
Seminggu berlalu, dan dalam seminggu ini Kota Wu telah berubah menjadi Kota yang sibuk. Mereka pergi memancing dengan Chang Rui yang mengawali.
Lalu di awetkan dengan garam untuk disimpan pada saat musim dingin, semuanya di pertimbangkan oleh Chang Rui dengan hati ahri.
"Cepat, cepat simpan kesini. Ingatlah untuk hati hati, sedikit ketidak hati hatian mampu menghancurkan kehidupan seseorang. " Ucap Chang Rui menjadi komando bagi orang orang yang mengangkut barang.
Sementara Liu Wuji sendiri berkumpul dengan sekelompok anak anak yang sedang bermain main, wajah Liu Wuji tampak dihiasi dengan senyum manis layaknya seorang pangeran yang datang dari Kerajaan yang jauh.
"Kakak, kakak ! Tolong ajari aku bagaimana menulis namaku sendiri !" Ucap seorang anak dengan antusias.
"Baik, kakak akan mengajari kalian bagaimana cara untuk menuliskan nama kalian sendiri. "Balas Liu Wuji dengan ramah.
"Liu Wuji, apakah kamu baik baik saja dengan semua itu ?" Tanya Chang Rui.
"Tentu saja, tidak masalah. Aku senang bergaul dengan anak anak, aku dulu memang suka mengajari orang lain dan pada saat ini bakat terpendam ku akhirnya berguna. " Canda Liu Wuji.
"Jadi, bagaimana dengan kondisi hubungan mu dengan Hua Jin ? Apakah kalian sudah berbaikan ?" Tanya Chang Rui.
"Belum.... tapi sudah menjadi lebih baik, aku akan meminta maaf lagi padanya sampai akhirnya dia memaafkan ku. Bagaimana denganmu kakak ipar, apakah kamu sudah memiliki kekasih ?" Tanya Liu Wuji dengan candaan.
"Belum." Jawab Chang Rui dengan jujur.
"Kalau begitu, apakah kamu tertarik pada Pangeran Dinasti Ming kami ? Kami memiliki ketampanan dan kekuatan yang tiada taranya. " Ucap Liu Wuji dengan ahli mempromosikan kakak kakaknya.
"Maaf, tapi tidak. " Ucap Chang Rui.
"Apakah kamu sudah memiliki seseorang yang kamu sukai ?" Tanya Liu Wuji.
"Ya, sudah ada seseorang yang sangat aku sukai. Tapi, sayangnya tidak ada kemajuan di antara kami. " Keluh Chang Rui.
"Apakah seorang Anggota Kekaisaran ?" Tanya Liu Wuji.
__ADS_1
"Ya, anggota Kekaisaran. " Jawab Chang Rui.
"Kekaisaran Dinasti apa ?" Tanya Liu Wuji.
"Qing, sudah jangan tanya lagi atau jika tidak maka kamu akan bisa dengan mudah menebak orangnya. " Ucap Chang Rui dengan buru buru menutup pembicaraan ini.
"Jika kamu suka maka katakan bahwa kamu suka, tidak perlu menunggu laki laki yang mengatakannya. Kamu bisa saja mengatakannya yang pertama, jangan khawatir pada saat ini cara menunggu laki laki sudah ketinggalan zaman. " Ucap Liu Wuji menyemangatinya.
Chang Rui mengangguk dan berpikir tentang Nangong Li, sejak pulang ini dia tidak sekalipun melihat pria itu sebagaimana mereka bertengkar terakhir kali.
Nangong Li tidak pernah keluar dari kamarnya, hanya berdiam diri di dalam kamarnya layaknya seorang pria yang penyakitan.
Chang Rui berdiri di taman dan menghirup udara bebas, tampak sangat senang dengan semua ini. Dia merasa sesak belakangan ini, bahkan tidak tidur dua hari.
Matanya bengkak dan tidak menunjukkan tanda tanda kehidupan manusia, benar benar menyedihkan.
"Aku minta maaf padamu atas tindakan ku sebelumnya. " Ucap suara di belakangnya yang membuat Chang Rui tampak terkejut.
"Hm, aku tidak marah padamu. Belakangan ini aku terus menerus mencari cara agar bisa meminta maaf padamu dengan cara yang baik dan takut bagaimana tanggapan mu padaku. " Balas Nangong Li dengan gugup.
Ini benar benar tidak tampak seperti Nangong Li pada umumnya. Hanya saja, Chang Rui tidak mampu melihat perbedaan itu.
Bagaimanapun, ingatannya tidak lengkap dan jika dibandingkan dengan tindakan Nangong Li sehari hari maka Chang Rui tidak merasa ada yang aneh.
"Pada saat ini, aku harus kembali ke Istana. Ada yang memanggilku untuk mendiskusikan sesuatu, aku pasti akan kembali dalam waktu dua minggu. " Ucap Nangong Li bagaikan petir disiang bolong.
Chang Rui yang mendengar ini tiba tiba tersadar bahwa Nangong Li tidak selamanya milik Dinasti Yuan dan tidak bisa hidup selamanya bebas.
Nangong Li yang sudah lama tinggal dengannya membuat Chang Rui terlena oleh kenyamanan nya dan berpikir bahwa dia akan tinggal disini selamanya, Chang Rui benar benar telah terlena oleh hal hal ini.
"Kalau begitu...... maka aku akan menunggu mu, kapan kamu akan pergi ?" Tanya Chang Rui dengan lidah yang kelu.
__ADS_1
Dia ingin menahan kepergian Nangong Li, tapi apa hak yang dimiliki olehnya untuk menahan Nangong Li pergi ? Dia tidak memiliki status apapun yang layak untuk di sebutkan di hadapan Nangong Li.
"Aku akan pergi malam ini. " Jawab Nangong Li dengan mantap.
"Jika begitu maka berhati hatilah di jalan, ingatlah bahwa Kota Wu akan selalu menerimamu. " Ucap Chang Rui.
Mereka telah berbaikan pada saat ini tapi mereka harus berpisah sekali lagi dengan menyedihkan, tidak tahu apa yang harus dilakukan layaknya sepasang kekasih di sekolah menengah atas.
Dimana setiap keputusan dibuat dengan bimbang, Chang Rui menemani Nangong Li sampai ke pintu gerbang dan sesampainya di sana.
Hati Chang Rui benar benar berat seolah olah tidak bisa melepaskan Nangong Li bahkan jika Nangong Li mengatakan bahwa hanya dua minggu kepergiannya kali ini.
"Aku tentu saja akan kembali, jangan khawatir. Jika kamu tidak percaya maka aku akan menitipkan kalung ini. " Ucap Nangong Li.
Nangong Li mengeluarkan sebuah kalung kupu kupu yang disimpan di sakunya dan memberikannya pada Chang Rui.
"Tolong jaga baik baik ya, itu adalah benda yang sangat penting bagiku. " Pesan Nangong Li sambil tersenyum sebelum akhirnya memacu kudanya.
Chang Rui mencoba untuk memasangkan kalung itu pada dirinya sendiri dan siapa yang menyangka bahwa itu akan sangat pas pada dirinya sendiri.
Sementara disisi lain, Nangong Li merasa lega karena kalung itu telah kembali ke tangan yang seharusnya menjadi pemiliknya sejak awal.
Nangong Li pada malam itu, berjalan berdua dengan Long Yu ke pasar, tanpa diduga duga bertemu dengan seorang gadis yang naif dan berjualan mainan bambu.
Tampak begitu berani dan manis, kebetulan setelah berpisah dari sana, Nangong Li menemukan kalung kupu kupu ini di pasar dan menyimpannya.
Sudah sangat lama dia menyimpan kalung kupu kupu itu, hampir 3 tahun lamanya dia menyimpan kalung itu.
"Akhirnya, kamu memiliki nyali untuk memberikan kalung itu padanya bukan ? Selama ini kamu selalu menjadi pengecut. " Ejek Long Yu.
"Ya, akhirnya aku memiliki keberanian untuk memberikan hal tersebut padanya setelah sekian hal. " Ucap Nangong Li dengan helaan nafas lega.
__ADS_1
"Kamu sebenarnya sudah mencintainya sejak pandangan pertama di restoran pada malam festival lampion pada saat itu. " Ucap Long Yu, mengungkapkan kebenaran yang terpendam selama bertahun-tahun.