REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
23. Intimidasi


__ADS_3

Chang Rui mengangguk dengan senyum puas dan menatap ke arah Nangong Li dengan tatapan penuh makna.


"Wangye pasti tidak akan kecewa dengan keputusan Wangye hari ini di masa depan. " Ucap Chang Rui.


Nangong Li hanya menatap Chang Rui dengan , datar lalu Chang Rui merasa bahwa ini agak canggung untuk tetap berada disini.


"Aku tahu apa yang menjadi masalahmu, bawalah Long Yu bersamamu untuk pergi ke kediaman kecilmu itu. " Ucap Nangong Li dengan datar.


Chang Rui yang mendengar kata kata Nangong Li merasa bahwa dirinya terhenti sejenak dan menatap Nangong Li dengan tatapan tajam.


"Kamu mengikuti ku. " Tuduh Chang Rui dengan kesal.


"Tentu saja, aku harus berjaga jaga. Bagaimana pun kamu dikirimkan oleh kakak tertuaku dan ayahku. " Balas Nangong Li dengan acuh tak acuh.


"Jika kamu bisa mencapai hasil yang kamu inginkan dengan begitu mudah maka aku akan menjadi pelayan mu. " Lanjut Nangong Li.


"Apa maksud Wangye ?" Tanya Chang Rui pura pura tidak tahu dan di dalam hati merasa sangat gugup.


"Aku tahu keinginan mu untuk balas dendam terhadap Putra Mahkota dan Chang Qiao Ye atau lebih tepatnya seluruh Keluarga Chang, bahkan sekarang Permaisuri seharusnya menjadi salah satu daftar yang harus kamu bersihkan bukan ? Biarkan aku memperingatkan mu satu hal, air yang dangkal belum tentu benar benar dangkal. "


"Dinasti ini telah berberapa kali berada di ambang kehancuran tapi kembali berdiri, sama dengan Putra Mahkota, kekuatan dibelakangnya besar dan tidak akan bisa ditanggung olehmu. " Nangong Li menatap ke arah Chang Rui dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Chang Rui yang mendengar ini tersenyum ringan, tidak menunjukkan kegelisahan sedikitpun walaupun kenyataannya dia merasa bahwa kata kata Nangong Li ini aneh.


"Wangye tidak perlu khawatir, aku tidak akan terburu buru dan siapa yang mengatakan bahwa aku akan membalas dendam pada Putra Mahkota ? Kesalahan apa yang telah dia perbuat sampai sampai membuatku harus membalas dendam ? Wangye tidak perlu cemas, karena jika aku menginginkannya, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi ku. " Ucap Chang Rui dengan keras kepala.


Nangong Li mendorong kursi roda miliknya mendekat ke arah Chang Rui dan bertepuk tangan dengan lembut.


"Seperti yang diharapkan darimu, keras kepala dan berpendirian teguh. Aku suka dengan ambisimu, tapi ambisi tanpa perencanaan yang cukup maka itu akan sia sia. Jika kekuatan di belakang Putra Mahkota benar benar bergerak untuk membantunya, maka bahkan aku tidak akan bisa melindungi mu. " Peringat Nangong Li.


Chang Rui tersenyum lembut dan tidak terburu buru untuk menjawab peringatan dari Nangong Li.

__ADS_1


"Terima kasih atas kekhawatiran mu, Wangye. Aku tidak perlu meminjam Long Yu, kedua pelayan akan bisa melindungiku. Hidupkan perapian dan kamu akan merasa lebih baik. " Ucap Chang Rui dengan perhatian lalu berjalan pergi.


Setelah menjauh, senyum Chang Rui menghilang dan tatapannya menjadi tajam. Chang Rui merasa bahwa hatinya menjadi berat.


"Siapa kekuatan itu ? Dimana kediaman Pangeran Keempat bahkan tidak bisa menanggung nya ? Apakah Nangong Li ini hanya menggertak saja atau memang benar ? Aku tidak bisa menyelidiki hal ini untuk saat ini. " Ucap Chang Rui dengan gelisah.


Jika memang sekuat yang dikatakan oleh Nangong Li, maka mata mata yang dikirimkan olehnya akan menemui kematian mereka.


Paling paling, mereka hanya bisa menyelidiki permukaan dari permasalahan ini saja. Chang Rui harus berhati hati dalam setiap tindakannya.


Chang Rui menghela nafas lelah, sama lelahnya dengan ketika di kehidupan lalu. Chang Rui sempat berpikir bahwa setelah kematian akan menghampirinya, maka kegiatan sehari harinya akan menjadi ringan dan tanpa beban.


Siapa yang menyangka bahwa dia akan menempati tubuh yang menyedihkan ini ? Berada di ambang ada dan tiada.


"Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir. Tidak peduli sekuat apa orang di balik ini, maka aku akan membalaskan dendammu pada Putra Mahkota. Belum lagi dengan niat jahatnya untuk membuatku menikah dengan Nangong Li, aku ingin membuatnya merasakan apa yang telah dia tanam selama ini. " Gumam Chang Rui dengan hawa pembunuh.


Sementara disisi lain, Long Yu melaporkan semua yang terjadi tadi dengan hati hati dan terperinci dan mengatakan bahwa ketenangan Chang Rui terlalu tidak masuk akal.


Tapi, pada akhirnya Chang Rui sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda ketakutan sama sekali, seolah olah tidak peduli.


"Seperti yang aku harapkan dari seorang gadis yang aku pilih. "Balas Nangong Li dengan seringaian.


Chang Rui duduk di tepi dinding kamarnya dengan dada yang bergerak naik turun, punggungnya basah oleh keringat dingin.


Tampak sangat menyedihkan, Chang Rui berusaha untuk menekan setiap ketegangan yang dimiliki olehnya, tapi pada akhirnya itu masih tak tertahankan.


Aura mengintimidasi milik Nangong Li terlalu kuat dan tidak dapat ditanggung olehnya. Chang Rui merasa bahwa lututnya menjadi lemah dan lemas.


Sangat menyedihkan !


Kedua pelayannya, Qinlin dan Qiaoling mengetuk pintu dengan cemas karena Chang Rui yang langsung berlari masuk tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Nona ! Apakah anda baik baik saja ?!" Tanya Qinlin dengan cemas.


"Aku baik baik saja. " Ucap Chang Rui dengan suara serak dan rendah.


Chang Rui duduk sendirian di kamarnya dengan gelisah, kata kata Nangong Li telah membuatnya kacau balau.


Setelah satu jam, menenangkan diri dan menenangkan kecemasan nya, Chang Rui berdiri dan menyusun rencananya kembali.


Chang Rui tidak akan pernah menyerah, baik untuk hal apapun. Tidak lama, Chang Rui membuka pintu dan melihat kedua pelayannya yang berdiri dengan ekspresi khawatir.


"Nona !" Ucap kedua pelayannya.


"Aku baik baik saja. " Ucap Chang Rui menenangkan mereka.


"Apakah Jiu Wang mengintimidasi Nona ?" Tanya Qiaoling dengan suara rendah.


Chang Rui menggelengkan kepalanya dan menolak mengakui bahwa dia menjadi seperti ini karena intimidasi dari Nangong Li itu !


"Siapkan kuda, kita akan pergi !" Ucap Chang Rui memberi perintah.


"Tapi,Nona ?" Tanya Qinlin dengan ragu, karena ini akan sangat terbuka dan diketahui oleh orang orang kediaman Pangeran Keempat.


"Tidak apa apa, Wangye telah mengetahuinya. " Ucap Chang Rui dengan raut wajah tidak peduli.


Kedua pelayannya mengerti dan menyiapkan tiga kuda untuk dirinya dan mereka berdua laku mereka melesat melintasi salju dengan sangat cepat.


Chang Rui berjalan dan mengambil jalan memutar yang sepi untuk menghindari pandangan orang orang sebelum akhirnya datang ke kediaman sederhana yang telah di beli olehnya.


Yuan Xinyun sedang menyapu halaman dibantu oleh beberapa orang yang lain.


"Xinyun, lama tidak bertemu. " Panggil Chang Rui.

__ADS_1


__ADS_2