
Chang Rui mengangkat kepalanya sedikit dan menatap orang orang yang tersisa dengan senyum tipis.
"Bagaimana dengan kalian ? Apakah kalian ingin mendapatkan perlakuan khusus yang sama ? Tenang saja, sebagai orang yang adil tentu saja aku tidak memihak. " Ucap Chang Rui dengan senyum jahatnya.
"Tidak, tidak ! Kami akan membawa dia untuk bertemu Tuan, jangan bunuh kami !" Seru yang lain dengan cepat mundur.
"Kemarilah, kami akan membawamu !"Bentak seorang pria itu pada wanita hamil yang ada di pelukannya ini.
"Kalian ini benar benar tidak ramah pada tamu ya ? Apakah hanya dia saja yang masuk ? Apakah statusku sebagai seorang putri masih tidak cukup untuk membuatku di undang masuk ke dalam pekarangan suci milik Marquis Xu ?" Tanya Chang Rui.
"Tentu saja tidak, kami akan memanggil Tuan kami untuk menyambut Tuan Putri disini. " Jawab seorang pelayan pria itu dengan cepat dan tanggap.
"Bagus sekali, aku pikir kalian sangat bodoh tapi ternyata tidak begitu bodoh. " Balas Chang Rui.
Mereka marah tapi tidak berani untuk membalas terutama ketika melihat pedang pria yang berdiri disamping Chang Rui masih mengalirkan darah segar, itu adalah Nangong Li.
"Kamu bertindak begitu cepat membuatku tampak bodoh dan harus dilindungi. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas.
"Bukankah kamu memang harus di lindungi, hm ? Tidak apa apa, kamu tetap terlihat sempurna dimataku. " Puji Nangong Li.
"Ada baiknya bagimu untuk menutup mulutmu itu, jika tidak maka aku akan mematahkan gigimu. " Ucap Chang Rui dengan malu.
"Tidak apa apa, selama kamu masih ingin menampung ku sebagai pria tanpa gigi, maka aku akan memberikan semua gigiku padamu. " Ucap Nangong Li sambil membuka mulutnya dan menyodorkan giginya pada Chang Rui.
__ADS_1
"Hentikan ! Kamu yang mengatakannya membuatku merssa malu. " Seru Chang Rui.
"Bagaimana dengan keadaanmu ? Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Chang Rui pada wanita hamil itu.
"Tuan Putri, tolong lepaskan aku. Aku tidak layak untuk mendapatkan rangkulan seperti ini darimu, aku hanyalah seorang wanita tanpa harga diri yang harus mengemis pada pria yang telah menodainya. " Jawab wanita itu dengan kepala tertunduk.
"Bagaimana itu bisa mengurangi nilai dari dalam dirimu ? Menurutku kamu masih tetap cantik, orang itu melakukan kesalahan bagaimana mungkin kamu yang menanggung getahnya ? Kamu tentu saja tidak kehilangan harga dirimu, kamu mengemis disini untuk mempertahankan anak dalam kandungan mu, bukan ? Sementara itu adalah anak hasil dari orang yang kami benci tapi kamu tampaknya begitu menyayanginya. " Ucap Chang Rui.
"Aku tidak tega untuk membunuh anak ini, dia bahkan belum sempat melihat dunia dengan jelas. Terutama mungkin karena aku selalu sendirian sebelumnya, jadi aku selalu merasa kesepian dan ingin memiliki seorang teman. Jadi aku berusaha untuk mempertahankan putriku ini. Menurut tabib yang ada didekat rumahku, seharusnya aku melahirkan dalam waktu dekat. " Ucap wanita itu dengan helaan nafas.
"Mana, coba ulurkan tanganmu. Aku akan memeriksakan nya untukmu. " Ucap Chang Rui.
Chang Rui memeriksa nadi milik wanita itu dan menyadari bahwa janin milik wanita ini telah mencapai usia 9 bulan, memang benar bahwa dia seharusnya akan segera melahirkan dalam waktu dekat.
"Aku pikir seharusnya aku tidak akan datang kemari lagi untuk melihat wajah bajingan itu terutama ketika aku akan segera menikah, aku berpikir bahwa kehidupanku akan segera berubah sebelum akhirnya semua itu hancur berkeping keping ketika melihatnya menikah dengan orang lain. Dia telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan anak pedagang kaya disini. Aku sadar bahwa aku tidak dapat menandingi gadis itu dalam hal apapun dan pada akhirnya tidak berusaha untuk melawan lagi. " Ucap Wanita itu.
"Kamu tenang saja, jangan meminta apapun dari Xu Yue. Aku yang akan membiayai seluruh biaya lahiran mu. " Ucap Chang Rui.
"Terima kasih, Tuan Putri !" Seru wanita itu
"Siapa namamu ?" Tanya Chang Rui.
"Hamba ini bernama Zhu Linglan, hanya seseorang sebatang kara. " Ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya dalam dalam dengan penuh penghormatan.
__ADS_1
Chang Rui mengangguk lalu mengangkat kepalanya ketika mendengar ada suara langkah kaki, ketika dia mengangkat kepalanya dia tidak melihat sosok Xu Yue.
Dia hanya melihat seorang wanita dengan riasan mewah yang tampak jahat, Chang Rui terdiam untuk beberapa waktu ketika melihat wanita ini.
"Dimana Xu Yue ? Apakah dia bahkan tidak ingin menemui Tuan Putri ini ?" Tanya Chang Rui dengan datar.
"Tuan Putri, tanpa janji terlebih dahulu maka kami tidak bisa menerima tamu. Bahkan Kaisar pun akan setuju dengan hal ini, pada saat ini Tuan sedang beristirahat, tidak memiliki waktu untuk menyambut Tuan Putri, harap Tuan Putri kembali terlebih dahulu. " Ucap Selir Qing.
Itu adalah Selir kesayangan Xu Yue karena dia cerdas walaupun dikatakan bukan berasal dari keluarga yang berada.
"Aku akhirnya mengerti dengan pepatah yang mengatakan bahwa uang dapat mematahkan emas. Benar benar lucu sekali, bahwa seorang Putri Bangsawan bahkan akan menjilat orang lain untuk bertahan hidup. "Ucap Chang Rui dengan tawa kecil.
"Aku tidak mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan Tuan Putri ?" Tanya Selir Qing dengan dingin.
"Aku hari ini sebenarnya datang untuk melihat keadaan Xu Yue, siapa yang menyangka bahwa aku melihat bawahannya memukuli seorang wanita yang sedang hamil. Wanita ini mengatakan bahwa dia hamil Putri Xu Yue, lalu mereka tidak terima. Apakah ini adalah sikap dari Kediaman Marquis Xu ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.
Lalu Selir Qing menatap ke arah Zhu Linglan dengan tatapan jijik.
"Wanita seperti ini, Tuanku bisa mendapatkannya lebih banyak dari ini. Dia seharusnya sadar diri dan tidak menampakkan dirinya disini lagi. " Ucap Selir Qing.
"Bagaimana kamu bisa mengatakan seperti itu ? Alih alih membela sesama wanita kamu lebih senang membela seorang Xu Yue ?" Tanya Chang Rui sambil sedikit memiringkan kepalanya.
"Tuanku adalah orang yang Agung, dia bisa memiliki sebanyak apapun wanita yang dia inginkan. Sekelompok jal*ng kecil ini tidak layak untuk membuat pengaduan, bagaimanapun bisa menarik perhatian Tuanku adalah hal yang harus disyukuri oleh mereka. " Ucap Selir Qing.
__ADS_1
"Wanita pada dasarnya adalah mahkluk yang lemah dan harus memiliki sandaran, Tuanku adalah orang yang baik dan menjadi tempat sandaran ku. " Lanjut Selir Qing.
"Sebenarnya wanita sama sekali tidak lemah tapi karena adanya sampah seperti dirimu inilah yang membuat wanita tampak lemah. " Balas Chang Rui dengan jijik.