REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
47. Keributan


__ADS_3

Nangong Li hanya mendengus dingin dan menyadari bahwa dirinya telah berada di situasi tanpa jalan mundur berkat tindakan cerdas Chang Rui.


Jika dia mundur, maka harga dirinya akan terinjak dan semua orang akan mengatakan kalau dia adalah seorang penakut yang bahkan tidak bisa membela istrinya.


Tapi, jika dia maju maka dia akan menyinggung Putra Mahkota dan Kaisar. Ini adalah tindakan yang benar benar bagus dari Chang Rui.


Nangong Li menyeringai sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk membantu Chang Rui tegak tapi sebelum Chang Rui bisa tegak, Nangong Xi datang dengan wajah garang.


" Kakak Kekaisaran, lama tidak melihat mu. Sayang sekali bahwa kita harus bertemu di dalam keadaan ini. " Ucap Nangong Li sambil tertawa lembut.


"Adik keempat, tubuh mu lemah. Apa yang membuat mu harus datang kemari secara pribadi ?" Tanya Nangong Xi pura pura prihatin.


"Kakak tertua menghukum Wangfei ku, bagaimana mungkin aku tidak datang kemari untuk memohon kepada Kakak tertua secara pribadi ? Aku tidak tahu apa yang di lakukan oleh Wangfei ku sehingga Kakak tertua menghukum nya dengan begitu kejam. Saat ini, dia bahkan tidak bisa berdiri lagi. Aku benar-benar sedih untuk nya. "Ucap Nangong Li dengan helaan nafas.


Chang Rui menghela nafas dengan lembut yang menunjukkan bahwa dia sangat menyedihkan.


Chang Rui, " Wangye, jangan marah terlalu banyak atau aku akan sedih. Kemarahan akan merusak kesehatan mu, tolong perhatikan dirimu sendiri. Demi kesehatan Wangye, Rui'er tidak keberatan untuk menanggung hal ini. "


Nangong Xi yang melihat ini mengibaskan lengan pakaian nya dengan kesal dan menatap Chang Rui.


"Aku terlalu gegabah sebelum nya dan melupakan Jiu Wangfei, seharusnya aku lebih teliti dan memperhatikan adikku. Jiu Wangfei bisa berdiri sementara kedua pendosa ini masih harus terus disini. " Ucap Nangong Xi dengan dingin.


"Terima kasih kepada Yang Mulia Putra Mahkota, tapi Ayahku sebelumnya telah berjasa kepada Dinasti ini. Ayahku juga sudah tua, tolong Yang Mulia Putra Mahkota memberika keringanan kepada Ayahku. " Ucap Chang Rui dengan lembut.


"Jadi, itu adalah amal baiknya ? Dia mendapat gaji dan itulah yang seharusnya dia lakukan, memberi kemenangan pada Dinasti kita !" Ucap Nangong Xi dengan murka.


"Xi'er, jangan keterlaluan ! Jenderal Chang semula adalah pahlawan, darimana kata kata mu ini berasal ?!" Tanya Kaisar dengan tegas dari belakang.


Chang Rui menundukkan kepala nya dalam dalam, orang orang yang melihatnya akan mengira kalau dia ketakutan di tengah kekacauan ini.


Tapi, Nangong Li tahu dengan jelas kalau sebenarnya Chang Rui hanya sedang tertawa dalam diam.

__ADS_1


Kali ini, Chang Rui berhasil memicu perpecahan di antara ayah dan anak ini. Kali ini, tindakan nya di masa depan akan lebih mudah untuk ditutupi.


Nangong Li menyadari semua ini dengan sangat jelas tapi tidak memiliki cara untuk menghentikan Chang Rui.


Anggap saja ini sebagai kemenangan sementara untuk Chang Rui, Nangong Li akan membalas nya dua kali lipat di masa depan.


Chang Rui yang sedang menundukkan kepala nya tiba tiba merasa kalau sebenarnya telinga nya gatal dan dia ingin bersin.


Semula masih bisa di tahan tapi lama kelamaan, hidungnya berubah menjadi semakin dan semakin gatal.


"Hatchuuu !" Chang Rui bersin dengan lembut dan semua orang tertuju pada nya.


Tampaknya ada seseorang yang mengutuknya, Chang Rui segera menoleh kepada Nangong Li.


"Tampaknya Wangfei ku tidak dalam keadaan yang baik, aku akan segera pulang untuk mengobati Wangfei ku. Kita akan segera bertemu lagi, Ayah dan Kakak tertua. " Ucap Nangong Li dengan lembut dan menarik Chang Rui.


Chang Rui berdiri tapi kaki nya keram dan pada akhirnya jatuh ke atas pangkuan Nangong Li.


"Apakah ada yang sakit ?" Tanya Nangong Li dengan sedih dan mengelus rambut Chang Rui.


"Jangan menangis, jangan menangis. Aku akan mengobati mu sesampai nya di rumah. " Ucap Nangong Li dengan penuh kasih sayang.


"Hmph ! Aku tidak akan mengurus hal ini lagi dan melepaskan hal ini lagi, aku mohon pamit terlebih dahulu. " Ucap Nangong Xi tidak tahan lalu berjalan pergi.


"Selamat tinggal Yang Mulia, Putra Mahkota. " Ucap Chang Rui sambil menunduk.


Kaisar menganggukkan kepala nya dan Chang Rui tahu, bahwa sejak saat ini maka semua nya akan berubah menjadi lebih mudah.


Awalnya, Kaisar dan Putra Mahkota masing masing memegang kekuatan sendiri sendiri dan memutuskan untuk duduk di tempatnya diam diam.


Sehingga, dengan begitu maka mereka akan saling menoleransi satu sama lain asalkan tidak saling melewati batasan terlalu jauh.

__ADS_1


Tapi, dengan usaha yang di buat oleh Chang Rui hari ini , maka mereka menjadi harus saling bertarung satu sama lain.


Siapapun yang memenangkan hal ini akan mendapatkan kerugian besar , Chang Rui melempar satu batu untuk dua burung.


Sesampai nya di atas kereta kuda, hanya ada mereka berdua. Chang Rui menyeka air mata buatan nya dan tidak tertarik untuk melakukan apapun selain memandang wajah tampan Nangong Li.


Suasana dan cuaca sangat panas sebelumnya sehingga menatap wajah tampan Nangong Li akan membuatnya merasakan lebih baik dan lebih segar.


Entah kenapa, Chang Rui tidak merasa adanya hubungan atau kemiripan antara Nangong Li dengan Kaisar saat ini.


Bahkan, dengan Nangong Xi sendiri terlalu jauh dan tidak memancarkan aura yang sama.


Nangong Xi cenderung mirip dengan Kaisar dan memiliki bentuk wajah yang agak bundar sehingga menunjukkan kemiripan nya dengan Kaisar.


Tapi, Nangong Li berbeda, dia membawa ketajaman yang tidak masuk akal. Rahangnya sangat tajam dan tatapannya seperti sebuah bilah pisau.


Ini tidak mirip dengan siapapun dan tampak seperti campuran , Chang Rui benar benar penasaran dengan hal ini.


"Apakah kamu masih tidak ingin bangkit dari atas kaki ku ?" Tanya Nangong Li dengan jengah.


"Aku baru saja di hukum dengan begitu ketat, bagaimana mungkin Wangye begitu tidak berperasaan dan meminta ku untuk berjalan sendiri ?" Tanya Chang Rui dengan manja.


"Jangan gunakan hal itu untuk ku, aku tidak akan terpengaruh. Tapi, langkah yang kamu buat cukup baik. Aku pikir kamu ingin menyerang Permaisuri tapi ternyata kamu memilih untuk memulai nya dari Kaisar. " Ucap Nangong Li sambil menyeringai.


"Dengan pembelajaran yang di berikan oleh Wangye dan ada nya Wangye di sisi ku maka aku telah belajar banyak, Permaisuri berasa di tempat yang tidak bisa aku jangkau untuk saat ini. Jika begitu maka aku akan merangkak naik dengan pelan pelan dan menyamakan kedudukan ku dengan Permaisuri. " Ucap Chang Rui dengan lembut dan tangannya terulur untuk membalas rahang Nangong Li yang tajam.


"Rencana yang baik tapi sayang nya, kenyataan tidak akan semulus perencanaan. Apakah kamu tahu bahwa Dinasti Qing sebenarnya Dinasti yang paling lemah pada saat ini ? Saat ini, ada dua Dinasti dan kekuatan lain yang bisa memerintah dunia persilatan. " Ucap Nangong Li.


Chang Rui mendengar dengan terkejut lalu memandang Nangong Li, dirinya tidak tahu tentang hal ini sebelumnya.


"Ada yang di sebut dengan Dinasti Cui, hanya sedikit di atas kita. Tapi, yang paling kuat adalah Dinasti Yuan. Selain ketiga Dinasti ini, masih ada Orang Barbar , yang membawa kekuatan besar. " Ucap Nangong Li dengan misterius.

__ADS_1


Chang Rui yang mendengar ini memandang dengan ragu dan mencerna hal ini untuk di cari kebenaran nya di masa depan, apakah Nangong Li hanya membual atau tidak.


Note : Semuanya hanya karangan semata ya !


__ADS_2