
Chang Rui di antarkan pulang dan langsung di sambut oleh Jiu Hua yang tampak nya telah menunggu nya.
Chang Rui melihat ke arah mata Jiu Hua yang tampak merah dan seperti habis menangis dan langsung memeluk Jiu Hua.
"Apa yang terjadi ? Siapa yang menganggu mu ?" Tanya Chang Rui dengan terkejut.
"Dia ! Dia yang membohongi ku !" Teriak Jiu Hua dengan kesal pada Long Yu.
Chang Rui yang melihat hubungan Jiu Hua dengan Long Yu tidak bisa menahan diri agar tidak tertawa.
"Jie jie, kenapa kamu ikut menertawakan ku ?" Tanya Jiu Hua sambil cemberut.
"Tidak apa apa, Tuan Long hanya bermain main dengan mu. Fakta bahwa kamu bisa sampai di rumah dengan sangat baik sudah lebih dari cukup, belum lagi Tuan Long telah mengantar mu pulang, ucapkan terima kasih padanya. " Ucap Chang Rui.
Jiu Hua seperti anak anak penurut dan melangkah ke depan dengan wajah cemberut yang menggemaskan.
"Terima kasih karena telah mengantarkan ku pulang, Tuan Long. " Ucap Jiu Hua sambil menundukkan kepala nya.
"Ya ya, tentu saja. " Ucap Long Yu dengan salah tingkah.
Lalu, setelah itu Long Yu dan Nangong Li kembali dari kediaman Jiu Qi. Hari hari berlalu dengan sangat cepat, Chang Rui melewati semuanya dengan sangat cepat.
Sampai akhirnya tiba di hari pernikahan, kali ini jam keberuntungan untuk melakukan pernikahan terjadi pada sore hari.
Wali yang melakukan pernikahan adalah Jiu Yu. Sejak pagi pagi sekali, Jiu Yu telah pergi ke kediaman Jiu Wang.
Sementara dia menggunakan riasan yang sangat indah, dan pada saat itu dia naik ke atas tandu dibantu oleh Jiu Yu.
Jiu Yu bahkan berjalan di bawah sinar matahari yang terik untuk mengiringi pernikahan nya.
Sesampai nya disana, Nangong Li kali ini berjalan keluar untuk menyambut tandu nya berbeda dengan kehidupan lalu.
Nangong Li membuka tirai tandu dan dia dibawah tudung merah, Nangong Li mengulurkan tangannya dan Chang Rui menyambut tangan Nangong Li.
Chang Rui memantapkan hati nya ketika kaki nya menyentuh tanah, terasa sangat tajam padahal dia menggunakan sepatu.
__ADS_1
Chang Rui berjalan dengan sangat hati hati seolah olah dia sedang berjalan di atas lapisan es yang sangat tipis.
Ini tampak menakutkan ketika melihat langkah Chang Rui yang sangat rapuh. Chang Rui benar benar kehilangan kemampuan nya.
Entah kenapa, pernikahan kali ini lebih berat dibandingkan yang sebelumnya. Chang Rui benar benar merasa bahwa ada beban berat yang menimpa diri nya.
Sangat sakit dan tidak masuk akal, Chang Rui memejamkan mata nya ketika mendapat sorakan dari orang orang yang berdiri di sampingnya.
Tangan Nangong Li sejak tadi tidak berubah sama sekali hanya menggenggam nya dengan sangat erat seolah olah takut kehilangan nya.
Tapi, Chang Rui berpikir bahwa semua nya hanyalah imajinasinya. Karena, Nangong Li telah bisa menyerahkan nya pada Nangong Xi, kenapa Nangong Li harus takut kehilangan nya.
Keduanya berjalan bersama dan melakukan acara pernikahan yang telah di siapkan, mereka memberi sujud kepada langit dan bumi.
Lalu kepada orang tua, dan kepada pasangan. Chang Rui menundukkan kepalanya dan menatap Nangong Li di balik tudung merahnya.
Nangong Li masih sama tampan nya dengan di masa lalu. Chang Rui mengepalkan tangannya dengan erat erat.
Keduanya duduk bersebelahan di atas kursi utama yang ada di kediaman Jiu Wang, ada banyak sekali tamu yang datang kecuali orang orang Kekaisaran.
"Selamat atas pernikahan Jiu Wang, semoga selalu di limpahkan oleh berkat yang tiada habisnya. " Ucap seorang pria yang tidak di kenali oleh Chang Rui.
Banyak sekali yang menawarkan arak dan Nangong Li menerima semuanya yang diberikan oleh tamu.
Sampai akhirnya yang paling terakhir adalah Jiu Hua dengan gaun sederhana yang indah, Jiu Hua memegang tangan Chang Rui dengan pelan.
"Jie jie, jaga dirimu baik baik. Jangan lupa untuk mengunjungi aku dan kakek di masa depan. " Ucap Jiu Hua dengan suara yang sedikit bergetar.
"Jangan menangis. " Ucap Chang Rui mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata Jiu Hua.
"Jie jie, walaupun kita tidak di lahirkan dari keluarga yang sama tapi karena kita telah bertemu maka kita di takdirkan untuk menjadi saudari. Di masa depan, kamu harus mendatangi pernikahan ku. " Ucap Jiu Hua.
Dengan kata lain, Chang Rui harus hidup sampai Jiu Hua menikah.
"Tentu saja, aku akan menjadi penonton pertama yang melihat pernikahan mu bersama dengan kakek. " Ucap Chang Rui.
__ADS_1
Chang Rui berdiri dan memeluk Jiu Hua dengan sangat erat. Setelah itu Jiu Hua berjalan kesamping setelah memberikan doa nya untuk pasangan ini.
Selanjutnya adalah Jiu Yu, Chang Rui memeluk Jiu Yu dengan sedih.
"Semoga semuanya berpihak denganmu, Dewa melindungi mu. " Ucap Jiu Yu sambil mengelus rambut Chang Rui.
"Terima kasih kakek. "
"Semoga kalian selalu diberkati dan mendapat umur yang panjang. " Ucap Jiu Yu sebelum akhirnya berjalan ke samping bersama dengan Jiu Hua.
"Hadiah dari Kaisar telah tiba !" Teriak seseorang dari depan.
Puluhan orang dengan pakaian merah membawa peti peti berisi emas dan perhiasan, benar benar berjumlah banyak.
Pernikahan ini benar benar mewah, tidak kalah dari pernikahan seorang Kaisar. Karena Nangong Li telah mengeluarkan uang sebanyak ini untuk pernikahan yang palsu ini.
Satu juta Tael, bukan sesuatu yang bisa di dapatkan oleh semua orang. Bahkan bagi anggota Kekaisaran, sangat sulit untuk mengeluarkan uang sebanyak itu.
Sisa dari uang yang digunakan masih sangat banyak sehingga Jiu Yu memberikannya pada Chang Rui untuk digunakan pada saat terdesak.
Chang Rui menerima nya dan tidak mengatakan bahwa dia tidak akan menggunakan uang tersebut.
"Terima kasih atas semua orang yang telah datang kemari dan memberikan doa kalian kepada pasangan kami." Ucap Nangong Li.
"Tentu saja, selamat menikmati malam pengantin, Jiu Wang !" Seru seseorang.
"Jiu Wangfei akan segera pergi ke kamar pengantin. " Ucap kedua pelayan pernikahan yang disewa.
Chang Rui dibawa ke dalam kamar yang sangat indah dan penuh dengan bunga bunga dan perhiasan yang berwarna warni.
Chang Rui duduk di tepi ranjang dengan tenang ketika melihat kedua pelayan ini mencoba untuk membantu nya untuk duduk.
"Tidak apa apa, aku bisa sendiri. Aku akan menunggu Wangye disini. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
Kedua wanita itu pamit pergi dan Chang Rui mendengar bahwa kedua wanita itu berbincang dengan seseorang di depan.
__ADS_1