
"Kebetulan aku menemukan bahwa kondisi Wangye telah berubah menjadi sangat baik belakangan ini, bukankah tidak baik untuk terus berbohong kepada ayah mertua mu ?" Tanya Chang Rui.
"Lalu, apa yang harus aku katakan jika Ayahku bertanya bagaimana kondisi Wangye ? Jika aku terus berbohong, bukankah aku akan mengecewakan ayahku. Mohon belas kasihan Wangye padaku. " Ucap Chang Rui dengan memelas.
Kata kata Chang Rui sangat memelas dan tampak sangat pasrah dengan keadaan yang ada , tapi pada kenyataannya nadanya sangat angkuh.
Hampir hampir seperti sedang memerintahkan Nangong Li, Nangong Li yang mendengarkan ini tiba tiba merasakan bahwa semua ini menarik dan harus di lanjutkan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membiarkan Long Yu untuk menyiapkan kereta kuda untuk kita. " Ucap Nangong Li dengan senyum penuh makna.
Kali ini, Chang Rui merasa bahwa ada sebuah hawa yang tidak enak tentang hal ini, sangat mengerikan.
Tampaknya Nangong Li telah merencanakan sesuatu yang tidak baik, apakah dia masih bisa mencabut kata katanya dan meminta Nangong Li untuk terus diam diam di rumah dan menunggu kepulangannya ?
Sayang sekali bahwa semuanya telah terlambat dan nasi telah menjadi bubur. Karena Nangong Li telah dengan penuh semangat akan pergi bertemu dengan Chang Zi maka Chang Rui hanya bisa ikut dengan pria aneh ini.
Nangong Li ini benar benar sulit di tebak bahkan mengalahkan perasaan Kaisar. Chang Rui benar benar tidak habis pikir.
Kereta kuda di siapkan dan ini adalah kereta kuda milik Nangong Li yang dibuat dengan khusus tampak sangat cantik.
Chang Rui melihat sekitar kereta kuda dengan semangat dan merasa bahwa ini tidak kalah dengan mobil.
Dengan udara yang masih sejuk, itu bahkan tampak lebih nyaman dan lebih segar. Chang Rui benar benar menikmatinya jadi Chang Rui memejamkan matanya lalu menghirup dalam dalam udara di sekitarnya yang di hiasi oleh sedikit harum dari pohon kenari.
__ADS_1
Aneh tapi Chang Rui benar benar suka dengan harum samar dari pohon kenari yang tidak semua orang bisa menyadarinya.
Nangong Li memandang seluruh ekspresi Chang Rui dan tanpa sadar sedikit tersenyum, ketika sadar, senyuman Nangong Li menjadi semakin besar.
Menyadari bahwa dirinya mendapat tatapan maut dari Nangong Li, Chang Rui langsung membuka matanya dan menatap Nangong Li dengan tatapan serius.
"Apa yang Wangye inginkan ? Kenapa Wangye menatap ku seolah olah ingin menelan ku hidup hidup ? " Tanya Chang Rui tidak tertahankan lagi.
"Apakah menurutmu kamu layak untuk di makan dan tidak akan membuatku muntah muntah atau sakit perut ?" Tanya Nangong Li meladeni kata kata Chang Rui yang keluar dari mulutnya tanpa bisa di kendalikan.
"Tentu saja tidak, aku selalu makan makanan sehat dengan sayur sayuran. Hanya saja, di tubuhku ada puluhan racun yang bersatu, aku pikir daging ku akan sedikit pahit. Jadi, apakah Wangye masih ingin mencobanya ?" Tanya Chang Rui secara tidak langsung memperingatkan Nangong Li untuk tidak macam macam.
"Kenapa kamu begitu serius ? Jika kamu meninggal, maka siapa yang akan menemani Wangye ini dan menjadi pelayan bagi kediaman Wangye ini ?" Tanya Nangong Li sambil mencengkram tangan Chang Rui.
"Bukankah ada ribuan orang yang bersedia untuk menjadi pelayan Wangye ?" Tanya Chang Rui dengan bingung.
"Oh, jadi Wangye percaya padaku ? Aku merasa sangat terharu atas kebaikan ini. Wangye benar benar membuka mataku dalam hal ini." Ucap Chang Rui dengan terharu.
"Aku juga tidak percaya padamu , hanya saja aku tahu bahwa kamu tidak akan melakukan yang berbahaya. Karena, hidupmu masih bergantung padaku. Jika aku sengsara maka kamu juga akan sengsara. " Ucap Nangong Li.
Mendengar kata kata ini membuat Chang Rui tersadar dari impiannya dan menyadari bahwa semua yang dikatakan oleh Nangong Li semuanya tidak sepenuhnya benar, selalu penuh dengan keuntungan dan kerugian.
Nangong Li adalah orang yang berbahaya, Chang Rui tidak tahu sudah berapa kali mengingatkan dirinya sendiri tentang berapa bahayanya Nangong Li.
__ADS_1
Tapi , pada akhirnya masih sulit untuk tidak jatuh ke dalam pesona Nangong Li. Karena ini masih awal maka Chang Rui akan menekan seluruh perasaan nya dan menjauh dari orang semacam Nangong Li. Chang Rui tidak akan membiarkan perasaan nya mengendalikan dirinya untuk mengambil keputusan. Semua keputusan masih ada di tangannya dan semuanya masih harus di pertimbangkan dengan hati hati.
Sesampainya di depan gerbang Jenderal Chang, pintu tidak langsung di buka kan dan membuat Long Yu berteriak dengan marah.
"Jenderal kami tidak menerima tamu, mohon pulang. " Ucap pelayan kediaman Jenderal Chang.
"Bagaimana mungkin ? Ini adalah kereta kuda milik Jiu Wang , siapa yang bisa menghalangi ?" Tanya Long Yu dengan marah.
"Maaf sekali tapi, Tuan kami mengatakan untuk menolak semua tamu yang ada. " Ucap pelayan itu sekali lagi.
"Long Yu, karena Ayah ku tidak ingin bertemu denganku maka tidak apa apa. Jangan paksa dia , jangan sampai semua orang mengatakan bahwa Pangeran keempat adalah orang yang sombong dan mendobrak masuk ke dalam pintu keluarga istrinya. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
Suara Chang Rui lembut tapi sangat jelas dan lantang, semua orang bisa mendengar kan setiap kata dengan sangat baik.
Jadi, Chang Zi yang mau tidak mau berjalan keluar dan terkejut bahwa disana masih ada kereta kuda milik Kekaisaran yang dibiarkan saja berdiri di depan pintu.
"Ayahanda, aku mendengar bahwa kamu tidak menerima tamu. Aku sangat khawatir, apakah ada sesuatu yang terjadi ?" Tanya Chang Rui dengan nada cemas yang begitu murni.
Chang Rui benar benar pandai dalam berakting dan Chang Zi untuk sejenak terdiam lalu menatap ke arah jendela kereta kuda yang terbuka.
"Disana, masih ada Wangye yang ingin datang dan menemui Ayahanda. Tidak menyangka bahwa Ayahanda sedang tidak menerima tamu maka Chang Rui akan meninggalkan tempat ini bersama dengan Wangye dan mengatakan pada Wangye bahwa Ayah sedang tidak ingin bertemu dengan orang orang. " Ucap Chang Rui dengan pengertian tapi sebenarnya sebuah ancaman yang begitu terang terangan.
Chang Zi yang mendengar ini tiba tiba langsung berkeringat dingin dan berlutut ke arah kereta kuda dan memberi hormat.
__ADS_1
"Salam kepada Yang Mulia Pangeran keempat, maafkan atas ketidak sopanan ku dan tidak bisa menyambut Yang Mulia telat waktu. " Ucap Chang Zi dengan gemetar.
"Berdirilah, Jenderal adalah sosok yang berjasa besar , aku tidak berani untuk menerima hormat sebesar ini. Tapi, bagaimanapun kakiku tidak nyaman untuk menyambut Jenderal secara langsung. " Nangong Li mendesah dengan lembut dan Long Yu membawa landaian untuk turunnya kursi roda milik Nangong Li dari kereta kuda yang mewah itu.