
"Tuan Jiu tidak perlu berlutut untukku, aku takut aku tidak layak untuk Nona Jiu yang mulia. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas dan membantu Jiu Yu untuk berdiri.
"Tapi, aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Aku sendiri, sudah tahu bahwa kematian ku sudah dekat. Semua paman dan bibinya memendam niat jahat untuknya dan ingin mengambil kekuasaan, tanpa seseorang yang pandai berpolitik dan tulus padanya, maka Jiu Hua tidak akan bertahan. " Ucap Jiu Yu.
"Tuan Jiu, tampaknya ada banyak serigala dan rubah di kediaman mu. Aku menjadi tidak tertarik untuk masuk ke dalam sana. " Keluh Chang Rui.
"Selama aku masih hidup maka semuanya akan baik baik saja, Nona Chang akan aku perkenalkan sebagain murid ku, Chang Bao Yu. Aku suka berjalan jalan dan mengobati orang orang, aku mendengar bahwa Nona Chang juga sama. Aku berharap bisa membantu Nona Chang untuk ini. " Ucap Jiu Yu.
"Baiklah, jika kamu melindungiku untuk saat ini maka aku akan melindungi Jiu Hua, lagipula dia adalah gadis yang imut dan menggemaskan. Sangat disayangkan apabila harus terluka oleh kejamnya dunia ini. " Ucap Chang Rui sambil memiringkan kepalanya.
"Baiklah, terima kasih Nona Chang ! Aku akan menyerahkan Jiu Hua kepadamu di masa depan. " Ucap Jiu Yu dengan terharu.
Chang Rui mengangguk dan melihat ke atas, kenapa terasa sangat sulit untuk melupakan seseorang ?
Pantas saja, dia pernah membaca sebuah buku dimana ada seorang gadis yang tumbuh dibawah kebencian selama bertahun-tahun panjang telah sangat menderita.
Chang Rui akhirnya tahu bagaimana perasaan ketika memikul kebencian yang dibawanya dari kehidupan lalu.
Sekarang, dibandingkan dengan gadis di dalam cerita ini, Chang Rui merasa bahwa dirinya masih terlalu lembut dan lemah.
Chang Rui sendiri sudah lupa siapa pemeran utama atau judul buku itu, karena sudah sangat lama dia membacanya ketika di kehidupan lalu.
Buku itu dicetak dan sangat laku, hingga setiap dokter perempuan tempat dia bekerja memiliki satu.
Karena Chang Rui penasaran akhirnya dia ikut membelinya dan membaca buku itu, cerita itu adalah cerita yang bagus dan berkesan, buktinya dia masih mengingat sampai saat ini.
Chang Rui dan Jiu Yu serta Jiu Hua berjalan bersama menuju kediaman Klan Jiu Qi, disana ada beberapa orang yang memberikan hormat kepada Jiu Yu.
"Perkenalkan, ini adalah murid yang baru saja aku bawa pulang. Mulai saat ini, dia akan menjadi salah satu anggota Keluarga kita. Namanya adalah Chang Bao Yu. " Ucap Jiu Yu di depan banyak orang.
"Nona Chang. " Ucap beberapa pelayan.
"Aku berharap bisa berkenalan dan meraih hubungan baik dengan semua orang. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya dan tampak menjadi seorang pemalu.
__ADS_1
Chang Rui mengikuti Jiu Yu dan Jiu Hua ke kamar Jiu Hua, di sebelah kamar Jiu Hua adalah kamar kosong.
"Ini adalah ruangan mu. " Ucap Jiu Yu.
"Terima kasih, guru. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepala nya dalam dalam sebagaimana seorang guru dan murid.
"Jiu Hua, berikan beberapa pakaian mu dan bantu Jie jie mu untuk membersihkan diri. " Perintah Jiu Yu.
"Ya, kakek. " Ucap Jiu Hua.
Keduanya masuk ke dalam kamar Jiu Hua dan sudut mata Chang Rui menangkap seseorang yang berdiri di sudut dan menguping pembicaraan mereka.
"Adik Hua, maaf merepotkan mu. " Ucap Chang Rui.
"Kakek sudah mengatakan kalau Jie jie adalah orang yang baik maka aku akan setuju dengan kakek, jika kakek mengatakan bahwa itu adalah orang baik maka itu adalah orang baik. " Ucap Jiu Hua dengan patuh.
(Jie jie : kakak perempuan dalam bahasa Mandarin. )
Chang Rui tersenyum dan tidak bisa tidak mengagumi Jiu Yu, berhasil mendidik seorang cucu sampai ke tingkat ini menunjukkan ketekunan nya.
Sifat jahat manusia adalah hal yang telah ada sejak lahir dan tidak akan bisa dipisahkan, karena Jiu Yu telah berhasil mendidik cucu nya menjadi seseorang yang sangat polos dan tidak ternoda oleh kejahatan dunia maka itu adalah hal yang sangat baik.
"Lalu, apakah kamu menyelamatkan banyak orang bersama dengan guru ?" Tanya Chang Rui.
"Ya, kami mengobati banyak orang. Kakek mengatakan bahwa ilmu pengobatan jie jie juga luar biasa , jika begitu maka kami sudah di takdirkan satu sama lain. " Ucap Jiu Hua dengan antusias.
"Baguslah jika memang seperti itu maka kami akan memiliki hubungan yang baik dan panjang di masa depan. " Balas Chang Rui, tidak berniat untuk menjatuhkan harapan manis Jiu Hua.
Jiu Hua benar benar percaya dengan kata kata ditakdirkan satu sama lain, tapi Chang Rui benar benar tidak percaya.
Semua hal yang dianggap kebetulan adalah hal yang diatur oleh seseorang, Chang Rui benar benar waspada dengan hal ini.
Chang Rui telah menemukan bahwa dirinya telah berubah dalam hal apapun, baik dalam hal bertindak maupun berpikir.
__ADS_1
Pada saat ini, dia benar benar pesimis dan kehilangan kepercayaan dirinya. Efek dari Nangong Li benar benar menghancurkan nya.
Pria ini benar benar membuatnya.......... Chang Rui benar benar tidak tahu kata kata apa yang bisa mendeskripsikan perasaan nya dengan tepat.
"Adik Hua, aku mendengar bahwa kamu akan segera di jodohkan dengan Nangong Li. " Ucap Chang Rui.
"Itu benar, aku benar benar tidak ingin dengannya. " Ucap Jiu Hua mulai bergetar ketakutan ketika membahas tentang Nangong Li.
"Kamu mungkin berpikir bahwa dia adalah orang yang jelek dan jahat tapi sebenarnya dia adalah pria yang sangat tampan dan menawan. Apakah kamu yakin untuk tidak menikah dengannya ?" Tanya Chang Rui menggoda Jiu Hua.
"Bagaimana jika dia tampan ? Dia adalah orang yang telah menjatuhkan Jie jie, kakek mengatakan bahwa dia bisa mengkhianati Jie jie tanpa berkata dua kali. Aku tidak ingin seseorang yang jahat seperti itu. " Ucap Jiu Hua dengan jujur.
Chang Rui yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak jika Nangong Li mendengar ini maka pria itu mungkin akan muntah darah.
Sepertinya, Nangong Li ini benar benar menderita kerugian besar dari sisi reputasi. Sekarang, bahkan membuat gadis kecil merasa ketakutan untuk menikahinya.
"Kakek bilang, wajah tidak penting yang penting adalah hatinya. Jika dia tulus dan baik, serta berbudi luhur, kenapa tidak ?"Ucap Jiu Hua dengan sangat polos.
Chang Rui yang mendengar ini hanya tertawa ringan lalu mengelus rambut Jiu Hua dengan antusias.
"Kamu mirip dengan seseorang yang aku kenal, bahkan cara kamu berbicara dan prinsip yang kamu katakan sama dengannya. Sayang sekali bahwa dia telah meninggal terlebih dahulu. " Ucap Chang Rui dengan wajah muram, itu adalah Qiaoling.
Qiaoling juga mengatakan hal yang sama padanya saat itu, bahwa wajah tidak penting, yang penting adalah hatinya.
Sekarang, Jiu Hua ini benar benar menggambarkan bagaimana sifat Qiaoling.
...----------------...
Note : Yang buku di ngomongin oleh Chang Rui, untuk yang sudah baca karya author pasti tahu siapa yang dimaksud oleh Chang Rui.
Itu adalah Lin Beishang dan Bei Zhao, hehe . Sengaja sedikit nyelipin scene Lin Beishang, karena kangen dengan karakter Lin Beishang.
Buat yang sudah kangen dengan Wangye maka kalian akan ketemu dengan Wangye di chapter selanjutnya !
__ADS_1