REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
245. Payung Merah


__ADS_3

Mata Chang Rui membulat terutama ketika melihat orang yang memayungi nya, benar benar membuatnya bingung.


Bagaimana mungkin ? Apakah kedinginan telah membuatnya berubah menjadi halusinasi ? Chang Rui terus menerus bertanya tanya tentang keberadaan orang di depannya.


Sebelum akhirnya Chang Rui mendapatkan sebuah pelukan hangat yang pada akhirnya menyadari Chang Rui bahwa ini semua bukanlah mimpi belaka.


"Kenapa kamu bisa disini ?" Tanya Chang Rui dengan lemah.


"Kenapa aku tidak bisa disini ? Bukankah sudah tiga hari ?" Tanya Nangong Li.


"Tidak, tidak, bahkan jika tiga hari, kamu membutuhkan waktu perjalanan hampir dua hari. Apakah kamu tidak menepati janji mu ?" Tanya Chang Rui.


"Ya, aku tidak menepati janjiku sendiri karena aku sudah tidak tahan lagi. Aku meminta Zhang Yue dan Long Yu untuk berjaga dan mengabariku apabila ada sesuatu. Kamu tidak perlu khawatir. " Ucap Nangong Li sambil mengelus kepalanya.


"Lepaskan aku, aku tidak ingin bersama dengan orang yang tidak menepati janjinya sendiri. " Ucap Chang Rui dengan wajah yang merengut.


"Baiklah, aku salah, aku salah. Maafkan aku ya, aku baru saja sampai disini, apakah kamu tidak kasihan denganku ?" Tanya Nangong Li.


"Bukankah biasanya kamu juga berdiam diri di salju ? Kamu sudah dewasa, aku tidak akan mengurus mu lagi !" Seru Chang Rui dengan kesal dan berbalik arah.


Lalu, Nangong Li dengan menggemaskan berdiri di samping Chang Rui dan tampak berlari kecil untuk mengikuti Chang Rui sampai akhirnya Chang Rui tidak tahan dan berhenti, untuk menoleh ke belakang sejenak.


"Apa yang kamu inginkan, hm ?" Tanya Chang Rui.


"Aku ini hanyalah seorang anak tanpa rumah, apakah Nona cantik ini bersedia untuk menampung ku ?" Tanya Nangong Li dengan menggemaskan.


Pada akhirnya Chang Rui tidak tahan dengan godaan dari Nangong Li, Chang Rui membawa Nangong Li untuk berjalan masuk ke dalam rumah Chang Yue Qing.


Sampai saat ini, Chang Rui masih meraaa sulit untuk menyebut bahwa ini adalah rumahnya, entah sampai kapan hanya saja Chang Rui selalu merasa bahwa dia hanya menumpang sementara dan tidak memiliki hak untuk mengakui tempat ini.

__ADS_1


Terutama karena dia sendiri bukanlah cucu asli milik Chang Yue Qing, di hanyalah sebuah jiwa yang menggantikan Yu Cheng Qing.


Nangong Li memayungi Chang Rui dengan hati hari karena takut bahwa tubuh Chang Rui akan terkena hujan salju dan kedinginan.


Nangong Li sendiri tidak perduli, apabila salju itu mengenai bahunya dan membuatnya merasa kedinginan.


Chang Rui sendiri menyadari hal tersebut dan pada akhirnya menghela nafas, lalu mengambil payung merah itu.


Chang Rui memayungi mereka berdua dengan sama rata, karena payung itu kecil jadi masih ada bagian bagian di tubuh mereka yang tidak tertutup payung.


Tapi jika begini maka mereka akan menjadi lebih adil dan lebih membahagiakan. Keduanya tertawa dibawah payung merah itu.


Sampai akhirnya masuk kedalam rumah, akhirnya menjadi lebih santai dan bertemu dengan Fu Jin Yang dan Cuiyun yang sedang berduaan.


"Nona !" Seru Cuiyun dengan terkejut dan segera melepaskan tangannya.


"Apakah kamu belum memberitahunya ?" Tanya Chang Rui sambil menaikkan salah satu alisnya di hadapan Fu Jin Yang.


"Aku sudah tahu hubungan kalian sejak lama dan aku sudah memperingati Fu Jin Yang..... " Ucap Chang Rui dengan penuh tekanan yang membuat Cuiyun hampir pingsan karena panik.


Sementara Fu Jin Yang sendiri tidak bisa menahan tawa ketika melihat istrinya yang berhasil untuk dikerjai oleh Chang Rui.


"Baiklah, aku tidak akan bermain main lagi.... Fu Jin Yang, katakan padanya. " Ucap Chang Rui.


"Sebenarnya aku sudah mengatakan hal ini dengannya dan dia setuju dengan hubungan kita." Ucap Fu Jin Yang sementara Cuiyun sendiri tampak menundukkan kepalanya.


Cuiyun tampak begitu kecewa, sepertinya karena Cuiyun terlalu berpikir negatif dan tidak nyambung dengan apa yang dikatakan oleh Fu Jin Yang tadi.


"Eh ? Setuju ? Nona setuju dengan hubungan kita ?!" Seru Cuiyun dengan antusias.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa berpikir bahwa aku tidak akan setuju denganmu ? Bagaimanapun aku sudah memberi kode padamu bahwa kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau, tapi pada akhirnya kamu masih tidak mengerti dengan niat baikku." Keluh Chang Rui.


"Benarkah ?! Aku benar benar senang dengan semua ini ! Terima kasih Nona !" Seru Cuiyun dengan antusias.


Chang Rui tersenyum tipis ketika melihat Cuiyun yang tampak begitu senang dengan keputusan yang dia buat.


Sementara Chang Rui dan Nangong Li sendiri berjalan menuju ruang kerjanya, dimana hanya ada mereka berdua.


Suasana disini sangat damai, ruangan yang sebelumnya sangat suram ini sudah disulap oleh Chang Rui menjadi ruangan cantik yang elegan..


"Bagaimana menurutmu ? Apakah bagus jika memiliki ruang kerja seperti ini ?" Tanya Chang Rui.


"Hm, ini cukup bagus, tapi menurutku karya paling indah itu adalah kamu. " Ucap Nangong Li menggoda Chang Rui.


Chang Rui yang mendengar ini tentu saja langsung tersipu malu dan memukul lengan Nangong Li dengan kesal karena merasa bahwa dirinya telah dikerjai oleh Nangong Li.


"Aku benar benar tidak tahu bagaimana caraku untuk mencintaimu begitu dalam dengan perangai mu yang seperti ini, aku pasti buta !" Seru Chang Rui dengan sebal.


"Ya, memang cinta itu buta. Tapi, siapa yang tidak suka denganku ? Aku adalah seorang Jenderal dan Paman Kekaisaran, uangku banyak, aku tampan dan berkuasa. Aku pikir, di dunia ini tidak akan ada yang mampu menolak pesonaku." Ucap Nangong Li.


"Aku pikir, kamu telah terlalu banyak bermimpi seperti seluruh orang akan mencintaimu. Lebih baik kamu pergi ke tabib untuk mengobati penyakit kegilaan mu ini. " Ucap Chang Rui sambil melihat proposal yang di kirimkan padanya.


"Tidak bisa...... obat kegilaan ku ini hanya satu, yaitu kamu.... " Goda Nangong Li lagi.


"Jika kamu kemari hanya untuk menggodaku maka ada baiknya bagimu untuk pulang saja dan jangan menganggu pekerjaan ku. " Keluh Chang Rui sambil menundukkan kepalanya karena dia yakin bahwa wajahnya telah berubah menjadi merah karena malu yang tidak tertahan ini.


"Ha ha ha , lihatlah bagaimana wajah merah tomat mu itu ? Seorang Chang Rui yang dikenal sebagai wanita paling pemberani tapi pada akhirnya malu karena beberapa godaan itu !" Tawa Nangong Li dengan puas.


"Ejek lah terus , aku akan membersihkan kamar mu yang lama !" Seru Chang Rui dengan ancaman yang mematikan.

__ADS_1


"Eh ? Jangan ! Aku ingin tidur bersamamu, tolong maafkan aku, Nona ku yang baik. Aku tidak akan mengejekmu lagi, apa yang salah dengan tersipu bukan ? Aku tidak akan mengulangi nya lagi... " Mohon Nangong Li dengan kedua mata bulatnya layaknya seekor anak anjing.


__ADS_2