REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
189. Kepala Desa Cui


__ADS_3

Nangong Li yang tidak bisa mengendalikan nadanya secara tidak sengaja telah menarik perhatian Chang Rui dengan nadanya yang tinggi.


Chang Rui sendiri terkejut dengan kata kata Nangong Li. Kenapa Nangong Li harus semarah itu padanya ?


Apakah ini menunjukkan bahwa Nangong Li khawatir padanya ? Chang Rui tidak tahu apakah harus merasa senang atau merasa sedih dengan hal ini.


Di satu sisi, dia senang dengan perhatian yang diberikan oleh Nangong Li tapi disisi lain, Chang Rui tidak suka apabila ada orang yang mengekangnya.


"Apa yang membuat Tuan Nangong menjadi begitu tegang ?" Tanya Chang Rui berusaha untuk tetap tenang.


"Maaf, aku tidak bisa mengendalikan suara ku karena aku khawatir dengan Nona Chang. Aku tahu bahwa seharusnya aku tidak berlebihan seperti ini dan membuat Nona Chang merasa tidak nyaman. " Ucap Nangong Li dengan tatapan yang sedih.


"Tidak apa apa, santai saja. Aku tidak akan mempermasalahkan ini. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


Chang Rui menatap ke depan dan memikirkan masalah Yuan Qiqi, semakin tinggi tantangannya maka semakin suka dia.


Marga Yuan, siapa yang memiliki marga Yuan ? Selama ini, banyak pejabat yang diturunkan dengan tidak adil pada masa pemerintahan Yu Lian.


Bukan karena itu adalah keinginan Yu Lian melainkan karena Yu Lian terlalu lemah dan membiarkan semuanya terjadi sesuai dengan keinginan bawahannya.


Itulah kenapa Chang Rui mengatakan sebelumnya bahwa Yu Lian tidak layak untuk menjadi seorang Kaisar, tidak tahu harus diturunkan kepada siapa.


Pada saat ini, masalahnya putra dan putri Yu Lian, tidak ada yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Kaisar.


Semuanya terlalu menyedihkan, Putra Mahkota adalah orang yang ambisius tapi sayangnya sifatnya tidak baik.


Sementara Pangeran Kedua, juga ambisius dan licik, tidak berperi kemanusiaan dan egois. Pangeran Ketiga, tidak bisa disebut memiliki sesuatu.


Karena, Pangeran Ketiga hanya bisa duduk manis dan bermain main dengan wanitanya. Hanya saja, Chang Rui pernah mendengarkan beberapa rumor.


Bahwa tubuh Pangeran Ketiga lemah, tapi sudah memerintahkan beberapa kali penyerangan menggunakan taktik yang dia susun.

__ADS_1


Kemungkinan, orang ini adalah singa yang sedang menunggu kesempatan untuk naik dan menerkam musuhnya.


Chang Rui hanya perlu menonton untuk memastikan, siapa yang layak. Chang Rui berjalan jalan dan melihat bahwa disini penuh dengan orang orang yang kelaparan dan miskin.


"Ayah ! Ini adalah orang yang sudah menghina ku tadi !" Teriak suara anak anak dari belakangnya.


Bahkan tanpa menoleh sekalipun, Chang Rui tahu siapa yang berteriak tadi. Siapa lagi jika bukan Cui Xilan.


Ketika dia menoleh, itu bersama dengan seorang pria paruh baya yang tampak penyakitan tapi menggunakan baju zirah.


"Apakah kamu memanggilku ?" Tanya Chang Rui sambil memutar balik kudanya.


"Pengawal ! Bawa kedua orang ini berlutut di hadapanku !" Perintah Kepala Desa Cui, Cui San.


Beberapa orang mendekat ke arahnya dan Chang Rui mengangkat kakinya lalu menendang baju orang yang akan menarik kakinya untuk turun.


"Betapa angkuhnya, putra mu tidak menindas orang lain. Apakah kamu tidak bisa mendisiplinkan nya ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.


"Orang luar ? Aku ingin kamu membuka mata anjingmu dan melihat ini dengan jelas jelas !" Ucap Chang Rui melempar pelat miliknya yang menunjukkan jabatannya.


"Bahkan jika kamu adalah seorang pejabat Kekaisaran , apa yang bisa kamu lakukan ? Kamu tidak bisa memukul seorang rakyat sepertiku. " Ucap Cui San.


"Apakah kamu ingin mencobanya ? Kebetulan ini akan menjadi contoh baik bagi orang orang di sekitar. " Ucap Chang Rui mendekat ke arah Cui San.


"Dengarkan perintah ku ! Mulai saat ini, Desa Hongli masuk ke dalam bagian Kota Wu ! Dan hanya memiliki satu pemimpin, yaitu Wali kota ! Jika aku melihat ada orang yang ingin melawan dan tidak setuju, maka aku bersedia untuk membunuhnya di tempat !" Teriak Chang Rui.


Semua orang segera berlutut di hadapannya dan memberi hormat sementara Cui San tampak tidak percaya dengan yang di lakukan oleh semua orang ini.


"Apakah kamu tahu bahwa aku sama sekali tidak


takut denganmu ? Aku akan membuat laporan kepada Yang Mulia , untuk meminta keadilan dan menyebutkan bahwa pejabat Kekaisaran telah berbuat semena mena ! " Teriak Cui San.

__ADS_1


Chang Rui menggulung lengan pakaiannya dan turun dari kuda lalu berjalan menuju Cui San, keduanya saling memandang sejenak sebelum akhirnya.


Plakkkk !!


Chang Rui menampar wajah Cui San dengan sangat kuat bahkan orang orang yang mendengarnya langsung merasa ngeri dan Cui San jatuh berlutut dengan lemas.


Seluruh wajahnya memerah dan wajahnya penuh dengan hinaan kepadanya, tapi ini adalah Chang Rui. Siapa yang peduli dengan reputasi buruk.


Chang Rui akan melakukan apa yang menurutnya benar.


"Itu adalah tamparan dariku sebagai hukuman bahwa kamu bahkan tidak memberi hormat dan melawan perintah yang aku berikan. Belum lagi dengan kelalaian mu dalam merawat Desa ini, aku akan memperhitungkan nya lagi nanti. Pada saat itu, bahkan nyawa keluarga ku tidak dapat lagi di lindungi. " Ucap Chang Rui dengan penuh penekanan.


Chang Rui selalu membenci orang yang semena mena. Cui San ini benar benar membuatnya kesal sekaligus marah.


Chang Rui sudah menunjukkan pelat namanya dan berharap bahwa Cui San akan segera sadar, siapa yang menyangka bahwa otak pria ini terlalu kecil dan tidak bisa mencerna apa yang terjadi.


Tidak ada pilihan lain , Chang Rui tidak akan pernah memaafkan orang yang telah menelantarkan rakyat nya sendiri sampai ke titik ini.


"Aku ingin kamu berlutut dan meminta maaf kepada semua orang di Desa Hongli. Aku pernah mendengar bahwa seharusnya ada sebuah tambang di Desa ini, tapi pada akhirnya semua penduduknya penuh dengan kemiskinan. Apakah kamu memiliki hal untuk menolak hal ini ?!" Tanya Chang Rui dengan kesal.


"Belum lagi dengan beberapa hal yang aku dengar sebelumnya , bahwa seorang penebang kayu hanya mendapatkan 1 atau 2 tael setelah bekerja dari pagi dan malam selama satu bulan penuh. "Lanjut Chang Rui berjalan mengelilingi Cui San.


"Aku tidak bersalah, sudah sepantasnya bagi mereka untuk bangga karena bisa bekerja untukku. Aku adalah orang yang berkuasa, aku memiliki kemampuan untuk mengendalikan kehidupan orang lain. Aku akan melapor ke Istana !" Seru Cui San.


"Apanya yang melapor ke Istana ? Bukankah orang Istana ada disini ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.


Cui San langsung mengangkat kepalanya dan melihat sekitar dengan antusias.


"Dimana orang Kekaisaran ?" Tanya Cui San.


"Aku adalah orang Kekaisaran !" Seru Chang Rui dengan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2