
Chang Rui duduk merenung sampai pagi hari sebelum akhirnya dia tersadar bahwa hari telah pagi dan matahari telah terbit sepenuhnya menunjukkan diri dengan bangga di atas sana.
Chang Rui merasa bahwa sangat sulit untuk hidup disini, tidak ada jam pasti dan dia hanya bisa mengira ngira jam berapa pada saat ini.
Pada saat ini, musim dingin akan segera datang, mereka tidak bisa terus menerus tergantung pada makanan dari luar.
Kota ini sempit, tidak memiliki lahan untuk bertani secara luas. Jika dia ingin maka dia hanya bisa mengambil tanah yang agak dibelakang.
Itupun tidak terlalu subur kata warga setempat, bagaimana mereka harus membuat diri mereka tidak mengalami ketergantungan pada orang lain lagi?
Mereka tidak bisa berganti pada Desa sekitar lagi, terutama ketika musim dingin. Ketika musim dingin datang, bahkan desa sekitar sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan mengharapkan mereka menjualnya kepada Kota Wu maka akan sulit.
Bahkan jika bisa maka harganya akan sangat mahal. Mereka bisa bertahan selama beberapa saat sebelum akhirnya berubah menjadi kerugian yang tidak bisa ditanggung oleh mereka.
Tapi, ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari Kota Wu tapi sayangnya kurang di manfaatkan. Kota Wu berbatasan langsung dengan Laut Selatan.
Jika tidak salah, maka seharusnya ada banyak ikan yang bisa di dapatkan. Hanya saja, di Kota ini terlalu banyak rumor masyarakat yang mengatakan bahwa tidak boleh pergi ke laut jika tidak maka tidak akan kembali.
Chang Rui tiba tiba memikirkan satu hal lagi, yang sangat penting. Karena ini berbatasan dengan Laut Selatan, bukankah ini berarti mereka berbatasan dengan Negara lain ?
Akan sangat mudah untuk musuh menemukan titik lemah disini, tidak hanya mereka harus membuat gerbang di bagian depan melainkan semuanya. Sungguh merepotkan.
Kota ini telah menguji kesabarannya berkali kali tapi entah kenapa dia selalu kembali lagi ke Kota ini dan merasa sangat dekat dengan Kota ini.
Dia telah mengeluarkan banyak tenaga dan perasaan hanya untuk membangun ulang Kota yang setengah hancur ini.
Bukan, lebih tepatnya Kota yang sepenuhnya hancur ini. Entah karena dia suka dengan pemandangan indah Kota ini.
Atau karena dia merasa bersalah akan kesalahan Chang Yue Qing, bagaimanapun pada saat ini dia menanggung status milik Yu Cheng Qing dan orang orang tahu bahwa dia adalah cucu Chang Yue Qing bahkan jika dia bukan.
__ADS_1
Dia ingin berhenti tapi tidak bisa melakukannya jadi hanya bisa melanjutkan kegiatan melelahkan ini dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Kota Wu tidak kalah dari Ibukota.
Chang Rui memanggil Jiu Qing dan Fu Jin Yang dan keduanya datang dengan sangat cepat bahkan diluar dugaannya, keduanya sangat semangat.
"Aku akan membahas musim dingin yang datang dalam beberapa minggu lagi. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
"Aku tahu, kamu ingin membahas prajurit bukan ? Aku sudah melatih mereka dan mereka telah bekerja keras, dari pukul 4 pagi berlatih naik turun bukit denganku sampai pukul 6 dan melanjutkan latihan sampai pukul 10 malam.
Mereka hanya tidur 6 jam setiap harinya, tidak bisa langsung memang. Hanya saja ada perubahan signifikan. Pada awalnya mereka hampir mati semua, tapi pada akhirnya setelah latihan hari ini, mereka baik baik saja. " Ucap Jiu Qing memberikan laporannya.
Chang Rui yang mendengarkan ini menganggukkan kepalanya dengan puas, walaupun tidak bisa dikatakan paling baik maka selama mereka bisa bertahan sampai melewati musim dingin ini maka mereka akan baik baik saja.
"Bagaimana dengan pembangunan rumah rumah warga dan gerbang serta pembangunan tempat untuk senjata ?" Tanya Chang Rui.
"Bagus, semuanya berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan perkiraan mu. Hanya saja ada beberapa hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Kamu tahu sendiri, beberapa hal ini tidak ada gambaran di kepala mereka sehingga harus menjelaskan dengan lebih panjang dan berulang kali memperbaiki itu. " Ucap Fu Jin Yang dengan helaan nafas.
"Kamu bisa menggambar ? " Tanya Fu Jin Yang dengan heran.
"Tentu saja tapi kemampuanku tidak terlalu baik." Ucap Chang Rui dengan sedih dan tatapannya agak redup.
"Aku ingin meminta kalian membantuku untuk membeli beberapa sampan di Ibukota untuk memanen ikan di lautan. " Perintah Chang Rui.
"Untuk apa ? Disini tidak ada yang mau pergi melaut. " Ucap Jiu Qing dengan kerutan di dahi.
"Mau tidak mau harus seperti itu, semakin ketakutan maka semakin tidak bisa maju. Harus ada dorongan dari salah satunya, aku akan pergi melaut untuk pertama kali dan membuktikan kepada mereka. Lalu, makanan akan bisa diawetkan dengan garam. Kita juga bisa memanen garam dari lautan untuk dijual ke Ibukota. " Ucap Chang Rui.
"Tidakkah semuanya merepotkan ? Diantara mereka semua tidak ada yang tahu akan hal ini. " Balas Fu Jin Yang.
"Aku akan memberikan contoh kepada mereka. " Jawab Chang Rui dengan serius.
__ADS_1
"Tidak boleh ! Bahaya untuk dilakukan ! Aku tidak bisa membiarkan mu mengambil resiko yang sangat besar hanya untuk itu !" Seru Fu Jin Yang dengan kekhawatiran yang luas.
"Tidak perlu khawatir, ini bukan pertama kalinya bagiku. Aku sudah berpengalaman. " Ucap Chang Rui dengan santai.
Akhirnya mereka sampai pada satu kesepakatan bersama , mereka bukannya tidak tahu bahwa makanan adalah sumber kehidupan sebuah kota.
Jadi, mereka harus bisa memiliki sumber sendiri jika tidak maka mereka tidak akan bisa bertahan cepat atau lambat.
Setelah itu, Chang Rui kembali pergi ke kamar Nangong Li dengan perasaan hati yang cemas dan ragu bercampur menjadi satu dan akhirnya tiba di depan kamar Nangong Li.
Tangannya merasa kaki dan tidak bisa mengetuk pintu kamar Nangong Li. Tujuan kedatangannya kemari adalah menanyakan kembali, menanyakan tentang apakah mereka pernah bertemu di masa lalu.
"Jika ingin masuk maka Nona bisa langsung masuk, itu adalah pesan yang ditinggalkan oleh Tuan. " Ucap suara dari belakang dan ketika Chang Rui menoleh ke belakang, Chang Rui akhirnya menyadari bahwa mereka pernah bertemu di masa lalu.
Ini adalah bawahan milik Nangong Li dan dia mengangguk dengan canggung. Chang Rui membuka pintu kamar Nangong Li yang selalu remang remang , hanya diterangi oleh sebuah cahaya lilin yang redup.
"Apa yang membuat Nona Chang mendatangi kamarku pagi pagi sekali ?" Tanya Nangong Li dengan tenang dan duduk membelakangi nya sehingga Chang Rui tidak bisa melihat ekspresinya.
Chang Rui merasa bahwa bulu kuduk nya berdiri, walaupun dia merasa bahwa Nangong Li mudah di dekati sebelumnya dan sekarang tampaknya dia sudah salah.
Sejak semalam , sikap Nangong Li terhadapnya sangat dingin seolah olah telah berubah kedalam orang lain.
Chang Rui mengepalkan tangannya di dalam pakaiannya dan berusaha untuk mengumpulkan semua nyali miliknya.
"Maaf telah menganggu waktu dari Tuan Nangong, tujuan kedatanganku kemari mungkin akan membuat Tuan Nangong merasa risih tapi aku benar benar tidak tahan untuk mengatakan ini. " Ucap Chang Rui.
"Jika merasa tidak tahan maka katakan saja. " Balas Nangong Li.
"Sebenarnya...... apakah benar kita tidak pernah bertemu satu sama lain di masa lalu ?" Tanya Chang Rui entah untuk kesekian kalinya menanyakan hal ini.
__ADS_1