REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
230. Kalung Kupu Kupu


__ADS_3

Setiap hari , rutinitas Chang Rui setelah bangun adalah memastikan bahwa kalung Kupu Kupu yang dititipkan oleh Nangong Li masih ada padanya.


Chang Rui selalu membawa kalung itu kemana mana, agar tidak perlu ketakutan bahwa itu akan hilang.


Setiap kali melihat kalung itu, Chang Rui selalu memiliki tarikan untuk mencoba kalung tersebut, tapi berulang kali menahan dirinya sendiri.


Karena ini adalah hal yang penting bagi Nangong Li maka kemungkinan ini adalah benda peninggalan dari mantan istrinya, jadi tidak layak baginya untuk mencoba benda ini.


Chang Rui berjalan keluar sambil meregangkan tubuhnya lalu dihampiri oleh Cuiyun yang membawa mantel bulu rubah.


"Rencana yang telah dibuat oleh Nona telah berjalan dengan sangat lancar, Nona adalah orang paling hebat yang pernah ku temui. " Puji Cuiyun dengan manis.


"Mendengar kata katamu yang manis seperti gula, aku pikir aku akan segera melayang ke langit ketujuh. " Ucap Chang Rui dengan candaan.


Hubungan mereka dekat dan tidak ada kecanggungan di antara mereka, mereka bisa mengatakan apapun.


Mirip dengan hubungan antara Nangong Li dan Long Yu, sementara disisi lain Nangong Li sendiri masih berada di jalan.


Nangong Li dan Long Yu hanya beristirahat sebentar sebelum akhirnya sampai di Dinasti Qing dalam tiga hari.


"Akhirnya tiba di tanah kelahiran. " Ucap Long Yu dengan senyum lega.


Tapi, wajah Nangong Li sama sekali tidak menunjukkan kesenangan ketika dia harus kembali ke tempat ini.


Seolah olah dia telah membawa banyak kenangan buruk di tanah ini, Nangong Li membawa kudanya menuju Istana dan tidak ada yang berani untuk menghalangi langkahnya.


Pada saat ini, Permaisuri belum dipilih dan orang orang jatuh kedalam kekacauan. Nangong Li sendiri yang mengatakan bahwa Kaisar Muda tidak boleh terlibat dalam kisah percintaan apapun sebelum berumur minimal 12 tahun.

__ADS_1


Karena apa ? Karena ketika masih muda maka Kaisar akan mudah di pengaruhi oleh orang lain, karena itu Nangong Li ingin Nangong Xun menentukan pilihannya ketika dia sudah bisa mencerna semuanya.


"Paman Kekaisaran !" Seru Nangong Xun tapi tidak berlari ke arahnya karena Nangong Xun sudah berubah jauh hanya dalam beberapa waktu.


"Kamu telah mendapatkan tinggi yang meningkat jauh. " Puji Nangong Li.


"Ya, aku sudah hebat pada saat ini tapi Ibu tidak membiarkan ku dekat dengan putri bangsawan mana pun, setiap hari hanya berlatih tentang taktik dan hal hal membosankan, aku benar benar bosan. Paman, apakah kamu membawa sesuatu yang baik untuk ku mainkan ?" Tanya Nangong Xun.


"Aku mendengar dari surat Ibumu bahwa kamu pandai memanah sejauh ini, jadi aku membawakan hal ini padamu. " Jawab Nangong Li dan memberikan sebuah ketapel.


"Wah !! Ini adalah benda yang tidak pernah ku lihat, paman adalah yang terbaik !" Seru Nangong Xun dengan senyum bahagia.


Lalu, tidak lama kemudian Ibu Suri datang, ini adalah Ibu Suri yang baru merupakan Istri dari Nangong Xi dan Ibu dari dari Nangong Xun.


"Nangong Li memberikan hormat pada Ibu Suri. " Ucap Nangong Li sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Berdirilah, Tuan Nangong telah berperang sepanjang hidup untuk menjaga perbatasan Dinasti Qing, kamu adalah orang yang paling berjasa bagi Kekaisaran ini. "Balas Ibu Suri.


Dia pasti disuruh untuk membawa prajurit ke perbatasan dan menjaga perbatasan dengan baik.


"Aku telah menemukan laporan bahwa Orang bar bar akan menyerang Kota Wu, kamu tahu bahwa Kota Wu pada saat ini sedang sangat makmur. Apakah kita sebaiknya bekerja sama dengan orang orang bar bar ?" Tanya Ibu Suri.


"Apakah Raja Bar bar datang untuk menawarkan keuntungan bekerja sama dengannya ?" Tanya Nangong Li dengan datar.


"Ya, memang datang. Bagaimana jika kita menyebutkan hal ini di dalam. " Tanya Ibu Suri.


Nangong Li mengangguk dan tangannya sedari tadi di dalam saku, ketika dia menarik keluar ternyata itu adalah kalung Kupu Kupu yang sama dengan milik Chang Rui.

__ADS_1


Memang, itu adalah kalung pasangan yang dijual di pasar. Baru saja pergi selama beberapa hari, Nangong Li langsung merindukan Chang Rui.


"Jujur saja, aku tidak setuju untuk bekerja sama dengan Orang Bar bar. Ibu Suri tahu sendiri bagaimana dengan sikap orang bar bar yang tidak pernah menepati janjinya sendiri. Aku tidak ingin kita terjerumus pada janji manis orang bar bar sampai pada saat ini . " Ucap Nangong Li dengan datar.


Kata kata Nangong Li bagaikan petir di siang bolong, tapi orang orang telah mengira bahwa Nangong Li akan menolak hal ini.


Lagipula, siapa yang cukup bodoh untuk menerima orang yang telah membuangnya pada saat itu ?


Nangong Li menyimpan banyak kebencian pada Orang bar bar, jadi orang orang bisa menerima hal ini.


Hanya saja, hal yang di tawarkan oleh orang bar bar akan sangat menguntungkan bagi Kekaisaran mereka.


"Bagaimana dengan hal ini ?" Tanya Ibu Suri sambil menunjuk tumpukan hadiah.


"Aku tahu bahwa kamu akan bersikeras untuk mengambil hal ini, tapi satu hal yang akan aku katakan terlebih dahulu. Jika ingin bekerjasama dengan orang bar bar, maka maaf saja tapi aku tidak akan ikut dengan kalian. "Jawab Nangong Li.


"Tapi, kamu adalah semangat bagi para prajurit, jika kamu begitu egois maka kita akan kehilangan semuanya. "


"Serakah adalah kunci dari kehilangan semuanya, jika kamu mengatakan bahwa sikap berpikiran sempit ku yang membuat kerugian maka silakan pergi dan bawa orang orang itu dengan orang orang bar bar. Kalian menganggap bahwa aku menolah orang bar bar karena aku dendam pada mereka, tapi kalian salah besar. Karena, ada begitu banyak saudara ku di medan perang yang dibunuh oleh orang bar bar. Bagi kalian yang hidup dengan nyaman di Ibukota, tentu saja tidak tahu betapa berbahayanya orang Bar bar. " Ucap Nangong Li dengan sinis.


Kata kata Nangong Li memukul setiap orang disana, jarang sekali Nangong Li mengatakan sesuatu dengan begitu panjang dan sekali berbicara dengan begitu panjang, semua orang terpukul.


Sementara disisi lain, Chang Rui sedang menerima ikan ikan hasil penjaringan dari warga Kota Wu. Terlihat bahwa Hua Jin dan Liu Wuji mengajar anak anak yang ingin belajar menulis dan membaca.


Setiap anak anak tampak sangat antusias, semuanya bermain dan tertawa layaknya anak anak pada umumnya.


"Aku berharap bahwa mereka bisa tersenyum seperti itu selamanya. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas berat.

__ADS_1


Ketika peperangan tiba maka akan menelan banyak korban, Chang Rui benar benar tidak berani untuk membayangkannya.


"Nona tenang saja, aku percaya bahwa kita pasti bisa bertahan dan melewati hal ini. " Balas Cuiyun dengan senyum menyemangati.


__ADS_2