
Chang Rui menatap ke arah Jiu Qing dan menyeringai, tampaknya ini tidak akan mudah sebagaimana yang akan dinikahi oleh Jiu Qing sepertinya adalah putri tunggal dari seorang tabib obat yang hebat.
Ini adalah tempat tinggal yang luar biasa , dimana dia hidup dengan berbagai tanaman obat. Chang Rui merasa bahwa ingatan masa lalunya kembali di bangkitkan dengan aroma ini.
"Apakah ini tempat dimana calon pengantin mu berada ?" Tanya Chang Rui dengan seringaian.
"Ya.... aku kemarin dirawat disini selama dua hari, dia hanya ada tiga orang. Ayah ibu dan seorang Putri, ah itu adalah ayahnya !" Seru Jiu Qing lalu menunjuk gubuk itu.
Ketika Chang Rui menoleh dan melihat siapa yang keluar dari gubuk itu, Chang Rui langsung terdiam dan terpaku.
Bahkan cangkir yang ada di tangannya terjatuh dan suara pecahan kaca mengejutkan Jiu Qing yang sedang memandang Ayah dari calon pengantinnya.
"Kenapa ? Apakah ada yang salah ? Apakah kamu mengalami kejang ?" Tanya Jiu Qing dengan terkejut dan panik.
Chang Rui masih terdiam dan memandang pria itu dengan mata yang memerah menahan tangis.
"Sudah sangat lama , lama sekali.... sampai sampai aku sudah tidak ingat lagi kapan terakhir kali kami bertemu...... pantas saja semua ini mengingatkan ku pada Ayah, ternyata ini dibuat sama persis dengan kebun milik Ayah. " Gumam Chang Rui sambil menunduk dan menggenggam pakaiannya dengan erat.
Dia merasa bahwa dadanya sesak, di depan matanya ada kakaknya yang sudah lama hilang. Kakaknya yang selalu dia banggakan, satu satunya kakaknya yang selalu memanjakannya dikala kedua orang tuanya adalah pengajar yang tegas.
Mereka telah berpisah selama ribuan tahun atau bahkan puluhan ribu tahun, Chang Rui menutup mulutnya rapat rapat, takut bahwa suara tangisannya akan keluar dari sana.
Dia benar benar ingin turun dari kereta kuda dan berlari untuk memeluk kakaknya, tapi Chang Rui tahu bahwa ada dua kemungkinan.
Satu, adalah kakaknya sudah melupakan semua ingatan yang ada dan hidup dengan bahagia dengan keluarga barunya.
Sementara yang kedua adalah kakaknya masih mengingatnya, tapi Chang Rui lebih senang jika kakaknya tidak tahu bahwa dia masih hidup.
Dengan begitu maka kakaknya tidak akan khawatir bahwa dia akan terluka karena peperangan dan kakaknya tidak akan kembali ke Kerajaan Langit.
Dimana tempat itu membawa begitu banyak luka mendalam untuknya, Chang Rui menahan diri terlalu banyak dan mencakar dinding kereta kuda untuk melampiaskan amarahnya. Jiu Qing menahan tubuhnya dengan hati hari dan berusaha untuk menenangkannya.
Chang Rui terengah engah dan duduk disana dengan tatapan sedih sekaligus senang bahwa kakaknya masih hidup, bahkan hidup dengan baik dan bahagia.
Tidak begitu buruk untuk menikah dengan Jiu Qing, paling tidak Chang Rui tahu bahwa Jiu Qing adalah pria yang baik dan tidak akan menyakiti putri kakaknya.
"Apakah kamu mengenalnya ?" Tanya Jiu Qing setelah melihatnya agak tenang.
"Tidak...... aku hanya melihatnya agak mirip dengan seseorang. "Jawab Chang Rui dengan berbohong.
__ADS_1
"Aku mengingat bahwa aku memasukkan beberapa jenis cadar di dalam mahar, ambil saja salah satu dan berikan padaku. Tidak layak untuk masuk dengan wajah yang memerah seperti ini. " Ucap Chang Rui dan menyeka air matanya.
Jiu Qing tidak menanyakan apapun lagi dan langsung memberikannya benar apa yang dia mau, Chang Rui menggunakan cadar itu untuk menutupi wajahnya agar kakaknya tidak mengenalinya.
"Ayo turun !" Seru Chang Rui dan turun sambil membawa sebuah keranjang buah sebagai buah tangan.
Kakaknya langsung tahu dengan keberadaannya bahkan jika jarak mereka jauh dan hampir mencapai 1 mil.
Setelah agak dekat, Chang Rui menundukkan kepalanya dengan sopan yang di ikuti oleh Jiu Qing.
"Selamat sore Tuan, maafkan aku jika aku tidak sopan dan datang kemari tanpa peringatan. " Ucap Chang Rui.
"Tentu saja, kalian bisa mengatakan apa yang kalian inginkan ? Apakah kalian ingin sebuah resep pengobatan ? Kalian bisa menceritakan ciri cirinya dan aku akan berusaha. " Ucap Kakaknya dengan ramah.
Chang Rui melihat pria ini sambil menahan tangis, bagaimana pria remaja ini telah tumbuh menjadi pria dewasa dan pada saat ini menjadi sangat mirip dengan ayah mereka layaknya orang yang dibuat dengan cetakan yang sama.
"Bukan begitu, jadi kemarin adikku diselamatkan oleh Tuan dan putri Tuan, jadi kami datang kemari untuk berterima kasih atas kebaikan hati Tuan. Lalu, ada hal yang lebih penting, apakah kita bisa berbicara di dalam ?" Tanya Chang Rui.
"Ehm, jika ingin mengatakan sesuatu maka sebaiknya mengatakan disini saja karena rumahku tidak rapih, akan menyakiti mata tamu." Jawab kakaknya, walaupun nadanya sopan tapi penolakan bisa terlihat dengan jelas.
"Adikku, karena dia telah ditolong oleh putri Tuan, dia menjadi tertarik dan terus menerus memikirkan putri Tuan sepanjang pagi, siang dan malam, harap Tuan memberinya kesempatan untuk berbicara sejenak. " Ucap Chang Rui sambil membungkuk rendah.
Seperti yang diperkirakan, kakaknya adalah orang yang super protektif terhadap orang yang disayanginya.
Satu orang saja berani mendekatinya sudah pasti akan mendapatkan plototan tajam dan siap siap untuk mendapatkan usiran darinya.
Chang Rui berjalan mendekati Jiu Qing dan berbisik untuk memberikan tips mengingat bagaimana perangai kakaknya.
"Kamu harus menunjukkan kehebatanmu, jika tidak maka jangan harap. Tunjukkan bahwa kamu layak untuk putrinya, angkat bahumu tinggi tinggi dan tatap lurus matanya. " Ucap Chang Rui dengan pelan.
"Pepatah mengatakan bahwa cinta tidak muncul dari seberapa sering atau intensitas pertemuan melainkan dari seberapa dalam kasih yang muncul ketika pertemuan mereka. Ketika pertama kali melihat Nona cantik ini, aku sudah terpanah dan kasih ku sedalam lautan. Dalam kehidupan ini, aku tidak pernah begitu cinta dengan seorang gadis. Kakakku bisa bersaksi untukku. " Ucap Jiu Qing dengan senyum bangga.
"Aku bisa bersaksi untuk itu, adikku adalah orang yang cenderung ambisius terhadap seni pedangnya dan sulit untuk mencari seorang gadis. Aku bahkan berpikir bahwa dia akan menikah dengan pedangnya, tapi siapa yang menyangka bahwa Nona dari keluarga ini mengubah semuanya, oleh karena itu kami memiliki niat baik untuk melamarnya. " Ucap Chang Rui sambil tersenyum lebar.
"Melamarnya ? Apakah kalian berpikir bahwa putriku adalah barang yang bisa dibeli dengan benda lainnya ?" Tanya Kakaknya dengan agak murka.
Jiu Qing menarik lengan pakaiannya diam diam dan berharap bahwa dia agar lebih sabar dan tidak terlalu jujur.
"Bagaimana hal ini bisa dikatakan sebagai pertukaran ? Kami tidak memaksa, jika Nona dari keluarga Tuan berani untuk keluar dan memutuskan apakah dia akan menerima lamaran ini atau menolaknya maka kami akan menerima hasilnya dengan lapang dada. " Ucap Chang Rui.
__ADS_1
"Aku akan menolaknya mewakilinya sebagai ayahnya, dia masih muda dan belum memasuki usia menikah. " Ucap Kakaknya dengan dingin.
"Belum memasuki usia menikah ? Menurut pengamatan ku, Nona Chang Qing Xin seharusnya sudah berusia 20 tahun, tahun ini. Sampai kapan kamu akan terus memeluknya disisimu, Tuan Chang Jian Ming. " Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.
Keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam seolah olah adalah musuh bebuyutan, tapi dibalik cadar nya, Chang Rui menggigit bibirnya karena terlalu gelisah.
"Kamu sudah memata mataiku sebelumnya ? Betapa hebatnya, aku menjadi semakin tidak ingin berhubungan dengan keluarga penguntit seperti kalian yang tidak menghargai privasi. Aku akan menolak hal ini atas namanya. " Ucap Chang Jian Ming dengan nada yang ditinggikan.
"Aku hanya akan pergi jika Nona Chang sendiri yang keluar dan menolak lamaran adikku, jika dia tidak keluar maka maafkan kami. Kami tidak akan pulang bahkan jika kami harus mendirikan tenda di depan sini. " Ucap Chang Rui tidak kalah dinginnya.
Kakaknya memang harus seperti ini, jika dia merasa bahwa musuhnya selalu merendah maka akan di injak injak olehnya.
Keramah tamahan tidak akan berguna untuk melawannya, jika ingin mendapatkan rasa hormat darinya maka harus memiliki keangkuhan yang sama dengan miliknya.
"Aku adalah Ayahnya ! Sekarang, aku ingin kalian pergi !" Bentak Chang Jian Ming.
"Maaf, tapi kami tidak akan pergi !" Ucap Chang Rui dengan penuh penekanan.
Jiu Qing memandang Chang Rui dan Chang Jian Ming yang sedang bertarung secara tatapan, tidak lama kemudian ada seorang wanita paruh baya yang keluar dari sana.
Chang Rui terkejut ketika melihat wanita paruh baya ini, dia bukannya tidak mengenal wanita ini. Wanita yang seringkali menghabiskan waktu untuk bermain dengannya sekali sekali ketika waktu luang.
Fang Huai Li, seorang budak yang ditebus oleh ibunya karena kasihan dan dirawat layaknya putri sendiri.
Siapa yang menyangka bahwa pada saat ini dia bersama dengan kakaknya, Chang Rui diam diam bahagia untuk mereka.
Mereka sudah mengenal satu sama lain untuk waktu yang sangat lama dan pastinya sudah memahami satu sama lain.
"Suamiku, putri kita menjadi semakin parah. " Ucap Fang Huai Li dengan wajah pucat.
"Apa ? Seharusnya dia baik baik saja, lindungi tenaga vitalnya. Jangan sampai seluruh akar ditubuhnya menjadi layu. " Ucap Chang Jian Ming dengan panik.
"Siapa mereka ?" Tanya Fang Huai Li pada suaminya.
"Hanya dua orang gila yang ingin melamar Qing Xin. " Ucap Chang Jian Ming dengan sinis.
"Putrimu sedang sakit, jika melihat dari seduhan obatmu maka seharusnya putrimu terus menerus demam dan tidak turun turun. Jika harus mengatakan maka dia pada saat ini kondisinya seperti mayat hidup, seluruh aura kehidupannya mengering. Jangan bertanya aku tahu darimana, jika melihat dari obat obatan yang ada ditanganmu maka seharusnya dia menderita itu. " Ucap Chang Rui dan maju ke depan dua langkah.
"Jika kamu ingin dia hidup, maka kamu harus meminta bantuan ku, karena di dunia ini hanya ada aku seorang yang bisa menyembuhkan putrimu. " Lanjut Chang Rui dengan suara yang lebih pelan.
__ADS_1
Up : 2 / 3