
Chang Rui yang mendengarkan nama nama Dinasti ini merasa agak familiar seolah olah dia telah pernah mendengarnya.
Sangat disayangkan sekali bahwa dia telah tertidur selama pelajaran sejarahnya sehingga tidak tahu pada tahun apa dia datang kembali.
"Hm, aku mengerti. Akan lebih baik jika aku terus menerus duduk disini dan menunggu. Katakan pada semua orang bahwa aku dalam kondisi yang kritis. " Ucap Chang Rui dengan ringan.
"Jika seorang tabib datang maka kita akan ketahuan dan akibat dari membohongi Kaisar akan berubah menjadi sangat besar. " Ucap Cuiyun dengan khawatir.
"Apakah kamu pikir Nona mu adalah seseorang yang bodoh. Biarkan tabib itu tahu, aku ingin tahu bagaimana cara dia berbicara." Ucap Chang Rui dengan dingin.
Cuiyun masih khawatir tapi melihat kepercayaan diri milik Nonanya, Cuiyun tahu bahwa dia tidak seharusnya memberikan bantahan lagi jadi Cuiyun berjalan pergi dan melaporkan hal ini kepada Kaisar.
Chang Rui duduk bersandar di dinding dengan helaan nafas dan memutar mutar pedang pendek di tangannya.
"Pedang ini sangat indah siapapun yang mengukirnya pasti adalah orang yang sangat baik. " Ucap Chang Rui dan melihat pedang ini dengan perasaan yang rumit.
Siapapun yang membuat pedang ini, memperhatikan setiap detail dengan sangat hati hati hampir hampir seperti itu adalah hidupnya sendiri.
"Aku pikir, ini seperti sebuah hadiah pernikahan untuk seorang wanita. Jika aku ditawari dengan pedang pendek ini maka aku tidak akan ragu untuk menikahi orang tersebut. " Gumam Chang Rui.
Chang Rui tertawa ringan memikirkan pemikirannya yang terlalu tidak biasa, tidak ada yang tahu apakah pedang ini sudah lama atau belum.
Apakah pembuat pedang ini telah berubah menjadi sejarah atau belum, tidak ada yang tahu masalah asal usul pedang ini, bagaimana mungkin dia bisa mengatakan bahwa dia akan menikahi pembuat pedang pendek ini.
Pedang pendek ini sangat sesuai dengan genggaman tangannya, seolah olah itu benar benar diukir untuknya.
"Apakah Dewa yang memberikannya kepadaku ? Apakah ada Dewa disini ?" Tanya Chang Rui dengan konyol.
__ADS_1
Chang Rui menanyakan pertanyaan terakhirnya sambil melihat sekeliling, mana tahu ada Dewa yang menemaninya seperti di cerita cerita yang telah dia baca sebelumnya.
Chang Rui berpikir bahwa hidupnya terlalu menyedihkan, dia telah dibuang di kehidupan sebelumnya dan pada saat ini kembali lagi menjadi seorang putri terbuang, apakah nasibnya memang menjadi seseorang yang tidak di inginkan ?
Chang Rui dapat menyimpulkan sesuatu bahwa bakat dan kemampuan adalah nomor satu disini jadi Chang Rui harus menunjukkan bakatnya untuk membalaskan dendam Yu Cheng Qing.
Sementara dia sengaja menekan Kaisar dengan cara membohonginya , pada saat ini bahkan jika Kaisar ingin menutup berita ini, hal ini masih akan menjadi bahan pembicaraan semua orang.
Pada saat itu, semua orang akan meragukan Yang Mulia , tapi tentu saja semuanya tidak semudah itu.
Sekitar 3 jam, barulah Cuiyun kembali dengan wajah pucat sambil membawa seorang pria dengan wajah sombong dibelakangnya.
Chang Rui menonton pria itu dan menemukan bahwa itu adalah Tabib yang selalu di kirim oleh Kaisar pada Yu Cheng Qing dan merupakan penyebab kematian Yu Cheng Qing karena tabib ini adalah seseorang yang membenci Yu Cheng Qing.
"Tampaknya kau melakukan kejahatan berat dan berusaha untuk berbohong kepada Yang Mulia, biarkan aku mengatakan nya kepada Yang Mulia. " Ucap Tabib itu dengan sinis.
"Hmph ! Memangnya jika aku ingin melakukannya, apakah kamu bisa menahanku ?" Tanya Tabib itu dengan angkuh dan penuh dengan kebanggaan.
Chang Rui tertawa ringan dan memainkan pedang pendeknya dengan pelan.
"Tentu saja, aku tidak bisa menahanmu, hanya saja aku bisa menghentikan mu. " Ucap Chang Rui dengan lembut dan tampak menyeringai ke arah Tabib itu.
Chang Rui berdiri dan berjalan mendekat menuju Tabib itu dengan penuh kebencian, siapapun yang berada di pihak Permaisuri adalah orang jahat.
"Pada saat ini, jika kamu menghilang maka tidak akan ada yang akan mencari mu, jadi kamu sebaiknya menyadari siapa Tuan mu yang sesungguhnya. " Lanjut Chang Rui.
Chang Rui mengulurkan tangannya dan mengelus wajah Tabib itu dengan sarung pedang pendeknya yang dingin dan penuh dengan aura pembunuh.
__ADS_1
"Kadang kadang, kecerdasan bawahan mencerminkan kecerdasan atasan, apakah atasan mu sebodoh dirimu ini ? Kamu tidak memiliki kemampuan bertarung sama sekali dan hanya tahu bagaimana cara nya untuk menjilat kaki Permaisuri, apakah kamu tidak takut, hm ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.
"Kenapa kamu hanya diam sejak tadi ? Apakah kamu berubah menjadi bisu ?" Tanya Chang Rui lagi.
Chang Rui menarik pedangnya dan menusukkannya di jantung tabib itu tanpa keraguan dan Cuiyun menjerit tanpa suara, tampak sangat terkejut.
"Nona, kenapa anda melakukan ini ? Bagaimana.... bagaiamana...... " Cuiyun tidak berani untuk melanjutkan ucapannya.
"Karena sudah sampai ke titik ini, maka kamu hanya bisa tutup mulut. Tanpa aku mengatakannya, apakah ini masih bisa keluar ? Tentu saja bisa, tapi itu darimu. Jadi, jika hal ini sampai tersebar maka aku akan membuat nasib mu sama dengannya. " Ancam Chang Rui dengan dingin.
Chang Rui tentu saja hanya menakuti Cuiyun, lagipula Cuiyun tidak melakukan kesalahan apapun , berbeda dengan Tabib ini yang membunuh Yu Cheng Qing.
Tabib ini hanyalah langkah awal, Chang Rui menyeret tubuh tabib ini dan membawanya ke sebuah tempat tersembunyi lalu menguburnya.
Chang Rui menatap dengan dingin lalu menatap ke arah Cuiyun yang masih gemetar ketika di hadapkan dengan hal yang mengejutkan seperti ini.
"Aku ingin kau melaporkan hal ini kepada Yang Mulia, katakan bahwa orang orang yang di kirimkan belum datang bahkan sampai dua jam sementara aku berubah menjadi lebih dan lebih kritis. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
"Kali ini aku akan memainkan dua peran, satu adalah tabib dan satu adalah diriku sendiri, hal ini bisa terjalin apabila aku dibantu olehmu. " Lanjut Chang Rui dengan tenang.
Cuiyun tampak terperangah dengan ide yang di miliki oleh Chang Rui, hanya saja hal ini benar benar tidak masuk akal membuat Cuiyun cemas.
"Tidak apa apa, aku telah memperkirakan semuanya dengan baik. " Ucap Chang Rui menenangkan Cuiyun.
"Nona, apakah anda benar benar yakin hal ini akan berhasil ? Jika tidak maka anda akan mendapatkan hukuman besar dari Permaisuri. " Ucap Cuiyun dengan takut takut.
"Aku tahu bahwa semua orang telah menunggu hari dimana aku secara tidak sengaja terpeleset dan jatuh. " Balas Chang Rui dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1