
Setelah pergi dari Istana, Chang Rui berganti pakaian lagi menjadi identitasnya yang sebenarnya, Tabib Chang.
"Nona, apakah kamu akan segera pergi lagi ?" Tanya Cuiyun.
"Aku akan pergi tentu saja, karakter milik Tabib Chang tidak boleh hilang begitu saja. " Ucap Chang Rui dengan seringaian.
"Nona, bagaimana jika ini ketahuan oleh orang orang ?" Tanya Cuiyun dengan cemas.
"Cuiyun, semakin kamu takut maka semakin hal itu akan terjadi. Kadang kadang, bahkan jika yang kamu katakan adalah kebohongan, kamu harus merasa bahwa itu adalah hal yang benar sehingga orang lain tidak meragukanmu. " Ucap Chang Rui.
"Lalu, suatu hari pasti akan datang dimana kedua identitas ku terungkap, pada saat itu aku sudah akan siap dengan orang orang itu. " Lanjut Chang Rui sebelum akhirnya berjalan pergi.
Chang Rui mengaitkan kedua tangannya di belakang dan berjalan dengan angkuh, kepalanya terangkat dengan penuh kebanggaan.
Tidak banyak orang yang berjalan sepertinya , kebanyakan orang orang tidak mempercayai diri mereka sendiri.
Tapi, menurut Chang Rui itu sangat menyedihkan, sebagai orang yang sangat bangga akan dirinya sendiri.
Chang Rui benar benar tidak mengerti dengan sekelompok orang yang memandang rendah diri mereka sendiri.
Merendahkan diri mereka sendiri di depan orang orang untuk mendapatkan belas kasihan, menurut Chang Rui itu benar benar tidak sepadan.
Chang Rui mengikat seluruh rambutnya keatas memebentuk ekor kuda yang menunjukkan keindahannya.
Tapi, itu membuatnya tampak tampan juga, walaupun tidak bisa dikatakan sebagai tampan luar biasa.
Tapi, mampu untuk menghipnotis banyak orang dengan karismanya yang luar biasa. Chang Rui memasuki sebuah tempat perjudian.
Disana, ada begitu banyak orang yang mempertaruhkan hidup mereka untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.
Chang Rui berjalan masuk dengan acuh tak acuh sampai akhirnya mendengar tangisan seorang anak kecil, melihat bahwa anak itu diseret oleh seorang pria.
"Aku mempertaruhkan putriku ! Aku ingin menebak angka yang keluar dari sana pasti genap. "Ucap pria itu dengan penuh semangat sementara putrinya terus menangis.
__ADS_1
Chang Rui berjalan mendekat dengan senyum tipis dan menjatuhkan 100 Tael.
"Ganjil." Ucap Chang Rui dengan tenang.
Bandar itu mulai mengocok dadu untuk menunjukkan hasil, apakah yang dikatakan oleh pria itu atau Chang Rui yang benar.
Tiga dadu itu dibuka dan disana ada dua dadu yang menunjukkan angka genap, pria itu langsung menggila.
"Aaaa ! Uang ini adalah milikku ! " Seru pria itu.
Tapi, dadu terakhir menunjukkan angka tiga yang berarti hasilnya adalah ganjil. Chang Rui memiringkan kepalanya dan memberikan senyum mengejek kepada pria itu.
"Tidak ! Tidak mungkin ! Kau mengubah hasil dadu itu !"Teriak pria itu dengan terkejut.
Bukkk !
Chang Rui mengangkat kakinya dan menendang dada pria itu sampai jatuh ke belakang dan terbatuk batuk.
"Mempertaruhkan putri mu dengan cara yang begitu hina hanya untuk kebiasaan burukmu, kamu benar benar tidak layak untuk disebut sebagai manusia. " Ucap Chang Rui dengan dingin.
Lalu Chang Rui membawa anak perempuan itu kelantai atas yang lebih tenang, tentu saja tidak lupa dengan uang yang dia pertaruhkan tadi.
Tapi, itu hanya berubah menjadi 75 Tael yang semula dari 100 Tael berubah menjadi 75 Tael. Karena 25 Tael yang tersisa, Chang Rui memberikannya kepada bandar judi tersebut.
Mereka telah bekerja sama untuk menghasilkan hasil ganjil dengan syarat Chang Rui membayar pria itu.
Chang Rui tidak keberatan, dengan begitu maka dia bisa menyelamatkan gadis kecil yang masih ketakutan ini.
Tubuh Gadis kecil ini sangat gemetar, tentu saja ini membuatnya cukup gugup.
"Siapa namamu ?" Tanya Chang Rui ketika duduk di lantai atas.
Lantai atas adalah lantai dimana seseorang bisa meminum alkohol dari tingkatan biasa sampai yang terbaik, bahkan anggota Kekaisaran akan bisa ditemui di bangunan ini.
__ADS_1
"Namaku.... namaku.... Hua Jin. " Ucap gadis kecil itu dengan ketakutan.
"Untuk apa terus bermain main ? Kamu begitu pandai di usia muda, tentu saja bukan orang biasa bukan ?" Tanya Chang Rui dengan lelah dan menopang kepalanya dengan tangan.
"Aku pikir, aku menyesal membayar 25 Tael untuk menyelamatkan mu. Kamu memiliki tanda Phoenix di pergelangan tanganmu, lalu ketika kamu memberontak tadi, kamu tidak benar benar ingin melepaskan diri. " Ucap Chang Rui.
"Lalu, dengan situasi mu maka kamu tidak bisa mempercayai banyak orang asing, tapi ketika kamu dibawa olehku, kamu tidak hanya tidak gugup bahkan seolah telah menebak semua itu. Jika aku tidak salah, kamu adalah Tuan Putri keempat belas bukan ?" Tanya Chang Rui dengan bosan.
Chang Rui meratapi 25 Tael yang dia sia siakan tadi, sebelum akhirnya melihat bahwa gadis di depannya menyeka air mata dan tertawa terbahak bahak.
"Apa yang dikatakan oleh Tabib Chang benar, dikatakan bahwa Tabib Chang adalah seorang penggila judi, jadi aku mendatangi mu. " Ucap Yu Hua Jin.
"Perkenalkan, aku adalah Yu Hua Jin. Tuan Putri keempat belas, Putri dari Selir Agung Jin. " Ucap Yu Hua Jin dengan senyum yang mempesona.
"Tuan Putri bahkan dengan repot mempersipakan begitu banyak rencana untuk mencoba menjebak ku, aku tidak bisa tidak merasa lebih terharu dari ini. " Ucap Chang Rui dengan acuh tak acuh.
"Tapi maaf, jika Tuan Putri ingin aku bekerja denganmu maka aku akan menolak terlebih dahulu, aku telah memutuskan untuk mengikuti Putri Cheng Qing dan tidak akan berpaling darinya. " Lanjut Chang Rui.
"Bahkan jika aku menawarkanmu 1 juta Tael ?" Tanya Yu Hua Jin sambil bertepuk tangan dan orang yang dikatakan sebagai ayahnya , datang sambil membawa satu peti besar penuh dengan Tael.
Chang Rui hanya melirik nya sebentar dan tampak tidak antusias.
"Alih alih mengatakan bahwa aku tertarik untuk mengikuti Putri Hua Jin, aku lebih senang untuk bertaruh dengan Putri Hua Jin. Dikatakan bahwa kemampuan Putri Hua Jin tiada duanya di ibukota ini. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
"Tentu saja, aku tidak keberatan. Tuan Chang memiliki kemampuan yang baik, tentu saja Hua Jin tidak keberatan untuk bermain main dengan Tuan Chang. " Balas Yu Hua Jin dengan tenang.
Yu Hua Jin telah sepenuhnya berubah, dari seorang gadis kecil yang menyedihkan menjadi gadis kecil yang berbahaya.
Jujur saja, Chang Rui benar benar tertipu pada awalnya dan mengira bahwa Yu Hua Jin adalah korban dari orang tua yang tidak bertanggung jawab.
Tapi, ketika dia mulai merasakan keanehan, barulah Chang Rui menyadari bahwa Yu Hua Jin hanya mencoba untuk menipu dan memancingnya.
Chang Rui baru menyadari bahwa begitu sulit untuk hidup dalam dua identitas yang berbeda dan menjadi dua orang yang berbeda.
__ADS_1