
Ketika bersama dibawah cahaya bulan, maka tidak akan ada yang merasa bahwa waktu telah berjalan, seolah olah ingin selamanya terjebak dalam kondisi itu.
Tapi , sayang sekali bahwa itu menentang hukum alam, hukum alam telah ditentukan sejak pembentukan dunia dan tidak ada yang bisa mengubahnya.
Chang Rui ingin sekali saja mereka bisa menghentikan waktu dan terjebak didalam kenangan indah bagaikan mimpi ini selamanya.
Tapi, dunia ini menolak untuk permintaannya yang satu ini dengan balasan , pagi hari yang tiba dengan sangat cepat. Bibir sungai sepanjang malam tidak pernah sepi pengunjung.
Sementara mereka duduk dibawah pohon berdua di tepi aliran sungai yang sepi dan gelap, orang orang hanya berani mendatangi bibir sungai karena takut jika mereka ke tempat ini maka akan ada binatang buas.
Tapi bagi orang seperti Chang Rui dan Nangong Li yang sudah tidak memiliki ketakutan apapun lagi pada binatang buas, hanya membutuhkan ketenangan tentu saja mereka tidak masalah untuk duduk sepanjang malam disini.
Mulai dari matahari tenggelam sampai kembali terbit. Mereka masih tidak beranjak pergi dari sana sementara orang yang ramai kembali menjadi sepi sebelum akhirnya kembali ramai.
Chang Rui merasa bahwa itu seolah olah menggambarkan kehidupan seseorang yang memiliki pasang surut, banyak kasus dimana ada orang kaya yang bisa menjadi miskin dalam semalam.
Ada juga yang miskin menjadi kaya dalam semalam, itu juga sama dengan kehidupan mereka yang dalam kehidupan gelap muncullah setitik cahaya.
Bagi kehidupan Chang Rui yang suram, Nangong Li bagaikan setitik cahaya dalam kehidupannya yang membuat putus asa.
Sebelumnya , Chang Rui merasa bahwa hatinya telah mati bersama dengan kematian awalnya bahkan pada saat ini Chang Rui tidak tahu, sebenarnya mahkluk apakah dia ini?
Orang orang mengatakan bahwa manusia hanya bisa bereinkarnasi tiga kali, jika begitu maka apakah dia sudah mencapai kehidupan terakhirnya ?
Chang Rui telah mati dan hidup selama 3 kali, besar benar melelahkan seolah olah membaca buku yang sama berulang kali dan berharap bahwa memiliki akhir yang berbeda.
"Sudah pagi, kita harus kembali ke kediaman. " Ucap Chang Rui sambil bangkit berdiri.
__ADS_1
Sebelum akhirnya ditarik oleh Nangong Li yang sedang duduk menyandar pohon, karena kakinya yang keram membuat Chang Rui kehilangan keseimbangan dan jatuh ke atas tubuh Nangong Li.
Wajah mereka sangat dekat, hampir hampir saling menyentuh satu sama lain, pada saat ini bahkan Chang Rui bisa merasakan hembusan nafas Nangong Li.
Chang Rui tidak menolak perlakuan Nangong Li hanya membenamkan kepalanya di leher Nangong Li.
"Kenapa kamu merasa begitu malu ?"Tanya Nangong Li menggodanya.
"Disini adalah tempat umum, jika dilihat orang lain maka aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menampakkan wajah ku di depan banyak orang. Kamu benar benar tidak tahu malu. " Gumam Chang Rui dengan suara yang kurang jelas karena wajahnya dibenamkan di leher Nangong Li.
Aroma tubuh Nangong Li telah membuatnya merasa kecanduan, dia tidak pernah begitu terobsesi dengan harum tubuh seseorang selain Nangong Li.
Nangong Li sendiri memeluk Chang Rui dengan erat seolah olah takut kehilangan satu sama lain. Setelah hampir 10 menit dalam posisi yang sama dan melepaskan rasa rindu mendalam yang dimiliki oleh mereka, pada akhirnya Chang Rui melepaskan pelukannya dan bangkit berdiri.
"Disini adalah tempat umum, aku tidak akan melakukan apapun denganmu. " Ucap Chang Rui sambil membersihkan rumput dan tanah yang menempel di pakaiannya.
"Eh ? Tidak seperti itu -" Ucapan Chang Rui dipotong oleh Nangong Li.
"Tidak boleh menolak lagi ketika kamu sudah mengucapkannya, ucapan seorang Ksatria bernilai sama dengan nyawanya, bagaimana kamu bisa berubah begitu cepat ? Kalau begitu maka ayo kita kembali ke rumah. " Ucap Nangong Li.
"Naiklah ke kursi roda milikmu dan aku akan mendorongmu !" Seru Chang Rui ketika melihat bahwa Nangong Li akan berjalan pergi begitu saja.
"Aku malas untuk menaiki itu, membuatku merasa lemah padahal aku tidak selemah itu. " Ucap Nangong Li dengan penuh keluhan.
"Hei !! Tidak ada yang seperti itu ! Aku tidak ingin dampak buruk pada kesehatanmu ! Jika kamu tidak menurut maka aku akan benar benar mencabut perkataan ku tadi, jangan harap akan mengabulkannya ! " Seru Chang Rui dengan dingin.
Nangong Li dengan buru buru kembali duduk di kursi roda nya setelah mendengarkan ancaman mematikan dari Chang Rui.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan ada banyak orang yang berbisik bisik ketika melihat mereka, tapi ini adalah Chang Rui yang super cuek terhadap kondisi sekitar dan apa yang di pikirkan orang lain pada mereka.
Karena Chang Rui sadar bahwa mereka tidak akan bisa mengendalikan pemikiran yang dimiliki oleh orang lain terhadap mereka, jadi apa salahnya jika dia bersikap cuek ?
Sesampainya di pekarangan rumah, Chang Rui terkejut karena Nangong Li tiba tiba berdiri dari kursi roda nya dan menggendongnya dengan gaya pengantin.
"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Chang Rui dengan panik dan wajah yang memerah karena malu.
"Hm... aku ingin menagih kata kata yang telah kamu ucapkan tadi, pada saat ini maka kamu tidak akan pernah bisa menyesali kata kata yang telah kamu lontarkan tadi. " Bisik Nangong Li dan membawa Chang Rui ke kamar mereka.
Sementara Chang Rui sendiri mengalungkan lengannya di leher Nangong Li, sesampainya di kamar, Nangong Li menjatuhkan tubuh Chang Rui diatas ranjang dan berada di atasnya.
Nangong Li menundukkan tubuhnya dan mulai mencium bibir merah ceri milik Chang Rui dengan lembut sebelum akhirnya berubah menjadi tidak sabar bercampur dengan gairah.
Udara yang dingin seketika berubah menjadi panas, aroma keringat memenuhi ruangan itu dan nafas yang menburu terdengar diruangan sunyi itu.
Chang Rui terbangun dan melihat bahwa dirinya sedang dalam kondisi polos sepenuhnya dan berada didalam pelukan Nangong Li.
Chang Rui bahkan bisa merasakan bahwa gairah Nangong Li belum sepenuhnya padam, wajah Chang Rui memerah ketika mengingat kejadian tadi dimana dia tidak bisa menahan diri sama sekali.
Tadi matahari belum sepenuhnya terbit dan pada saat ini matahari sudah tampak sepenuhnya, sepertinya ini sudah tengah hari.
Chang Rui memandang ke wajah Nangong Li seperti karya dari pahatan pelukis terkenal, ini benar benar sempurna.
Tidak ada kecacatan sedikitpun dalam wajahnya, mungkin di tiga Kekaisaran atau bahkan di dataran luas ini maka Nangong Li bisa dikatakan sebagai pria tertampan.
Hanya saja, Chang Rui merasa bahwa dia menjadi lebih rendah diri.
__ADS_1