
"Pria tua ini tidak berani menerima perhatian yang begitu besar dari Tuan Putri. " Ucap Fang Liang dengan wajah masam.
"Tuan Fang terlalu sungkan denganku , bagaimanapun aku sekarang adalah seorang Walikota kecil yang masih baru. Dimasa depan harus menerima bimbingan dari Tuan Fang. " Balas Chang Rui dengan senyum penuh makna.
Fang Liang langsung menundukkan kepalanya dengan rendah hati dan keduanya duduk kembali.
Kaisar memandang keributan ini dengan tenang dari atas tahkta nya, belakangan ini Fang Liang sudah sering membuat kepala Yu Lian menjadi sakit karena keserakahan nya.
Jadi, Yu Lian memiliki rencana untuk membuat Fang Liang muncul dan bertarung dengan putrinya di Pengadilan Istana.
Selama Yu Cheng Qing bisa dimanfaatkan maka Yu Lian akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
Yu Lian mengira bahwa dia adalah Dewa yang sedang mengawasi manusia yang sedang menerima takdirnya.
Yu Lian tidak menyadari bahwa dirinya sudah jatuh kedalam jebakan yang dibuat oleh Chang Rui, benar kata Chang Rui.
Terlalu fokus pada masalah besar dan melupakan detail kecil, itu adalah kesalahan besar.
"Baiklah selanjutnya adalah acara perjamuan, jangan saling memuji lagi. " Ucap Yu Lian pada akhirnya membuka suara.
Chang Rui tersenyum dan menundukkan tubuhnya dalam dalam yang membuat orang di atas tahkta tidak bisa melihat ekspresinya.
Yu Lian tiba tiba merasa senang ketika melihat Yu Cheng Qing yang sudah membuat kepalanya pusing belakangan ini, membungkuk begitu dalam.
Yu Lian tidak menyadari bahwa sebuah senyum iblis terbentuk diwajah Chang Rui, orang orang yang melihatnya akan merasakan kengerian yang luar biasa.
Chang Rui berjalan menuju sebuah meja panjang yang baru saja dibawah dan di bagian tengah meja terdapat sebuah kursi yang terukir luar biasa.
Chang Rui menatap itu dengan penuh antusias, berharap bahwa dia bisa duduk disana dengan mendominasi, melihat bawahannya berlutut di depannya.
__ADS_1
Pandangan Chang Rui yang memandang ke kursi itu langsung dialihkan olehnya. Jika tidak maka orang orang akan merasakan dan menyadari keserakahan nya terhadap tahkta.
Chang Rui duduk disebelah kiri Kaisar walaupun dia hanya seorang Walikota Kecil pada saat ini, karena selama dia masih di Istana maka dia masih seorang anggota Kekaisaran.
Seorang pejabat tua tidak bisa dibandingkan dengan hal ini, tapi karena Kaisar menghargai Fang Liang yang sudah menjadi ayah mertuanya pada saat ini.
Jadi Fang Liang duduk di sebelah kanan Kaisar, yang berarti berseberangan dengan Kaisar. Ketik Kaisar telah selesai mengambil lauk, waktunya yang lain mengambil lauk mereka.
Baru saja Chang Rui akan mengambil sayur tapi pria paruh baya di sampingnya menjatuhkan sendok sayur tersebut jatuh kedalam kuah.
Bukan karena tergelincir dari tangan pria tua itu melainkan pria disampingnya ini sengaja.
"Apa maksud dari Tuan Lan ? " Tanya Chang Rui dengan dingin.
"Maafkan tangan tuaku yang sudah tidak kuat lgi memegang sendok sehingga menjatuhkannya kedalam kuah. " Ucap Lan Yang tanpa beban.
Sementara Chang Rui menatap dengan dingin dan memegang tangan Lan Yang. Lan Yang terkejut ketika melihatnya menyentuh tangannya.
"Tapi, tidak apa apa. Aku akan meminta pelayan untuk membawakan sendok yang baru. Biarkan aku mengambil makanan untuk Tuan Lan sebagai gantinya, Tuan Lan kamu harus memakan habis apa yang aku ambil. "Lanjut Chang Rui.
"Karena Tuan Putri sangat pengertian maka hamba tua ini tidak berani untuk menerima rahmat baik dari Tuan Putri. " Ucap Lan Yang.
Chang Rui tersenyum dan seorang pelayan membawakan sendok baru. Disana, Chang Rui mengambilkan lauk untuk Lan Yang.
Semula masih aman sebelum akhirnya Chang Rui menyendokkan tiga sendok penuh dengan kacang panjang, wajah Lan Yang berubah ketika melihat makanan ini.
"Pria tua ini...... "
"Bukankah Tuan Lan mengatakan akan memakan semua yang aku ambil ?" Tanya Chang Rui dengan senyum tipis.
__ADS_1
Chang Rui tahu bahwa Lan Yang memiliki alergi terhadap kacang panjang, kacang panjang yang diberikan olehnya kali ini akan bisa membuat pria itu terbaring di rumah selama beberapa minggu.
Chang Rui tentu saja akan balas dendam, memang ada sebuah kata kata di Istana. Setelah Kaisar, giliran pejabat barulah wanita KekaisDan untuk giliran mengambil lauk pauk.
Tapi, pada saat ini dia adalah keduanya, kenapa dia tidak boleh mengambil makanan juga dan harus memakan makanan sisa dari sekelompok pria tua ini.
Chang Rui tiba tiba mendengar bahwa Pintu Aula dibuka dengan paksa dan terdengar suara teriak teriak.
"Lepaskan aku ! Aku ingin mencari Yu Cheng Qing ! Dimana Yu Cheng Qing !" Teriak suara wanita di depan.
Kaisar mengerutkan dahi dengan tidak senang ketika melihat bahwa perjamuan yang dia selenggarakan telah hancur karena orang yang masuk ini.
"Saudari Qingyun ? Aku mendengar bahwa kamu sedang sakit dari Tuan Fang. Syukurlah jika aku masih bisa mendengar suaramu yang jelas dan nyaring itu. " Ucap Chang Rui dengan penuh sindiran.
"Aku dan Saudari Qingyun sangat dekat layaknya papan panah dan anak panah. " Lanjut Chang Rui.
Alih alih mengatakan busur dan anak panah, dia lebih senang menggunakan kata kiasan papan panah dan anak panah.
Dengan kata lain, Yu Qingyun adalah papan panahan sementara dia adalah anak panah.
"Qingyun ! Dimana sopan santun mu ?! Disini ada kakek mu dan banyak Menteri lain !" Bentak Yu Lian dengan kesal karena Yu Qingyun membuatnya merasa malu di hadapan para orang tua ini.
"Ayah, Kakek. Mohon maafkan aku karena tidak bisa mengontrol kata kata ku, Qingyun terlalu merindukan adik Cheng Qing sampai sampai menerobos masuk kedalam perjamuan. " Ucap Yu Qinguj menahan amarah nya.
"Sayang sekali bahwa Saudari Qingyun tidak dapat melihat hari bahagiaku, padahal aku ingin menyaksikan dan merasakan hal ini bersama dengan saudari Qingyun. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas , tampak sangat kecewa.
Keduanya saling menatap tajam satu sama lain, tapi apa yang bisa dilakukan oleh Yu Qingyun ? Tidak ada hal yang bisa dilakukan olehnya mengingat bahwa saat ini masih ramai dengan orang orang.
"Ambilkan kursi lain untuk Putri Qingyun. " Perintah Yu Lian ketika melihat Yu Qingyun dalam kondisi yang canggung.
__ADS_1
Suasana yang seru dan penuh pertentangan ini bahkan terasa canggung dan aneh pada saat ini, benar benar sulit untuk dijelaskan dengan kata kata.
Bagi orang yang datang kemari hanya untuk menonton keributan langsung mengutuk Yu Qingyun dalam hati karena merusak kesenangan mereka.