REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
164. "Berapa taruhanmu?"


__ADS_3

"Apapun yang aku lakukan di masa depan, jangan kaitkan dengan Chang Yue Qing lagi !" Ucap Chang Rui dengan penuh peringatan.


Wajahnya tampak sangat dingin dan membuat Cuiyun takut tapi Cuiyun mengerti bahwa dia telah menekan titik sakit Nona nya.


Jadi Cuiyun diam diam merutuki mulutnya yang tidak bisa berkata baik sehingga membuat Nona nya kecewa dan sedih dengan semua kata katanya.


"Cuiyun tidak akan mengatakannya lagi di masa depan, Cuiyun bersumpah demi langit. " Ucap Cuiyun dengan nada memohon.


"Maafkan aku, aku terlalu terbawa emosi tadi sehingga membentak mu. "Chang Rui mengulurkan tangannya dan membantu Cuiyun untuk bangkit dari lantai.


"Kita akan kembali besok. " Lanjut Chang Rui secara tidak terduga.


"Begitu cepat ? Kenapa seperti itu Nona ?" Tanya Cuiyun dengan terkejut.


"Aku merasa tidak betah disini, seluruh bulu kuduk ku berdiri. " Keluh Chang Rui dengan wajah sedih dan nadanya tampak sangat khawatir.


Tapi tangannya berkata lain, Chang Rui menunjuk ke arah pintu dan disudut pintu terdapat sebuah bayangan hitam.


"Ternyata seperti itu, aku juga merasa tidak nyaman Nona. Ada baiknya jika kita berangkat ke Kota Wu besok. " Ucap Cuiyun segera menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.


Jadi, walaupun Cuiyun tidak terpelajar seperti Zhuge Qin tapi juga tidak kalah cekatan daripada Zhuge Qin.


"Baguslah kalau begitu, kita akan kembali bersama ke Kota Wu sesegera mungkin. Tampaknya ada banyak orang yang ingin membunuhku disini jadi aku harus segera kembali kesana. Tapi, kita tidak memiliki pelindung, bagaimana kita akan kembali ?" Tanya Chang Rui dengan pura pura lemah.


"Bagaimana jika meminta bantuan Tuan Muda Liu ? Bukankah dia pernah dekat dengan Nona ?" Tanya Cuiyun.


"Tidak...... dia tidak bisa membantuku dalam kondisi ini, jika tidak maka dia akan dalam bahaya. Aku tidak ingin dia terluka karenaku. " Ucap Chang Rui dengan nada sentimental.


"Bagaimana ini ?" Tanya Cuiyun dengan nada panik.


"Ah sudahlah, aku akan pergi ke kuil Dewi Guan Yin sebelum aku melakukan perjalanan, berharap bahwa aku akan dilindungi sepanjang perjalanan. " Ucap Chang Rui dengan lemah.


"Aku akan tidur sekarang, cepat matikan lampu. " Lanjut Chang Rui.


Ketika lampu di matikan, bayangan telah menghilang dari sudut lampu dan Chang Rui memasang senyum tipis.


"Nona, siapa yang menguping tadi ?" Bisik Cuiyun dengan penasaran.

__ADS_1


"Siapa yang tahu ?" Tanya Chang Rui dengan acuh tak acuh.


"Kita hanya perlu tahu bahwa orang ini berada di tengah tengah, jika dia berada di pihak berlawanan dengan ku maka dia akan bisa langsung membunuhku malam ini ketika aku sedang saat lengah. Sementara jika dia berada di pihak ku maka dia akan memberikan tanda. Orang ini pasti sedang menilai ombak. " Balas Chang Rui.


"Jadi bagaimana rencana Nona selanjutnya ?" Tanya Cuiyun.


"Kita akan pergi besok , keluar dari Kota lalu kembali lagi ke Ibukota. Dengan begitu maka orang orang akan melepaskan pandangan sejenak dari kita. Lalu, kita juga akan masuk kedalam Ibukota dengan identitas yang berbeda." Ucap Chang Rui dengan serius.


Keesokan harinya, Chang Rui dan Cuiyun benar benar pergi keluar Kota dan sebelumnya mereka tinggal sejenak di Kuil Dewi Guan Yin.


Sampai saat ini masih belum ada hal yang muncul dan tidak ada pergerakan musuh, berarti tebakan Chang Rui benar.


Orang yang menguping kemarin adalah orang yang masih netral dan akan menilai apakah dia adalah sebuah ancaman atau bukan.


Jika Chang Rui adalah ancaman maka orang itu akan membunuhnya sementara jika tidak mengancam maka orang itu memilih untuk tidak mengurusi nya.


Benar benar rencana yang luar biasa , Chang Rui tersenyum ketika membayangkan ini dan tidak sabar untuk bertemu dengan orang ini.


Tidak sia sia dia bermain peran sebagai seorang pengecut kemarin, sehingga orang orang ini dengan mudahnya tertipu.


"Aku akan menjadi Tabib Chang Rui sementara kamu adalah pria kecil yang aku beli di luar Ibukota, apakah kamu mengerti ?" Tanya Chang Rui.


Dalam sekejap, Yu Cheng Qing dan Cuiyun menghilang berubah menjadi Chang Rui dan Qinglan.


Keduanya berjalan masuk kedalam Ibukota dan identitas mereka diperiksa, Chang Rui menunjukkan identitas palsunya.


"Bagaimana dengan pria ini ?" Tanya penjaga itu.


"Anak ini tidak memiliki identitas, dia hanya anak liar yang aku pungut di luar perbatasan. " Jawab Chang Rui dengan asal asalan.


Penjaga itu berusaha untuk mencari alasan lain tapi pada akhirnya tidak bisa mengatakan apapun terutama ketika melihat wajah Cuiyun yang penuh dengan pasir dan tampak tidak terawat.


"Silakan masuk, Tabib Chang. " Ucap penjaga itu.


"Terimakasih." Balas Chang Rui lalu membawa Cuiyun masuk.


"Pertama tama , kita harus pergi ke tempat perjudian. Sudah lama tidak pergi kesana, mungkin juga akan menemui kenalan lama disana. " Ucap Chang Rui lagi dan tampak agak antusias.

__ADS_1


"Siapa kenalan lama Nona ? Bukankah Nona sudah lama tidak tinggal di Ibukota dan ketika di Ibukota bukankah Nona tidak banyak bergaul dengan orang orang ?" Tanya Cuiyun dengan bingung.


"Tidak banyak bergaul, apakah itu berarti aku tidak bisa memiliki kenalan lama ? " Tanya Chang Rui dengan acuh tak acuh.


Di dalam tempat perjudian itu ada bagian guncang dadu, Chang Rui tampak antusias dan langsung berlari ke meja itu.


Kebetulan hanya ada dua orang yang bisa bermain disana dan orang orang boleh menggunakan topeng.


Ini memberikan sensasi yang baru, Chang Rui langsung mengeluarkan 300 Ribu Tael dari sakunya.


Itu berupa uang kertas dan Cuiyun membelalak kan matanya ketika melihat tingkah gila dari Nona nya dan menarik ujung pakaian Nona nya.


"Tuan..... jangan bertaruh terlalu banyak. " Ucap Cuiyun dengan ragu.


"Tidak apa apa, tidak ada salahnya untuk mencoba keberuntungan ku. " Ucap Chang Rui dengan antusias.


"Tuan ini, berapa taruhanmu ?" Tanya Chang Rui pada orang di depannya yang memiliki rambut putih perak.


"300 ribu Tael juga. " Ucap pria berambut putih perak itu tanpa keraguan.


"Silakan memilih terlebih dahulu. " Ucap Chang Rui pada pria itu.


"Genap." Ucap Pria itu.


Dan dadu di guncang tanpa diduga mengeluarkan nilai 5 , Chang Rui melompat kesenangan walaupun sudah tahu hasilnya.


"Aku mendapatkan 600 Ribu Tael, betapa beruntungnya aku. " Ucap Chang Rui.


" Bagaimana dengan bertaruh lagi ?" Tanya pria itu.


"Tentu." Jawab Chang Rui.


Chang Rui mengeluarkan 600 ribu Tael dan pria itu juga mengeluarkan uang dengan nilai yang sama tanpa beban, bisa dilihat bahwa orang ini bukan orang sembarangan.


"Kali ini giliranku , genap. " Ucap Chang Rui.


Dadu di guncang dan hasilnya menunjukkan angka 2 ! Chang Rui tampak bertepuk tangan dan membawa 1,2 juta Tael miliknya.

__ADS_1


__ADS_2