
Satu minggu kemudian, Chang Rui akhirnya memiliki waktu luang dan akhirnya memanggil Nangong Li untuk kembali bertemu dan memandang satu sama lain untuk sejenak.
"Tuan Nangong sedang kosong ? Bagaimana jika berlatih kuda hari ini ? Hari ini cuacanya sangat bagus, tidak ada salahnya untuk berkuda bersama. " Ajak Chang Rui.
"Rutinitas ku setiap hari hanyalah berjalan jalan dan menikmati keindahan Kota ini, bagaimana mungkin aku berani mengatakan bahwa aku sibuk ? Nona Chang begitu sibuk seminggu belakangan ini dan telah tidak tidur selama dua hari belakangan tapi masih meluangkan waktu untuk berkuda bersamaku, aku tidak bisa lebih menghargai lagi dari ini. " Ucap Nangong Li dengan lancar.
Chang Rui mengangguk dan Nangong Li menunjukkan tampang ragu untuk naik sendirian ke atas kuda.
"Karena Tuan Nangong masih agak canggung, bagaimana jika aku duduk di depan untuk mengarahkan Tuan Nangong ?" Tanya Chang Rui.
Nangong Li langsung mengangguk dengan antusias dan Chang Rui melompat ke atas kuda lalu barulah Nangong Li duduk di belakang Chang Rui.
"Kedua tangan Tuan Nangong bisa kemari dan aku akan mengarahkan tangan Tuan Nangong. " Ucap Chang Rui menarik kedua lengan Nangong Li untuk melewati kanan dan kiri tubuhnya.
Lalu, Chang Rui memegang tangan Nangong Li, memberikan instruksi dengan hati hati dan pelan pelan tentang bagaimana caranya untuk mengendarai kuda yang benar.
Jika ada orang yang melihat pemandangan ini dari kejauhan maka akan salah paham bahwa Nangong Li dan Chang Rui sedang berkencan satu sama lain.
Nangong Li memajukan kepalanya sehingga nafasnya menerpa tubuh Chang Rui, telinga Chang Rui sedikit memerah karena malu.
Tidak pernah ada seorang lelaki yang begitu dekat dengannya baik di kehidupan sebelumnya maupun sekarang.
Chang Rui bisa merasakan nafas Nangong Li yang hangat dan lembut meniup telinganya. Membuatnya merasa sangat malu.
"Tuan Nangong tidak perlu memajukan kepalamu begitu banyak, jika tidak maka kamu akan mendapatkan sakit leher yang hebat, besok. "Canda Chang Rui.
__ADS_1
"Oh, maafkan aku. Aku hanya terlalu antusias, sehingga membuat Nona Chang tersinggung dalam hal ini. " Ucap Nangong Li dengan polos.
"Tuan Nangong, aku ingin menanyakan suatu hal padamu, tidak tahu apakah ini cocok untuk di bahas disini atau tidak. Jika tidak cocok maka sebaiknya untuk tidak membicarakan nya. " Ucap Chang Rui dengan hati hati.
"Santai saja, apa yang ingin di tanyakan oleh Nona Chang ? Aku pasti akan menjawabnya dengan sepenuh hatiku. " Ucap Nangong Li.
"Tuan Nangong adalah seorang pewaris tahkta yang tepat, kenapa kamu memilih untuk membiarkan Keponakanmu naik tahkta ? Alih alih kamu sendiri yang naik ke tahkta. "Ucap Chang Rui.
Nangong Li tampak terdiam sebentar sebelum akhirnya tertawa ringan dengan santai, sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang tertekan.
"Jika aku ingin naik ke atas tahkta ,apakah Nona Chang benar benar berpikir bahwa aku dipaksa dengan begitu menyedihkan ? Jika aku menjadi Kaisar, apakah aku bisa disini menikmati angin pagi yang sejuk dan berkuda ditemani oleh Nona Chang ?" Tanya Nangong Li dengan santai.
"Kenapa Tuan Nangong tidak menginginkannya sementara semua orang berebut dan bertengkar untuk mendapatkan kursi yang berharga itu. " Ucap Chang Rui.
"Tapi, bukankah kamu adalah pewaris tahkta yang sah ? Hal ini membuatku bertanya tanya dengan pemikiran Tuan Nangong yang sulit untuk di tebak oleh orang lain. " Ucap Chang Rui dengan heran.
"Pewaris tahkta yang sah ? Ha ha ha, Nona Chang telah terlalu banyak mendengarkan omong kosong dari Nangong Xi. Seharusnya mencari tahu lebih banyak tentang Dinasti Qing. " Canda Nangong Li.
"Apa maksud dari kata kata Tuan Nangong Ini ?" Tanya Chang Rui.
"Aku adalah anak haram, dari hubungan gelap antara Permaisuri dan Raja Barbar. " Ucap Nangong Li dan membuat Chang Rui menegang ketika mendengarkan ini.
"Sementara saudaraku yang baik itu, Nangong Xi sendiri adalah hasil hubungan gelap juga. Dengan Kaisar kalian, Yu Lian. Bisa di katakan sebagai putranya. " Lanjut Nangong Li.
Chang Rui tiba tiba merasakan bahwa kepalanya kembali sakit, rasa sakit ini sudah lama hilang. Sebelumnya tidak pernah lagi. Tapi, sejak Nangong Li kembali, itu kembali kumat lagi.
__ADS_1
Tidak tahu apakah ada sesuatu yang berkaitan dengan Nangong Li yang telah di lupakan olehnya.
"Nangong Xi adalah putra ayahku ? Pantas saja mereka begitu dekat dan sehati, tapi betapa kejamnya dia. Setelah memanfaatkan putranya yang hidup diluar, dia membiarkan orang membunuh putranya. Betapa menyedihkan nya, sayang sekali bahwa Nangong Xi layak untuk itu." Ucap Chang Rui dengan senyum sinis.
"Kenapa kamu bisa mengatakan bahwa Nangong Xi layak untuk menerima semua itu ?" Tanya Nangong Li.
"Aku tidak tahu, tapi entah kenapa ketika aku melihatnya maka aku akan merasakan amarah yang besar. Jangan tersinggung dengan kata kataku, Tuan Nangong. " Ucap Chang Rui.
"Kenapa aku harus tersinggung, hubunganku dengannya tidak baik. Dengan ibuku juga tidak baik, dengan ayahku bahkan lebih buruk lagi." Balas Nangong Li tanpa beban.
"Pasti sulit bagimu untuk terjebak di tengah situasi yang canggung ini, dimana kamu tidak bisa bergerak berlebihan juga tidak bisa berlari dari ini. Percayalah padaku, selama kamu mampu melepaskan semuanya dan tinggal disini maka aku akan menerima mu apa adanya. " Ucap Chang Rui dengan girang.
"Kamu akan menerima ku apa adanya ? Walaupun masa lalu ku buruk ? Apakah kamu bersedia untuk menerimaku meskipun aku melakukan kesalahan ?" Tanya Nangong Li dengan kegirangan.
"Setiap manusia melakukan kesalahan, apa yang salah dengan hal itu ?" Tanya Chang Rui tanpa berpikir panjang dan melemparkan kata kata itu.
Chang Rui tidak tahu bahwa sepatah kata sederhana yang di anggap nya hanya untuk penghiburan itu ternyata berpengaruh terlalu banyak untuk Nangong Li.
Sayang sekali, bahwa ini tidak bisa di anggap sebagai penebusan dosa yang sebenarnya. Karena, Chang Rui tidak mengingat dosa dosa Nangong Li dan memandang Nangong Li yang sekarang.
Jika Chang Rui mendapatkan ingatannya kembali, maka tidak akan ada orang yang tahu bagaimana keputusan yang akan di ambil oleh Chang Rui.
"Cuaca hari ini begitu bagus untuk berkuda, untuk apa membahas hal hal yang begitu suram. Tidak ada gunanya untuk membahas hal masa lalu, mari nikmati angin pagi yang menyegarkan ini. "Ucap Chang Rui mengubah topik pembicaraan mereka.
"Tentu, kita seharusnya menikmati ini bukan meratapi nya. " Seru Nangong Li sambil terkekeh.
__ADS_1