
Keesokan harinya, Nangong Li berdiri dengan pakaian rapih di depan banyak orang dan memamerkan dirinya.
Disana, ada seorang pemuda yang menggunakan pakaian yang sama. Dengan balutan pakaian yang indah dan merah layaknya Kaisar.
Orang orang di pemerintahan kebanyakan telah berubah dan tidak dikenal, itu karena Nangong Li telah menyiapkan ini.
Nangong Li membunuh semua antek antek milik Nangong Xi dan menggantikannya dengan orang yang lebih layak.
Setiap posisi ini seharusnya di dapatkan dengan kemampuan sendiri bukan karena uang yang mereka miliki.
Beberapa orang yang bersih, dibiarkan oleh Nangong Li. Rakyat di depan bersorak dengan begitu semangat.
Nangong Xiu adalah penerus takhta yang dipercayai oleh rakyat pada saat ini.
"Pada saat ini, Dinasti kita sedang berada di ambang kehancuran, sementara Kaisar yang pada saat ini tidak menjalankan tugasnya dengan baik ! Tidak hanya tidak berusaha menanyakan keadaan ! Dia bahkan tidak berusaha untuk mengirimkan surat !" Ucap Nangong Li dengan dingin.
"Turunkan Kaisar ! Turunkan Kaisar !" Seru para rakyat di depan.
"Disini, ada penerus takhta yang sah, Nangong Xiu. Aku, Nangong Li berani menjamin bahwa Nangong Xiu akan menempuh jalan yang berbeda dengan Ayahnya. Dibawah bimbinganku, Nangong Li dan Permaisuri, Qing Ying Ke. " Ucap Nangong Li.
"Tuan Nangong, Kenapa kamu tidak ingin menjadi Kaisar ?!" Teriak seorang wanita dengan tidak tahan.
"Tahkta sudah seharusnya diturunkan kepada Nangong Xiu yang merupakan pewaris yang sah, aku disini tidak berniat untuk merebut tahkta hanya ingin yang lebih baik untuk Dinasti ini !" Seru Nangong Li sambil mengepalkan tangannya.
'Maafkan aku, aku pikir akan lebih baik jika kita terus bermusuhan dan berlaku layaknya seseorang yang tidak saling mengenal. 'Pikir Nangong Li pada Ketua Orang Bar bar.
Secara tidak langsung, dia menentukan dimana dia akan berdiri, dimana dia akan membela sampai akhir.
Aku bukan seorang pengkhianat, hanya saja aku tidak sanggup untuk kehilangan dari ribuan senyum bangga ini ........
Nangong Li memikirkan kalimat ini dengan penuh perhatian, dia tidak pernah merasa bahwa kesetiaan itu begitu penting.
Tapi, pada saat ini , dia dijatuhkan pilihan berat antara akarnya atau tempat kelahirannya dan sekarang dia akhirnya memilih tempat yang telah menjadi saksi bisu semua penderitaannya dan kebahagiaannya.
Nangong Li menghela nafas dengan emosional sebelum akhirnya menundukkan kepalanya untuk menghindari sebuah vas bunga yang menuju kepalanya dari belakang.
"Hentikan tindakan mu ! Dasar orang gila ! Jika tidak maka aku akan mengatakan semua asal usul mu !" Teriak Janda Permaisuri dari belakang.
"Tahan Janda Permaisuri !" Perintah Nangong Li.
Semua orang mengutuk Janda Permaisuri dan melempari nya dengan sawi busuk.
__ADS_1
"Tolong jangan melempar ke dalam, jika tidak maka akan merusak keagungan milik Putra Mahkota. " Ucap Nangong Li dan kerumunan menjadi tenang.
"Alasan kenapa aku tidak ingin menjadi Kaisar adalah karena aku tidak pantas, aku adalah putra dari Ketua orang Bar bar. Aku membenci mereka sehingga aku memutuskan untuk melawan mereka untuk kedamaian tempat ini. " Ucap Nangong Li.
Untuk sejenak, semuanya menjadi hening dan orang orang tampak terkejut dengan kenyataan ini.
"Tuan Nangong tidak bersalah ! Janda Permaisuri yang tercela ! Tuan Nangong tidak bersalah ! Janda Permaisuri yang tercela !" Teriak orang orang sambil menaikkan tangan.
"Tuan Nangong adalah penyelamat Dinasti kami, bagaimana kami bisa memperhitungkan hal ini ?!" Teriak seseorang.
"Tuan Nangong adalah penyelamat kami ! Tuan Nangong adalah penyelamat kami ! Tuan Nangong adalah penyelamat kami !" Teriak orang orang bersorak sorai.
"Paman, kamu hebat. " Celoteh Nangong Xiu dengan menggemaskan.
Nangong Xi tersenyum tipis dan menatap ke arah Janda Permaisuri yang telah kalah secara tidak langsung.
"Kau membohongiku ! Kau mengatakan bahwa Permaisuri belum memiliki putra !" Teriak Janda Permaisuri sambil memberontak.
Nangong Li tidak terburu buru untuk menjawab dan berjalan menuju ke arah Janda Permaisuri dan mendekatkan wajahnya di telinganya.
"Itu adalah salahmu, kenapa kamu sangat mempercayai kata kataku ? Ini membuatku sangat terharu, ibu. " Bisik Nangong Li dengan lembut tapi membuat Janda Permaisuri ketakutan.
"Janda Permaisuri sudah tua, bawa dia ke kamarnya untuk beristirahat. Keesokan hari, dia masih harus melakukan yang lain. " Perintah Nangong Li.
"Sudah waktunya untuk memberikan penghormatan kepada Kaisar masa depan !" Perintah Nangong Li.
"Nangong Xiu, akan menjadi Kaisar masa depan dan dibimbing oleh Paman Kekaisaran, Nangong Li dan Permaisuri, Qing Ying Ke sampai umur ke 15 tahun !" Ucap Kasim.
"Nangong Li memberi hormat kepada Yang Mulia !" Ucap Nangong Li sambil berlutut di depan Nangong Xiu yang mengenakan mahkota.
"Kami memberikan hormat kepada Yang Mulia !" Ucap yang di belakang mengikuti Nangong Li.
Nangong Li melihat wajah kebingungan Nangong Xiu, kelak orang ini akan menjadi pilar bagi Dinasti ini.
"Paman berdirilah, Ibu berdirilah, kalian semua berdirilah. " Ucap Nangong Xiu dengan bijak.
Nangong Xiu, sebagai seorang Kaisar, telah berubah menjadi orang yang bijak tapi bagaimanapun dia masihlah seorang anak anak.
"Aku pasti akan berusaha dan belajar sebanyak mungkin dari dua panutan ku, yaitu Paman Kekaisaran Nangong dan Ibuku. " Ucap Nangong Xiu seperti yang sudah di ajarkan oleh Nangong Li kemarin.
"Kaisar memang bijak !" Ucap orang orang dengan bahagia.
__ADS_1
Sementara disisi lain, Chang Rui berjalan masuk ke dalam aula bersama dengan Cuiyun. Kemarin mereka sudah datang dan menonton keributan bersama dan kali ini mereka datang lagi.
"Pasukan bantuan adalah nyawa bagi orang orang, tapi tampaknya tidak ada yang begitu serius disini. " Ucap Chang Rui dengan lembut ketika memasuki ruangan.
"Dasar kurang ajar !" Bentak seorang Menteri tua.
"Menteri Jing, disini adalah Aula Kaisar. Selama tidak menyinggung Yang Mulia, semua orang bisa memberikan pendapat mereka. Aku, seorang putri, apakah kamu benar benar menganggap tinggi dirimu ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
"Kamu sebagai tetua tidak hanya tidak bisa mengatakan intinya, terus bertele tele dengan kesulitan dan beban. Jika kamu ingin memberikan bantuan maka katakan ya dan jika tidak mau maka katakan tidak, apa yang sulit dengan hal itu ?" Bentak Chang Rui.
Pria tua yang dipanggil dengan Menteri Jing itu langsung sakit jantung dan dibawa pergi.
"Anggap aku masih menghormati Menteri Jing atas semua kerja baiknya, jika tidak maka aku akan menampar nya. Aku adalah seorang putri tapi dia membentak ku dengan begitu lancang. Menurut peraturan Istana, maka pendosa itu harus dijatuhi 10 kali cambukan. " Lanjut Chang Rui pada orang di sekitar mereka.
Disana ada begitu banyak orang termasuk ayahnya Liu Chang, Liu Long. Kaisar masih belum datang dan Chang Rui menjadi penguasa disini.
Tidak lama Kaisar datang dan Chang Rui memberikan hormat kepada Kaisar.
"Kenapa kamu disini lagi ?" Tanya Yu Lian dengan terkejut.
"Tidak apa apa, bisa meringankan beban Ayah adalah hal yang terbaik. Selama ini Cheng Qing telah berdiam diri di rumah dan membuat ayah kesal, jadi Cheng Qing membantu ayah mendisiplinkan beberapa orang tua pembangkang. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.
"Kamu tidak perlu melakukan itu untukku, tubuhmu lemah dan ada baiknya bagimu untuk tidak menempuh perjalanan jauh dari kediaman mu untuk kemari. " Ucap Yu Lian dengan pusing.
"Ayah.... bisakah aku memintamu untuk mendapatkan pekarangan yang lebih dekat ? Bagaimanapun, disana aku kesepian dan aku hanya berdua dengan Cuiyun. Aku juga ingin memberi perhatian dan merawat ayah seperti saudara saudari yang lain, apakah aku tidak bisa ?" Tanya Chang Rui dengan mata yang berkaca kaca.
"Baiklah, kamu akan menempati di Paviliun Barat yang masih kosong. " Ucap Kaisar tidak ambil pusing dengan hal ini.
"Terima kasih Ayah ! Aku tahu kamu adalah orang yang murah hati. " Ucap Chang Rui dengan antusias.
Chang Rui dengan seenaknya dan ceroboh duduk di kursi paling depan yang seharusnya adalah milik Nangong Xi.
Chang Rui melakukan itu semua dengan sengaja, entah kenapa Chang Rui benar benar ingin mempermalukan orang dari Dinasti Qing ini.
"Ehm, itu adalah tempat duduk Kaisar Nangong. " Ucap Yu Lian.
"Ah ? Benarkah ? Maafkan aku, maafkan aku, aku benar benar tidak sengaja. Tidak ada tempat kosong lain sehingga aku duduk disini. " Ucap Chang Rui dengan wajah tanpa dosa.
"Biarkan saja, minta Kasim mengambilkan yang baru. " Ucap Nangong Xi dengan wajah canggung dan menahan malu.
Kasim tidak berani menunda lagi dan membawa meja dan kursi yang baru.
__ADS_1
"Cheng Qing, apakah kamu tahu bahwa ini adalah tempat dimana pria dewasa melakukan obrolan ?" Tanya Yu Lian dengan tidak sabar.
"Aku hanya ingin mendapatkan pengalaman dari ini, mohon Ayah mengizinkan Cheng Qing. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya tampak ketakutan ketika dimarahi oleh Yu Lian.