
"Diam !" Bentak Nangong Xi dengan tidak tahan.
"Mohon maaf kepada Yang Mulia atas kekasaran ku, tidak seharusnya aku mengajari Selir Agung Chang, itu adalah hak anda bukan milikku." Ucap Chang Rui.
Secara tidak langsung, Chang Rui mengejek Nangong Li karena tidak mampu mendidik Chang Qiao Ye sehingga hanya bisa bertinhkah kurang ajar.
Tapi, Nangong Xi tidak memiliki cara untuk membantah dengan tanda milik Jiu Yu ditangannya.
Selama dia tidak memukul Nangong Xi terlalu jauh maka Nangong Xi tidak akan bisa melakukan apapun padanya atau pada Jiu Hua.
"Lalu, ada satu hal lagi yang masih menganggu pikiran orang tidak terpelajar ini. Jiu Wang dan Jiu Wangfei belum bercerai secara sah, jika begitu bukankah adik Hua akan berubah menjadi istri kedua ?" Tanya Chang Rui dengan senyum tipis.
"Terima kasih kepada Chang Jie jie karena telah membantuku menyampaikan kesulitan ku kepada Yang Mulia. Yang Mulia, apa yang dikatakan oleh jie jie ku benar. " Ucap Jiu Hua mendapatkan kepercayaan dirinya lagi.
"Walaupun Jiu Hua bukan orang yang terhormat, tapi memiliki harga diri tersendiri. Menolak untuk menjadi istri kedua, mohon pengertian dari Yang Mulia !" Ucap Jiu Hua.
"Kakak Kaisar, pada saat ini Chang Rui telah meninggal, status ku tidak akan pernah berubah dan perceraian tidak pernah bisa di lakukan tanpa persetujuan kedua pihak. " Ucap Nangong Li menemukan kesempatan untuk mendorong Nangong Xi.
"Jika aku mengatakan bahwa dia bukan Jiu Wangfei lagi, apakah itu bukan ? Apakah kata kataku benar benar tidak memiliki nilai ?!" Bentak Nangong Xi.
Pyarrr !
Cangkir kaca yang sangat baik itu dibanting oleh Nangong Xi ke depan mereka yang sedang berlutut tapi hanya Jiu Hua yang terganggu tapi Nangong Li dan Chang Rui bahkan tidak berkedip hanya dengan itu.
"Bukan seperti itu Yang Mulia, aku takut bahwa langit tidak akan menyetujui hal semacam itu. Ini benar benar situasi tanpa jalan mundur, membuatku bertanya tanya. " Ucap Chang Rui.
"Kakak Kaisar, demi reputasi mu dan reputasi ku, aku bersedia untuk tetap melajang hingga seumur hidupku karena istriku telah meninggal." Ucap Nangong Li dengan dramatisir.
Chang Rui mengerutkan dahinya, tampaknya penyakit kegilaan pria ini telah mencapai puncaknya.
Apa yang dimaksud rela melajang karena istri telah meninggal ? Mereka hanya berpura pura kemarin ketika menikah, untuk apa terus berkeras dengan hal ini ?
__ADS_1
Jelas jelas jika ingin maka akan ada puluhan wanita cantik yang mengajukan diri mereka secara sia sia untuk Nangong Li tapi Nangong Li memperlakukan semuanya seperti ini, benar benar membuat Chang Rui tidak tahu ingin tertawa atau menangis.
Orang semacam Nangong Li mungkin saja mengatakan ini semua karena dia bukan orang yang suka di ganggu oleh orang lain.
Bagi orang semacam Nangong Li, mungkin memiliki pasangan hanyalah sesuatu yang di anggap sebagai titik lemahnya yang akan bisa di manfaatkan oleh musuh.
"Baiklah, baiklah jika begitu. Jika Nona muda Jiu tidak ingin menjadi pasangan Nangong Li, apakah Murid pertama Tuan Jiu, Nona Chang ingin menjadi pasangan adik keempat ku ? Bagaimanapun Tuan Jiu sangat berjasa untuk Bangsa ini jadi aku ingin memberinya penghargaan dengan cara seperti ini. " Ucap Nangong Xi.
Chang Rui yang mendapatkan pertanyaan semacam ini dari Nangong Xi tiba tiba terdiam dan menatap Nangong Xi dengan tatapan ragu.
Jika dia menikah dengan Nangong Li lagi maka penyamarannya akan terbuka tapi pada saat itu maka dia akan menikam Nangong Li.
Tapi, sekali lagi dia akan terlihat dengan Nangong Li, sekali lagi. Itu adalah dua kehidupannya yang dihabiskan hanya untuk terikat dengan pria itu.
"Jie jie, semuanya berada di tanganmu. " Ucap Jiu Hua dengan sangat pelan sehingga hanya mereka yang bisa mendengar hal ini.
Chang Rui memejamkan matanya dan tidak tahu bagaimana harus menerima ini. Chang Rui mengepalkan tangannya erat erat.
Chang Rui membalikkan kepalanya dan menatap Jiu Yu dengan tatapan membelalak.
"Kamu harus menjalankan apa yang telah ditakdirkan, semua pilihan ada di tanganmu. " Ucap Jiu Yu berbisik di sampingnya.
"Baguslah jika begitu, aku akan mengumumkan kepada dunia bahwa murid Tuan Jiu, Nona Chang Bao Yu menikah dengan Jiu Wang, Nangong Li dan akan diadakan dalam waktu 2 minggu. " Ucap Nangong Xi dengan antusias.
Ketika keluar wajah Chang Rui murung dan menatap orang di depannya dengan dingin.
"Apakah kamu yang menyuruh Jiu Yu untuk datang kemari ?" Tanya Chang Rui dengan marah.
Chang Rui menatap Dewa kehidupan di depannya dengan tatapan marah.
"Tidak ada gunanya marah denganku, aku hanya memberimu kesempatan untuk mengetahui apa yang seharusnya kamu ketahui. Ingatlah semua kehidupanmu di dunia modern, kamu harus mengingat semuanya dan setiap detailnya dengan hati hati. Dengan begitu maka kamu akan mengetahui jawabannya. " Ucap Dewa kehidupan dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Apa yang kamu maksud ?" Tanya Chang Rui dengan lemah.
"Kadang kadang, apa yang terlihat belum tentu merupakan kebenaran, pergi cari kebenaran yang terkubur dengan tujuan mu. Lakukan tujuan mu dan lepaskan kebencian mu. " Ucap Dewa Kehidupan sebelum akhirnya sekali lagi menghilang berubah menjadi ribuan kupu kupu putih.
Chang Rui terduduk di tepi taman dengan wajah murung dan memikirkan setiap kata kata dari Dewa kehidupan yang ditujukan padanya.
Kenapa semua hal sangat sulit untuk di pahami ? Apakah dia terlalu bodoh untuk menyadari semua rahasia yang tersembunyi ?
Terkutuklah Jiu Yu dengan kemampuannya untuk menyampaikan pesan dari Dewa dan melakukan perintah Dewa.
Dewa kehidupan yang pengecut itu hanya bisa memberikan semua perintahnya melalui Jiu Yu, membuatnya marah dan tanpa persiapan !
Tidak lama, Jiu Hua dan Jiu Yu datang melihatnya dengan rasa bersalah terutama Jiu Yu.
"Ayo kembali ke kereta kuda terlebih dahulu, aku akan menjelaskan ini kepadamu. " Ucap Jiu Yu dengan rasa bersalah.
Chang Rui hanya diam dan mengikuti Jiu Yu dengan langkah lesu tampak tidak bersemangat sebelum akhirnya bertemu dengan Nangong Li.
"Jiu Wang, kenapa kamu tidak menolak ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.
"Tuan Jiu telah mengatakan hal ini, bagaimana mungkin aku bisa mengatakan bahwa aku tidak setuju ? Mungkin ada beberapa hal yang bisa dikatakan sebagai takdir, kita akan segera bertemu lagi. " Ucap Nangong Li dengan senyum tipis lalu berjalan pergi dengan Long Yu.
Chang Rui berjalan pergi ke arah yang berbeda dimana ada kereta kuda milik Jiu Yu yang ada di sana.
"Tidak perlu menjelaskan nya lagi, aku sudah tahu alasanmu. " Ucap Chang Rui dengan datar kepada Jiu Yu.
"Maafkan aku. " Ucap Jiu Yu dengan sedih.
Chang Rui tidak menjawab dan hanya menghela nafas, kepalanya menjadi sedikit pusing karena terlalu banyak berpikir dengan hal ini.
"Jie jie ! Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Jiu Hua dengan panik.
__ADS_1