
Tiga hari berlalu,
Chang Rui dan rekan rekannya sudah tidak sebaik di hari pertama, tubuh mereka penuh dengan luka luka dan Chang Rui akan kembali menyembuhkan mereka. Selalu seperti itu terus menerus, mereka saling bahu membahu melawan musuh.
Mereka harus membunuh Zhang Nie sebelum pasukan bantuan dari Klan Iblis tiba. Karena mereka pada saat ini setara maka mereka harus membuat kemajuan telak.
Jika tidak maka mereka akan jatuh ke dalam masalah besar. Chang Rui sampai saat ini merasa bahwa kekuatannya terhalang oleh sesuatu dan tidak bisa mengambil kekuatan yang sama dengan yang dimiliki oleh ibunya.
Apakah ini karena dia terlalu malas untuk melatih kekuatannya ? Chang Rui merutuk di dalam hatinya jika memang benar ini adalah penyebabnya.
Memang benar bahwa dikatakan kalau seseorang tidak boleh malas malasan karena akan menimbulkan penyesalan di akhir seperti ini.
"Kita harus membuat pukulan telak pada konfrontasi kali ini, jika tidak maka itu akan sulit. Jika datang pasukan bantuan maka aku tidak yakin apa yang akan terjadi di masa depan. " Ucap Chang Rui.
"Ya, kami akan berusaha dan kamu bisa fokus melawan Zhang Nie. Atau mungkin aku membantumu melawan Zhang Nie ? " Tanya Lin Junya.
"Jangan... jika kamu membantuku maka kekuatan di sayap kiri akan langsung lumpuh dan pada saat itu situasinya akan berubah menjadi lebih kacau. " Jawab Chang Rui dengan tenang dan berusaha untuk memikirkan jalan keluar bagi mereka.
Tapi tidak perduli seberapa banyak dia berpikir, masih tidak ada ide apapun yang muncul di otaknya.
"Kami hanya bisa menyerahkan segalanya padamu. " Ucap Bing Fanrui dengan penyesalan.
"Kita semua memiliki posisi masing masing , mari fokus menyelesaikan ini. Jika sudah selesai maka kita bisa membantu Gerbang yang lain. " Ucap Chang Rui berusaha untuk memberikan harapan.
Chang Rui melihat pasukannya yang luka luka dan memejamkan matanya, dia benar benar sakit ketika melihat ini.
Masing masing dari mereka memiliki keluarga tapi tidak akan pernah bisa kembali lagi untuk berkumpul dengan keluarga mereka.
Keluarga mereka pasti akan menyalahkannya karena sebagai pemimpin yang tidak becus, Chang Rui menundukkan kepalanya dengan kepedihan yang tidak terkatakan.
Dia berusaha untuk mengingat nama nama mereka, ada yang masih muda ada yang sudah agak tua. Masing masing dari mereka kebanyakan tidak dalam usia prima.
Jika dalam usia prima maka kekuatan mereka pasti akan mencapai kesempurnaan. Chang Rui benar benar menyayangkan waktu yang tidak tepat ini.
Seandainya sedikit lama saja maka akan memberikan waktu bagi generasi muda menggantikan pengaruh generasi tua.
Hanya saja mungkin karena terlena oleh kedamaian yang ada selama beberapa ribu tahun ini membuat mereka semua lengah termasuk dirinya, meremehkan musuh adalah kesalahan yang fatal.
Chang Rui menarik nafasnya dalam salam sebelum menghembuskannya dengan berat, untunglah dia memiliki rekan seperti Bing Fanrui dan Lin Junya yang pengertian dan selalu berpikir positif.
Chang Rui menarik senjatanya dan menatap ke arah Zhang Nie dengan tatapan dingin. Mereka sudah bertarung dengan imbang terus menerus selama tiga hari belakangan.
"Kali ini kamu akan benar benar mati !" Ucap Zhang Nie dengan tawa mematikannya.
Chang Rui memberikan senyum dinginnya yang menunjukkan bahwa dia tidak perduli dengan kata kata Zhang Nie dan memerintahkan penyerangannya.
Kedua belah pihak mulai mengangkat senjata kembali dan mulai berperang terus menerus lagi. Sementara Kerajaan Langit berperang dengan mati matian, dunia fana juga tidak lebih baik.
Mereka bertarung dengan sekuat tenaga mereka. Tampaknya ini adalah perang antara Dewa dan Iblis terbesar dalam sejarah.
__ADS_1
Siapapun pemenangnya kali ini pastilah tidak akan menang dengan mudah , bahkan jika menang juga akan membawa banyak sekali kerugian mendalam yang tidak akan pernah bisa diperbaiki hanya dalam satu generasi.
Chang Rui tiba tiba menyadari ada yang salah dengan ini tiba tiba memikirkan sesuatu dan memerintahkan semuanya untuk mundur.
"Cepat mundur !" Teriak Chang Rui dengan sangat kencang.
Lin Junya terkejut dengan perintah ini dan berusaha untuk mundur dengan segera tapi terlambat mereka sudah dikepung.
Tidak heran bahwa Iblis Iblis ini sangat damai ketika melawan mereka kali ini, siapa yang menyangka bahwa sudah tiba pasukan bantuan dari Iblis lain.
Chang Rui melihat seorang pria dengan pakaian yang mewah dan tampak sombong, Chang Rui bisa menebak petinggi Iblis yang ini.
Siapa lagi jika bukan Iblis Kesombongan ? Jika bukan dia maka Chang Rui takut tidak akan ada yang lebih sombong darinya.
"Jika aku boleh tahu maka siapa namamu ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
"Peng Xiao, Iblis Kesombongan. Aku mendengarkan bahwa idiot Zhang ini tidak bisa melawanmu sendirian jadi terpaksa untuk merepotkan ku datang kemari. " Jawab Iblis Kesombongan.
Chang Rui mengepalkan tangannya dan melihat ke bawah bahwa semuanya sudah berubah menjadi neraka bagi pasukannya.
Pasukannya menjerit meminta pertolongan tetapi tidak ada yang bisa melarikan diri dari pembantaian ini.
Dari jumlah saja mereka kalah telak, Chang Rui benar benar marah dengan hal ini. Kukunya menembus kulitnya dan darahnya mengalir ke tanah.
Amarahnya telah siap untuk meledak tapi dia tidak bisa melakukan apapun, rasanya sangat sakit ketika melihat pasukan mu yang kamu sangat sayangi terbunuh di depanmu dan kamu tidak bisa melakukan apapun.
Chang Rui mengangkat kepalanya untuk menatap kedua orang ini dan menarik senjatanya.
"Bahkan jika aku mati hari ini, aku masih akan membawa kalian berdua bersama denganku !" Teriak Chang Rui dan mulai menyerang terlebih dahulu.
Zhang Nie menarik pedang lebarnya sementara Peng Xiao mengeluarkan sebuah kecapi dari lengan pakaiannya dan mulai memainkan nada nada yang menyakitkan.
Chang Rui merasa bahwa fokusnya terpecah karena serangan dari Peng Xiao dan dia tidak sengaja dilukai oleh Zhang Nie.
Chang Rui juga mendengarkan teriakan minta tolong dari pasukannya yang juga terdampak dari serangan Peng Xiao.
"Sialan ! Aku tidak akan melepaskan kalian !" Teriak Chang Rui dengan murka dan menyerang dengan kekuatan penuhnya.
Tapi, dengan alunan musik Peng Xiao yang berubah menjadi lebih intens membuat telinga Chang Rui mengalirkan darah.
Kresssh !
Suara pedang yang menusuk daging terdengar dan ketika dilihat, tangan Chang Rui hampir putus dengan pedang besar Zhang Nie yang menembus bahunya.
Chang Rui terhuyung huyung ke belakang dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya dan dia jatuh berlutut satu kaki dengan sebuah gagang cambuk ditangannya untuk menopang dirinya.
Chang Rui menatap keduanya dengan penuh dendam seolah olah berharap bahwa dia bisa mati kapan saja.
"Biarkan aku menunjukkan padamu, bagaimana aku menodai kedua rekan mu yang cantik itu he he he !" Teriak Zhang Nie dengan bangga.
__ADS_1
Chang Rui menatap dengan mata yang memerah dan dia berteriak dengan kencang yang membuat tali senar Peng Xiao putus seluruhnya.
Rambutnya memutih dan tangannya yang terluka kembali seperti semula, Chang Rui merasakan kekuatan baru ditubuhnya dan berlari menerjang Zhang Nie dengan kekuatan yang luar biasa.
Tangannya menjulur dan mencekik Zhang Nie, Chang Rui tertawa dengan jahat dan menghisap seluruh energi kehidupan Zhang Nie.
Zhang Nie perlahan lahan mengering berubah menjadi mayat yang benar benar menyedihkan. Chang Rui masih tidak sadar dan beralih pada Peng Xiao.
"Sialan ! Kekuatan jenis apa ini ?!" Tanya Peng Xiao ketika menyerang Chang Rui.
Cambuk nya bergerak dengan liar menerjang Peng Xiao, berusaha untuk membuatnya mati bersama dengan Zhang Nie.
"Kalian semua harus mati ! " Teriak Chang Rui dengan tatapan dingin.
Inilah kekuatan sejati dari Dewi Bulan ditopang dengan kekuatan Dewi Pengobatan, sangat mengerikan.
Kedua Iblis ini telah bermain main dan mendorong Chang Rui sampai ke pojok yang membuat amarah Chang Rui membangunkan jiwa Dewi Bulannya yang telah lama tertidur.
Chang Rui mengayunkan tangannya dan siapa yang menyangka bahwa semua orang Iblis dalam jarak 100 meter darinya langsung perlahan lahan terbakar dan berubah menjadi abu.
Chang Rui sendiri merasa bahwa kekuatannya dengan cepat terkuras, ini hanyalah kemewahan sementara yang tidak bisa digunakan untuk waktu yang lama.
Sementara semua Dewa Dewi, baik dengan status yang tinggi maupun rendah melihat Chang Rui dengan kekaguman.
Bahkan Bing Fanrui dan Lin Junya yang merupakan Dewi utama saja masih terperangah dengan kekuatan Chang Rui.
Chang Rui pada saat ini telah mengalami pergantian pakaian secara cepat menjadi pakaian zirah putih yang membuatnya tampak sangat gagah.
Chang Rui menangani Peng Xiao dengan kekuatan penuh sebelum dia kehilangan seluruh kekuatannya.
Chang Rui mengambil Guqin milik Peng Xiao lalu mematahkannya menjadi dua dan mengayunkan cambuk nya untuk menjerat leher Peng Xiao.
Ketika Peng Xiao dijerat oleh Cambuk Tulang Naga, tampak ada aliran Qi yang dialirkan ke Cambuk itu.
Chang Rui mengalirkan Tenaga Yin murninya untuk menekan Peng Xiao dan memurnikan tenaga Peng Xiao.
Peng Xiao terus menerus menjerit kesakitan ketika dijerat oleh Cambuk Tulang Naga sebelum akhirnya dimurnikan menjadi Energi Yin Murni yang luar biasa dan diserap oleh Chang Rui untuk menambah kekuatannya.
Bisa dikatakan bahwa Peng Xiao mengandalkan hidup dari energi Yin murni ini selama ribuan tahun maka dari itu Energi Yin ini akan sangat membantu Chang Rui.
Peng Xiao berubah menjadi abu dan pada saat itu juga Chang Rui terjatuh berlutut lalu mulai memuntahkan darah tanpa henti.
Ini adalah luka dalam karena telah menggunakan kekuatan lebih dari yang bisa dia kendalikan dan ini dilarang dalam Kerajaan Langit.
Lin Junya langsung terbang untuk menghampirinya dan memeriksa keadaannya.
"Tidak apa apa, aku akan bisa pulih dengan cepat. Barisan depan masih membutuhkanmu. " Bisik Chang Rui pada Lin Junya.
"Kamu telah memberikan pukulan moral yang sangat besar pada mereka , mereka bahkan tidak berani untuk mengangkat kepala mereka seperti tadi lagi. Kamu adalah keajaiban bagi kami !" Seru Lin Junya berusaha untuk menyemangati Chang Rui dan takut bahwa Chang Rui akan memejamkan matanya.
__ADS_1