REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
158. Kembali Ke Ibukota


__ADS_3

Chang Rui pada akhirnya melukai dirinya sendiri ketika akan pergi ke Istana, menunjukkan bahwa dia mendapatkan serangan diperjalanan.


Dengan begitu maka dia akan bisa mengarang kematian Fu Jin Yang dan Jiu Qing, Cuiyun juga melakukan hal yang sama.


Ketika mereka berdua saling bahu membahu berjalan masuk ke dalam gerbang Ibukota, mereka tahu bahwa tidak akan ada jalan kembali pada mereka, mereka hanya bisa kembali sebagai pemenang atau jika tidak maka mereka tidak akan pernah bisa kembali.


Chang Rui terkejut ketika melihat orang yang menjemput mereka, itu bukanlah wajah yang asing.


Wajah itu sudah sering dilihatnya dan orang ini juga yang membantunya pada saat itu.


"Kasim Liu, tidak berharap bahwa ayah akan mengirimkan mu sendiri kesini. " Ucap Chang Rui dengan senyum berat.


Senyum yang membawa kesedihan sesuai dengan peran yang dia mainkan.


"Apa yang terjadi pada Putri ?" Tanya Liu Chang segera turun dari kuda.


"Kami diserang oleh orang entah darimana dan berhasil kabur, pada saat ini kedua orang yang dipinjamkan oleh ayah telah mengorbankan diri mereka. " Ucap Chang Rui dengan sedih dan tampak meneteskan air mata.


"Tuan Putri bisa tenang, selama ada aku disini maka Tuan Putri akan aman. " Ucap Liu Chang sambil menatap matanya.


Chang Rui menatap kembali pada mata Liu Chang, tatapannya lembut dan membuat Liu Chang terenyuh.


"Kalian bisa pergi terlebih dahulu , aku akan membicarakan sesuatu dengan Putri Cheng Qing. " Ucap Liu Chang.


Cuiyun mengerti dan berjalan pergi dengan beberapa pengawal yang dibawa oleh Liu Chang.


"Kenapa kamu memilih jalan ini ?" Tanya Liu Chang.


"Kenapa aku tidak boleh memilihnya ? Di Istana, tidak ada yang menyukaiku, aku tentu saja akan mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk aku bersandar selama hidupku. Bukankah kami juga menganggap keberadaan ku menganggu ? " Tanya Chang Rui dengan acuh tak acuh.


Chang Rui mengendarai kuda sementara Liu Chang berjalan kaki , laju kudanya tidak cepat dan hanya rata rata saja jadi Liu Chang tidak ketinggalan.


"Tapi , bukankah ada jalan yang lebih baik ?" Tanya Liu Chang dengan putus asa.

__ADS_1


Liu Chang khawatir dengan Yu Cheng Qing, takut bahwa Yu Cheng Qing akan hidup menderita di Kota Wu.


Tanpa menduga bahwa Yu Cheng Qing telah tiada , hanya menyisakan Chang Rui. Liu Chang salah besar jika mengira bahwa ini adalah langkah yang diambilnya dengan gegabah.


Chang Rui tahu bahwa tidak mudah baginya untuk bertanggung jawab untuk kehidupan satu Kota penuh.


Tapi, dia masih akan mencoba melakukan yang terbaik. Jika dia pantang menyerah maka bukan Chang Rui namanya.


"Liu Chang , bagi orang yang hidup dalam kebanggaan sepertimu pasti selalu ada jalan, tapi bagiku yang tinggal ditengah keputus asaan sejak muda, tidak mudah untuk menemui kesempatan ini. " Ucap Chang Rui.


"Cheng Qing, apakah kedekatan kita...... tidak bisa seperti dulu lagi ?" Tanya Liu Chang dengan sedih.


"Bahkan orang paling sabar masih akan menemui kemarahan mereka ketika diuji berkali kali, bagaimana mungkin aku yang hanya orang biasa bisa mengabaikan hal ini ? Kamu mengira bahwa aku akan terus mengejarmu sementara aku telah mengerahkan semuanya untukmu. Puncaknya adalah ketika Yu Qingyun ingin membunuhku. "Jawab Chang Rui.


Chang Rui berusaha menyampaikan semua ketidak adilan yang diterima oleh Yu Cheng Qing semasa hidupnya tanpa mengungkapkan identitas dirinya sendiri.


"Jadi, jangan berharap lagi, Liu Chang. Aku tidak akan kembali, aku ingin menunjukkan bahwa aku juga memiliki harga diri. " Lanjut Chang Rui sebelum akhirnya memacu kudanya untuk berjalan lebih cepat dan meninggalkan Liu Chang sendirian di belakang.


"Tunggu sebentar ! Luka mu harus dirawat terlebih dahulu !" Seru Liu Chang.


Chang Rui hanya melirik dengan sudut matanya dan tampak tidak senang lalu mendengus.


"Bukan urusanmu !" Balas Chang Rui sebelum akhirnya memacu kudanya lebih cepat.


Itu adalah balasan yang pas untuk Liu Chang, ketika hari itu, Yu Cheng Qing juga pernah mengatakan hal yang sama dengan Liu Chang pada saat ini.


Dan pada akhirnya Liu Chang membalas dengan kata kata yang sama seperti yang dikatakan olehnya.


Chang Rui melihat sekeliling dengan tatapan rumit, pada akhirnya dia kembali lagi ke Ibukota yang megah ini.


Tapi, dibalik semua kemegahan nya, itu terdapat kekelaman yang tersembunyi di dalamnya. Chang Rui langsung kembali ke kediamannya sebelum akhirnya Cuiyun tiba setelah sepuluh menit kemudian.


"Akan lebih baik jika Putri Cheng Qing langsung menghadap kepada Yang Mulia dan menerima penobatan mu. " Ucap Liu Chang.

__ADS_1


"Tolong sampaikan pesanku kepada Yang Mulia, hamba ini terluka sepanjang perjalanan dan akan beristirahat terlebih dahulu, mohon belas kasih dari Yang Mulia. " Balas Chang Rui.


Liu Chang menunduk dan berjalan pergi untuk membawa pesannya, diluar Istana mereka bisa bersikap dengan lebih santai.


Tapi, jika di Istana maka mereka harus waspada 24 jam dan dimana saja karena selalu ada mata mata yang mengintai.


"Nona , kenapa kamu tidak ingin menemui Yang Mulia secara langsung ?" Tanya Cuiyun dengan bingung, karena mereka tidak pernah mengalami sesuatu yang disebut dengan kelelahan di perjalanan.


"Kenapa harus terburu buru, Yang Mulia pasti akan memberikan belas kasihnya jika tidak maka dia akan dianggap sebagai seorang Ayah yang buruk. " Balas Chang Rui dengan wajah sinis.


Cuiyun yang mendengar ini telah memikirkan semua kemungkinan, tapi benar benar tidak tahu apa alasan sebenarnya dari Nona mereka untuk menunda pertemuan dengan Kaisar.


Cuiyun tidak tahu bahwa Chang Rui sedang malas dan tidak ingin bangkit dari atas ranjang, matanya sangat berat dan benar benar mengantuk.


Hanya dalam waktu setengah jam sejak kedatangannya kembali ke Ibukota, Chang Rui tertidur dengan lelap.


Cuiyun yang melihat ini membantu menyelimuti Nona nya dan melepaskan sepatu Nona nya.


"Tampaknya Nona benar benar kelelahan, aku akan tinggal di kamarku. " Ucap Cuiyun.


Sementara Chang Rui sendiri tidak tahu memimpikan apa, dia berjalan sendirian di padang pasir.


Padang pasir yang panas luar biasa dan membuat kulitnya terkelupas tanpa ampun. Ketika malam hari tiba, itu adalah rasa dingin yang merontokkan tulang.


Rasa sakitnya tidak tertahankan, Chang Rui benar benar tidak tahu bagaimana cara untuk bertahan di tempat ini.


"Aku harus bertahan....... " Gumam Chang Rui dengan lemah.


Tangannya telah dipenuhi dengan luka terbuka karena pasir yang panas dan angin malam yang dingin.


Chang Rui samar samar mengingat bahwa dia berada disini untuk mencari suatu tanaman obat langka untuk seseorang.


Siapa orang itu ? Siapa orang yang mampu membuatnya bekerja sekeras ini ?

__ADS_1


__ADS_2