REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
75. Sampai di Ibukota


__ADS_3

Chang Rui melajukan kudanya tanpa henti sepanjang dari pagi sampai sore hari dan ketika malam maka mereka sudah dekat dengan Ibukota.


Ketika melihat bahwa hutan akan segera berakhir, Chang Rui mulai memperlambat laju kedua kuda untuk mengendalikan kedua kuda ini.


Setelah itu, barulah Chang Rui mengantri tapi dia di arahkan untuk masuk ke sebuah jalur khusus.


"Bisakah kamu menunjukkan kartu Identitas mu ?" Tanya orang berkuda itu.


Chang Rui mengeluarkan segel miliknya dan menunjukkan tanda Chang Bao Yu.


"Chang Bao Yu, murid pertama Tuan Jiu Yu. Mengantar Nona Jiu menuju Ibukota. " Ucap Chang Rui dengan dingin.


Tatapan Chang Rui berkilat tajam kala melewati orang yang berkuda, orang ini tentu saja adalah orang yang akrab.


Siapa lagi jika bukan Long Yu ?


"Kemarin, sebuah surat darurat disampaikan oleh Tuan Jiu bahwa kalian di serang oleh orang orang misterius. " Ucap Long Yu.


"Itu benar, tapi setelah mereka membunuh keenam pengawal kami, mereka kabur. Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskan nya, tapi aku dan Nona Jiu sendiri tidak memiliki kekuatan untuk melindungi diri. Sehingga kami melakukan pertaruhan untuk datang dengan cepat, tidak menyangka bahwa Yang Mulia mengirim seseorang untuk menjemput kami disini. " Ucap Chang Rui dan menyelipkan ejekan tersembunyi.


Mengatakan bahwa Long Yu adalah orang yang bisa diperintah oleh Nangong Xi, itu jelas jelas penghinaan.


"Nona Chang dan Nona muda Jiu, kami telah menyiapkan penginapan untuk kalian berdua. Dekat dengan kediaman Jiu Wang sehingga jika terjadi sesuatu maka mudah bagi Jiu Wang untuk mengatasi nya. " Ucap Long Yu dengan tenang.


"Baguslah jika begitu, kami berdua sama sama belum pernah datang ke Ibukota. Aku takut jika tanpa bantuan dari Yang Mulia dan Jiu Wang maka akan sulit bagi kami untuk bertahan disini. " Balas Chang Rui.


"Itu sudah merupakan kewajiban kami ketika menerima tamu, silakan lewat sini. " Ucap Long Yu.


Chang Rui menganggukkan kepalanya dan melemparkan senyum dingin, walaupun senyumannya tidak terlihat tapi itu masih tergambar jelas oleh matanya.


Long Yu tiba tiba merasa bahwa bulu kuduk nya berdiri dan merasa bahwa Chang Bao Yu ini mirip dengan seseorang.


Chang Rui dan Jiu Hua dibawa menuju ke penginapan di dekat kediaman Nangong Li. Penginapan ini sangat bagus dan luar biasa.


Tatapan Chang Rui terarah pada tiga kotak di sebelah penginapan ini, itu adalah lapangan yang luas.

__ADS_1


Tiba tiba, sebuah bayangan terbersit di kepalanya.


"Wangye, jika kamu tidak mendapat cahaya matahari yang cukup maka kamu tidak akan sembuh !" Seru Chang Rui sambil mendorong Nangong Li keluar dari pekarangan.


"Nona Chang... Nona Chang !" Panggil Long Yu berulang kali.


"Ah ya, aku sedang terpesona dengan kediaman Jiu Wang, sangat indah dan memberikan kesan misterius. " Ucap Chang Rui tanpa ada rasa canggung.


Chang Rui membuka tirai dan membantu Jiu Hua untuk turun dari atas kereta kuda.


"Apakah Adik Hua ingin langsung beristirahat atau langsung berjalan jalan ?" Tanya Chang Rui.


"Aku akan beristirahat, jika Jie jie ingin berjalan jalan maka kamu bisa melakukannya. " Ucap Jiu Hua.


"Jika Nona Chang ingin berjalan jalan maka bisa melakukannya dengan tenang, kami akan mengawasi Nona Jiu. Aku juga akan mengutus beberapa orang untuk menjaga Nona Chang dari belakang. " Ucap Long Yu.


"Tidak perlu, aku takut bahwa itu akan membuat ku merasa tidak nyaman. Tolong Tuan ini menjaga Nona kami dengan baik, terima kasih. " Ucap Chang Rui.


Setelah memastikan bahwa Jiu Hua sudah berjalan masuk barulah Chang Rui pamit dan menghilang di tengah kerumunan.


"Tuan, aku ingin ini !" Seru Chang Rui dengan antusias.


Chang Rui memberikan uang yang diberikan oleh Jiu Yu padanya, Jiu Yu adalah orang yang kaya, tidak masalah untuk memberikan beberapa tael untuk nya.


Chang Rui mengambil dua Tanghulu itu dan memakan semuanya untuk dirinya sendiri, sangat enak dan masih tidak berubah.


Chang Rui terhenti sejenak dan kembali lagi tenggelam ke masa lalu, dan tanpa sadar menabrak seseorang.


"Maafkan aku. " Ucap Chang Rui sebelum akhirnya mengangkat kepalanya untuk melihat seseorang.


Seseorang yang sangat dikenalnya, tapi juga tidak bisa di mengerti olehnya. Siapa lagi jika bukan Nangong Li ?


Tapi, melihat pria itu dalam balutan pakaian resmi bahkan membuat pria itu lebih menawan.


Chang Rui memejamkan matanya dan mengenyahkan segala pemikirannya dan memasang wajah tidak bersalah.

__ADS_1


"Tuan, maafkan aku karena menabrak mu, bagaimana jika aku memberimu salah satu permen ku ?" Tanya Chang Rui dengan suara yang di buat kekanak kanakan untuk menyamarkan diri nya sendiri.


"Tidak. " Balas Nangong Li dengan dingin dan berjalan pergi.


Chang Rui tiba tiba tertawa tanpa suara, entah karena marah atau senang. Setiap kali bertemu dengan Nangong Li maka dia akan kehilangan kendali diri.


Chang Rui mengepalkan tangannya dengan erat, kemana kemarahan yang dia miliki selama ini ?!


Kenapa semuanya menghilang layaknya di hembuskan oleh angin ketika bertemu dengan Nangong Li ?!!


Chang Rui benar benar marah untuk hal ini, tapi entah marah kepada siapa. Kepada dirinya sendiri atau kepada Nangong Li.


Chang Rui memejamkan matanya sejenak dan mengambil nafas dalam dalam untuk menenangkan dirinya.


"Bahkan setelah beberapa tahun berlalu ini, dia masih sama arogan nya dengan di masa lalu. Ini memang dia...... " Ucap Chang Rui dengan senyum terpaksa dan memaksa dirinya untuk tetap tenang.


Tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Chang Rui, walaupun Nangong Li sudah bisa berjalan dan tampak lebih menawan tapi pria itu menjadi lebih tidak hidup.


Terlihat aura gelap di kepalanya dan benar benar suram tampak seperti seseorang yang menderita kesedihan.


Belum lagi dengan lingkaran hitam yang samar di sekitar mata Nangong Li membuat Chang Rui mengerutkan dahi nya.


"Dia tidak mungkin menangisi ku sampai dia seperti itu bukan ?" Tanya Chang Rui dengan wajah jijik.


"Pria ini tidak mungkin segila ini bukan ? Sungguh tidak masuk akal. " Keluh Chang Rui dan melanjutkan perjalanan nya untuk melihat Ibukota yang sudah lama di tinggalkan nya.


Sementara di sisi lain, Nangong Li bertemu dengan Long Yu yang baru saja kembali dari penginapan Jiu Hua.


"Tuan, seperti yang dikatakan oleh Tuan Jiu. Hanya ada Nona Jiu, murid Tuan Jiu, dan keempat pelayan wanita tanpa kekuatan. " Ucap Long Yu melaporkan.


"Bagaimana dengan rupa murid baru Tuan Jiu ?" Tanya Nangong Li.


"Ehm, itu sulit untuk di jelaskan. Nona Chang memiliki tubuh setinggi ini dengan rambut dikepang dan wajah putih serta ditutupi cadar, tatapannya sangat tajam. " Ucap Long Yu mendeskripsikan Chang Bao Yu.


"Chang Bao Yu..... Permata yang berharga. Nama yang bagus, seperti nya aku sudah bertemu dengannya. " Ucap Nangong Li dengan datar.

__ADS_1


"Tuan, entah kenapa aku merasa bahwa diri agak mirip dengan seseorang. " Ucap Long Yu, lalu keduanya saling menatap satu sama lain.


__ADS_2