REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
143. Penyesalan Nangong Li


__ADS_3

Note : Author enggak cek jumlah like ternyata sudah 13,1 k jika begitu maka author akan dua kali update double ! Semoga aja keburu untuk up 6 chapter hari ini hehe, makasih ya untuk yang sudah like. Jangan lupa dengan target terakhir, yaitu 13,5 k like


...Selamat membaca !...


...----------------...


"Tidak apa apa, lagipula dia tidak akan bertahan sampai esok hari. Biarkan dia mengatakan apapun yang dia suka. " Ucap Chang Rui menghibur Nangong Li.


Tapi, siapa yang menyangka bahwa Nangong Li hanya membalas Chang Rui dengan senyum penuh makna.


Tidak ada yang akan bisa menebak apa yang ada dibalik senyum penuh makna itu. Chang Rui yang melihat senyum itu tidak bisa tidak merasa merinding.


Tentu saja, orang biasa tidak akan memiliki senyum yang begitu mengerikan dan mengintimidasi.


Chang Rui duduk di sudut ruangan, karena mereka mendapatkan kamar yang sama. Chang Rui merasa bahwa dia sebaiknya menjaga jarak dari Nangong Li.


Bagaimanapun mereka sama sama tidak memiliki pasangan, jika tidak maka apa yang harus di jelaskan pada orang orang ?


Walaupun Chang Rui tahu bahwa Nangong Li sudah pernah menikah bahkan sudah menikah dua kali.


Tapi, kedua istrinya sudah meninggal bisa dikatakan bahwa Nangong Li pada saat ini tidak memiliki pasangan.


"Tuan Nangong, jika aku boleh bertanya, apakah benar bahwa kamu sudah pernah menikah sebelumnya ?" Tanya Chang Rui dengan penasaran dan tidak bisa menahan diri.


Chang Rui merutuki dirinya sendiri karena telah menanyakan ini, hubungannya dengan Nangong Li tidak dekat.


Tapi, dia menanyakan hal yang begitu pribadi seperti ini, Chang Rui benar benar ingin menarik perkataannya lagi apalagi ketika melihat raut wajah Nangong Li yang berubah menjadi datar.


"Tidak perlu menjawab nya, maafkan aku atas kelancangan ku. " Ucap Chang Rui dengan buru buru.


"Tidak apa apa, sudah berbulan bulan berlalu sejak kematian istri kedua ku, sudah hampir satu tahun lamanya. " Balas Nangong Li dengan senyum tipis.


Tatapan Nangong Li menerawang masa lalu dan mengingat semua kenangan indah yang ada, Chang Rui lalu langsung mengalihkan topik setelah melihat ini.


"Tidak perlu membahasnya lagi, tampaknya Tuan Nangong tidak nyaman dengan topik pembicaraan ini. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Tidak juga, aku hanya mengingat mereka berdua, mereka berbeda tapi juga sama. " Ucap Nangong Li dengan lembut.


Chang Rui tampak terkejut mendengar ini, mereka berbeda tapi juga sama ? Apa maksud dari kalimat ini ?

__ADS_1


Bukankah kalimat ini aneh dan tidak bisa dipahami ? Tapi, walaupun dia merasa bingung, Chang Rui tetap tidak menanyakannya kepada Nangong Li.


"Yang pertama, meninggal karena kesalahanku. Itu adalah kesalahanku yang paling besar, yang ingin aku katakan padanya adalah aku menyesal bahwa aku tidak bisa memberitahu padanya lebih awal...... bahwa aku bukanlah aku sepenuhnya. " Gumam Nangong Li.


Kata kata Nangong Li disini mengacu kepada dirinya sendiri yang dibawah kendali Nangong Xi pada saat itu.


Tapi, sayangnya Chang Rui dengan ingatan yang tidak lengkap, tidak mampu menyadari hal ini.


"Yang kedua, adalah kesalahanku juga. Kesalahanku karena kurang mampu, tidak bisa mengatakan apa yang aku rasakan, tidak mampu untuk mengatakan perasaan ku dengan jujur. " Ucap Nangong Li dengan senyum sedih.


Chang Rui merasa bahwa hatinya bergetar, entah karena terharu atau apapun itu, Chang Rui merasa bahwa ada sesuatu yang memberontak di dalam hatinya.


"Sejujurnya, aku hampir saja di jodohkan denganmu. " Ucap Chang Rui dengan canggung.


"Ketika Nangong Xi di Istana ku, dia mengatakan kepada Yu Lian bahwa dia akan menjodohkan ku dengannya. Tapi, untunglah sebuah pesan datang tepat waktu dan mengatakan bahwa dia telah diturunkan dengan paksa. " Lanjut Chang Rui.


Chang Rui menatap ke depan dengan tatapan yang tidak bisa ditebak sementara Nangong Li menatap ke arah Chang Rui dengan sedih.


Chang Rui tidak pernah tahu bahwa semua kata kata Nangong Li ditujukan untuk dirinya.


Keduanya sibuk dengan pemikiran masing masing sampai akhirnya melihat bahwa makanan telah di antarkan.


Tidak tahu ada racun apa di dalam makanan yang diberikan oleh Hu Yi, Chang Rui lebih rela menahan laparnya.


Dia memang bisa mendeteksi racun dengan indra penciuman nya tapi, jika yang muncul adalah obat tidur atau semacamnya.


Maka akan sia-sia, Chang Rui tidak akan bisa mendeteksinya karena itu tidak termasuk kedalam racun.


Chang Rui mengambil sebuah apel yang disajikan dan membasuh nya dengan air mengalir untuk memastikan bahwa itu adalah makanan bersih.


Barulah dia menggigit buah apel tersebut sementara Nangong Li hanya menonton, Chang Rui menghabiskan buah apelnya dengan asik sehingga tidak menyadari Nangong Li yang tidak makan sejak tadi.


Sampai akhirnya Chang Rui menghabiskan apelnya, barulah dia menyadari bahwa Nangong Li tidak makan sejak tadi.


"Kenapa kamu tidak makan ?" Tanya Chang Rui dengan bingung.


"Kita tidak tahu apakah Hu Yi ini adalah orang yang nekat atau tidak, jika dia nekat maka mungkin ada racun yang mematikan di dalam sini. Aku lebih memilih untuk tidak makan ini. " Ucap Nangong Li dengan tenang.


"Jika begitu maka makanlah jeruk ini untuk mengganjal perut, jangan sampai kamu sakit karena tidak makan malam. Oh ya, aku sudah akan keluar dan menurunkan makananku. Kamu sebaiknya diam diam di kamar dan jangan membiarkan seorang pun masuk kecuali aku. " Ucap Chang Rui dengan serius.

__ADS_1


Nangong Li mengangguk dengan penurut seperti seekor anjing penurut dan memakan jeruk yang diberikan oleh Chang Rui.


"Ini sudah malam tapi usahakan untuk tetap terjaga, karena malam ini aku akan melakukan sesuatu. " Perintah Chang Rui.


"Tenang saja, tidak tidur selama satu malam bukan masalah besar. " Ucap Nangong Li.


"Aku akan meminta pelayan ku untuk menjagamu. " Saran Chang Rui.


"Tidak perlu, aku memiliki seorang penjaga yang menjagaku. " Tolak Nangong Li dengan terus terang yang membuat Chang Rui tersadar.


Nangong Li adalah seorang paman Kekaisaran, bahkan jika dia berasal dari Kekaisaran kecil dan merupakan seorang pengecut yang tidak bisa mengangkat pedangnya.


Pastilah masih ada seorang ahli bela diri yang menjaga dirinya secara diam diam dan ahli bela diri ini tentu saja bukan yang sembarangan.


"Baiklah, kalau begitu maka jaga dirimu baik baik. " Ucap Chang Rui sebelum akhirnya berjalan ke depan.


Ketika Chang Rui menutup pintu, wajah pengecut Nangong Li telah sepenuhnya menghilang dan menjadi dingin.


"Hu Yi telah membuat marah sang Raja Neraka. " Ucap suara di belakang Nangong Li.


"Menguping dari tadi, apakah ini adalah sifat baik dari seorang bawahan ?" Tanya Nangong Li dengan dingin.


"He he, apa yang akan kamu lakukan pada Hu Yi ?" Tanya Long Yu yang masuk dari jendela.


"Tentunya aku akan menunjukkan apa yang harus di dapatkannya setelah melecehkan Chang Rui dengan mulut kotornya itu. " Ucap Nangong Li dengan hawa membunuh.


"Jadi, dimalam ini ada dua orang yang ingin membunuh Hu Yi, hm ? Tapi Chang Rui merasa bahwa itu hanya dirinya sendiri yang ingin membunuh Hu Yi." Ucap Long Yu sambil terkekeh dan mengecek makanan yang diberikan oleh Hu Yi.


"Seperti yang kamu perkirakan, disini adalah obat tidur dan obat perangsang. Pria tua itu benar benar menjijikkan. " Ejek Long Yu dengan senyum jijik.


"Jadi, apakah kamu akan menyiksanya dan membiarkannya dibunuh oleh Chang Rui ?" Tanya Long Yu.


"Tidak perlu, aku akan membunuhnya, tangan Chang Rui tidak perlu menjadi kotor oleh darah hina itu. Kau pergi dan alihkan perhatian Chang Rui, berpura pura lah menjadi salah satu bawahan Hu Yi. " Ucap Nangong Li.


"Berapa lama ?" Tanya Long Yu.


"Setengah jam sudah lebih dari cukup. " Balas Nangong Li sambil mengeluarkan pedangnya.


...----------------...

__ADS_1


bonus chapter 12,5 k : 1 / 3


__ADS_2