
"Kamu sudah sadar ? Apakah kamu merasakan ketidak nyamanan di beberapa tempat ?" Tanya Chang Rui dengan perhatian dan berusaha untuk tetap tenang agar tidak memberikan kejutan pada Nangong Li.
Nangong Li menatapnya dengan tatapan syukur seolah olah takut bahwa dia tidak akan bisa bangun lagi.
Tapi untungnya hal itu tidak menjadi kejadian, Nangong Li masih bangun dalam keadaan yang sehat.
Lagipula, Chang Rui tidak akan membiarkan Nangong Li pergi dan tidak akan ada yang bisa mengambil Nangong Li dari sisinya.
Chang Rui memeluk Nangong Li tapi tidak berani untuk terlalu erat, air matanya mengalir dengan deras seolah olah merasakan ketakutan yang sama dengan Nangong Li.
"Aku benar benar takut bahwa kamu tidak akan bisa berbincang denganku lagi. " Ucap Chang Rui dengan terisak.
"Tidak akan, aku memiliki hidup seperti kecoak. Aku tidak akan mati bahkan jika dipukul beberapa kali. " Canda Nangong Li yang membuat semua orang tertawa.
"Aku kira kamu benar benar akan mati dan membuat adikku menjadi seorang janda muda. Tapi walaupun dia seorang janda muda, aku tetap yakin bahwa ada ratusan pria dari manapun yang akan mengantri untuknya. " Ucap Chang Jian Ming.
"Kakak !" Seru Chang Rui dengan kesal.
Lalu Chang Rui pun mengecek kondisi Nangong Li lalu menyadari bahwa semuanya masih stabil dan secara ajaib Nangong Li sudah berubah seperti semula.
Mungkin, Dewi Kematian sekalipun segan untuk mengambil nyawa Nangong Li. Karena Nangong Li yang kemarin sekarat sekarang dalam kondisi seolah olah dia tidak pernah sakit.
"Jika harus mengatakan maka air matamu adalah satu hal yang membuatku dengan cepat sembuh karena aku ingin cepat cepat menyeka air matamu. " Ucap Nangong Li menggoda Chang Rui.
Chang Jian Ming menghela nafas melihat pasangan muda ini sebelum akhirnya mendengus dengan kesal.
__ADS_1
"Baiklah, baiklah, kalian mulai bertindak seolah olah dunia ini hanya dimiliki oleh kalian berdua. Aku akan pergi karena kondisimu sudah normal." Ucap Chang Jian Ming dengan jengah.
Lalu berjalan keluar setelah Chang Jian Ming keluar, Chang Rui merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bermanja manja dengan Nangong Li sebelum akhirnya mengingat masalah pencuri kemarin yang sempat menjadi pertanyaan.
"Ah ya, aku kemarin memerintahkan pengecekan karena aku menyadari bahwa ada seorang penyusup yang seharusnya masuk tidak lama setelah kamu pingsan. "Ucap Chang Rui dengan serius.
"Penyusup ? Disini ? Bukankah sulit untuk masuk kesini ?" Tanya Nangong Li.
"Memang, tapi aku mengingat bahwa kamu mengatakan kalau Perpustakaan hampir tidak pernah di kunjungi tapi tepat ketika aku ingin membaca buku buku tentang pengobatan , aku melihat sesuatu yang aneh, yaitu buku itu tampak sangat bersih. Seolah olah buku itu baru saja diletakkan disana, lalu aku mengecek buku itu dan aku menemukan bahwa ada dua halaman yang dirobek dari buku itu. " Jawab Chang Rui.
Lalu Chang Rui menunjukkan buku ungu itu, buku yang menunjukkan keanehan itu.
"Buku ini adalah buku pengobatan yang senang dibaca oleh ayahku, pada saat itu dia memberikannya padamu dan karena aku tidak suka membaca maka aku menyimpannya di dalam perpustakaan tanpa menyentuhnya lagi. " Ucap Nangong Li sambil melihat buku itu berulang kali seolah olah ingin melihat apa yang terjadi pada buku ini.
"Aku memerintahkan penyelidikan tapi pada saat ini masih tidak menemukan pelakunya hanya saja aku menemukan sapu tangannya di halaman belakang yang memiliki harum akar astragalus. " Ucap Chang Rui lalu memberikan sapu tangan itu kepada Nangong Li untuk dihirup.
"Aku mengenal seseorang dengan alergi parah tapi tidak dengan harum ini, Zhang Yue memiliki alergi yang parah jika dia memakan kacang. Tapi tidak ada bau seperti ini di tubuhnya jadi aku yakin itu bukan dia lalu dia juga hanya kembali enam bulan sekali, jika menghitung waktu kepergiannya maka dia akan kembali dalam 2 bulan lagi. " Jawab Nangong Li.
Chang Rui mendengar ini dan mengangguk, kecil kemungkinan bahwa pelakunya adalah Zhang Yue. Kenapa dia bisa mengatakan hal itu ? Karena Zhang Yue sudah mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil obat obatan demi Nangong Li.
"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu, sejak kapan kamu mulai mengalami bejalan Racun Gu lagi ?" Tanya Chang Rui.
"Kamu sudah menebak ya ? Sejak beberapa bulan lalu, mungkin sekitar 6 atau 7 bulan lalu, semula hanya satu bulan sekali lalu berubah menjadi 2 minggu sekali tapi anehnya belakangan ini agak reda tapi tiba tiba ibu kembali berulah dan menjadi sangat parah. " Jawab Nangong Li.
"Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya padaku sebelumnya ?" Tanya Chang Rui.
__ADS_1
"Aku tidak ingin membuat mu khawatir, aku tidak ingin kamu sibuk memikirkan ku. " Jawab Nangong Li.
"Kamu terlalu percaya diri, siapa yang akan memikirkan mu ?" Tanya Chang Rui dengan sebal.
Lalu Chang Rui melihat bahwa ada sepucuk surat yang dikirim lewat Qi, pastinya bukan dari manusia yang mengirimnya.
Apakah yang mengirimnya adalah Huang Lingyi ? Chang Rui bertanya tanya untuk hal ini lalu menatap Nangong Li.
"Coba buka, aku ingin melihat dari siapa. " Ucap Nangong Li.
Tidak lama kemudian, surat lainnya datang dan kali ini dikirimkan untuk Nangong Li dan mereka menebak bahwa ini adalah dari Huang Lingyi.
Ketika dibuka, isinya sama dan itu menyatakan bahwa ada serangan mendadak di bagian utara Kerajaan Langit.
Hal ini adalah hal mendesak sehingga seluruh dewa atau dewi yang berada di luar, diminta untuk kembali ke Kerajaan Langit.
"Sepertinya ini sangat mendesak, haruskah aku mengatakannya padamu bahwa kamu sedang tidak sehat ?" Tanya Chang Rui pada Nangong Li.
"Tidak, aku sudah baik baik saja. Jika aku tidak datang maka aku akan menyesal jika sampai terjadi sesuatu. Sebagai salah satu Dewa besar maka tidak pantas bagiku untuk melakukan ini. " Jawab Nangong Li dengan mantap.
"Itu bukan masalah apakah kamu Dewa besar atau Dewa Kecil, jika kamu tidak baik baik saja maka aku akan menggantikan mu !" Seru Chang Rui dengan khawatir.
"Tidak ada gunanya untuk khawatir, aku akan pergi bersama denganmu. " Chang Rui pada akhirnya menghela nafas dan menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa mencegah Nangong Li untuk ikut jika Nangong Li sudah bertekad seperti ini.
"Baiklah, ayo pergi !" Ucap Chang Rui dan mengajak Nangong Li keluar lalu ketika sampai di halaman, sayapnya tumbuh bersama dengan milik Nangong Li dan mereka mulai melesat ke langit dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Keduanya tampak sangat mengesankan tapi pada dasarnya melupakan bahwa masih ada Chang Jian Ming dirumah.