REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
239. Ketenangan Sejenak II


__ADS_3

Nangong Li begitu sempurna layaknya seorang Dewa yang turun ke Bumi untuk menuntaskan cobaan miliknya. Sementara dia sendiri hanya seperti gadis fana pada umumnya.


Dia memang cantik bahkan bisa dikatakan sangat cantik, tapi jika dikatakan paling cantik maka dia tidak yakin. Di dunia yang luas ini, masih ada banyak wanita yang jauh lebih cantik darinya.


Ini membuat Chang Rui tidak percaya diri dengan wajahnya sendiri, tanpa ragu Nangong Li memandang secara terus terusan ke wajah Nangong Li.


"Apa yang sedang kamu lakukan ? Apakah kamu sedang mengagumi karya terindah yang ada di dunia ini ?" Tanya Nangong Li yang secara tidak terduga langsung membuka matanya.


Hal ini membuat Chang Rui terkejut karena Nangong Li tiba tiba membuka matanya dan menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam, seolah olah tidak memiliki dasar.


"Tidak tahu malu..... tapi aku suka. Aku memang mengagumi keindahan ini sampai sampai aku tidak bisa mengalihkan pandanganku, hanya saja aku benar benar merasa bahwa diriku tidak layak untuk kesempurnaan ini. " Ucap Chang Rui dengan nada candaan.


Tapi, hubungan mereka sangat erat dan mudah untuk menemukan keraguan dalam kata katanya. Nangong Li langsung mengambil tangan Chang Rui lalu menciumi tangannya dengan penuh kasih sayang seolah olah itu adalah sesuatu yang sangat di kasihinya.


"Tidak perlu merasa rendah diri, bagiku kamu adalah yang paling sempurna. Tanpamu, maka aku tidak akan bisa mencapai kata kata sempurna sedikit saja. " Ucap Nangong Li dengan tatapan yang mendalam seolah olah dia mengungkapkan segala kejujuran terpendam di dunia ini.


"Tidak apa apa, jangan di anggap serius, aku hanya bermain main denganmu, bagaimana kamu bisa begitu serius dan kaku ?" Tanya Chang Rui berusaha untuk memecahkan keseriusan ini.


Chang Rui tidak ingin menunjukkan perasaannya yang sebenarnya agar tidak menyebabkan kekhawatiran berlebih pada Nangong Li.


"Syukurlah jika begitu, aku menjadi lebih tenang ketika mendengarnya. Apakah kamu baik baik saja ? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu." Ucap Nangong Li lalu bangkit berdiri.


"Aku mendengar dari beberapa orang bahwa kalian laki laki tidak akan puas setelah satu kali melakukannya, terutama ketika hari pertama. " Ucap Chang Rui.


"Hmm..... kita sudah melakukannya lebih dari dua jam aku pikir, mengingat bahwa ini telah tengah hari. Aku tentu saja ingin melakukannya lagi denganmu tapi sayangnya aku kasihan dengan kondisimu pada saat ini yang bahkan sulit untuk melakukan apapun. Aku tidak akan memaksamu hanya demi keinginan egois ku lagi."Ucap Nangong Li dengan hati hati.


Chang Rui yang mendengarkan alasan dibalik tindakan Nangong Li langsung merasa terharu dan tatapannya berubah menjadi berkaca kaca sementara Nangong Li menggendongnya.

__ADS_1


Chang Rui mengalungkan tangannya di leher Nangong Li, Nangong Li membantu Chang Rui untuk masuk ke dalam bak mandi yang penuh dengan uap hangat yang lembut, mengisyaratkan bahwa ada air hangat di dalamnya.


Chang Rui merasa bahwa kakinya menjadi lebih baik setelah berendam, Chang Rui menghela nafas dengan lega tapi melihat bahwa Nangong Li sendiri belum mandi.


"Kemarilah dan masuk, ayo mandi bersama. " Ucap Chang Rui.


"Tidak apa apa, aku akan menunggu mu selesai." Ucap Nangong Li sambil menolak dan terus menerus memejamkan matanya.


"Ayolah, kamu sudah begitu lengket, ayo mandi bersama dengan begitu maka urusan akan lebih cepat selesai. " Ajak Chang Rui dengan nada memohon dan Nangong Li pada akhirnya tidak bisa menolak ajakan menggoda milik Chang Rui ketika tangannya ditarik oleh Chang Rui.


Entah karena kurang sadar atau karena terlalu polos, Chang Rui sendiri tidak sadar bahwa bak mandi itu sangat sempit ketika diduduki berdua.


Bahkan kaki mereka saling menyentuh satu sama lain dan bisa merasakan tubuh polos masing masing , gairah Nangong Li yang sudah padam sekalipun, langsung meningkat dengan drastis sekali lagi.


Benar benar hebat, bahwa Chang Rui yang memancing semua ini terlebih dahulu membuat Nangong Li kehabisan kata kata.


"Aku sudah selesai, aku akan keluar. " Ucap Chang Rui dengan wajah yang merah padam.


Tapi , tangannya telah ditarik oleh Nangong Li terlebih dahulu dan Nangong Li membawa Chang Rui ke atas pangkuannya.


Wajah Chang Rui bahkan berubah menjadi lebih merah ketika merasa sesuatu yang keras, didudukinya.


"Karena kamu telah membangkitkan nya, maka kamu harus bertanggung jawab untuk itu, sayang. " Ucap Nangong Li dengan lembut memeluk tubuhnya dari belakang.


Tiba tiba suhu air meningkat beberapa derajat celcius dan keringat dengan air bercampur menjadi satu.


Chang Rui berpegangan pada dinding bak mandi kuat kuat dan menggigit bibirnya dalam dalam sementara tubuhnya terus bergoyang.

__ADS_1


Nangong Li tampak sangat semangat, dia telah menahan diri sejak tadi dan Chang Rui sendiri yang memberinya kesempatan untuk melakukannya.


Nangong Li bergerak dengan energi tanpa batas membuat Chang Rui seolah olah akan terdorong keluar dari bak mandi.


Setelah beberapa waktu, bahkan kegiatan mandi mereka tidak kunjung selesai dan akhirnya berhenti sejenak setelah mendengar suara retakan.


Chang Rui melihat bahwa dinding bak mandi ini telah retak karena mendapatkan tekanan dari dorongan Nangong Li.


"Sudah, hentikan.... ini bahkan sudah retak. " Ucap Chang Rui dengan suara yang habis karena tak henti hentinya dibuat menjerit oleh Nangong Li.


"Hm, kalau begitu maka kita terpaksa untuk melanjutkannya di tempat yang lain." Ucap Nangong Li dan menggendong Chang Rui keluar dari bak mandi lalu menjatuhkan Chang Rui di atas ranjang.


Tanpa memberi jeda yang cukup, Nangong Li kembali melanjutkan aktivitasnya dengan penuh semangat sambil menciumi leher leher Chang Rui.


Chang Rui bahkan telah kehabisan suara dan tenaga, benar benar tidak ada tenaga lagi. Ketika Chang Rui tersadar dari pingsannya, Chang Rui akhirnya menyadari bahwa hari telah berubah menjadi gelap.


Dari gelap sampai gelap lagi, betapa ganasnya Nangong Li di atas ranjang membuat Chang Rui bergidik ngeri.


Seluruh tubuh nya terasa sakit dan membuat Chang Rui tidak bisa berkata kata lagi x perutnya kosong dan membuat cacing cacing berdemo.


Lalu, Chang Rui merasa bahwa seluruh tubuhnya menjadi lengket dan dipenuhi oleh cairan. Chang Rui akan bangkit berdiri sebelum akhirnya ditarik kembali oleh Nangong Li untuk kembali berbaring dipelukannya.


"Ayolah lepaskan, aku lapar.... apakah kamu tidak sayang padaku dan ingin aku mati kelaparan ?" Tanya Chang Rui dengan memelas.


"Panggil aku sayang maka aku akan melepaskan mu dan membiarkan mu makan sepuasnya. " Ucap Nangong Li dengan nakal.


"Dalam mimpimu !" Seru Chang Rui.

__ADS_1


__ADS_2