REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
107. Setumpuk Uang


__ADS_3

Semua orang kecewa karena semuanya berakhir dengan damai dan berhenti disini saja, tapi Chang Rui tidak peduli.


Pada akhirnya, dia membutuhkan uang untuk mengembalikan dan memulihkan tubuh milik Yu Cheng Qing.


Chang Rui kembali ke kediaman milik Yu Cheng Qing lalu melihat bahwa disana telah ada beberapa peti Tael dan harta.


"Sampaikan terima kasihku kepada Yang Mulia, katakan padanya bahwa Putri Cheng Qing akan sadar esok hari. Aku akan pergi hari ini. " Ucap Chang Rui dengan angkuh.


"Tunggu sebentar Tabib Chang, akan lebih baik jika kamu menunggu Putri Cheng Qing untuk bangun sebelum akhirnya kamu pergi. " Ucap penjaga itu dengan tegas.


Sepertinya orang orang Kekaisaran takut bahwa dia akan kabur dari sini dan membuat keributan.


"Istana memiliki kekuatan yang tidak terbatas, apakah begitu sulit untuk mencariku di rumah bordil ?" Tanya Chang Rui dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.


"Tidak menyangka kalau Tabib Chang memiliki kebiasaan ini. " Ucap Kepala penjaga itu dan mengangguk.


Lalu mereka pergi, karena bahkan jika Chang Rui berlari jauh, itu masih akan bisa di tangkap oleh mereka.


Cuiyun yang sejak tadi berdiri di sana tidak bisa menahan diri untuk berjalan mendekat.


"Nona, darimana semua uang ini ?" Tanya Cuiyun dengan bingung sekaligus terkejut ketika melihat uang sebanyak ini untuk pertama kalinya.


"Pergilah dan beli tanah dengan namamu, beli beberapa. Tidak perlu ditengah kota, kalau bisa sejauh mungkin. Jika bisa membeli di Kekaisaran lain maka akan lebih baik. " Ucap Chang Rui dengan serius.


"Nona, bukankah ini akan di ketahui oleh Istana ?" Tanya Cuiyun dengan gelagapan.


"Tidak akan, aku akan mengalihkan perhatian dari Kaisar. Kamu pergilah dan beli sebanyak mungkin dengan ini. " Ucap Chang Rui, menunjukkan satu buah peti penuh dengan Tael.


"Baik, aku tidak akan mengecewakan Nona. " Ucap Cuiyun dengan penuh tekad.


"Baik, kita akan keluar bersamaan, tapi kamu melewati pintu belakang sementara aku akan melewati pintu depan. " Ucap Chang Rui dengan keputusan mutlak.


Cuiyun mengangguk lalu Chang Rui mengunci pintu dan jendela kediaman ini lalu berjalan keluar melewati gerbang utama.


Sesampainya dia di sana, dia di cek untuk penjaga gerbang dengan hati hati untuk memastikan bahwa dia tidak membawa sesuatu yang berbahaya dengannya.

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa dia bersih, dia di biarkan untuk berjalan keluar. Dengan pakaian pria miliknya, Chang Rui bertemu dengan serombongan berkuda.


Ditengah merupakan kuda yang paling gagah, orang itu mengenakan pakaian emas yang sangat megah.


Kebetulan ketika Chang Rui melihat orang itu, orang di atas kuda itu juga melihatnya, tapi tidak ada kesan di antara mereka.


Keduanya saling melewati satu sama lain dan peduli dengan urusan masing masing, Chang Rui memejamkan matanya dan merasakan bahwa kepalanya sakit.


Tampak sebuah kemarahan yang tidak bisa di identifikasi muncul di dalam tubuhnya, sebuah kenangan samar muncul di kepalanya tapi dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.


Apakah itu berhubungan dengan orang yang lewat tadi ? Siapa orang itu ? Chang Rui memutuskan untuk tidak memikirkan orang ini.


Sementara disisi lain, Nangong Xi memutuskan untuk menemui Ayah kandungnya dengan sebuah alasan sebagai bentuk kerja sama.


Nangong Xi melihat seorang pria yang tampak aneh, tampak tidak biasa. Tapi tampaknya mereka belum pernah bertemu satu sama lain jadi Nangong Xi memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan nya.


Sejak dia menjadi Kaisar, tidak terlalu banyak larangan yang harus dilakukannya, jadi dia bisa menemui Ayahnya secara terang terangan.


Chang Rui yang tidak mengetahui bahwa orang yang ditemuinya tadi adalah musuh bebuyutannya hanya melewati perjalanan dengan tenang.


Chang Rui berjalan menuju sebuah rumah bordil dan disana ada banyak hal, lantai satu merupakan rumah bordil sementara lantai dua adalah tempat perjudian.


Chang Rui berjalan menuju tempat perjudian disana ada banyak meja dan Chang Rui berjalan menuju tempat yang sepi.


"Katakan besar atau kecil, dari ketiga dadu ini, jika kecil maka nilai harus berada dibawah sepuluh. Sementara jika hasil dari ketiga dadu menunjukkan sepuluh sampai delapan belas maka itu artinya besar. " Ucap bandar meja tersebut.


"Itu mudah. " Ucap Chang Rui dengan seringaian.


Chang Rui menaruh setumpuk uang di tangannya, dan orang orang yang di sekitar langsung terkejut.


Semua taruhan dikumpulkan, bandar meja tersebut mulai mengguncang wadah dan disana tampak senyum jahat dari bandar tersebut.


Chang Rui hanya memberikan senyum acuh tak acuh , mencoba untuk berbuat curang, hm ?


Chang Rui berjongkok dan pura pura memperbaiki posisi sepatunya lalu sedikit menyingkap tirai yang menutupi kaki meja.

__ADS_1


Disana ada sebuah bayangan yang samar samar, seperti yang diharapkan. Ada seseorang dibawah yang bersedia untuk menukar dadu lalu menutupi meja tersebut dengan kain.


Dengan begitu maka semuanya tidak akan terlihat. Banyak orang menebak bahwa itu adalah kecil.


"Besar." Ucap Chang Rui tanpa ragu.


Dan ketika dibuka, itu berubah menjadi 11 buah, itu artinya dua ratus Tael miliknya telah mengganda menjadi empat ratus Tael.


Orang orang itu tampak terkejut ketika melihat hasilnya termasuk orang yang menjadi bandar.


Tampaknya orang di bagian bawah sudah tidak sempat lagi untuk menukar dadu seperti yang mereka harapkan.


"Ayo kita melanjutkan permainan ini lagi, aku mempertaruhkan semua yang aku dapatkan. " Ucap Chang Rui sambil tertawa ringan.


Semua orang menatap dengan takut tapi juga penuh harap dan mulai habis habisan mempertaruhkan semua yang di miliki oleh orang orang ini.


"Besarr !" Teriak salah satu orang dengan penuh tekad.


"Kecil." Ucap Chang Rui dengan datar ketika gelas baru saja akan di angkat.


Ketika di angkat, itu adalah tiga dadu dengan satu buah di masing masing, Chang Rui tertawa dan bertepuk tangan dengan penuh antusias.


"Tampaknya Dewi Fortuna sedang berpihak denganku !" Bentak Chang Rui.


Beberapa orang menjatuhkan dirinya di tanah dan tampak tidak terima dengan hasil yang di dapatkan nya.


Siapa yang peduli dengan hal ini ? Ketika kamu mengikuti perjudian maka kamu harus siap untuk kehilangan.


Kekuatan Chang Rui dalam hal ini benar benar luar biasa dan hanya dari membawa 200 Tael, dia akhirnya membawa pulang 800 Tael.


Chang Rui tertawa puas dan membawa setumpuk uang yang di dapatkan nya dengan ekspresi puas.


Bukan masalah uang, tapi kepuasan ketika memenangkan sesuatu menghasilkan sesuatu yang lebih dari setumpuk uang.


Sebelumnya, dia tidak pernah mengikuti pertaruhan semacam ini dan ini adalah pertama kalinya baginya, tentu saja dia begitu bangga pada dirinya sendiri karena bisa memenangkan hal ini.

__ADS_1


__ADS_2