REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
243. Serangan Binatang Buas


__ADS_3

Dua hari kemudian, akhirnya Chang Rui tiba di Kekaisaran Yuan. Tapi masih membutuhkan waktu baginya untuk mencapai Kota Wu.


Ketika dia sampai di Kota Wu, itu telah dikerubungi oleh Serigala yang bersiap untuk menerkam masuk.


Chang Rui duduk di atas kudanya dan kudanya berdiri mengeluarkan ringkikan yang sombong seolah olah dia tidak kalah dengan Serigala.


Tentu saja perhatian dari para Serigala ini langsung tertuju padanya, terutama ketika orang orang ini berusaha untuk mengarahkannya pada anggota Kota Wu maka dia adalah orang yang paling di incar.


"Kalian begitu berani !" Seru Chang Rui dan melompat turun dari kudanya lalu menarik pedang panjangnya dari dalam sarung dan menerjang ke depan.


Gerakan pedang Chang Rui membenruk hembusan angin dan menghantam dedaunan, pertama ada satu yang tumbang lalu ada yang lain.


Bisa dikatakan bahwa Serigala ini bukan Serigala biasa, terutama ketika melihat ukuran tubuh mereka yang hampir sama besar dengan kuda poni.


(Kuda poni adalah kuda kecil yang memiliki rambut dan surai yang panjang dan lucu. Untuk gambarnya biar lebih jelas bisa langsung search aja ya. )


Jelas jelas ini adalah Serigala yang bisa di tunggangi oleh seseorang jika melihat dari ukurannya.


"Tuan !" Seru Jiu Qing dan Fu Jin Yang dari atas tembok.


Keduanya melompat keluar dari tembok dan membantu Chang Rui. Chang Rui sendiri tahu bahwa dia telah terlalu naif sebelumnya bahwa dia bisa menangani semua ini ternyata ini jauh dari kata mudah.


Dia baru saja membunuh tiga Serigala besar ini sementara disini ada begitu banyak , mungkin ada 25 ekor atau mungkin lebih.


"Fu Jin Yang, Jiu Qing, kita membuat segitiga sehingga saling menjaga satu sama lain. " Ucap Chang Rui dengan lantang.


Ketiganya mundur dan membentuk segitiga dimana punggung mereka saling bertemu satu sama lain, ketiganya mulai menyerang dengan agresif.


Chang Rui melihat bahwa ada satu tetes air liur dari Serigala yang menetes dan mengenai tanaman, itu langsung layu.

__ADS_1


"Waspadalah ! Air liur nya beracun, jika tidak hati hati maka kalian akan bisa terluka dan lumpuh !" Seru Chang Rui.


Chang Rui mengambil sebuah botol giok berwarna merah di kantungnya dan memotong tutupnya dengan Pedang.


Setetes yang terkena Serigala langsung melepuh dan Chang Rui menuangkannya di Pedang milik Nangong Li ini, itu langsung menyerap dan Chang Rui melemparkan botolnya ke arah kawanan Serigala.


Salah satu Serigala secara tidak sengaja menelannya sehingga perutnya meledak dan langsung hancur.


Chang Rui sendiri tidak menyangka bahwa Serigala itu akan menelan botol yang berisi cairan Korosif itu.


Jika mengenai tulang maka akan membuat tulang hancur. Selama ini, Chang Rui tidak akan menggunakannya tapi kali ini tidak ada pilihan.


Karena musuh memilih untuk menggunakan racun maka Chang Rui akan melawannya dengan racun.


Satu satunya hal yang menyakiti Chang Rui adalah fakta bahwa para kawanan Serigala ini sebenarnya tidak bersalah apapun dan hanya dimanfaatkan oleh orang orang berdosa dibaliknya.


Dia menggunakan cara kejam seperti ini untuk membunuh mereka membuat hati nurani Chang Rui berada dalam dilema dan tidak bisa melakukan apapun.


"Ah, maafkan aku. Aku hanya merasa kasihan pada sekelompok Serigala yang tidak berdosa ini harus menjadi korban kekejaman dari kita dan pemiliknya. " Ucap Chang Rui dengan jujur.


"Sejujurnya, ini adalah medan perang yang sesungguhnya, tidak ada yang mana baik atau buruk, hanya ada pemenang dan pecundang. Yang menjadi pemenang akan mendapatkan kemuliaan sementara yang kalah akan menjadi pecundang dan membawa pulang penghinaan. "Ucap Jiu Qing.


"Kamu benar, aku seharusnya tidak boleh ragu. Demi melindungi orang orang yang aku ingin lindungi maka aku harus melakukan semua ini tanpa keraguan , jika tidak maka aku akan membawa bencana bagi mereka. " Ucap Chang Rui lagi.


Kali ini Chang Rui menekan rasa bersalah yang dia miliki dan terus menyerang dengan agresif. Dengan pedangnya, Chang Rui merenggut hampir setengah nyawa dari semua Serigala yang ada disini.


Ketika selesai, Chang Rui berlutut dengan satu kaki dan menggunakan pedang untuk menahan dirinya sendiri.


Sementara Fu Jin Yang dan Jiu Qing sendiri baik baik saja hanya saja mereka kelelahan, Chang Rui sendiri sebenarnya tidak apa apa.

__ADS_1


Hanya saja rasa bersalah yang telah dia tekan untuk waktu yang lama tiba tiba meledak dan membuatnya sesak nafas.


Jadi, Chang Rui membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri menenangkan diri. Chang Rui dibopong oleh Fu Jin Yang dan Jiu Qing.


Memang Chang Rui sendiri yang memerintahkan untuk tidak membuka gerbang ketika ada musuh seperti ini tanpa perintah darinya maka tidak ada yang boleh membuka gerbang.


Chang Rui melakukan ini tentu saja bukan demi untuk dirinya melainkan demi keamanan semua orang yang duduk di dalam, ketika melihat bahwa semua sudah aman.


Pintu dibuka dan Cuiyun yang sedari tadi menunggu di atas benteng, bersiap untuk menembakkan panah apabila situasi tidak terkendali langsung berlari turun dan membawa Chang Rui masuk ke dalam rumah.


"Apakah perlu memanggil tabib?" Tanya Cuiyun.


"Tidak perlu, aku yang paling tahu bagaimana dengan kondisi ku ini. Aku sebenarnya baik baik saja secara fisik hanya saja secara mental, aku tidak baik baik saja. " Jawab Chang Rui dengan misterius.


Cuiyun sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Nona nya tapi pada akhirnya hanya mengangguk ngangguk saja karena benar benar tidak paham dengan apa yang dimaksud.


"Jadi, apakah Nona ingin aku buatkan teh manis hangat ?" Tanya Cuiyun.


"Yah, boleh. Aku harus merepotkan mu untuk itu." Ucap Chang Rui dengan candaan dan berbaring di atas ranjang.


"Tentu saja tidak ! Bisa melayani Nona adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupmu, kita telah bersama untuk waktu yang lama Nona. Sebenarnya tanpa sadar, aku telah menganggap Nona sebagai keluargaku sendiri. Walaupun aku tidak bisa banyak membantu dalam peperangan, aku pastilah akan berusaha sebaik mungkin. " Ucap Cuiyun dengan penuh keyakinan dan tekad.


"Baguslah jika begitu , aku senang mendengarnya. " Balas Chang Rui lalu memejamkan matanya.


Cuiyun berpikir bahwa Chang Rui sedang tidur tapi sebenarnya tidak, Chang Rui hanya memejamkan matanya untuk mengistirahatkan matanya.


Dia benar benar lelah, melawan begitu banyak musuh setelah perjalanan panjang telah menguras tenaganya sampai habis.


Cuiyun menyeduh teh manis hangat beserta dengan camilan manis berisi pasta kacang, cukup untuk mengisi perutnya.

__ADS_1


"Nona, kamu harus makan dulu jika tidak maka kamu akan masuk angin. " Ucap Cuiyun dengan lembut dan membangunkan Chang Rui yang dikira sedang tidur.


"Kamu tinggalkan saja dulu, mataku terlalu berat. Aku akan segera memakannya. " Jawab Chang Rui.


__ADS_2