
Hua Jin yang mendapatkan pesan ini menganggukkan kepalanya dan naik ke atas kereta, sementara Chang Rui menatap tajam kearah perginya kereta kuda.
"Kita akan bertemu lagi nanti, Hua Jin. " Gumam Chang Rui dengan seringaian.
Lalu, dia masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Liu Wuji yang baru saja sadar dari pingsannya.
"Dimana Hua Jin ?" Tanya Liu Wuji.
"Dia sudah mati. " Jawab Chang Rui.
Wajah Liu Wuji langsung berubah terkejut dan tampak sangat kosong tapi seketika Chang Rui tertawa.
"Dia sedang pergi ke Istana, jangan khawatir aku akan menjaganya. Yang paling penting adalah dirimu harus menjaga kesehatanmu sendiri, jika ketika pulang aku menemukan bahwa kamu sudah mati maka Adik Hua Jin pasti akan menyalahkan ku. " Canda Chang Rui lalu berjalan keluar.
Chang Rui masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian menjadi pakaian pria, pakaian itu sangat sederhana seolah olah dibuat dari karung bekas.
Mungkin inilah pakaian yang seringkali digunakan oleh pemulung, bahannya tidak nyaman.
Tapi, ini memang sesuai dengan keinginan Chang Rui. Jika dia mengenakan pakaian yang mewah maka semua orang akan mencurigainya.
Lalu, dia tidak hanya datang kemari karena ingin mengikuti Pesta Bulan atau menolong Hua Jin melainkan karena dia ingin memasok kembali persenjataan Kota Wu dengan cara yang lebih alami.
Sayang sekali bahwa Yu Lian tidak pernah mengetahui siasatnya dan menganggapnya sebagai orang bodoh yang penuh belas kasih.
Semakin bodoh dia di pandangan Yu Lian maka semakin baik, karena Yu Lian akan menjadi semakin lengah padanya.
Chang Rui memahami hal ini dengan baik, jika dia memberikan terlalu banyak ancaman pada Yu Lian maka dia akan semakin di waspadai.
Inilah yang disebut dengan memukul tiga burung dengan satu batu, betapa hebatnya jika ini benar benar berjalan lancar.
Setelah berganti pakaian, dia siap untuk menjadi seorang Pendekar Bulan dan Chang Rui optimis akan kemenangannya sendiri.
Dia tentu saja tidak akan kalah dengan menyedihkan, dia mungkin bisa mengambil hadiah dari tempat kedua atau ketiga mungkin juga tempat pertama.
__ADS_1
Ketika Chang Rui melihat luar, dia menyadari bahwa cuaca telah berubah menjadi sangat cerah.
Ini berarti sudah hampir jam 12 siang, dia sudah seharusnya pergi untuk melihat Pesta Bulan yang dikatakan hanya di adakan 5 bulan sekali.
Siapapun yang bisa menjadi Pendekar Bulan maka akan mendapatkan kehormatan tanpa batas dan tidak memiliki halangan dalam berbisnis.
Itu juga akan membantunya dalam memasok senjata dari Ibukota ke Kota Wu. Chang Rui menaiki kudanya keluar dari penginapan dan memacu kudanya pergi ke Istana.
Di Istana, sudah mulai ramai dengan orang orang dan Chang Rui bisa melihat kereta kuda yang di pesannya untuk Hua Jin.
Karena kereta kuda tidak bisa memacu dengan cepat, maka dari itu bahkan jika Chang Rui berangkat terlambat masih tidak akan ketinggalan.
Chang Rui tidak menghampiri kereta kuda itu justru mendahuluinya, bahkan Hua Jin yang melihat Chang Rui dari dalam kereta kuda , tidak bisa mengenali pria yang menggunakan topi bambu itu.
Chang Rui benar benar menyamar dengan baik, orang orang tidak akan dia mengira seorang wanita hanya menganggapnya sebagai seorang pria yang halus dan memiliki pinggang dan bahu kecil.
Ketika Chang Rui masuk ke Istana, dia langsung disambut oleh dua penjaga Gerbang.
"Kemana kamu akan pergi ?!" Bentak penjaga itu.
Penjaga itu melihat dirinya dari atas sampai bawah dan berusaha untuk mencapai topi bambu nya dan Chang Rui telah terlebih dahulu menepis tangan penjaga itu.
Chang Rui menarik tangan penjaga itu lalu memelintirnya dengan kuat.
"Kenapa ? Apakah kamu menganggap bahwa aku tidak layak untuk mengikuti Pesta Bulan ? Aku mendengar bahwa tidak ada batasan apapun dalam Pesta Bulan. " Ucap Chang Rui dengan dingin.
"Tidak, tidak, tidak, tidak ada batasan. Silakan lewat , tolong lepaskan aku. " Ucap penjaga itu dan Chang Rui mendorongnya menjauh lalu memacu kudanya masuk kedalam pekarangan Istana.
"Betapa indahnya Istana ini, jika tidak dihiasi dengan orang orang bodoh itu. " Ucap Chang Rui dengan suara pelan dan tampak memberikan senyum mengejek, tidak ada yang memperhatikan keberadaannya.
Semuanya sibuk untuk saling pamer pada sesama Pendekar atau mereka sibuk untuk membanggakan pemandangan indah di Istana.
Tapi, Chang Rui melihat bahwa semua ini hanyalah keindahan luar. Ketika masuk ke dalam maka orang orang bisa menyadari kebusukan yang terkandung.
__ADS_1
Apa yang salah dengan mencintai rakyat biasa ? Hua Jin hanyalah manusia, tidak salah ketika dia menuntut kasih sayang.
Ibunya meninggal sejak dia masih kecil, hanya menyisakan ayahnya yang tidak perduli padanya. Ketika bertemu dengan pria yang memperhatikannya dan bisa menjadi sosok ayah dalam kehidupannya maka mustahil bagi Hua Jin untuk tidak menyukainya.
Chang Rui langsung mendekati panggung, dimana disana sudah ada panggung besar dan orang orang berkumpul.
Ada sederet tempat duduk untuk orang orang Kekaisaran, Chang Rui melihat tempat yang masih kosong itu.
Bel akan dibunyikan dan pada saat itu maka barulah orang Kekaisaran masuk dan menyapa semua Pendekar dari seluruh dunia.
Chang Rui melihat dengan penuh sesak, ini seharusnya lebih dari 500 orang ? Dia tidak yakin dengan hal ini.
Tapi, Chang Rui merasa tidak senang karena tubuhnya yang pendek membuatnya tidak bisa melihat ke depan.
"Saudara, apakah kamu bisa membiarkan ku maju ke depan ? " Tanya Chang Rui pada orang di depannya.
Orang di depannya tampak mencari suaranya sebelum akhirnya menunduk untuk melihat dirinya.
"Tentu saja. " Ucap pria itu dengan rendah hati dan barulah Chang Rui merasa bahwa pandangannya tidak terhalang.
Di hadapkan dengan pria pria yang ada disini maka Chang Rui adalah salah satu yang terpendek.
Di kehidupan masa lalu, dia hanya memiliki tinggi 165 cm dan orang orang disini bahkan sangat tinggi, mungkin sekitar 190 cm atau mungkin 200 cm ?
Tidak ada yang tahu akan hal itu, yang pasti dia bahkan tidak menyentuh bahu mereka. Ketika matahari benar benar naik ke atas, bel dibunyikan menunjukkan bahwa pertandingan telah dimulai.
Karpet disebarkan dan Kaisar mulai keluar dan berjalan untuk naik ke atas panggung, bersama dengan Permaisuri dan kedua Selir Agung.
Di belakangnya ada Pangeran dan Putri yang memiliki jumlah lebih dari 15 orang dan salah satunya adalah Hua Jin.
Chang Rui menatap Hua Jin dan Hua Jin menatapnya balik, Chang Rui menganggukkan kepalanya sedikit dan mereka tidak saling menatap lagi agar tidak menimbulkan kecurigaan di hati orang orang.
"Saudara, siapa yang menurutmu akan menjadi Pangeran terbaik pada tahun ini ?" Tanya Chang Rui pada orang di belakangnya.
__ADS_1
"Kemungkinan adalah Pangeran Ketiga. " Jawab orang di belakangnya.