
Chang Rui berdiri dan merapihkan rambutnya yang berantakan dan tidak bisa mengingat apapun tentang tadi, hanya tahu bahwa ada dua saudara Dugu yang berusaha untuk menjadikannya sebagai persembahan untuk Dewa jahat.
Memang ada beberapa orang yang menyebarkan rumor tentang Dewa Jahat, tidak tahu apakah benar atau tidak.
Tapi, setelah melihat sendiri bahwa ada Dewa Kemakmuran yang datang kemari dan mencoba untuk membawanya pergi menjadi salah satu mainannya.
Untungnya dia tidak meminum teh milik Dugu Ying dan hanya menyimpannya dimulut, Chang Rui telah berkutat dengan obat obatan bahkan sejak dia masih kecil.
Ada puluhan jenis vitamin yang disuntik ke tubuhnya sejak dia masih kecil, dengan alasan untuk menguatkan tubuhnya agar tidak terserang penyakit.
Seiring berjalannya waktu, Chang Rui menjadi terbiasa dan bisa membedakan yang mana racun dan yang mana obat hanya dengan menghirup sedikit.
Bahkan jika disebutkan bahwa itu tanpa rasa dan tanpa aroma, Chang Rui masih bisa merasakannya.
Itu adalah kelebihannya yang tidak di miliki oleh orang lain dan Chang Rui bangga dengan kemampuannya itu.
Belum lagi, racun yang diberikan oleh Dugu Ying sama sekali bukan racun yang tanpa jejak atau tanpa rasa sama sekali.
Seolah olah itu tidak di sembunyikan sama sekali, Dugu Ying pasti mengira bahwa dia masih muda dan naif sehingga tidak akan menyadari hal ini.
Tapi, karena kelengahan milik Dugu Ying inilah, baru dia bisa masuk kedalam perkemahan ini dan mengamati apa yang terjadi.
Chang Rui keluar dari perkemahan tempat dia persembahkan ke Dewa Kemakmuran dengan pedang pendek ditangannya yang siap untuk menyerang.
Chang Rui tahu bahwa ada empat orang yang berjaga didepan, tangannya bergerak sangat cepat bahkan ketika orang orang itu membuat keributan.
Chang Rui menyeret salah satu dari mereka lalu mengangkatnya naik ke atas altar persembahan, lumayan untuk menipu orang orang dan mengulur waktu.
Lalu Chang Rui merapihkan selimut dan menutupi tubuh orang itu agar orang orang berpikir bahwa itu adalah dirinya.
Chang Rui berlari keluar dan melihat bahwa di tempat ini, ada begitu banyak orang, mungkin sekitar seribu orang ? Dengan tugas yang berbeda.
Sebenarnya, apa yang sedang di rencanakan oleh Kerajaan Chuwei. Jika dia tidak salah , maka seharusnya penduduk Kerajaan Chuwei hanya ada 5 ribu orang.
Membiarkan seperlima penduduk nya datang kemari dan membangun perkemahan, apa maksud dari Kerajaan Chuwei.
Chang Rui berniat untuk memeras informasi dari seorang pria tapi mengurungkan niatnya karena pria itu adalah seorang pemuda biasa.
Pemuda biasa ini bahkan berpakaian lusuh, seharusnya pemuda ini tidak tahu terlalu banyak tentang rencana yang akan dilakukan Kerajaan Chuwei.
__ADS_1
Yang paling ideal adalah menangani Dugu Ying, tapi jika Dugu Ying sedang bersama dengan kakaknya, Dugu Yang.
Dan keduanya bersamaan menyerang Chang Rui, maka Chang Rui tidak akan menang. Bahkan untuk melarikan diri sekalipun akan sangat sulit.
"Bagaimana ini ? Aku harus mencari seseorang yang bisa dikatakan lebih tinggi daripada pemuda ini tapi lebih rendah daripada Dugu Ying dan Dugu Yang. " Ucap Chang Rui dengan sangat pelan.
Chang Rui berjalan dengan sangat sembunyi sembunyi dan sangat waspada, karena jika semua orang tahu ada penyusup maka akan sulit baginya untuk kembali.
Sampai akhirnya Chang Rui melihat seorang pria paruh baya yang menggunakan gelang tulang bertaring satu.
Seharusnya lebih rendah daripada Dugu Ying ! Tapi adalah salah satu tetua, Chang Rui mengikuti pria paruh baya itu diam diam dengan ilmu meringankan tubuh miliknya.
Bisa dikatakan bahwa dia mengambil keuntungan dari ini, musuhnya bisa tidak mengetahui keberadaan nya adalah karena ilmu meringankan tubuhnya yang luar biasa.
Chang Rui mengikuti orang itu masuk kedalam tenda yang mewah, berbeda dengan milik Dugu Ying yang sederhana tapi indah.
Ini terkesan mencolok dan menyakiti mata , bisa dikatakan bahwa ini adalah selera yang agak aneh.
Semua yang mengkilat dan segala macam berlian telah ditempelkan dibagian luar dan dalam tenda, membuat mata menjadi sakit.
Belum lagi dengan dasar tenda berwarna merah terang dan biru langit, benar benar kombinasi yang menurut Chang Rui......... agak disayangkan.
Di dalam sana, mereka terbatas oleh sebuah tirai tapi Chang Rui bisa melihat bahwa di dalam sana ada beberapa orang.
"Tuan, kenapa kamu baru kembali sekarang ?" Tanya suara centil itu.
Chang Rui mengerutkan dahinya dan mengeluarkan pedang pendeknya , lalu berjalan masuk perlahan sebelum akhirnya menerkam ke depan.
Chang Rui menaruh pedang pendeknya di leher pria paruh baya itu, pria paruh baya itu langsung terdiam dan mengangkat kedua tangannya.
Ternyata di dalam ada tiga wanita yang cantik tapi yang ditengah agak aneh, Chang Rui langsung menjadi waspada.
"Jika kalian ingin hidup, maka jangan ikut campur !" Bentak Chang Rui dengan dingin.
Walaupun pria paruh baya ini takut, tapi tidak ada kepanikan di wajahnya yang berarti bahwa dia tidak sendirian.
Lalu Chang Rui melirik dan melihat bahwa wanita yang ditengah menggunakan gelang tulang bertaring dua ! Lebih tinggi daripada pria paruh baya ini.
"He he he, sepertinya Nona ini menyadari kesalahannya dalam mengambil sandera bukan ? Tapi sudah terlambat untuk menyesal pada saat ini. " Ucap wanita itu dengan lembut.
__ADS_1
"Bukannya aku tidak tahu bahwa kamu berdiri di depan dan mengikuti idiot ini, kamu bisa menipu idiot ini tapi tidak denganku. " Ucap wanita itu.
"Senior memiliki kemampuan yang sangat baik, pasti akan sangat menyenangkan jika bermain bersama, bagaimana aku harus memanggil Senior ?" Tanya Chang Rui.
"Xing Hua, orang orang dekat memanggilku A Hua dan orang yang jauh memanggilku nona Hua. " Ucap Xing Hua dengan anggun.
"Nona Hua, sebenarnya aku disini tidak untuk membuat keributan, hanya saja ada hal yang perlu aku pastikan, ada baiknya bagimu untuk bekerja sama jika tidak maka aku akan membunuhnya. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
Kata kata lembut Chang Rui membuat pria paruh baya di depannya menjadi merinding, tatapan Chang Rui benar benar kejam dan tanpa ampun.
"Ehmm..... bagaimana jika aku tidak ingin bekerja sama ? Lagipula dia hanyalah sebuah bidak, jika dia tumbang maka aku bisa menggantikannya dengan yang lain, silakan Nona muda ini bersenang senang dengannya. " Ucap Xing Hua tanpa perasaan.
Chang Rui mendekatkan tubuhnya ke pria paruh baya ini sampai nyaris menempel, lalu tangannya yang tidak memegang pedang terulur lalu mengelus wajah pria paruh baya itu.
"Sayang sekali, bahkan kamu tidak ada nilainya di mata Nona Hua. Pasti sangat menyakitkan bukan untukmu ?" Tanya Chang Rui dengan pura pura sedih.
Chang Rui menekankan pedangnya di leher pria paruh baya itu sampai berdarah yang menunjukkan bahwa dia tidak sabar lagi dan tidak akan menunggu lebih lama.
"Nyonya ! Tolong selamatkan aku !" Ucap Pria paruh baya itu dengan nada memohon.
"Hak apa yang kamu miliki untuk memintaku menolong mu ? Jangan lupa, kamu hanya pemuas bagiku, jika kamu tidak ada maka aku akan menggantikannya dengan yang baru. " Ucap Xing Hua.
"Jika begitu...... maka sayang sekali. " Ucap Chang Rui sambil menghela nafas lembut.
Lalu menarik pedang pendeknya dari leher pria paruh baya itu, semua orang langsung menghela nafas lega ketika melihat kejadian itu.
Tapi tanpa diduga duga, Chang Rui melakukan hal yang berlawanan dengan ekspektasi orang lain.
Crashhhh !
Pedang pendeknya menembus jantung pria paruh baya itu lalu pria paruh baya itu jatuh ke tanah tanpa daya.
Chang Rui membalikkan tubuhnya untuk melihat Xing Hua dengan senyum penuh arti.
"Sayang sekali...... bahwa dia tidak berharga dimata Nona Hua, dengan begitu maka aku akan membantu Nona Hua menyingkirkan pemandangan yang menganggu ini. " Ucap Chang Rui.
Chang Rui melangkah ke depan dan dua orang wanita yang sejak tadi diam berjalan ke depan untuk mencegahnya menyentuh Xing Hua.
"Ternyata, kedua orang ini bahkan memiliki kekuatan yang sama dengan pria paruh baya tadi atau bahkan lebih kuat. Pantas saja Nona Hua tidak memandang orang itu. " Ucap Chang Rui dengan senyum seringaian.
__ADS_1
"Aku sebenarnya penasaran dengan orang yang mengajak Tuan Nangong dari Kekaisaran Dinasti Qing, aku hanya ingin tahu siapa yang menulis pesan tersebut. " Lanjut Chang Rui.
"Mustahil untuk memberitahu mu orang itu tapi, aku akan mengatakan satu hal kepadamu. "Ucap Xing Hua dengan nada yang lebih rendah.