
Chang Rui tetap duduk di pangkuan Nangong Li bahkan sampai ketika mereka pulang di kediaman.
Nangong Li menatap ke arah Chang Rui dan Chang Rui memasang wajah tidak bersalah, duduk di pangkuan Nangong Li adalah kursi terbaik.
"Apakah kamu tidak ingin turun sama sekali ?" Tanya Nangong Li dengan nada mengusir.
"Tidak bisa ! Lutut ku sangat sakit, tolong Wangye memberikan belas kasihan pada wanita lemah sepertiku. " Mohon Chang Rui, tapi nadanya tidak menunjukkan niat di balik tindakan nya.
Nangong Li hanya memutar matanya dengan malas dan meminta Long Yu untuk mendorong mereka turun dari atas kereta kuda.
Ketika jalan menurun, Chang Rui memeluk leher Nangong Li dengan erat agar tidak jatuh.
Kepalanya menempel di samping wajah Nangong Li dan mengambil waktu ini untuk menikmati keindahan wajah Nangong Li.
"Apakah kamu berusaha untuk mengambil kesempatan dariku ?" Tanya Nangong Li dengan dingin.
"Bagaimana mungkin Wangye bisa berkata seperti itu ? Jika bukan karena Wangye mengatakan bahwa aku tidak boleh membuat keributan maka aku tidak akan menjadi seperti ini ! Jika saja Wangye tidak mengatakan nya maka aku akan membantah Putra Mahkota dan aku tidak akan di hukum seperti ini !" Ucap Chang Rui dengan nada merajuk.
Tapi, bukannya tersentuh, Nangong Li menatap Chang Rui dengan tatapan penuh permusuhan sementara Chang Rui hanya memasang wajah tidak bersalah.
Selama ada kesempatan untuk menginjak Nangong Li habis habisan maka Chang Rui akan memanfaatkan nya tapi dia tidak boleh lupa dengan siapa Tuannya.
Pada saat ini, tidak peduli seberapa jahatnya Nangong Li pada nya tapi masih merupakan satu satunya penyelamat baginya apabila di masa depan dia mengalami kesulitan.
Jika dia menjatuhkan Nangong Li terlalu jauh dan musuh bersama mereka menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Nangong Li maka dia akan mendapatkan sebuah malapetaka.
Chang Rui tidak ingin ketidak sabarannya menghancurkan rencana besar yang telah disusun olehnya selama ini dengan sangat hati hati.
Sesampainya di depan paviliun nya , ada Qinlin dan Qiaoling yang membantu Chang Rui untuk berdiri dari atas pangkuan Nangong Li.
"Terima kasih atas kebaikan Wangye yang ingin mengantarkan ku. " Ucap Chang Rui dengan senyum tulus.
Chang Rui ditahan ditangan kanan dan kiri oleh kedua pelayannya agar dia tidak jatuh ke tanah.
__ADS_1
"Aku akan meminta Long Yu agar mencarikan mu seorang Tabib yang berkompeten. " Ucap Nangong Li dengan datar.
"Sayang sekali bahwa kita akan berpisah disini, Wangye. Aku sangat sedih bahwa kita akan berpisah disini. " Keluh Chang Rui sambil menyeka matanya yang kering dan berpura pura.
"Dengan keadaan ku saat ini maka akan sulit bagiku untuk mendatangi Wangye, ini adalah hal yang buruk. Bagaimana jika aku tinggal di kediaman Wangye untuk sementara waktu ? " Tanya Chang Rui sambil 'menangis' sedih.
Long Yu membawa Nangong Li atas perintah Nangong Li.
"Ikutlah jika kamu mau. " Ucap Nangong Li setelah pria itu jauh.
Chang Rui menyeringai dan menatap kedua pelayannya dengan tatapan meminta tolong.
"Tolong bantu aku menuju kediaman pria itu. " Ucap Chang Rui.
"Nona, kenapa kamu ingin tinggal di kediaman Jiu Wang ? Tidakkah kamu seharusnya mengobati kaki mu terlebih dahulu ?" Tanya Qinlin dengan khawatir.
"Ada satu hal yang harus aku lakukan dengannya. Tentu saja hal ini tidak bisa di tunda. "Jawab Chang Rui dengan misterius.
Sesuatu yang telah di pikirkan oleh Nona mereka mungkin juga bukan sesuatu yang bisa dipahami oleh seseorang tidak terpelajar seperti mereka ?
Sesampainya di tempat kediaman Nangong Li, Chang Rui duduk di depan Nangong Li dengan senyum sinis.
Karena tidak ada orang lain di sini maka tidak ada kesopanan yang tidak perlu disini, Chang Rui memasang wajah yang sangat jauh berbeda.
"Apa yang sebenar nya kamu inginkan ?" Tanya Nangong Li dengan tenang.
"Aku ingin Wangye mengobati ku secara pribadi. " Ucap Chang Rui dengan senyum ceria.
Wajah Nangong Li menggelap sebelum akhirnya langsung berubah menjadi sangat cerah, bahkan mengalahkan sinar matahari.
Chang Rui bahkan merasa bahwa ada yang salah dengan otak Nangong Li, tidak tahu apa yang di rencanakan oleh pria itu.
Tapi, yang pasti tampaknya akan ada sesuatu yang buruk.
__ADS_1
"Karena istriku yang meminta maka aku akan dengan senang hati, bagaimanapun kita adalah sepasang suami istri. "Ucap Nangong Li dan mendorong kursi rodanya sendiri menuju ke arah Chang Rui.
Chang Rui yang melihat senyum Nangong Li tiba tiba merasa ngeri, pria ini telah berubah lebih cepat dan lebih tidak terduga !
Nangong Li membuka laci mejanya dan di sana banyak botol giok, sayangnya tidak ada obat obatan yang terlalu berharga disana.
Chang Rui memandang semuanya dengan pandangan sekilas tapi dengan ingatannya yang baik, bagaimana mungkin dia bisa melupakan setiap detailnya ?
Nangong Li mengoleskan obat miliknya dengan hati hati di luka terbuka kedua lutut Chang Rui.
Dilihat dari gerakannya tampaknya Nangong Li cukup ahli, Chang Rui memandang wajah Nangong Li yang terlihat serius dengan terpesona.
"Bagaiman kamu bisa menguasai hal hal semacam ini ? Bukankah kamu memiliki Long Yu yang mengawasi dirimu selama ini ?" Tanya Chang Rui.
"Dulu, ketika aku di medan perang, aku sering melakukan pengobatan sementara dan dasar untuk prajurit ku. Mungkin terdengar sepele dan tidak layak untuk di banggakan. Tapi, pada akhirnya itu telah menyelamatkan nyawa banyak orang. " Cerita Nangong Li.
Chang Rui menghela nafas ketika mendengar ini, Chang Rui selalu merasakan kesedihan samar dalam suara Nangong Li ketika membahas medan perang.
"Aku tidak akan meremehkan mu, itu adalah perbuatan yang sangat baik. Tidak akan ada yang meremehkan mu. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
"Bagus jika semua orang sepertimu, maka kedamaian akan ada di seluruh kota. " Nangong Li tertawa pahit ketika membayangkan hal ini.
Chang Rui melihat kerapuhan Nangong Li untuk sesaat tapi hanya sekilas sehingga tampak seperti sebuah ilusi yang hanya melintas di kepalanya.
Chang Rui tidak mempercayai pandangannya sendiri untuk kali ini.
"Aku dulu hanya memiliki saudara saudaraku di kamp, kami tidak berasal dari akar yang sama dan tidak berasal dari status yang sama tapi pada akhirnya kami lebih dekat daripada keluargaku sendiri. Tidak mudah untuk mendapatkan sahabat semacam itu." Ucap Nangong Li dengan emosional.
Chang Rui mendesis sedikit ketika merasa kalau Nangong Li menekan lukanya terlalu kuat.
Nangong Li yang mendengar desisan Chang Rui menghentikan kata katanya dan mendongak untuk melihat wajah Chang Rui.
"Apakah ini sakit ?" Tanya Nangong Li dengan serius.
__ADS_1