
"Melayani Yang Mulia adalah berkah terbesar dalam kehidupan Chang Rui. " Ucap Chang Rui sambil menunduk dalam dan menahan diri agar tidak tertawa.
"Haih, anak itu. Bagaimana keadaannya ? Sudah 3 hari berlalu dan dia masih tidak bisa mengunjungi ku ?" Tanya Kaisar dengan kesal.
Chang Rui yang mendengar ini mengangkat kepalanya lalu menyeka matanya walaupun tidak ada air mata.
Hanya saja, jarak antara Chang Rui dengan Kaisar, lebih dari 5 meter. Sehingga Kaisar yang sudah tua pasti tidak bisa melihat dengan jelas apakah Chang Rui benar benar menangis atau tidak.
"Kenapa kamu menangis ?" Tanya Kaisar.
"Ini semua karenaku..... Wangye, masih terbaring dengan lemah di atas ranjang adalah karenaku. " Chang Rui mengatakan ini dengan nada yang bergetar untuk meyakinkan Kaisar.
"Karena uang yang dia gunakan untuk pertunanganku dan agar tidak mempermalukan ku, dia menjual banyak hal salah satunya adalah kereta kuda dan beberapa harta berharga di kediaman. Sekarang, kami harus berhemat untuk bertahan hidup, bahkan tidak ada tabib yang bisa di panggil oleh Wangye, juga tidak bisa membeli obat obatan berharga. " Ucap Chang Rui sambil terisak.
Kaisar yang mendengarkan cerita Chang Rui tiba tiba tercengang, wajah Kaisar langsung memerah entah karena marah atau malu.
"Semua kereta kuda yang ada di kediaman telah ditukar menjadi kereta kuda yang biasa , sama dengan milik pedagang menengah. " Lanjut Chang Rui dengan sedih.
Kasim masuk dan membisikkan sesuatu di telinga Kaisar, pria tua itu menghela nafas dengan kesal.
"Kasim Han telah memeriksa apa yang kamu katakan dan itu benar, bagaimana mungkin kalian bisa tidak mengatakan ini sebelumnya ? " Tanya Kaisar sambil menghela nafas.
"Wangye merasa malu pada dirinya sendiri karena telah dewasa tapi tidak bisa memberikan apapun untuk dibanggakan kepada Yang Mulia, hanya saja aku sangat prihatin terhadap kondisinya yang semakin memburuk dari hari ke hari. Mohon belas kasihmu, Yang Mulia !!" Ucap Chang Rui bersujud di depan.
"Kamu adalah seorang putri Jenderal, bagaimana aku bisa menghadap Jenderal Chang apabila dia mengetahui bahwa kamu hidup dalam kesulitan seperti ini ?" Tanya Kaisar dengan kesal.
"Kasim Han, dengarkan dekrit ku !" Perintah Kaisar.
"Ya, Yang Mulia !" Ucap Kasim Han berlutut di depan Kaisar.
__ADS_1
"Berikan 250.000 Tael Perak, 300 obat berharga, 3 Kereta kuda, 4 kuda jantan, lalu minta Tabib Kekaisaran untuk mendatangi Pangeran Keempat !" Perintah Kaisar.
"Ya, Yang Mulia. " Ucap Kasim Han.
"Terima kasih atas kebaikan hati dan belas kasih Yang Mulia, aku, Chang Rui , tidak akan pernah melupakan kebaikan Yang Mulia !" Ucap Chang Rui dengan terharu.
Chang Rui dalam hati merasa bangga dengan dirinya sendiri, paling tidak mendapat 3 kereta kuda Kekaisaran yang bagus.
Chang Rui tertawa dalam hati, Nangong Li ini benar benar tidak tahu malu, sangat menyebalkan. Tapi, bagaimanapun ini juga bagus untuknya.
Walaupun dia dan Nangong Li tidak dalam hubungan yang baik , tapi pada akhirnya mereka masih berada di kubu yang sama.
Setelah menemani Kaisar selama lebih dari 1 jam, mulai dari berbicara tentang apapun sampai ke hubungannya dengan Nangong Li, akhirnya mereka selesai.
Perintah yang diberikan oleh Nangong Li juga telah di selesaikan olehnya dengan sangat baik, Chang Rui bisa membayangkan wajah Nangong Li tersenyum dengan lebar ketika menerima dekrit Kaisar.
Setelah itu, dia masih harus datang ke tempat Janda Permaisuri, sangat menyebalkan. Sesampainya di tempat Janda Permaisuri, wanita tua itu mungkin berada di usia sekitar 60 tahunan.
"Salam kepada Janda Permaisuri, Chang Rui memberikan hormat kepada Janda Permaisuri. " Ucap Chang Rui.
"Berdirilah, Jiu Wangfei. Kamu terlalu merendahkan dirimu sendiri, sebagaimana kamu telah menikah dengan cucuku, saat ini kamu juga ada cucuku juga." Ucap Janda Permaisuri dengan senyum yang teduh.
"Terima kasih atas rahmat yang diberikan oleh Janda Permaisuri, Wangye telah mengatakan bahwa anda dan Wangye jarang bertemu tapi kesan setiap pertemuan melekat kuat di dalam pikirannya. " Balas Chang Rui
Janda Permaisuri hanya tertawa ringan dan tidak terburu buru atau tampak terlalu bahagia, juga tidak terlalu tidak acuh seperti Permaisuri, benar benar berada di tengah tengah.
Orang orang seperti Janda Permaisuri ini bahkan lebih sulit untuk di tebak lagi dibandingkan dengan Permaisuri.
"Qinlin, berikan apa yang telah ku siapkan. " Ucap Chang Rui.
__ADS_1
Qinlin berjalan maju dan membawakan sebuah peti yang tampak indah, lalu Chang Rui memberikannya kepada pelayan Janda Permaisuri.
Pelayan Janda Permaisuri memberikannya kepada wanita tua itu. Janda Permaisuri membuka kotak dan berisikan 4 buah sabun mandi yang berbentuk bunga persik.
Chang Rui mengukirnya secara pribadi dan membuatnya sendiri. Janda Permaisuri tampak senang lalu menutup kotak itu.
"Aku telah mendengar masalah yang dialami oleh Jiu Wang, bukankah tidak baik untuk membawakan benda berharga seperti ini padaku ?" Tanya Janda Permaisuri dengan penuh jebakan.
Jika Chang Rui menjawab bahwa itu adalah benda yang mahal maka dia akan dianggap sebagai istri yang pemboros.
Tapi, jika Chang Rui menjawab bahwa itu adalah benda yang murah maka dia akan dianggap tidak menghormati Janda Permaisuri.
Chang Rui tersenyum tipis dan tidak terburu buru untuk menjawab pertanyaan tersebut lalu menyesap tehnya dengan lembut.
"Sangat tidak nyaman untuk membiarkan Janda Permaisuri mendengarkan hal ini secara pribadi. Tapi, ini adalah sabun mandi yang aku buat secara pribadi, walaupun harganya tidak seberapa tapi aku membuatnya dengan penuh ketulusan dan penghormatan kepada Janda Permaisuri. " Chang Rui tampak tersenyum lebar, seolah olah dia sangat antusias.
Tentu saja tidak seperti itu, di kediamannya ada beberapa lusin sabun seperti itu. Dia hanya membuat sabun batang karena disini tidak ada sabun cair.
Akan aneh jika orang orang melihatnya menggunakan sabun cair, apalagi Nangong Li yang merupakan orang yang mudah curiga.
Janda Permaisuri agak terkejut ketika mendengar jawaban Chang Rui. Jawaban yang diberikan Chang Rui tidak merendahkan juga tidak meninggikan, hanya datar saja.
"Tentu saja, karena kamu telah berusaha begitu keras, maka aku akan menerimanya. Aku menyukai harum dari sabun yang kamu berikan. " Balas Janda Permaisuri.
"Baguslah jika Janda Permaisuri senang dengan kerajinan tangan yang aku buat. " Ucap Chang Rui.
Chang Rui tersenyum dalam dan memandang Janda Permaisuri, beberapa hal perlu di diskusikan dengan Nangong Li setelah kembali dari sini.
Seperti masalah Janda Permaisuri yang mengetahui pembicaraan nya dengan Kaisar secepat kilat, padahal di dalam ruangan tempat dia berdiri dengan Kaisar tadi hanya ada 4 orang.
__ADS_1
Yaitu, Kaisar , dia, dan 2 kasim, salah satunya adalah Kasim Han. Berarti, diantara salah satu kasim itu adalah kaki tangan Janda Permaisuri atau bahkan kedua kasim itu adalah kaki tangan Janda Permaisuri.