
Sebelum berhenti di Kota Wu, mereka berhenti di Ibukota dan berganti pakaian, Fu Jin Yang dan Jiu Qing berganti pakaian menjadi sesetel pakaian berwarna hitam dengan bentuk yang indah.
Orang orang bisa melihat bahwa mereka adalah pengawal dari Keluarga Kaya, sementara Cuiyun menggunakan pakaian yang lebih berwarna, tidak lagi berpaku pada pakaian dengan warna yang buram.
Chang Rui menggunakan kain sutra tingkat tertinggi dan ini benar benar nyaman, alasan dia berganti pakaian seperti ini adalah supaya orang yang ditemuinya akan meremehkannya.
Dia dikenal sebagai orang yang bodoh dan tidak mendapatkan pengetahuan sama sekali, alasan dia bisa membawa ini adalah karena dititipkan oleh Yu Lian.
Orang orang akan mengira bahwa dia bodoh dan hanya dijadikan tumbal oleh Yu Lian, belum lagi jika dia menggunakan pakaian mewah dengan gaya yang berlebihan.
Dengan begitu maka orang orang akan melihat bahwa dia hanya bisa melihat harta, betapa mudanya menipu orang orang yang terlalu mudah terpaku pada satu hal.
Chang Rui telah memikirkan semuanya dengan hati hati dan percaya bahwa masalahnya akan terpecahkan dan masalah kemarin tidak akan terulang lagi.
Bagaimanapun, semua nyawa di Kota Wu harus di selamatkan, Chang Rui tidak bisa melihat begitu banyak orang jatuh hanya karena keegoisan satu orang.
"Nona, apakah kamu yakin bahwa ini akan berjalan ?" Tanya Cuiyun sekali lagi.
"Apakah kamu percaya denganku ? Jika kamu percaya, maka kamu harus tahu bahwa aku bukan orang yang akan melakukan sesuatu tanpa perhitungan terlebih dahulu. " Ucap Chang Rui sambil membuka jendela.
Dari jendela terlihat bahwa ada sebuah kereta kuda yang lebih sederhana berjalan disamping mereka.
Itu di kendarai oleh Fu Jin Yang dan berisi obat obatan, makanan, dan pakaian hangat untuk orang orang Kota Wu.
Benar kata Cuiyun, dengan semua benda benda untuk 500 orang, hanya menghabiskan sekitar delapan ribu Tael.
Chang Rui mendengarkan bahwa jumlah penduduk di Kota Wu ada sekitar 487 orang, jadi Chang Rui membeli lebih untuk berjaga jaga.
Takut kalau ada orang yang tidak terdata, lagipula Kota Wu adalah Kota terpencil. Tidak ada orang yang benar benar serius untuk menghitung jumlah penduduk di Kota kecil itu.
"Jiu Qing, berapa lama lagi kita akan sampai di Kota Wu ?" Tanya Chang Rui dengan penasaran karena tubuhnya pegal karena terlalu lama duduk.
__ADS_1
"Karena jalan yang rusak sepertinya kita akan sampai disana setelah 3 jam. " Ucap Jiu Qing dari depan.
Chang Rui berdeham untuk mengiyakan dan tampak bosan dengan hal ini sebelum akhirnya menundukkan kepalanya.
Cuiyun belum sempat mengatakan apapun sebelum akhirnya terkejut ketika melihat tempat dimana Chang Rui menyenderkan kepala sebelumnya.
Di dinding kereta kuda yang terbuat dari kayu terbelah dan sebuah pisau kecil dengan empat sisi telah menembus.
Chang Rui melihat dan mengambil pisau kecil itu dengan pelan, ini bukanlah senjata yang sering digunakan disini.
Melainkan milik orang orang dari daratan didekat sini, Chang Rui tahu nama tempat itu tapi orang orang disini tidak tahu.
Chang Rui mendenguskan nafasnya dan berdiri dari kereta kudanya, diluar terdengar suara benturan besi.
Chang Rui berjalan keluar dari kereta kudanya dengan anggun dan melihat bahwa itu adalah empat orang yang melawan Jiu Qing dan Fu Jin Yang.
"Betapa menyedihkan nya kalian, sekelompok pasukan bunuh diri. Aku bertanya tanya, berapa bayaran kalian sehingga rela untuk melakukan ini ?" Tanya Chang Rui dengan lembut.
Orang yang dimaksud olehnya adalah menteri yang diasingkan atau Yu Lian sendiri yang memerintahkan.
Chang Rui tidak mengharapkan sebuah jawaban dari keempat orang ini, keempatnya tidak lagi fokus dengan Jiu Qing dan Fu Jin Yang dan mulai membidik dirinya.
"Kau tidak perlu tahu !" Teriak salah satu orang.
Chang Rui menaikkan satu sudut bibirnya tanpa membuatnya terlihat sedang tersenyum. Ada beberapa orang yang memang ditakdirkan untuk terlihat kejam bahkan tanpa berusaha dan Chang Rui adalah salah satunya.
Pedang pendeknya terlepas dari sarungnya dan dua buah shuriken terbang kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Chang Rui mengayunkan pedangnya membentuk bulan sabit, memotong Shuriken itu menjadi dua bagian.
"Kalian pastilah dibayar mahal, dilihat dari kemampuan kalian yang luar biasa, hanya saja hari ini kalian di takdirkan untuk kalah. " Ucap Chang Rui dengan mata terpejam.
__ADS_1
Darah memercik ke wajahnya dan ketika dia membuka matanya, Fu Jin Yang dan Jiu Qing telah membunuh dua diantara mereka.
Dua yang tersisa mencoba untuk melarikan diri dari hal yang mengerikan ini, tapi Chang Rui telah mengeluarkan Shuriken dari kantungnya dan melemparnya ke arah kedua orang itu.
Tidak ! Yang dilempar nya berjumlah tiga buah pisau, bukan dua ! Kemana perginya yang satu lagi ?!
Ketika Fu Jin Yang dan Jiu Qing mengangkat kepalanya , ada seseorang yang jatuh dengan kaku dari atas pohon.
Chang Rui menyimpan pedang pendeknya dan merapihkan tali pengikat pinggangnya. Disana ada sebuah sabuk yang menyimpan sepuluh buah Shuriken.
Chang Rui mencabut tiga buah Shuriken miliknya
Chang Rui menemukan bahwa itu sangat praktis jadi membelinya ketika masih di Ibukota, siapa yang menyangka bahwa dia akan bertemu dengan pasukan senjata yang sama.
"Kapan Nona membeli benda benda ini ?" Tanya Fu Jin Yang dengan terkejut ketika melihat Shuriken yang dia gunakan.
Itu sedikit berbeda dengan yang di pakai oleh para pembunuh bayaran ini, ini hanya ada tiga buah sisi yang tajam dan berbentuk pisau.
Tapi, ini lebih lancip daripada yang digunakan oleh parah pembunuh bayaran itu sehingga Chang Rui lebih menyukainya.
"Lain kali, aku tidak ingin hal ini terulang lagi, bagaimanapun kalian harus waspada, jika orang itu lolos dan dia kembali ketempat Kota Wu dan memperingatkan musuh maka semua rencana kita akan gagal !" Peringat Chang Rui dengan dingin.
Fu Jin Yang dan Jiu Qing langsung berlutut di belakang Chang Rui dengan takut dibawah tekanan yang di keluarkan oleh Chang Rui.
"Nona, mohon maafkan kami ! Kami akan bekerja lebih keras di masa depan !" Ucap keduanya dengan patuh dan merasa takut ketika mendengar nada dingin Chang Rui.
"Tentu saja, tapi jika di masa depan kalian masih mengulangi kesalahan yang sama, maka kalian harus tahu apa akibatnya !" Ucap Chang Rui sebelum akhirnya melangkah masuk lagi kedalam kereta kuda.
Di dalam ada Cuiyun yang meringkuk ketakutan, Chang Rui menghela nafas dan mengelus bahu Cuiyun.
"Tidak apa apa, semuanya sudah ditangani. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
__ADS_1
"Nona....... maafkan aku karena tidak berguna dan tidak bisa membantu..... " Lirih Cuiyun dengan mata yang berkaca kaca.