
Chang Rui menatap ke arah Nangong Li dan diam diam mengukir ini di dalam hatinya, Nangong Li jelas jelas pernah mencintai Liu Qing Yuan tapi dengan kejam nya membuat Liu Qing Yuan sampai hancur seperti ini, tidakkah itu terlalu tidak berperasaan ?
"Aku sedikit terkejut tapi telah mengira semua ini, bagaimanapun Nona Liu adalah seorang pengkhianat. Jika dia mendapatkan perawatan yang bagus, bukankah semua orang akan curiga dengan itu ?" Tanya Chang Rui dengan senyum tipis.
"Aku senang bahwa Nona Chang mengerti dengan alasanku, ada beberapa orang yang tidak mengerti dengan caraku sehingga memiliki kesalah pahaman denganku. " Ucap Nangong Li dengan tenang.
"Oh, siapa yang memiliki kesalah pahaman dengan Jiu Wang ? Sejauh ini aku melihat bahwa Jiu Wang adalah orang yang berkata dengan lugas, kesalah pahaman justru membuatku bingung. " Ucap Chang Rui.
"Seperti yang sering dikatakan oleh orang orang, tidak semua hal bisa di ungkapkan dengan kata kata, ada beberapa rahasia yang memerlukan waktu untuk terungkap. " Balas Nangong Li dengan penuh teka teki.
Chang Rui menatap Nangong Li dan merasa bahwa Nangong Li sedang mengisyaratkan sesuatu padanya tapi Chang Rui benar benar tidak dapat mengerti hal tersebut.
"Ha ha ha , aku bukanlah orang terpelajar sehingga tidak mampu mengimbangi Jiu Wang , mohon maaf. "Seru Chang Rui dengan buru buru.
Karena buru buru, Chang Rui hampir saja menyebutkan Wangye bukan Jiu Wang, untungnya itu belum terjadi.
"Tidak apa apa, yang aku katakan sebelumnya adalah omong kosong. Kita harus kembali jika tidak maka Nona muda Jiu akan khawatir." Ucap Nangong Li.
Chang Rui mengangguk dengan sopan dan melihat punggung Nangong Li yang sangat tegap.
Ternyata seperti inilah rupa Nangong Li ketika masih sehat dan memimpin pasukan, tampak sangat gagah, sangat sesuai dengan reputasinya yang ada.
Belum lagi dengan tingginya, Chang Rui memiliki tinggi saat ini mungkin sekitar 165 centimeter.
Sementara Nangong Li masih sangat jauh di atasnya, Chang Rui menebak nebak bahwa Nangong Li mungkin berada di atas 180 centimeter atau mungkin menyentuh 190 centimeter.
Jika Nangong Li terlahir pada zaman modern maka Nangong Li akan menjadi seorang model dengan wajahnya dan tubuhnya yang mendukung.
Setelah itu, Chang Rui memilih mengajak Jiu Hua untuk kembali ke Paviliun milik mereka di penginapan.
4 hari kemudian
__ADS_1
Chang Rui naik ke atas kereta kuda yang di kirimkan oleh Istana melalui Nangong Li dengan beberapa kusir dan pelayan untuk melayani Jiu Hua.
"Jiu Hua, nanti cobalah untuk tidak gugup sedikitpun, selalu tampilkan senyuman apapun yang terjadi. Jika tidak maka orang orang akan bisa menebak perasaan mu, bahkan ketika kamu marah maka kamu harus tetap tenang dan tersenyum, jika tidak terkendali maka aku akan membantumu. " Ucap Chang Rui dengan suara yang sangat pelan.
Karena, di depan dan belakang kereta kuda ini adalah orang orang Kaisar, tentu saja dia harus berhati hati.
Jiu Hua mengangguk dengan hati hati sambil menatap ke arah sekeliling, Jiu Hua belum pernah ke Istana, tentu saja merasa gugup.
Sesampainya di Istana, Chang Rui menggandeng tangan Jiu Hua untuk menunjukkan kedekatan keduanya.
"Kami memberi salam kepada Yang Mulia, semoga Yang Mulia diberikan berkah. " Ucap Chang Rui.
'Berkah untuk hidup lebih lama..... ' Pikir Chang Rui menyambung kalimatnya sambil tersenyum jahat.
Tatapan Chang Rui tearah pada Nangong Xi yang duduk di atas tahkta dengan pakaian yang megah.
Sebentar lagi, tahkta itu akan hancur, tidak hanya Nangong Xi yang hancur melainkan bersamaan dengan orang orang di sekitarnya.
"Terimakasih, Yang Mulia. " Ucap Chang Rui dan Jiu Hua.
Mereka dibawa ke meja dimana mereka duduk secara terpisah tapi masih bersebelahan.
Tidak lama sejak kedatangan mereka, Nangong Li juga datang untuk menghadap Kaisar.
Mereka duduk bersebrangan, di sebelah Nangong Li adalah seorang wanita yang tidak dikenal oleh Chang Rui.
Ini mungkin adalah wanita dari Klan Qing yang merupakan Permaisuri dari belasan generasi sementara di sebelah Permaisuri ada kursi yang lebih sederhana , diduduki oleh seseorang dengan wajah arogan.
Itu adalah Chang Qiao Ye, tampaknya masih ada kisah lama di antara Nangong Xi dengan Chang Qiao Ye sehingga Selir Utama dapat mendapat tempat duduk istimewa.
"Jadi, karena keluarga Jiu adalah pedagang yang jujur dan dengan latar belakang yang luar biasa, aku berniat untuk memberi perjodohan kepada Nona muda Jiu dengan adikku, Nangong Li. " Ucap Nangong Xi dengan senyum senang.
__ADS_1
Jiu Hua berdiri dengan sopan dan menundukkan kepalanya.
"Mohon maaf kepada Yang Mulia, tapi Jiu Hua masih muda dan tidak berpengalaman, takutnya tidak memenuhi standar milik Jiu Wang. " Ucap Jiu Hua.
"Bagaimana mungkin ? Umur kalian berdua tidak berbeda terlalu jauh, kenapa adik keempat harus tidak setuju ?" Tanya Nangong Xi dengan tidak senang.
"Mohon maaf kepada Kakak Kekaisaran tapi kematian istriku belum mencapai tiga tahun, aku takut bahwa ini akan di salah pahami oleh orang orang luar dan menyebabkan retaknya kepercayaan. " Ucap Nangong Li ikut berdiri.
"Bagaimana bisa begitu ? Aku adalah Kaisar dan pemilik kata kata terakhir di Negeri ini. " Ucap Nangong Xi dengan marah dan memukul meja.
Jiu Hua tampak agak takut tapi berusaha untuk tetap berdiri di tempatnya. Chang Rui yang melihat ini berdiri dengan tenang.
"Yang Mulia, mohon tenangkan amarah mu. Bagaimanapun, adik ku masih muda dan tidak berpengalaman. Apa yang dikatakan Jiu Wang benar, kematian Jiu Wangfei belum menyentuh tiga tahun. Aku takut ini akan mengurangi keberkahan dalam rumah tangga Jiu Wang jika terburu buru. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
"Aku sedang berbicara dengan Jiu Wang dan Nona Muda Jiu, apakah kamu memiliki kesempatan untuk berbicara ?" Tanya Nangong Xi dengan marah karena dia ikut campur.
"Mohon ampun kepada Yang Mulia tapi aku membawa perintah dari guru untuk melindungi Nona muda Jiu dan menghormati apapun keputusannya terhadap perjodohan yang diberikan oleh Yang Mulia. " Ucap Chang Rui dengan tajam dan mengeluarkan lencana milik Jiu Yu.
"Bagus ! Bagus sekali ! Kalian bekerja sama untuk membantah keputusan ku bukan ?!" Bentak Nangong Xi.
"Yang Mulia, harap jangan marah marah dan merusak kesehatan anda." Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.
Chang Rui menatap Nangong Xi tepat di mata tanpa rasa takut sedikitpun, hanya dengan terus terang menantang Nangong Xi.
"Pengawal !" Teriak Nangong Xi.
"Jangan terburu buru, Yang Mulia. Kata kataku tidak bermaksud menyinggung Yang Mulia hanya sepenuhnya memperhatikan kesehatan Yang Mulia dengan prihatin. " Ucap Chang Rui dengan ejekan.
"Bagaimana mungkin kamu begitu kurang ajar ?! Kamu hanya seorang murid baru yang tidak tahu peraturan dan rasa hormat !" Teriak Chang Qiao Ye.
"Selir Agung Chang, aku telah mendengar semua tentangmu. Tapi, tidakkah tidak pantas bagimu untuk berteriak di atas tahkta seperti itu ? Bukankah itu akan mempermalukan Yang Mulia ? Bagaimana jika semua orang melihat tentang kelakuan mu sebagai seorang Selir Agung dengan status yang terhormat dan Agung tapi tidak memiliki sopan santun ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
__ADS_1