
Chang Rui kembali ke kediaman Nangong Li dengan hati yang lebih tenang walaupun dia baru saja menyebabkan keramaian yang tidak perlu.
Karena masalah ini sudah diluruskan oleh Nangong Xiu maka akan memalukan jika masih menunggu disana. Untunglah Nangong Xiu tahu apa yang dia inginkan dengan membuat keributan itu.
Chang Rui tiba tiba menyadari bahwa ada seorang anak kecil yang menarik narik pakaiannya ketika dia sudah dekat dengan kediaman Nangong Li.
Chang Rui berjongkok agar menyamakan tingginya dengan anak perempuan itu, anak itu tampan sangat cantik dan menggemaskan tapi agak tidak terawat.
"Kemana orang tuamu ? Tidak baik untuk berjalan sendirian, hm ?" Tanya Chang Rui dengan lembut.
"Ibuku sakit...... ibuku...... ibuku..... " Belum mengatakan dengan jelas, anak ini sudah menangis dengan keras.
Chang Rui merasa panik karena takut bahwa orang orang akan salah paham dan menganggap bahwa dia telah menyiksa anak anak padahal tentu saja tidak akan dia lakukan.
"Bawa aku melihat Ibumu, ya ?" Tanya Chang Rui dan gadis kecil itu mengangguk.
Chang Rui menggandeng tangan anak itu dan masuk ke dalam lorong lorong kecil lalu bertemu dengan seseorang yang tidak pernah diduga duga olehnya.
"Chang Linxi ?" Tanya Chang Rui dengan terkejut pada gadis di depannya.
Gadis di depannya bertanya tanya kenapa dia bisa mengenali namanya sampai akhirnya melihat wajah Chang Rui.
"Chang Rui ! Tolong lepaskan adikku, aku akan menggantikannya jika dia melakukan kesalahan padamu !" Ucap Chang Linxi sambil menangis.
Chang Rui mengenang kenangan masa lalu, ketika Chang Zi dipenjara sementara Fang Qing Ying dan putra putrinya juga dihukum.
Seluruh selir dan putra putri lainnya langsung diceraikan dan disuruh untuk hidup mandiri dan ini adalah salah satunya.
Chang Lin Xi, mereka jangan berinteraksi sebelumnya dan mereka tidak memiliki hubungan yang mendalam hanya saja paling tidak mereka masih mengenal satu sama lain.
"Kamu pasti terkejut karena aku masih hidup disini , jadi bagaimana dengan kabar ibumu ?" Tanya Chang Rui.
Chang Rui membantu Chang Lin Xi dan adiknya untuk bangun. Chang Lin Xi tampaknya terlalu takut untuk mengatakan kondisi ibunya.
"Aku bertemu dengan adikmu, dia mengatakan bahwa ibumu sedang sakit. Barangkali ada hal yang bisa ku bantu maka akan ku bantu. " Ucap Chang Rui.
Chang Lin Xi tampak sangat terdesak dan benar benar jatuh kedalam keraguan yang mendalam, tidak tahu bagaimana harus menindak lanjuti kata katanya.
"Sebenarnya kondisi ibuku tidak terlalu baik, setelah cerai dari ayah, ibu kembali menikah dengan seorang pedagang daging yang terkenal. Semula kami hidup dengan baik sampai akhirnya kami tahu bahwa dia suka berjudi dan mabuk mabukan, lalu bermain dengan wanita wanita cantik sampai akhirnya bangkrut. Dia juga suka main tangan terhadap ibuku, jadi ya..... kondisi ibuku tidak terlalu baik. Terutama karena disini, sulit bagi wanita untuk menceraikan suaminya kecuali suaminya yang mengajukan cerai terlebih dahulu. " Ucap Chang Lin Xi dengan air mata.
"Lalu, bagaimana kamu ingin menangani ayah tirimu ?" Tanya Chang Rui.
"Aku ingin mengusirnya sejauh mungkin dari kehidupan ibuku dan aku hanya ingin hidup bertiga dengan adik dan ibuku, aku ingin mereka bercerai. " Jawab Chang Lin Xi.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu maka aku akan mengabulkan permintaanmu. " Ucap Chang Rui dengan tawa penuh makna dan berjalan menuju kediaman di dalam.
Terdengar suara pukulan demi pukulan, lalu terdengar juga tangisan seorang wanita. Chang Rui masuk ke dalam rumah itu dengan sebuah tendangan.
Pah !!!
Cambuk nya melesat keluar dan mencambuk pria yang sedang menyiksa wanita di dalam sampai jatuh terlungkup.
"Hanya seperti ini saja kekuatanmu ? Betapa menyedihkan nya. " Ejek Chang Rui.
"Sialan ! Kau ja*lang ! Jangan ikut campur denganku dasar bodoh ! Apakah kau mau ku pukul ? " Tanya pria bodoh itu.
"Lihatlah dirimu baru mengutuk orang lain. Jika kamu masih bisa berjalan ke arahku maka akan ku berikan kamu kesempatan untuk memukulku sekali tanpa menghindar. " Jawab Chang Rui dengan meremehkan dan pria itu segera bangkit ke arahnya tapi sebelum mendekat dadanya sudah di tendang oleh Chang Rui sampai retak dan pria itu bernafas dengan tersendat sendat.
"Aku tidak tahu kenapa sampah sepertimu harus hidup di dunia ini, mengotori pandanganku saja. Kamu bertanya apa urusanku denganmu ? Karena kami saling berhubungan sebelumnya maka kami harus saling menolong satu sama lain, bukankah begitu Selir Ling ?" Tanya Chang Rui sambil menoleh ke arah Ling Yun.
Ling Yun tampak ketakutan ketika melihat wajahnya bahkan lebih takut dibandingkan ketika melihat wajah suaminya.
Chang Lin Xi mengangkat tubuh ibunya dan membawanya keluar dari sana.
"Chang Lin Xi, bawa ibumu dan adikmu keluar dari sini jika tidak ingin muntah. Tapi, jika kamu ingin menyaksikannya juga maka aku akan berbagi pemandangan ini denganmu. " Ucap Chang Rui.
"Aku ingin melihatnya ! Aku tidak takut dengan semua ini ! Aku ingin bajingan ini mati ! Dia telah memukuli ku, adikku dan ibuku, dia membawa wanita dan mabuk mabukkan! Semua perhiasan yang dimiliki oleh ibuku telah dijual olehnya !" Teriak Chang Lin Xi dengan murka.
"Oh bagus, kamu menjadi pemberani sekarang. " Balas Chang Rui dengan tepuk tangan dan berjalan ke arah pria itu lalu berjongkok dan mencengkram dagunya dengan kuat.
Dia memang orang yang kejam , tapi tentunya tidak akan menyerang orang yang tidak bersalah. Bagi orang yang suka bermain tangan seperti ini maka harus dibalas dengan hal yang sama.
Anggap saja dia membalaskan dendam ini untuk Ling Yun dan Chang Lin Xi, beruntung sekali bahwa adik Chang Lin Xi menemukan dirinya tepat di depan kediaman Nangong Li.
Jika dia sudah melangkah sekali saja ke kediaman Nangong Li maka mereka tidak akan pernah bertemu dan nasib dari Ling Yun dan anak anaknya tidak akan berubah.
"Apakah kamu senang bermain tangan ? Apakah seperti ini ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
Chang Rui tertawa tawa dan menampar nampar wajah pria itu dengan kuat , ke kanan dan ke kiri tanpa memperdulikan apapun.
Seolah olah dia sedang memainkan boneka yang baru dia beli, Chang Rui lalu menarik narik rambutnya dan mengambil pedang pendeknya lalu memotong rambut pria itu sembarangan.
"Tidak, tidak rambutku !" Seru pria itu sambil menangis.
"Bagaimana ? Bukankah ini seru, hm ? Memakiku ketika aku baru masuk ya ? Maka kamu harus menerima lebih banyak hal, aku mendengar bahwa kamu sangat suka bermain dengan wanita cantik maka akan kubuat kau tidak bisa lagi melakukannya. " Ucap Chang Rui lalu menarik pedang pendeknya dan menusuk tepat di tempat vital pria itu.
"Arghhhhh !!" Teriak pria itu dengan ketakutan dan suaranya menggelegar.
__ADS_1
Bahkan Chang Lin Xi tidak mengira bahwa dia akan melakukan itu, Chang Rui tidak hanya berhenti disana.
Mengingat bahwa tangan pria ini yang membuat masalah maka Chang Rui mematahkan kedua tangannya.
Jika pria ini hanya bisa menggunakan tangannya untuk melakukan hal hal yang jahat maka akan dia buat pria ini tidak bisa melakukannya lagi.
"Lalu, bagaimana dengan mulutmu ini ? Kamu memakiku sebagai ja*lang, haruskah aku memotong lidahmu ?" Tanya Chang Rui.
"Jangan, jangan ! Jangan potong lidahku !" Itu adalah kata kata terakhir yang bisa dikatakan oleh pria itu.
Chang Lin Xi tidak bisa menahan diri lagi dan segera muntah lalu berlari ke luar, sementara Chang Rui menyeka darah yang memercik ke arah wajahnya.
"Huft, mengotori tanganku saja. Kamu membuatku muak dan tidak nafsu makan, benar benar menyebalkan. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas lalu menginjak kedua kaki pria itu.
Pada saat ini, pria itu tidak lagi memiliki apapun untuk dibanggakan, Chang Rui harus memberi pelajaran pada orang yang sudah memakinya.
Kata kata seharusnya bisa dijaga tapi pria ini memilih untuk menggunakan kata kata yang begitu kasar.
Chang Rui benci ketika harga dirinya di rendahkan maka Chang Rui akan membalasnya seperti ini.
Tidak akan ada yang bisa merendahkan dirinya, terlahir di keluarga Klan Bulan yang memiliki kebanggaan yang tinggi maka dia tidak bisa mentolerir penghinaan.
Chang Rui tidak ingin repot dan menyeret pria ini keluar menggunakan cambuk nya, Chang Rui tentunya menyimpan kembali pedang pendeknya.
Ketika keluar, Chang Rui bisa melihat bahwa Ling Yun bersembunyi dengan anaknya yang kecil di sudut sambil menangis.
"Menangis tidak akan mengubah keadaan, ayo pergi ke pengadilan untuk bercerai jika tidak maka kamu harus menanggung status sebagai istri bajingan ini seumur hidupmu. " Ucap Chang Rui.
"Jangan ke pengadilan ! Kita pasti kalah dan akan di penjara, jangan !" Seru Ling Yun sambil menangis.
"Tidak akan, tidak akan ada yang bisa memenjarakanmu. Jika ada yang berani maka aku akan membunuhnya. " Ucap Chang Rui dengan kilat di matanya yang berbahaya.
"Dimana kakak ?" Tanya anak kecil itu.
"Kakakmu ada di belakang, dia muntah muntah karena tekanan mental. Ayo tunggu dia, jangan lihat ke belakang, hm ? Jika tidak maka kamu akan dihukum. Tapi jika kamu menurut maka aku akan memberimu makan permen. " Jawab Chang Rui.
"Ehm, Ling Di memiliki alergi pada permen. " Ucap Ling Yun dengan takut takut.
"Ah jadi kamu ada alergi pada permen ? Maka jangan memakannya, kakak akan memberikan mu roti daging yang isinya paling banyak ? Bagaimana ?" Tanya Chang Rui.
"Ya ! Aku suka dengan roti daging !" Seru Ling Di.
Kasihan sekali bahwa anak anak ini hampir tidak memiliki marga, seperti Chang Lin Xi pada saat ini hanya dikenal sebagai Lin Xi saja dan Ling Di.
__ADS_1
"Lain kali, kamu harus mencari pria yang baik baik. Jangan sampai menemukan pria seperti ini lagi, seperti Chang Zi atau pria busuk ini, semuanya adalah sampah. " Ucap Chang Rui.
"Aku pikir aku tidak akan menikah lagi, aku akan bekerja untuk menghidupi anak anakku. " Balas Ling Yun.