
Chang Rui akhirnya menghela nafas ketika melihat Yuan Xinyun dan Yuan Liu, Chang Rui benar benar tidak ingin lagi membawa Yuan Xinyun ke sisinya.
Bukan karena dia merasa dibohongi oleh Yuan Xinyun tapi karena dia tidak sanggup untuk bertanggung jawab tentang kehidupan Yuan Xinyun dan Yuan Liu.
Yang terbaik bagi Yuan Xinyun dan Yuan Liu adalah tinggal ditengah lorong yang sempit ini.
"Nona, bagaimana dengan kamu ? Kenapa kamu bisa kembali kemari ? Aku dengan jelas melihat tubuhmu di kuburkan secara pribadi oleh Jiu Wang. " Ucap Yuan Xinyun dengan ragu ragu.
"Aku memiliki caraku sendiri. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
Chang Rui menarik satu kantung di tangannya, itu sekitar 100 Tael.
"Aku akan memberimu senilai ini terlebih dahulu, nanti aku akan memberikan yang lain." Lanjut Chang Rui.
"Jangan, seperti ini sudah cukup untuk membiayai ku dengan Yuan Liu. " Ucap Yuan Xinyun.
"Jika kamu butuh bantuan di masa depan maka kamu harus datang ke kediaman Jiu Qi, aku akan membantu mu. "Ucap Chang Rui dan Jiu Hua menganggukkan kepalanya.
"Ibu, aku akan ikut dengan kedua jie jie ini dan bekerja sebagai pelayan. Dengan begitu maka kita tidak perlu takut bahwa kita akan kelaparan lagi. " Ucap Yuan Liu dengan sedih memeluk kaki ibunya.
"Tidak perlu lagi, ibumu akan merawat mu dengan baik kali ini. Tidak perlu bekerja lagi, kalian bisa membuka toko kecil. Cobalah untuk memulai hidup baru karena Kaisar sudah meninggal. " Peringat Chang Rui.
Chang Rui membalikkan tubuhnya sebelum akhirnya Yuan Xinyun menghentikannya.
"Yang kamu maksudkan pada saat itu adalah Jiu Wang bukan ? Kamu mencintai Nangong Li bukan ?" Tanya Yuan Xinyun dari belakang.
"Yang mana yang kamu maksud ? Kenapa aku harus mencintai orang yang telah mengkhianatiku ?" Tanya Chang Rui tanpa membalikkan tubuhnya.
"Jika kamu benar benar mencintainya, maka jangan terburu buru dan tertutup oleh dendam, aku merasa jika dia memiliki rasa bersalah padamu. " Jawab Yuan Xinyun dengan misterius.
Chang Rui tidak menjawab Yuan Xinyun dan hanya tersenyum tipis lalu berjalan pergi dari sana bersama dengan Jiu Hua.
"Jie jie, siapa orang itu ?" Tanya Jiu Hua dengan ragu.
__ADS_1
"Tidak apa apa , jangan ragu untuk bertanya seperti itu. Itu adalah pelayan ku dulu, aku pikir dia telah meninggal tapi seperti yang kamu lihat , dia masih hidup. " Ucap Chang Rui dengan ringan.
"Jie jie, aku tahu ini berat bagimu. Kamu pasti merasa bahwa kamu telah di tipu selama ini. " Jiu Hua memeluk Chang Rui dengan lembut.
"Tidak juga, aku senang bahwa dia masih hidup dengan sehat bahkan telah mengangkat seorang anak. Anaknya, telah meninggal di masa lalu karena kejahatan yang tidak pernah dilakukan olehnya. " Ucap Chang Rui dengan senyum sedih.
"Jika kamu ingin melihat pertengkaran Istana maka kamu harus melihat Yuan Xinyun, dia adalah salah satu contoh utama. Dia adalah Selir Agung dari Kaisar terdahulu, tapi apa yang bisa dilakukannya pada saat ini ?" Tanya Chang Rui.
"Jie jie, tidakkah hidup seperti itu akan sangat menakutkan ?" Tanya Jiu Hua dengan takut.
"Memang, sangat menakutkan. Ketika kamu masuk ke Istana maka tidak akan ada jalan kembali bagimu. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
Keduanya datang ke sebuah tempat makan yang sangat ramai jadi mereka memperkirakan bahwa ini adalah tempat yang di sukai oleh sebagian besar orang di sini.
Jadi Chang Rui dengan segera berdiri dan naik ke lantai dua sambil berpegangan dengan Jiu Hua karena takut bahwa Jiu Hua akan hilang di tengah tengah orang.
"Kalau begitu, kau berdiri di depan ku saja. " Ucap Chang Rui pada Jiu Hua.
Jiu Hua akhirnya berdiri di depan Chang Rui dan Chang Rui memegang bahu Jiu Hua dari belakang untuk mendukung wanita itu.
"Aku ingin tempat duduk untuk dua orang. " Ucap Chang Rui kepada pelayan.
"Nyonya, tidak ada tempat lain disini kecuali anda ingin bergabung dengan meja orang lain. " Ucap pelayan itu.
"Bagaimana ?" Tanya Chang Rui pada Jiu Hua.
"Tidak apa apa. " Ucap Jiu Hua.
"Tidak apa apa untuk berbagi meja dengan orang. " Ucap Chang Rui kepada Pelayan itu.
"Silakan ikuti aku, Nyonya. " Ucap pelayan itu.
Ketika diarahkan ke meja yang dituju, sudah terlambat bagi Chang Rui untuk mengatakan tidak jadi kepada pelayan itu.
__ADS_1
"Permisi Tuan, apakah kamu bisa membagikan meja mu ?" Tanya Pelayan itu sambil menunjuk satu meja dan dua kursi yang ada di meja dua orang pria itu.
"Tidak perlu dipisah, kami saling mengenal satu sama lain, bukankah begitu Nona Chang ?" Tanya Nangong Li yang duduk di meja itu.
"Ehm, ya. Kami pesan menu yang paling diminati disini dan dua nasi. " Ucap Chang Rui.
"Kebetulan kami juga belum memesan makanann, tolong sajikan menu yang sama. " Ucap Nangong Li dengan ramah.
Chang Rui duduk di sebelah Nangong Li dengan kaku layaknya sebuah sapu lidi, bagaimanapun dia tidak menggunakan riasan, ini akan membuatnya sangat jelas.
Entah kenapa, Chang Rui merasa bahwa keberuntungan nya belakang ini tidak terlalu baik dan agak sial.
Chang Rui duduk dan melihat kesamping, tidak menyangka bahwa akan bertemu lagi dengan Nangong Li.
"Tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan Jiu Wang lagi disini. " Ucap Chang Rui dengan kaku.
Di sebelahnya benar benar bersebalahan dengan Nangong Li sementara Jiu Hua duduk di depannya, kenapa begitu sulit ?
Nangong Li benar benar tampak sangat tinggi ketika duduk di sebelahnya.
"Apa yang dilakukan oleh Nona muda Jiu dan Nona Chang disini ? Tidakkah seharusnya Nona Chang mengukur pakaian ?" Tanya Nangong Li dengan penuh makna dan senyum lebar.
Chang Rui yang melihat senyum lebar milik Nangong Li benar benar terdiam dan merasa bahwa ada sesuatu yang hinggap di perutnya sehingga terasa geli.
Sialan, bagaimana mungkin ada ciptaan yang seindah Nangong Li ? Terlalu mempesona dan sulit untuk di tolak oleh manusia.
Chang Rui benar benar kesulitan untuk menerima hal ini, tidak mudah untuk menahan pesona seindah ini.
Chang Rui benar benar bertanya tanya, apakah kegilaan yang dimiliki oleh Nangong Li disebabkan oleh karena ketampanan nya yang tiada duanya ?
Semakin lama dia memikirkannya maka semakin dia merasa curiga, Kaisar dan Nangong Xi benar benar mirip.
Tapi, Nangong Li benar benar berbeda jauh dari keduanya, juga tidak memiliki wajah yang lembut seperti Permaisuri.
__ADS_1
Hanya saja, tampaknya kepribadian milik Nangong Li benar benar mirip dengan Permaisuri, sama sama licik dan memiliki ribuan skema dibalik genggaman nya.