
Disisi lain, Jiu Hua dan Long Yu saling berjalan berdampingan satu sama lain. Jiu Hua yang diantar pulang oleh Long Yu hanya sesekali mencuri pandang pada pria itu karena takut.
Wajah Long Yu terlalu tegas jadi membuat Jiu Hua merasa takut.
"Apakah ada sesuatu yang ingin di katakan oleh Nona muda Jiu ?" Tanya Long Yu dengan datar.
"Tidak... tidak... hanya saja aku penasaran tentang Jiu Wang. " Ucap Jiu Hua dengan ragu ragu.
"Apa yang ingin ditanyakan oleh Nona muda Jiu tentang Tuan ku ?" Tanya Long Yu.
"Apakah Jiu Wang akan menyiksa jie jie ku ?" Tanya Jiu Hua dengan polos.
Long Yu yang mendengar ini menahan tawa, apakah Tuan nya benar benar mirip seperti orang jahat, tampak nya benar benar mirip.
Pantas saja Jiu Hua sejak tadi benar benar ketakutan, jika Jiu Hua memandang Nangong Li sebagai penjahat.
Bukankah dia akan berubah menjadi komplotan penjahat ? Long Yu tidak bisa tidak merasa geli dengan tingkah laku Jiu Hua tapi tetap menahan tawa nya.
Hanya saja wajahnya tidak lagi sekaku sebelumnya dan memandang Jiu Hua dengan tenang, berniat untuk mengerjai gadis kecil itu.
"Aku tidak tahu tentang apa yang di inginkan oleh Tuanku dari Nona Chang, Tuanku mungkin saja akan memukul nya karena Tuanku sedang tidak dalam keadaan yang baik. " Ucap Long Yu menakut nakuti Jiu Hua dengan sangat puas.
"Apa ?! Jika begitu bukankah kondisi Jie Jie saat ini dalam bahaya ?! Tuan Long, tolong antar aku bertemu dengan Jie Jie !" Ucap Jiu Hua dengan panik ketika mendapat gertakan dari Long Yu.
"Aku tidak tahu kemana Tuanku pergi, jadi aku tidak bisa membawa mu. Jika kamu pergi sekarang, mungkin saja sudah terlambat..... " Balas Long Yu dengan nada yang di lambatkan di bagian akhir, sengaja menambah kesan menakut nakuti.
"Apa ?! Aku harus mencari Jie Jie ku ! Segera !" Seru Jiu Hua dengan buru buru.
Tapi, tangannya tiba tiba di cekal oleh Long Yu yang membuat Jiu Hua yang baru saja akan berlari langsung jatuh ke belakang.
Long Yu menangkap tubuh Jiu Hua yang hampir jatuh ke belakang.
"Di depan sana, akan ada banyak sekali penjahat yang akan menangkap mu, apakah kamu bisa melindungi diri sendiri ?" Tanya Long Yu dengan tenang.
__ADS_1
"Ti... tidak.... " Cicit Jiu Hua.
"Jika begitu maka menurut lah dengan ku dan ikut denganku untuk kembali ke kediaman Jiu Qi. " Ucap Long Yu dengan semangat.
Long Yu menarik Jiu Hua yang membuat Jiu Hua mulai menangis tanpa suara.
"Kenapa kamu menangis ?" Tanya Long Yu dengan panik.
"Jie jie ! Aku tidak bisa menolong nya, kakek pasti akan kecewa denganku. " Ucap Jiu Hua dengan tangis nya.
Long Yu merasa bersalah karena telah mengerjai gadis itu jadi mendekati gadis itu dengan perlahan lahan.
"Hei, aku hanya bercanda, jangan menangis. " Ucap Long Yu.
"Jadi, jie jie tidak akan disiksa ?" Tanya Jiu Hua sambil mendongak.
"Apakah kamu pikir Jiu Wang gila ?" Tanya Long Yu dengan geli.
Dan dengan polosnya Jiu Hua menganggukkan kepalanya, Long Yu tidak bisa menahan tawa dan Jiu Hua yang menyadari bahwa dirinya telah di kerjai akhirnya memukul lengan Long Yu.
"Ya ya, maafkan aku. " Ucap Long Yu dengan tawa kecil.
Keduanya terus bertengkar sementara Long Yu terus mengerjai Jiu Hua, Jiu Hua sudah beberapa kali menangis karena pekerjaan baik Long Yu.
Keduanya sangat cocok untuk mengisi kesunyian di perjalanan pulang, sementara di jalan lain, Chang Rui berdiri sendirian disana dan berjalan sendirian dalam kesunyian.
Lorong ini sepi dan ada beberapa pria di depan sana yang menatap nya dengan tatapan lapar.
Chang Rui mengenggam pedang nya kuat kuat, jika mereka mengambil tindakan maka dia akan membalas.
Jika mereka tidak mengambil tindakan maka akan baik baik saja. Chang Rui menundukkan kepalanya dan sibuk memikirkan kata kata Nangong Li sebelum akhirnya dihadang oleh sekelompok pria yang di maksud.
"Hei gadis cantik, kemana kamu ingin pergi ? Menggunakan pakaian secantik ini hanya untuk melewati lorong ini, apakah hanya untuk menggoda kami ?" Tanya seorang pria dengan tatapan lapar dan menjelajahi tubuhnya.
__ADS_1
Chang Rui baru saja akan mengeluarkan pedang nya sebelum akhirnya menyadari bahwa pria di depannya telah meninggal dengan sebuah pisau kecil yang menancap di jantungnya.
Chang Rui menoleh ke belakang dan menyadari bahwa itu adalah Nangong Li.
"Kenapa Jiu Wang ada disini ?" Tanya Chang Rui dengan tenang.
"Kenapa aku tidak boleh berada disini ? Karena aku telah meminjam Nona Chang maka aku harus memastikan keamanan mu. " Ucap Nangong Li dengan tenang.
Nangong Li mengangkat pedangnya dan membersihkan yang lain bahkan sebelum mereka bisa menjelaskan diri mereka sendiri.
Nangong Li mengibaskan pedang nya yang dibasahi oleh darah dan darah segar menetes, Chang Rui menatap semuanya dengan dingin.
"Aku akan mengantar mu pulang sampai ke kediaman Jiu Qi, jangan sampai nanti orang orang mengatakan bahwa aku tidak bertanggung jawab. " Ucap Nangong Li dengan senyum yang tidak bisa di artikan.
"Baiklah, karena Jiu Wang telah memiliki niat yang begitu baik, apakah aku berani untuk menolaknya ?" Tanya Chang Rui dengan datar.
Perasa Chang Rui terasa terombang ambing, Nangong Li yang berada di sampingnya atau dendamnya.
Dendam nya meneriakkan padanya untuk membunuh Nangong Li dan membalas kan semua pengkhianatan yang diberikan oleh Nangong Li.
Tapi, hatinya mengatakan bahwa dia harus memikirkan semua nya dua kali dan mempertimbangkan semua nya dengan sangat hati hati.
Chang Rui benar benar tidak tahu apakah dia harus mengikuti perintah dari otak nya atau hati nya.
Keduanya terus berdebat dan membuat kepala Chang Rui akan berubah menjadi medan perang.
Yang menjadi pasukan adalah kenangan buruk dan baik bersama dengan Nangong Li. Sialan, setelah melihat semuanya, Chang Rui menyadari bahwa sebenar nya lebih banyak kenangan buruk di bandingkan kenangan baik.
Tapi, kenapa dia tetap menaruh perasaan pada Nangong Li ? Apakah karena pesona Nangong Li ?
Apakah dia adalah tipe orang yang memandang dan menilai orang lain dari fisik ? Ini bukan seperti diri nya sendiri.
"Kenapa Nona Chang tampak begitu murung setelah kembali dari kediaman ku ? Jangan sampai Tuan Jiu mengatakan bahwa aku telah menyiksa murid nya. " Ucap Nangong Li.
__ADS_1
Niat hati ingin mencairkan suasana justru membuat suasana menjadi lebih kaku dan dingin.
"Itu tidak menjadi urusan bagi Jiu Wang. "Balas Chang Rui dengan dingin.