
Dugu Ying memberikan sebuah cangkir teh berwarna hijau kekuningan emas, tampak seperti teh pada biasanya.
Chang Rui menerimanya dengan tangan kanan dan menghirup harum dari tehnya dengan pelan lalu memberikan sebuah pujian dengan wajah penuh senyum.
"Ini adalah teh yang luar biasa, aku pikir ini adalah kehormatan ku untuk menerima teh dari Nyonya Dugu. " Ucap Chang Rui lalu meminum teh tersebut tanpa sisa.
Tapi, tidak lama kemudian Chang Rui langsung menjatuhkan kepalanya diatas meja dan cangkir di tangannya jatuh lalu pecah berkeping keping.
Dugu Ying yang melihat ini menyeringai dingin lalu berjalan keluar sebelum akhirnya kembali dengan seorang pria yang sama tuanya.
Tapi, jumlah taring di gelang milik pria itu lebih banyak daripada milik Dugu Ying, bisa disimpulkan bahwa pria itu memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan Dugu Ying.
"Gadis ini sangat baik, dia bahkan menyerahkan dirinya dengan gratis. Aku tidak tahu apakah dia bodoh atau terlalu baik. " Ucap Dugu Ying dengan sinis.
"Apakah dia cocok dijadikan persembahan ? Jangan sampai mengecewakan Dewa dengan begitu maka kita akan subur sampai dengan tahun depan. " Ucap pria tua itu dengan bijak.
"Tenang saja, dia masih muda, energik dan tentunya kekuatannya lumayan, dia juga cantik dan manis, Dewa pasti akan menyukai nya sebagai persembahan. " Ucap Dugu Ying dengan tenang.
"Kalau begitu maka angkut dia terlebih dahulu ke ruang persembahan. " Perintah Dugu Yang, kakak dari Dugu Ying.
Tubuh Chang Rui diangkat oleh empat orang dan dibawah ke tenda sederhana yang ada di pusat orang orang itu tinggal.
Di dalam tenda itu, ada api unggun di ke empat sudut tenda yang ada lalu di bagian tengah ada sebuah altar pemujaan dengan sebuah ranjang untuk membaringkan seseorang.
"Sudah waktunya untuk melakukan ritual, biarkan dia didalam selama 72 jam. " Ucap Dugu Yang.
"Tenang saja, dengan racun yang aku miliki maka tidak akan bangun sampai tiga hari berlalu. " Ucap Dugu Ying.
"Bagus." Jawab Dugu Yang.
Tanpa diketahui oleh kedua orang itu , seorang pria dengan pakaian serba hitam datang dan berjalan mengitari Chang Rui.
Pria itu tidak tahu datang darimana, sungguh sungguh membingungkan.
__ADS_1
"Persembahan tahun ini sangat layak sekali, aku akan memberikan kemakmuran bagi mereka selama satu tahun ini. " Ucap pria itu dengan seringaian.
Itu adalah Dewa Kemakmuran yang telah dibutakan oleh keserakahan dan nafsu, dia telah melanggar apa yang seharusnya dilakukan oleh Dewa.
Semua ini masih tersembunyi dan tidak diketahui oleh Para Dewa, Chang Rui yang mendengarkan kata kata pria ini langsung meludahkan cairan yang sejak tadi dia simpan di mulutnya.
Cairan itu menyemprot ke wajah Dewa Kemakmuran dan membuat Dewa itu terkejut dengan tingkah lakunya.
"Aku tidak menyangka bahwa ada seorang Dewa disini, apakah benar benar Dewa ?" Tanya Chang Rui sambil duduk.
"Kenapa kamu bisa sadar disini ?" Tanya Dewa Kemakmuran dengan terkejut.
"Kenapa aku tidak bisa ? Apakah menurutmu Dugu Ying bisa mengelabui ku ? Lalu, apakah menurutmu aku akan takut padamu ? Jika kamu benar benar leluasa untuk melakukan apa yang kamu mau, pastilah kamu tidak akan menggunakan cara yang merepotkan ini. " Ucap Chang Rui dengan lembut dan berdiri.
Chang Rui berjalan mendekati Dewa Kemakmuran, tidak tahu apakah itu benar benar seorang Dewa atau bukan.
"Aku memiliki cara ku sendiri, jangan mengira bahwa aku akan takut padamu !" Ucap Dewa itu dengan dingin.
"Aku pernah mendengar bahwa Dewa tidak diperbolehkan menyerang manusia, aku ingin melihat bagaimana kamu melawan !" Seru Chang Rui dengan marah.
Lang Yun, Dewa Kemakmuran yang saat ini dipilih oleh Kaisar Langit, sedang terpanah dengan kemampuan bertarung gadis di depannya.
Itu bukan sesuatu yang seharusnya dimiliki oleh seorang manusia ! Apakah gadis ini juga seorang Dewa ? Tidak mungkin !
Lang Yun tidak bisa menerima kenyataan ini dan membalas serangan milik Chang Rui, keduanya bertarung dengan tangan kosong dan kedua telapak tangan yang menyatu.
Tatapan tajam milik Chang Rui dan matanya yang merah delima menunjukkan keganasan yang tidak pernah ada.
Ikatan rambut Chang Rui terlepas, berubah menjadi berwarna perak yang mempesona, tampak sangat indah.
"Sepasang mata merah delima dan rambut berwarna perak, itu adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh Klan Bulan. " Gumam Lang Yun dengan khawatir.
Lang Yun menemukan bahwa Chang Rui begitu sulit untuk di hadapi sehingga kecil kemungkinan baginya untuk menang dengan cara ini.
__ADS_1
"Kita akan bertemu lagi di masa depan !" Ucap Lang Yun sebelum akhirnya berubah menjadi setitik cahaya keemasan.
Chang Rui langsung jatuh berlutut dan terbatuk batuk beberapa kali, rambutnya berubah menjadi hitam lagi dan matanya berubah menjadi cokelat tua seperti semula.
Berbeda dengan milik Nangong Li yang berwarna hitam pekat, bola mata Chang Rui berwarna cokelat tua seperti kebanyakan orang pada umumnya.
"Apa yang sudah terjadi ? Dimana orang tadi ? Dimana Dewa Kemakmuran tadi ? Kenapa aku berlutut disini ?" Tanya Chang Rui dengan bingung.
Chang Rui hanya ingat bahwa dia bertemu dengan seseorang yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang Dewa ketika dia sedang berbaring di atas altar pemujaan ini.
"Kenapa aneh sekali ?" Tanya Chang Rui dengan kerutan didahi.
Sementara Lang Yun sendiri bersembunyi di dalam Istananya dengan ketakutan, belakangan ini Istana Surgawi sedang terjadi banyak guncangan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata.
Mulai dari petir yang menyambar dengan dahsyat di Istana Surgawi sebanyak tiga kali, lalu kematian Dewa Perang dan juga Klan Bulan.
Klan Bulan adalah Klan yang di dirikan oleh Dewi Bulan terdahulu, disana adalah sekelompok gadis cantik yang merupakan murid Dewi Bulan.
Dikatakan bahwa mereka memiliki kecerdasan dalam bidang apapun, mereka kuat dan angkuh, sampai akhirnya mereka dikutuk.
Mereka menikah dan tidak ada satupun yang memiliki seorang putri bahkan cucu perempuan sekalipun, sehingga tidak ada penerus Klan Bulan pada saat ini.
Ciri khas Klan Bulan adalah memiliki rambut perak dan mata berwarna merah delima, dikatakan bahwa mereka memiliki kekuatan yang luar biasa.
Pada saat ini, masih banyak posisi di Istana yang kosong, mulai dari posisi Dewi Bulan, Dewi Pengobatan, Dewa Perang, dan Menteri Istana Surgawi.
Lang Yun berniat untuk mengambil posisi Dewa Perang, dengan begitu maka dia akan memimpin 3 juta pasukan dari Pasukan Surgawi.
Tapi ,karena kurangnya kemampuan miliknya membuatnya masih tidak bisa mengisi posisi tersebut bahkan sampai pada saat ini dan ini membuat Lang Yun kesal.
"Posisi Dewa Perang pasti akan menjadi milikku, cepat atau lambat !" Seru Lang Yun dengan tangan yang terkepal.
Tapi, tetap saja dia merasa takut ketika menemukan seseorang yang dianggapnya sebagai penerus Klan Bulan.
__ADS_1
Jika Klan Bulan benar benar bisa bangkit maka itu akan menjadi kutukan besar untuk fraksi yang dibawah Lang Yun.