
Gerbang dibuka dan menunjukkan mereka bertujuh, di depan adalah Chang Rui. Di belakangnya ada Fu Jin Yang dan Jiu Qing.
Di belakangnya lagi ada 4 orang lain yang merupakan prajurit paling terlatih, pada saat ini mereka sedang berada di usia prima mereka.
Jadi, Chang Rui keluar dengan sekelompok pasukannya untuk mengetes kekuatan manusia Gunung.
Manusia Gunung itu tidak terlalu banyak, hanya ada tiga orang di antara mereka, hanya saja bisa terlihat jauh sekali perbedaan tinggi dan kekuatan mereka.
"Aku penasaran kenapa kalian ingin menganggu kami sementara kami sendiri tidak pernah menganggu kalian ? Jika kalian mendapatkan provokasi untuk menyerang kami maka kalian harus tahu bahwa kalian sendiri tidak lebih dari bidak. " Ucap Chang Rui.
"Pintar sekali kamu berbicara, kedua bawahan ku ini tidak mengerti kata kata orang dataran rendah seperti kalian. Pada tahun ini, dunia mengalami kekeringan, kami mau tidak mau harus turun dan mencari makanan di dataran tengah. Jika kalian bersedia untuk memberikannya maka kami akan sangat berterima kasih. " Ucap Manusia gunung itu.
Chang Rui yang mendengar ini tiba tiba menaikkan salah satu alisnya, apakah tingkat kepanasan telah mencapai suhu ekstrem dimana manusia gunung bahkan kesulitan untuk bertahan hidup di habitat aslinya ?
Kata kata manusia gunung itu tidak fasih dan ada beberapa kata kata yang salah, mungkin karena mereka tidak terbiasa untuk menggunakan bahasa ini.
Tapi, itu sudah cukup untuk di pahami oleh Chang Rui. Hanya saja Chang Rui mengira bahwa Manusia gunung di provokasi oleh orang Bar bar.
Siapa yang menyangka bahwa mereka benar benar turun ke sini karena keinginan diri sendiri, jika sudah begini maka dia bisa mempertimbangkan hal ini.
"Jika aku memberikannya kepada kalian, bagaimana kalian akan membalasnya ?" Tanya Chang Rui.
"Kami bersedia untuk menjadi bawahan mu dan melakukan apa yang diperintahkan oleh mu dalam kurun waktu enam bulan ini. " Jawab Manusia gunung.
"Bagaimana aku bisa mempercayai mu ? Bagaimana jika kata kata mu ini kebohongan ?" Tanya Chang Rui.
__ADS_1
"Aku sudah menduga bahwa kalian, mahkluk dataran tengah yang tidak jujur akan dengan mudah tidak percaya. Hari ini aku membawa salah satu benda pusaka yang paling berharga di Suku kami, aku percaya bahwa kamu bisa menilainya dalam satu pandangan. " Ucap manusia gunung sambil memberikan sebuah teropong.
"Ini disebut dengan Mata Tuhan, ini bisa melihat musuh dari jarak 600 kilometer. " Lanjut Manusia gunung.
Chang Rui yang mendengar ini terkejut dengan hal ini, ternyata di zaman ini sudah ada teropong dan masih menjadi benda pusaka.
Hanya saja untuk melihat jarak 600 kilometer adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa ditemukan di dunia modern.
Jadi, Chang Rui diam diam menghargai harta benda yang ada di tangannya ini. Ini adalah teropong yang dibuat dengan lapisan emas.
Sehingga memiliki berat yang mungkin sekitar 3 sampai 5 kilogram, ketika Chang Rui mencobanya, Chang Rui menyadari bahwa dia bahkan bisa melihat gerbang milik Ibukota bersama dengan rombongan pedagang yang mengantri untuk masuk ke dalam Ibukota.
"Baik, lalu berapa banyak yang kalian inginkan ?" Tanya Chang Rui.
"350 Kilogram gandum. " Ucap manusia gunung itu.
Jika dia sendirian yang menentukan maka dia akan di cap sebagai orang yang egois dan berhati dingin.
Memang, ada begitu banyak gandum di lumbung mereka mungkin ada sekitar 500 kilogram gandum dan 150 kilogram sorgum, serta beberapa sumber makanan lainnya.
"Sebagai bentuk pertimbangan, berikan kami waktu dua hari dari sekarang dan kita akan bertemu lagi. " Ucap Chang Rui dengan hati hari dan mengembalikan Teropong itu lagi dengan tenang.
"Baiklah, aku akan datang lagi kemari dalam dua hari. Aku harap bahwa kalian akan menerima tawaran kami bagaimanapun, Mata Tuhan adalah pusaka yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. " Ucap Manusia Gunung.
Chang Rui berjalan masuk dan menutup gerbang dengan ekspresi datar, lalu melihat bahwa warga yang sudah bersiap untuk mengangkat senjata mereka.
__ADS_1
"Mereka tidak datang untuk menyerang, mereka meminta untuk menukar 350 Kilogram gandum dengan sebuah pusaka dari orang Manusia Gunung, Mata Tuhan. Apakah ada yang pernah mendengarnya ?" Tanya Chang Rui.
"Apa ?! Itu adalah pusaka yang benar benar hebat !" Seru seorang warga dan semuanya tampak begitu terkejut.
"Nona, sejujurnya Pusaka Mata Tuhan adalah Pusaka yang sangat berharga dalam peperangan. Jika di masa depan kita bertemu dengan orang orang bar bar maka akan lebih mudah bagi kita untuk memprediksi jumlah mereka. " Ucap seorang warga.
"Memang benar, tapi bagaimana dengan stok makanan kita ? Di musim dingin seperti ini maka akan sulit untuk mencari makanan. " Ucap yang lain dan mereka mulai berdebat dengan kencang.
"Hentikan ! Kalian terus menerus berdebat, apakah tidak mempertimbangkan aku lagi ? Aku ingin tahu bagaimana dengan hasil perairan kali ini ?" Tanya Chang Rui.
"Itu berjalan dengan baik dan sejauh ini menurut dengan metode pengawetan yang diberikan oleh Nona, sudah terkumpul 17 kilogram. Hanya saja memang ada beberapa kegagalan, tapi menurut ku selama dipancing dalam seminggu terakhir ini maka akan lebih mudah untuk mendapatkan ikan. " Ucap seorang nelayan muda.
"Jika lewat dari minggu ini, maka laut akan membeku dan sulit untuk memancing bagi kita. Pada saat itu maka kita akan kesulitan untuk menangkap ikan. Jika dilakukan secara massal maka aku memperkirakan maka seharusnya kita akan mendapat beberapa puluh kilogram ikan untuk di awetkan dengan garam. " Lanjut nelayan muda itu.
"Hm, apa yang kamu katakan benar. Aku akan mencoba memperhitungkan nya, kalian tidak perlu khawatir, cobalah untuk melakukannya semampu kalian dalam dua hari ini !" Perintah Chang Rui dan semuanya kembali ke posisi masing masing.
Chang Rui menghela nafas, dia sekali lagi harus mengambil keputusan berat, di antara kedua keputusan ini maka akan sulit baginya untuk menentukan.
Jika dia salah menentukan sebuah pilihannya yang akan terdampak adalah seluruh Kota Wu, memang sulit untuk menanggung beban ini.
Dia membutuhkan sandaran, tapi ketika dia menoleh, sandaran nya tidak ada jadi Chang Rui langsung berlari ke teras pekarangan kediaman Chang Yue Qing dan menyadari bahwa Nangong Li masih duduk dengan santai sambil menyeruput tehnya dan menikmati angin musim dingin.
"Jadi, bagaimana dengan keputusanmu kali ini ?" Tanya Nangong Li.
"Aku.. aku tidak tahu, aku membutuhkan saran darimu. " Jawab Chang Rui dengan gugup.
__ADS_1
"Semuanya berdasarkan keputusanmu, aku hanya akan mendukungmu bahkan jika keputusanmu salah. Jika ini menyebabkan bencana maka aku akan menanggung aib ini bersama denganmu. " Balas Nangong Li dengan santai.