REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
237. Bersama II


__ADS_3

Chang Rui bertepuk tangan dengan ringan sebagai bentuk apresiasi untuk Nangong Li karena Nangong Li sudah bisa memanah dengan baik walaupun Chang Rui sendiri yakin bahwa Nangong Li sudah pasti bisa memanah ini dengan baik.


Satu hal yang bisa Chang Rui ambil dari sini bahwa organ tubuh yang di gerogoti oleh Racun Gu hanyalah bagian kaki, bukan bagian lainnya.


Buktinya, Nangong Li masih bisa memanah dengar jarak 50 meter, bahkan dengan tiga anak panah sekaligus yang membuktikan bahwa matanya masih berfungsi dengan baik.


"Ini adalah milik kalian, silakan pilih yang mana yang kalian inginkan. " Ucap penjual.


"Yang ini saja. " Ucap Chang Rui sambil menunjuk lampion berbentuk ikan koi.


Keduanya memegang masing masing satu lalu berjalan menuju sebuah bibir sungai, dimana ada sangat banyak orang yang berkumpul satu sama lain untuk mengalirkan lampion milik mereka.


Lampion akan dibiarkan mengapung di atas sungai dengan berbagai bentuk bentuk yang ada , membuat Sungai berubah menjadi penuh cahaya dan harapan serta penuh dengan kebahagiaan.


Chang Rui memilih bagian sungai yang agak gelap dan sepi dan membiarkan Nangong Li untuk turun dari kursi rodanya.


"Aku berharap bahwa aku akan bisa bersamamu sampai akhirnya maut memisahkan, aku berharap bahwa aku bisa mengukir banyak kenangan indah bersama denganmu. Baik dalam kehidupan ini, sebelumnya atau selanjutnya, aku pikir aku tidak akan bisa berpaling darimu. Jika Dewa benar benar ada, maka tolonglah aku untuk menyembuhkan Racun Gu. " Gumam Chang Rui dengan sangat pelan.


Tapi, kata kata itu mengalir dengan sangat deras ke dalam telinga Nangong Li. Nangong Li tidak mengatakan banyak hal dan hanya mengatakan ini.


"Aku berharap bahwa permintaan Chang Rui akan dikabulkan. " Ucap Nangong Li.


Chang Rui menatap ke arah Nangong Li dengan tatapan terkejut, karena tidak menyangka dengan isi permintaan yang akan dibuat oleh Nangong Li.

__ADS_1


"Kenapa kamu meminta hal ini ?" Tanya Chang Rui.


"Jika permintaan mu terkabulkan maka kamu pasti akan bahagia maka aku akan ikut bahagia jika kamu merasa bahagia, karena kita adalah satu kesatuan. Aku percaya dengan itu. " Ucap Nangong Li dengan senyum tipis dan mengacak rambut Chang Rui.


Dibawah cahaya bulan, keduanya duduk di tepi sungai dengan kedua lampion ikan koi di kedua tangan mereka.


Tatapan yang mendalam dan senyum tulus menghiasi wajah yang telah lama menjadi kaku karena kejamnya dunia.


Chang Rui memejamkan matanya dan sebutir air mata menetes dari kelopak mata indahnya, dia tampak begitu cantik bahkan ketika sedang menangis.


Sebuah tangan yang kapalan menyentuh wajah halus Chang Rui dan menyapu wajahnya dengan lembut, seolah olah sedang menyentuh mutiara yang rapuh dan berharga.


Nangong Li memperlakukan Chang Rui dengan sangat hati hati dengan penuh cinta karena tidak ingin menyesal untuk kesekian kalinya dan tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang diberikan oleh Chang Rui padanya.


Chang Rui mendengarkan dalam diam, sebagai seorang pasangan yang baik maka dia tidak akan menyela dan menyemangati Nangong Li dalam diam.


" Aku tidak tahu bahwa semuanya tidak bisa di ukur dari kekuatan melainkan dari taktik, pada saat itu demi menyadarkanku dari kebodohan. Long Yu hampir saja mengorbankan nyawanya, dulu kami berempat, Aku, Long Yu, Zhang Yue, Zhang Linghan. "


"Zhang Linghan adalah kakak dari Zhang Yue, demi melindungiku, dia bersedia menjadi papan panahan bagi diriku yang tidak berguna ini, dia bersedia untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku yang tidak memiliki masa depan ini. Yang membuatku menjadi semakin gila selama ini adalah sikap Zhang Yue yang tidak pernah menyalahkan ku terkait kejadian itu sementara aku selalu bermimpi buruk setiap malam sampai sampai aku terlalu takut untuk memejamkan mataku. "


"Zhang Yue selalu bersikap seolah olah tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada yang salah seolah olah kakaknya tidak pernah datang untuk menyelamatkan ku seolah olah kakaknya dibunuh oleh musuh dan murni kesalahan yang dibuat oleh musuh. Dia pernah berkata padaku pada saat itu, kematian seperti itu sama sekali tidak ada hal yang harus di sesalkan karena memiliki kehormatan tanpa batas. " Ucap Nangong Li dengan mata yang memerah.


"Pada malam hujan itu, Zhang Yue hanya menggendong mayat kakaknya di punggungnya, tanpa mengatakan apapun ataupun menangis. Setelah semuanya selesai, aku berpikir bahwa dia akan memukulku dan memarahiku habis habisan atau bahkan meminta nyawaku, tapi pada akhirnya satu hal yang tidak ku mengerti adalah dia bahkan tidak tergerak dari semua itu." Lanjut Nangong Li.

__ADS_1


"Satu satunya hal yang membuatmu menjadi semakin terpukul pada saat itu adalah karena dia kembali mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan mu, bukan ?" Tanya Chang Rui.


"Benar, dia pergi ke Utara sementara kamu ke Selatan, kalian bertiga adalah orang yang ingin aku lindungi dengan nyawaku. " Ucap Nangong Li.


Chang Rui menggigit bibirnya sedikit dan memejamkan matanya, entah kenapa dia merasa lebih sakit dan sedih karena dia ternyata tidak berada di posisi tertinggi, bahwa ada orang lain dengan amal baik yang lebih banyak terhadap Nangong Li membuat Chang Rui merasa sesak nafas.


"Jika aku dan dia masing masing berada di tapi gantung dan kamu hanya bisa menyelamatkan salah satunya, siapa yang akan kamu selamatkan untuk itu ?" Tanya Chang Rui.


Nangong Li mengerutkan dahinya dan bingung terkait dengan pertanyaannya yang terasa agak menjebak dan tidak masuk akal.


"Jawab saja bagaimana pertanyaan ku, aku ingin mendengar jawaban mu. " Ucap Chang Rui.


Tapi, Nangong Li tidak kunjung menjawab dan merasa ragu, sudah dikatakan sebelumnya bahwa masing masing memiliki berkah untuk menyelamatkan nyawanya.


"Aku akan menyelamatkan mu. " Ucap Nangong Li dengan mantap setelah beberapa saat.


"Tapi, dengan begitu maka kamu akan di anggap sebagai orang yang tidak tahu di untung. Bagaimanapun dia telah menyelamatkan nyawaku berulang kali dan kehilangan kakak nya demi dirimu. " Ucap Chang Rui.


"Aku tidak perduli, sudah ku katakan sebelumnya aku terlahir untuk menjadi seorang bajingan. Aku tidak akan keberatan mendapatkan makian sekali lagi. " Ucap Nangong Li.


Chang Rui menganggukkan kepalanya dan menundukkan kepalanya, dia memikirkan betapa berbahayanya kondisi pada saat ini, dia harus memastikan perasaan Nangong Li padanya.


Apakah itu sekedar obsesi belaka atau benar benar cinta padanya...

__ADS_1


Bonus up 600 k popularitas : 1/3


__ADS_2