REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
118. Menyuarakan Pendapat


__ADS_3

"Pada saat ini, Kekaisaran ku sedang di serang oleh Orang Bar Bar yang terkutuk, harap Yang Mulia bisa memberikan bantuan. " Ucap Nangong Xi dengan hormat.


"Ha ha ha, kenapa begitu sopan ? Kita sudah lama menjalin hubungan baik di antara kedua Kekaisaran, ketika salah satu dibawah kesulitan maka sudah seharusnya saling membantu. " Ucap Yu Lian dengan tidak terburu buru.


Chang Rui mengedipkan matanya dan menatap Nangong Xi dengan dalam, Nangong Xi jelas jelas tidak ingin Dinasti Yuan memberikan bantuan kepada Dinasti Qing.


Walaupun kata kata Nangong Xi terdengar memohon tapi tatapannya mengatakan hal yang sebaliknya dan Yu Lian juga telah mengerti hal ini.


Sepertinya ada kerja sama dibalik pintu tertutup di antara kedua Penguasa ini, Chang Rui mengepalkan tangannya.


Jika perang benar benar pecah, orang yang diatas seperti mereka mungkin tidak akan terkena dampaknya.


Tapi, orang rakyat rakyat biasa akan menderita dan mereka akan mendapatkan berbagai kesulitan dan kematian tidak bisa terhindarkan.


Chang Rui harus memikirkan cara untuk menghentikan perang ini, bagaimanapun peperangan ini harus di hentikan.


"Ayah, aku memiliki usul, nyawa tidak bisa dikembalikan. Jika terlambat maka akan ada banyak nyawa yang pergi, kenapa tidak bergerak lebih cepat ?" Tanya Chang Rui dengan lembut.


"Apa yang dimaksud dengan putri Cheng Qing ? Walaupun nyawa benar benar penting tapi mereka hanyalah rakyat biasa yang tidak memberikan dampak apapun pada kita. " Ucap seorang pejabat tua dengan kesal.


"Pejabat Liu, tampaknya kamu telah terlalu lama berdiam diri dirumah sehingga pemikiran mu berubah menjadi tumpul. Jika kematian tidak bisa di kendalikan maka akan ada kerusuhan, pada saat itu maka semuanya akan sia sia. Ayah mengatakan bahwa kita memiliki hubungan yang baik dengan Dinasti Qing, tapi memilih untuk berdiam diri disini dan merenung. " Ucap Chang Rui dengan dingin.


"Keamanan Istana tidak bisa di remehkan seperti itu, semuanya harus di pertimbangkan dengan bijak. " Ucap Pejabat Liu dengan suara yang keras.


"Jika begitu, untuk apa datang ? Untuk apa memberikan pasukan bantuan ? Apakah untuk menguburkan korban medan perang ? Pada saat itu, kalian sudah akan terlambat. Jika memang tidak ingin membantu maka kalian bisa mengatakannya dari sekarang, untuk apa bertele tele dan melakukan rapat terus menerus untuk membahas hal yang tidak sesuai ?" Tanya Chang Rui dengan sengit.


"Maafkan atas kekurang ajaran ku, kalian semua disini berusaha untuk menyanjung Yang Mulia dan memberikan kata seindah mutiara, tapi jika kalian memiliki kesempatan maka kalian akan menaruh pedang dileher Yang Mulia !" Bentak Chang Rui.


"Cheng Qing, duduklah. Tidak perlu terlalu marah. " Ucap Yu Lian masih tenang.


"Tentu, maafkan aku Ayah. Aku hanya terburu buru sesaat, jangan marah. " Ucap Chang Rui dengan nada yang berubah seratus delapan puluh derajat.


Sikap seseorang bisa berubah apalagi wajah seseorang, Chang Rui sudah terbiasa untuk menyembunyikan apapun yang dia rasakan.


Bahkan jika dia marah dan bersiap untuk mengamuk, Chang Rui masih akan terus tersenyum dan menunjukkan keramahannya.


Seperti itulah ketika seseorang dibentuk di sebuah keluarga kaya, mereka harus bertindak fleksibel dan sesuai dengan keadaan.


Setiap senyum, tangisan, dan kemarahan mereka, semuanya adalah buatan dan telah di atur sebelumnya.


Itu juga berlaku sama di ruang pengadilan ini, di Aula Kaisar yang megah ini, tidak ada satupun yang menunjukkan wajah asli mereka dan terus berpura pura bahwa mereka adalah orang tua polos yang berbicara demi kebenaran.


"Tabib Kekaisaran pada saat ini sedang sibuk, bagaimana jika Cheng Qing menghubungi Tabib Chang ? Kemampuan nya sama sekali tidak rendah, jika dia bersedia untuk menempuh perjalanan jauh ini maka aku pasti akan memberikan kompensasi untuknya. " Ucap Kaisar dengan tenang.


Chang Rui tidak terburu buru untuk menjawab dan meminum teh nya dengan anggun, setiap gayanya benar benar tidak kalah dari Yu Qingyun yang telah mendapatkan pendidikan nomor satu sejak lahir.


"Tabib Chang bersedia membantu Cheng Qing karena memiliki hutang dengan Ibu dulu, sehingga mengobati Cheng Qing. Pada saat ini, dia mengatakan bahwa dia akan segera pergi meninggalkan tempat ini dan Cheng Qing tidak tahu dimana posisi Tabib Chang pada saat ini. " Ucap Chang Rui tanpa rasa takut.


Yang menunjukkan bahwa dia disini bukan untuk menyenangkan Yu Lian, dia disini hanya murni untuk menonton pertunjukkan ini.


"Jika begitu maka aku harus mengutus seseorang dengan kemampuan yang tinggi untuk mengawal Kaisar Dinasti Qing kembali dengan aman sekaligus memimpin pasukan bantuan. " Ucap Yu Lian dengan acuh tak acuh.


"Yang Mulia ! Harap pikirkan dengan baik-baik ! Jika memberikan bantuan maka kekuatan kita akan berkurang !" Seru Pejabat Liu dengan tidak senang.


"Tidak apa apa, yang dikatakan oleh Cheng Qing benar. Hal ini tidak boleh di abaikan. Jika tidak maka apa tanggapan orang orang terhadap Dinasti Yuan kita. " Ucap Yu Lian.


Chang Rui mengutuk di dalam hatinya, jelas jelas Yu Lian ini telah memikirkan jawaban ini bahkan sebelum dia datang kemari.

__ADS_1


Tapi, masih mencoba untuk menggunakan putirnya sendiri sebagai papan pelindung agar tidak mendapatkan tatapan tajam dari para pejabat tua ini.


"Aku akan mengutus Kasim Liu, Liu Chang. " Ucap Yu Lian.


"Kehormatan besar untuk bisa mendapat kepercayaan Yang Mulia. " Ucap Liu Long berjalan ke depan dengan tidak senang.


Pejabat Liu yang sedari tadi berdebat dengan Yu Cheng Qing adalah ayah dari Liu Chang. Sayang sekali, seekor Naga memiliki ayah seekor Ular.


(Artinya, anaknya adalah seseorang yang patut dan gagah tapi memiliki ayah yang pengecut. )


Chang Rui berjalan di belakang Yu Lian, jika Yu Lian berjalan lambat maka Chang Rui juga akan memperlambat langkahnya.


Sampai akhirnya mereka datang di sebuah taman Kekaisaran yang sepi, Chang Rui tersenyum kepada Cuiyun dan Cuiyun mundur sejauh 10 meter dan berdiri di belakang pilar.


Tiba tiba, sebuah pedang ditaruh di lehernya dan besi dingin itu menempel di lehernya. Sulit untuk tidak merasakan hawa dingin dari pedang itu.


Tapi, Chang Rui sudah pernah memegang pedang yang lebih dingin lagi, itu adalah pedang pendek yang tersembunyi di lengan pakaiannya.


"Apa yang Ayah lakukan ?" Tanya Chang Rui dengan senyum lebar.


"Kamu bukan Yu Cheng Qing, apa maumu ?" Tanya Kaisar dengan marah.


"Apa mauku ? Apa mauku ya ? Aku juga tidak tahu, tapi tinggal disini sangat nyaman, kau tahu ? Cheng Qing yang kau kenal telah pergi untuk selamanya, pada saat ini hanya ada aku !" Ucap Chang Rui sambil tertawa terbahak bahak.


"Bahkan jika kau berganti kepribadian jangan harap terlalu berlebihan jika tidak maka kamu akan kecewa. " Ucap Yu Lian dengan ancaman.


"Apakah ayah takut bahwa aku akan melukai Yu Qingyun seperti yang telah dia lakukan kepadaku ?" Tanya Chang Rui dengan emosional dan ekspresi Yu Lian berubah.


"Ha ha ha , ternyata kamu tahu dengan jelas bagaimana kelakuan putri kesayangan mu pada putrimu yang lain dan kamu diam saja ? Aku benar benar merasa lucu. Tenang saja, aku tidak akan memberikannya hal yang sama dengan yang ku derita, tapi sesuatu yang lebih buruk. " Ucap Chang Rui sambil mencondongkan tubuhnya ke depan yang menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak takut.


"Jangan macam macam, aku bisa saja membunuh mu disini. " Ancam Yu Lian.


"Aku mundur selangkah dan kamu mundur selangkah, mari tidak saling memaksakan satu sama lain, aku akan menganggap hal ini sebagai tidak ada jika kamu tidak menganggu Yu Qingyun. " Ucap Yu Lian sambil menyarungkan pedangnya lagi dan berjalan pergi.


"Ayah, kenapa kamu begitu serius ? Apakah aku terlihat mampu untuk melukai kakak Qingyun ? He he he , kamu harus mewaspadai semua orang. " Ucap Chang Rui.


Yu Lian mengibaskan lengan pakaiannya lalu berjalan pergi dengan langkah yang bimbang, Chang Rui duduk di atas batu dengan kepala yang ditopang oleh tangan.


"Betapa menyedihkan nya dirimu, Yu Cheng Qing.


Di matanya hanya ada Yu Qingyun bukan Yu Cheng Qing , tapi jangan khawatir, aku akan membalaskan dendammu sepuluh kali lipat. " Lanjut Chang Rui dengan penuh tekad.


Seandainya saja, kamu dilahirkan dari keluarga orang berada seperti Yu Hua Jin maka kamu pasti tidak akan se menderita ini.


Ibu Yu Hua Jin, memang sudah meninggal juga sama seperti Ibu Yu Cheng Qing. Alasan kenapa Selir Istana seringkali meninggal setelah melahirkan adalah karena persaingan.


Setiap tahunnya pasti ada 3 atau 5 orang baru yang masuk, agar terus bisa mendapatkan perhatian di mata Kaisar.


Apa yang harus dilakukan oleh para Selir ini ? Tentu saja mendapatkan kasih sayang Kaisar sebanyak mungkin.


Beberapa mendapatkan obat yang membuatnya tidak dapat hamil dan beberapa yang hamil mendapatkan obat penggugur kandungan.


Ini adalah persaingan yang kejam , jika bisa melahirkan dengan aman saja sudah bisa dibilang baik.


Ibu Yu Cheng Qing tidak beruntung, berasal dari seorang penghibur di Ibukota yang akhirnya disukai oleh Kaisar dan meninggal.


Chang Rui juga akan menyelidiki siapa yang telah meracuni ibu Yu Cheng Qing , sementara untuk kasus Selir Agung, Ibu Yu Hua Jin.

__ADS_1


Itu agak unik dan bisa dibilang beruntung, paling tidak dia bisa menemani putrinya selama 5 tahun.


Selama 5 tahun setelah melahirkan, semua yang bisa dilakukannya hanyalah berbaring di kasur dengan lemah dan menunggu waktunya berakhir.


Tidak mudah untuk menjalani kehidupan semacam itu, ditambah lagi setelah tahu bahwa anak yang dikandungnya adalah seorang putri, kasih sayang yang dimiliki Kaisar untuknya langsung berkurang jauh.


Tapi, Ibu Yu Hua Jin adalah seorang Selir Agung, dia adalah putri Jenderal yang ternama, bahkan setelah tidak mendapat kasih sayang dari Kaisar lagi.


Ibu Yu Hua Jin masih memiliki pengaruh dan uang serta koneksi untuk mendukung dirinya dan Yu Hua Jin di dalam Istana.


Bisa dikatakan bahwa kondisi Yu Hua Jin memang buruk tapi tidak seburuk milik Yu Cheng Qing.


"Nona, apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Cuiyun dengan buru buru dan menahan bahu Chang Rui yang melemah.


"Tidak apa apa, aku tidak apa apa. Paling tidak, Kaisar tidak akan berani macam macam untuk saat ini. " Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.


Orang yang menjadi Kaisar selalu diliputi oleh ketakutan setiap saat bahkan pada orang terdekatnya, dengan provokasi dan kepercayaan diri yang dimiliki oleh Chang Rui tadi telah membuat Kaisar menjadi ragu dan gugup.


Chang Rui dan Cuiyun kembali ke kediamannya dan berusaha untuk menenangkan diri, terutama Chang Rui.


Dia menjadi kelelahan hanya dengan mengurusi Yu Lian sendiri, belum lagi mereka harus mengurusi kepindahan mereka nanti.


Semakin dekat dengan Istana utama maka akan semakin baik, ada sebuah pepatah bahwa tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman.


Chang Rui menganggap walaupun Istana berbahaya tapi itu juga tempat yang paling aman baginya.


Tok tok !


Ketukan pintu terdengar dan Chang Rui mengerutkan dahinya ketika mendengarkan ketukan pintu ini.


Siapa yang mengetuk di siang hari seperti ini ? instingnya menjadi tidak enak hanya dengan seperti ini.


"Apakah ada urusan dengan Nona ?" Tanya Cuiyun yang membuka pintu.


"Apakah Cheng Qing lagi istirahat ?" Tanya sebuah suara berat.


Chang Rui mengenal suara ini, ini adalah milik Liu Chang, tentu saja dia tidak mungkin salah mengenal suara ini.


"Ya, Nona kami sedang beristirahat. " Ucap Cuiyun.


"Tolong berikan ini padanya , ini bukan uang yang banyak, lalu ini adalah tanda pengenal ku. Jika ada yang menganggu maka berikan tanda pengenal ini dan kediaman Liu akan membantu. " Ucap Liu Chang.


Cuiyun menoleh ke dalam sejenak dan Chang Rui menganggukkan kepalanya dari dalam.


"Terima kasih atas niat baik Tuan Muda Chang, aku akan menerima ini atas nama Nona ku. " Ucap Cuiyun menerima itu.


"Jika sudah begitu maka aku akan pamit, tidak tahu kapan baru bisa bertemu lagi. " Ucap Liu Chang dengan berat hati.


Liu Chang pergi setelah mengatakan kalimat itu dan Chang Rui menatap kepergiannya di jendela, lalu menghela nafas.


"Pria ini jelas jelas adalah orang yang baik tapi sayangnya adalah orang yang naif dan cenderung sibuk dengan pikirannya sendiri. Hari ini, di Pengadilan aku mempermalukan ayahnya. Apakah dengan sebuah pelat nama bisa membuat ayahnya luluh ?" Tanya Chang Rui sambil menggelengkan kepalanya dan memainkan pelat nama milik Liu Chang.


Chang Rui memasukkan itu ke dalam sakunya, Chang Rui seharusnya tersentuh dengan tindakan perhatian ini walaupun sebenarnya sia sia.


Tapi, sebenarnya hatinya seperti memiliki ganjalan. Seolah olah dia telah memiliki seseorang di hatinya dan memiliki seseorang yang dia cintai.


"Nona, kenapa kamu tidak tergerak dengan ini ? Bukankah dulu kamu selalu suka dengan Liu Chang ?" Tanya Cuiyun.

__ADS_1


"Aku memang menyukainya dulu, tapi tidak dengan sekarang....... kadang kadang jika kamu terlalu lama mengejar seseorang maka kamu akan berada di satu titik dimana kamu merasa lelah dan menyerah. " Ucap Chang Rui dengan mata yang terpejam.


__ADS_2