
3 Hari berlalu
Chang Rui menjalani harinya dengan tenang dan nyaman sampai akhirnya Chang Rui menemukan bahwa ada orang yang mengirimkan pesan padanya.
Itu adalah seekor burung merpati yang tampaknya telah melewati perjalanan jauh, apakah ini adalah salah kirim ?
Chang Rui tidak mengetahui hal ini dan akhirnya menerima pesan ini sebelum akhirnya menyadari bahwa itu adalah pesan dari Liu Chang.
"Nangong Xi bukan lagi seorang Kaisar ? Lalu, siapa yang menjadi Kaisar ?" Gumam Chang Rui.
Dan membaca kebawah lagi, itu adalah pesan yang panjang dan beberapa kata tampaknya dibatalkan, dilihat dari coretan coretan yang ada.
"Yang menjadi Kaisar muda adalah Nangong Xiu, putra Nangong Xi, umurnya baru tiga tahun. Sementara wali yang membimbing nya adalah Permaisuri Nangong Xi, Qing Ying Ke dan adik Nangong Xi, Nangong Li. " Gumam Chang Rui.
Chang Rui merasa bahwa kepalanya berdenyut sakit sebelum akhirnya menjatuhkan surat itu ke tanah dan duduk bersimpuh di tanah dengan lemah.
Kedua tangannya memegang kanan dan kiri kepalanya, rasa sakit yang tidak tertahankan menerpa kepalanya.
"Tolong bertahanlah, aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mu. " Sebuah kalimat ini melintas di kepala Chang Rui.
Rasa sakit ketika dia berusaha mengingat pemilik nama Nangong Li ini benar benar tidak tertahankan.
Kenapa dia tidak bisa mengingat apapun tentang orang bernama Nangong Li ini, jelas jelas dia pernah mendengar nama ini sebelumnya.
"Mulai sekarang, kamu adalah milikku. "
"Nangong Li, ayo memulai jalan yang baru di lembaran yang baru. Aku tidak percaya bahwa kita tidak bisa memulai sesuatu yang baru. "
"Nangong Li, aku mencintaimu. "
"Nangong Li, dalam dua kehidupan ini hanya aku habiskan untukmu. Hanya untuk kembali menikah denganmu lagi. "
"Nangong Li, pada akhirnya aku digunakan untuk menggantikan orang lain. "
Semua kata kata ini melintas dengan kacau di kepala Chang Rui yang membuatnya menyandarkan kepalanya ke dinding dengan lemah.
Kesadarannya mulai hilang dan Cuiyun yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung terkejut ketika melihat Nona nya dalam keadaan pingsan.
__ADS_1
Cuiyun hanya bisa merawat Chang Rui sendirian dengan hati hati dan tidak berani untuk memanggil tabib.
Chang Rui telah berpesan sebelumnya bahwa mereka tidak bisa mempercayai orang orang yang ada di Kekaisaran.
Karena begitu maka Tabib Kekaisaran juga tidak bisa di percaya, lalu yang dimaksud dengan Tabib Chang Rui juga hanyalah buatan.
Sehingga Cuiyun bingung harus melakukan apa dan hanya bisa membantu Nona nya dengan pengetahuan dasar.
Chang Rui tenggelam dalam kedalaman tanpa dasar yang sangat gelap dan dingin. Kondisi seperti ini menghapus semua kewarasannya.
"Wangye, apakah aku cantik dengan pakaian ini ?"
"Wangye, kenapa kamu sendirian disini ?"
Wangye , apakah kamu kesepian ?"
Itu semua adalah suaranya, tapi siapa yang dipanggil dengan Wangye ini ? Apakah Nangong Li ?
Tapi, siapa Nangong Li ini ? Chang Rui benar benar tidak tahu siapa Nangong Li ini, benar benar tidak ada gambaran di kepalanya.
Chang Rui langsung tersadar dari pingsannya dan benar benar ingin langsung pergi ke Dinasti Qing.
"Nona, kamu tidak perlu menyusul Tuan Muda Liu sampai ke sana. " Ucap Cuiyun salah tangkap.
Chang Rui menggelengkan kepalanya dan melihat keluar, Nangong Li..... Nangong Li ! Siapa orang ini ?!
"Berapa jaraknya ?" Tanya Chang Rui.
"Aku dengar bahwa jaraknya lebih dari 200 mil. " Ucap Cuiyun.
Chang Rui menganggukkan kepalanya dan menyadari, kalau dulu ada mobil maka itu akan baik baik saja.
Dengan mobil maka akan bisa menempuh tempat itu dalam beberapa jam. Tapi, disini hanya ada kuda.
Kuda walaupun cepat tapi mudah lelah dan mudah untuk lapar, sehingga kebanyakan waktu habis untuk istirahat.
Kedua, juga dengan jalan lewat hutan yang membuat jarak menjadi jauh. Berbeda dengan zamannya yang telah dibuka jalan lurus sehingga jaraknya bisa dipersingkat.
__ADS_1
"Siapkan kuda, beli dua kuda yang paling baik. Berapapun harganya, aku menginginkannya. "Perintah Chang Rui.
Lalu, terdengar ketukan pintu dan itu ternyata adalah Kasim kepercayaan milik Kaisar.
"Putri Cheng Qing diminta oleh Yang Mulia untuk masuk ke dalam Aula. " Ucap Kasim Wan.
"Tunggu sebentar Kasim Wan, aku akan berganti pakaian. " Ucap Chang Rui.
Lalu Chang Rui berganti pakaian menjadi pakaian yang megah dan elegan, tidak seperti Yu Qingyun yang menggunakan semua perhiasannya.
Chang Rui tidak mengenakan perhiasan apapun , hanya mengenakan pakaian berwarna merah terang yang menunjukkan kecantikannya dan auranya yang berani.
Di temani oleh Cuiyun, merek berdua berjalan menuju Istana. Perjalanan menuju Istana tidak lagi terasa jauh seperti yang mereka lakukan sebelumnya.
Sesampainya disana ternyata ada Nangong Xi dan Yu Lian, Chang Rui menundukkan kepalanya dengan sopan dan memberi hormat.
"Cheng Qing mendoakan agar Ayah selalu panjang umur dan sehat selalu. " Ucap Chang Rui dengan kesopanan palsu.
"Santai saja, duduk dulu disini. " Ucap Yu Lian sambil menunjuk bagian kiri yang paling dekat.
"Ayah hari ini akan membahas perjodohan mu. "Lanjut Yu Lian.
Chang Rui mengepalkan tangannya di dalam lengan pakaiannya tapi tetap memaksakan diri untuk tetap tersenyum.
"Cheng Qing akan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Ayah. " Ucap Chang Rui masih berusaha untuk tetap tenang.
"Selama 3 generasi , kita memiliki hubungan yang baik dengan Kekaisaran Dinasti Qing. Tapi, belakangan ini hubungan kita melonggar dan membuat orang bingung. "
"Demi hal baik ini, aku ingin kita semua mempererat hubungan kita lagi dengan cara melakukan perjodohan. Ada seorang Paman Kekaisaran yang masih muda, dia juga tidak memiliki istri atau Selir. Akan lebih baik jika kamu menikah dengannya. " Ucap Yu Lian.
"Putri Cheng Qing, adikku adalah orang yang kompeten. Dia tampan dan gagah, masih muda. Namanya adalah Nangong Li, akan sangat senang jika bisa menjalin hubungan kekeluargaan dengan Dinasti Yuan. " Ucap Nangong Xi dengan senyum palsu.
Chang Rui sedikit memiringkan kepalanya dan memegang cangkirnya lalu sedikit memutar mutar isinya, tampak sedang menunggu sesuatu.
Dia memegang cangkir dengan ibu jari dan jari tengah, seperti ketika dia sedang memegang cangkir dadu.
Dia selalu seperti itu, jadi pada saat ini, semua orang tidak bisa menebak jawaban apa yang akan dia keluarkan.
__ADS_1
"Tentu saja, dengan senang hati. Tapi, Tuan Nangong, apakah kamu memiliki kuasa untuk itu ? Kebetulan aku mendapatkan kabar bahwa kamu bukan lagi seorang Kaisar. Apakah kamu masih memiliki kemampuan untuk menjodohkan ku dengan adikmu ? Aku mendengar bahwa pada saat ini yang menjadi Kaisar adalah Nangong Xiu, bukan Nangong Xi. " Ucap Chang Rui sambil terkekeh.
Wajah semua orang di ruangan itu berubah dan Yu Lian dengan Nangong Xi saling menatap satu sama lain dengan wajah pucat.