putih susu dan setara dengan mutiara.


Maka milik ular ini berwarna hijau terang dan sebesar kacang hijau, Chang Rui langsung menyimpan semuanya.


Tiba tiba, Chang Rui merasa bahwa tubuhnya tersedot, untunglah dia telah mengangkat semua inti monster yang telah disimpannya.


Ketika keluar, Chang Rui melihat bahwa hanya ada beberapa orang yang keluar dari 300 orang. Pada saat ini, mungkin hanya tersisa 200 atau setengah mungkin ?


Chang Rui benar benar tidak menyangka akan separah ini sementara dia bahkan tidak bertemu dengan seseorang.


"You Deng !" Teriak Kasim Liu dan pelayan mengambil kantungnya untuk menghitung jumlah inti monster.


Nama nama lain mulai di sebutkan dan ada 5 orang yang dipanggil pada saat ini, pada saat ini yang paling tinggi adalah 96 butir Inti monster.


Chang Rui merasa khawatir, apakah dia cukup mencapai 96 butir Inti monster ? Tidak tahu apakah itu cukup atau tidak.


Ada beberapa nama yang dipanggil tiga kali dan jika tidak datang maka akan dianggap telah gugur.


Chang Rui melihat bahwa ada banyak orang dalam kondisi berdarah darah sementara dia masih baik baik saja.


Ini aneh, dia tidak bertemu dengan satupun orang di dalam sana dan hanya ada dirinya sendiri dengan sekelompok monster itu.


Belum lagi dengan orang orang ini yang memiliki banyak inti monster dari monster yang berbeda mulai dari ungu, merah, oranye, atau kuning.


Semuanya berwarna warni sementara kantungnya penuh dan hampir tidak bisa ditutup, tapi semuanya di dominasi oleh warna putih dan hijau.


Sampai akhirnya yang paling tinggi adalah 162 dan 165 , Chang Rui melihat bahwa yang pertama mendapat 96 tadi sekarang beranking 91.

__ADS_1


"Hanya ada 100 orang terbaik yang bisa masuk dan lanjut ke babak selanjutnya, jadi kalian persiapan diri kalian baik baik. "Ucap Kasim Liu dengan tawa jahat dan membuat orang orang semakin gugup satu sama lain.


Tidak tahu apa niatnya untuk membuat orang merasakan kegundahan yang begitu besar.Tentu saja, Kasim Liu tidak memiliki niat yang baik sehibgg nama Chang Rui di sebutkan di paling akhir.


Itu adalah dirinya sendirian dan Chang Rui merasa bahwa tubuhnya panas dingin seolah olah dia telah masuk angin.


Chang Rui benar benar tidak tahu harus bersikap bagaimana ketika dia sampai di depan sana, tidak tahu berapa banyak inti monsternya.


"Feng Xian !" Panggil Kasim Liu dengan tidak sabar dan Chang Rui berlari ke depan untuk memberikan inti monster miliknya.


Ketika di tuang, orang orang terkejut dengan jumlahnya dan warnanya. Chang Rui tidak perduli dengan hal tersebut dan terus menerus berdoa di dalam hati agar dia dapat maju ke babak selanjutnya.


Entah apa yang membuatnya bisa pingsan begitu lama sehingga dia baru bisa bangun ketika hanya tersisa satu jam terakhir..


Jika memiliki waktu yang lebih lama maka dia tentu saja akan bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik.


Ketika dihitung, semuanya Chang Rui menghela nafas lega karena telah melewati seratus. Sampai akhirnya orang yang menghitung dibantu oleh orang yang lainnya.


"162.... 163....164....165.....166 !" Seru orang orang dan Chang Rui menyadari bahwa dirinya menempati ranking pertama hanya berjarak satu poin dari yang kedua !


Chang Rui tidak bisa tidak menahan senyum dibalik topi bambu miliknya.


"Sialan ! Orang ini melakukan kecurangan dalam hal ini !" Teriak orang yang pertama mendapatkan ranking satu lalu turun menjadi ranking kedua.


"Kekurangan kemampuan tidak bisa di salahkan kepadaku, bagaimanapun kamu harus menyalah diri sendiri atas ketidak mampuan itu. " Ucap Chang Rui dengan bangga.


Pria itu terdiam dan tampak geram ketika mendengarkan kata kata dari Chang Rui , tapi siapa yang perduli ? Pada saat ini dia adalah pemenang.


"Selamat atas kemenangan saudara Feng Xian, setiap orang harus memiliki satu orang sebagai kelompoknya dan Saudara Feng Xian bisa memiliki terlebih dahulu atas hadiah kemenangannya. " Ucap Kasim Liu dengan suara yang lantang.


Ketika Chang Rui mendengar ini langsung mengangguk dan mencari seseorang yang cakap.


Tapi, orang yang cakap memiliki kebanggaan tersendiri sebelum akhirnya dia memilih orang yang beranking 100 .


"Aku memilih Ye Qing sebagai partnerku. " Ucap Chang Rui dan orang orang langsung terkejut dengan pilihannya.


"Baik, Feng Xian bersama dengan Ye Qing. " Ucap Kasim Liu.


Chang Rui berjalan mendekati pria bernama Ye Qing, pria itu memiliki perawakan yang tinggi dan dadanya bidang tampak sangat gagah.


"Sebenarnya kamu sudah tahu bahwa kamu akan memenangkan pertandingan sehingga tidak berburu terlalu banyak bukan ?" Tanya Chang Rui pada Ye Qing.


"Aku tidak perlu memamerkan kekuatan ku kepada orang lain yang penting adalah aku menang. " Ucap Ye Qing.


Chang Rui pernah melihat Ye Qing kemarin di babak awal dan melihat bahwa seni bela diri milik Ye Qing sangat indah, tidak mungkin hanya berhenti di babak ini.


Ye Qing pasti memiliki alasan lain untuk menyembunyikan kekuatannya di awal, orang orang seperti ini tidak sombong dan mengetahui kekuatannya sendiri.


Ye Qing sendiri hanya mendapatkan 94 inti monster di pertandingan. Hanya saja Chang Rui mendapatkan insting bahwa Ye Qing layak untuk menjadi partnernya dan Chang Rui akan selalu mempercayai instingnya.


Insting nya tidak akan pernah salah dalam menilai seseorang , karena hal itulah Chang Rui melihat orang orang mengandalkan instingnya.


Chang Rui melihat orang ini dengan tatapan menilai dan menyadari bahwa dirinya tidak akan kecewa dengan orang ini.


Orang ini menggunakan topeng kulit manusia sehingga menyembunyikan wajah aslinya, Chang Rui mengetahui hal tersebut hanya dalam satu tatapan.


"Tuan Ye, di masa depan maka aku mengharapkan kerja sama milikmu. Aku berharap bahwa kamu tidak akan mengecewakan ku. " Ucap Chang Rui.


"Apakah kamu benar benar ingin menang ?" Tanya Ye Qing dengan nada yang misterius.


"ya, bagaimanapun aku harus menang. Aku harus menenangkan hal ini baru bisa mendapatkan pengakuan. " Jawab Chang Rui dengan serius.

__ADS_1


Chang Rui merasa bahwa tidak ada salahnya untuk mengatakan sedikit ambisinya kepada partnernya sehingga Ye Qing bisa merasakan ambisinya dan ikut berambisi untuk memenangkan pertandingan juga.


__ADS_2