
Chang Rui yang mendengar ini tentu saja terkejut, padahal dia mengira bahwa itu akan bisa menjadi senjata rahasianya apabila dia benar benar terpojok.
Tapi, Chang Rui juga tidak terlalu terkejut sampai putus asa tentu saja tidak. Memang banyak pertandingan dimana racun dilarang.
Bukan karena apa apa, tapi dengan racun maka tidak sulit untuk melawan orang yang sepuluh kali lipat lebih kuat.
Jadi, kekuatan asli seseorang akan tertutup dan tidak akan bisa dilihat yang mana asli pahlawan dan yang mana bukan.
Chang Rui sendiri tidak terlalu bergantung pada racun dan hanya menggunakan racun ketika sedang terpojok, jika tidak terpojok maka Chang Rui akan memutuskan untuk mengalahkan musuh dengan kekuatannya sendiri.
Yang pertama adalah pertandingan dirinya melawan Xu Shu Rui dan Qin Ming.
Satu merupakan ranking 13 dan yang lain beranking 15 . Mereka dikatakan berasal dari satu perguruan yang sama.
"Tuan Ye, aku percaya pada kemampuan mu. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.
"Tentu saja, Tuan Feng dapat melihat kemampuanku nanti. " Ucap Ye Qing dengan senyum tipis.
"Tuan Ye, kenapa tidak ada satupun wanita yang menjadi pendekar ?" Tanya Chang Rui dengan heran.
"Sebenarnya hal ini sudah terjadi sejak pilihan ribu tahun, bahwa wanita tidak memiliki hak yang cukup sementara contoh yang paling jelas adalah kekuasaan milik Kasim lebih besar daripada milik Permaisuri dalam mengurus hal politik. Ini adalah contoh yang paling jelas, sementara contoh lain adalah murid perempuan rata rata tidak diterima di Dinasti ini. Jika di Dinasti lainnya maka akan ada kesempatan lebih besar tapi jika disini maka kesempatan yang ada akan sepenuhnya tertutup. " Cerita Ye Qing panjang lebar.
Chang Rui yang mendengarkan cerita ini tampak terkejut karena tidak menyangka bahwa diskriminasi yang diterima oleh perempuan di sini akan begitu parah.
Pantas saja orang orang tidak senang ketika dia menjadi walikota wanita pertama dan membuat orang orang ingin mengalahkannya sementara dia memiliki pondasi yang kokoh.
__ADS_1
Chang Rui benar benar merasa kesal akan hal ini, jika terjadi Perang maka dia akan memimpin Perang dan mengubah semua pemikiran para pengecut itu.
"Bagaimana menurut Tuan Ye terhadap hal ini ?" Tanya Chang Rui.
"Sejujurnya aku tidak setuju dengan hal ini. " Jawab Ye Qing.
"Kenapa seperti itu ? Apakah Tuan Ye memiliki alasan tersendiri sampai sampai memilih untuk menolak dasar pemikiran orang orang pada zaman ini ?" Tanya Chang Rui.
"Aku mengenal seorang gadis yang begitu hebat, dia mampu menaiki kuda dan memanah. Dia tidak kalah dari pria, dia mampu menyelamatkan seseorang dari peperangan. Dia memiliki kekuatan dan keberanian yang tiada bandingnya." Ucap Ye Qing dengan terus terang.
Chang Rui yang mendengar ini tampak tertarik dengan gadis yang dimaksud oleh Ye Qing.
"Atas nama Feng Xian dan Ye Qing , serta Xu Shu Rui dan Qin Ming dipersilakan untuk naik ke atas arena. " Ucap Kasim Liu.
Chang Rui berjalan berdampingan dengan Ye Qing menuju ke atas arena pertarungan. Chang Rui menarik pedang panjangnya dengan santai dan tampak memain mainkan nya seolah olah dia sedang bermain dengan tahu.
Kata katanya sekilas terdengar begitu perhatian tapi pada akhirnya hanya sebuah sindiran yang dikirimkan kepada kelompok mereka.
Baik Chang Rui maupun Ye Qing ternyata tidak ada yang terpancing, keduanya hanya diam dan tidak menanggapi seolah olah hanya mendengar angin lalu.
Xu Shu Rui merasa tidak senang karena baru kali ini provokasi nya tidak diterima oleh pihak lain.
"Tuan Feng, kamu adalah orang yang juara pertama tapi kamu memilih untuk bekerja sama dengan idiot ini. Apakah kamu tidak merasa malu ketika bekerja sama dengannya ? " Tanya Xu Shu Rui kembali mencoba untuk memprovokasi.
"Yang lebih memalukan adalah ketika harus melawan anak kecil. " Ucap Chang Rui dengan santai.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan melawan anak kecil, hah ?!" Bentak Xu Shu Rui dengan murka.
"Apalagi jika bukan anak kecil ? Kamu mengoceh dan mengumpat kesana kemari tanpa tahu aturan, apakah itu bukan anak anak ? Atau, kamu benar benar tidak diajar oleh orang tuamu ? " Tanya Chang Rui dengan senyum dingin dibalik topi bambu nya.
"Kau ?!" Teriak Xu Shu Rui dengan marah dan menunjuknya.
Chang Rui menangkap jari Xu Shu Rui tanpa persiapan dan memelintir nya dengan kuat sampai ada bunyi yang menunjukkan bahwa jari telunjuknya patah.
"Ada baiknya untuk menjaga mulutmu dengan baik sebelum aku memberikan pelajaran yang lebih dari ini, apakah kamu ingin bertarung atau adu mulut ?" Tanya Chang Rui.
"Kasim ! Tolong beri aku keadilan ! Pria ini picik dan hina, dia menyerangku secara diam diam dan mematahkan jariku padahal pertandingan belum dimulai !" Teriak Xu Shu Rui layaknya seorang pecundang yang tidak mampu untuk menerima kekalahan dirinya sendiri.
"Tidak ada yang melarang hal itu terjadi, bukankah begitu Kasim Liu ?" Tanya Chang Rui dengan santai dan melipat tangannya di depan dada dengan malas.
"Menurut peraturan yang berlaku maka ketika naik ke arena pertandingan maka secara tidak langsung pertandingan telah dimulai dan segala bentuk serangan bukanlah kesalahan. " Ucap Kasim Liu dengan datar dan membacakan peraturan dengan jelas dan lantang.
"Kalian telah bersekongkol bersama sama !" Teriak Xu Shu Rui dengan marah.
"Yang Mulia, aku adalah keponakan dari Selir Xu, mohon beri aku keadilan dari kedua pendosa ini." Ucap Xu Shu Rui sambil berlutut di hadapan Kaisar.
Sementara Chang Rui bahkan tidak bergerak dari tempatnya seolah olah dia tidak peduli dengan tindakan konyol Xu Shu Rui, siapa yang akan meladeni orang setengah gila seperti ini ?
Chang Rui bahkan tidak takut apabila Yu Lian memberikan hukuman padanya, dia tinggal membuka identitas dan pada saat itu maka Yu Lian tidak akan bisa menghukumnya lagi secara keras.
"Kuasa pertandingan telah ku serahkan kepada para kasim, aku datang kemari hanya sebagai seorang penonton. " Ucap Yu Lian dengan santai dan menanggapi hal ini dengan baik.
__ADS_1
Yu Lian mampu menangani hal ini dengan sempurna, jika dia menangani hal ini maka akan muncul keponakan keponakan lain yang meminta keadilan dan citra baik milik Yu Lian dihadapan masyarakat umum akan rusak dan tercoreng.
"Yang Mulia memang bijaksana, hamba rendahan ini memang telah mengidolakan Yang Mulia sejak lama. Mampu melihat Yang Mulia dari jarak yang begitu dekat adalah rahmat besar yang bisa ku dapatkan. " Ucap Chang Rui dengan sopan dan menundukkan kepalanya, lalu memblokir semua kata kata yang akan dikeluarkan oleh Xu Shu Rui.