REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
225. Diskusi


__ADS_3

"Benar apa yang dikatakan oleh perdana menteri Zhong, apa hubungannya dengan kami ? Ibukota kamu memiliki pasukan yang kuat dan gagah, aku tidak percaya bahwa mereka tidak bisa mengalahkan orang bar bar. " Ucap yang lain dengan berurutan menyerang Yu Lian.


Chang Rui melihat ini pada akhirnya menyadari bahwa dia masih harus membela Yu Lian lagi pada titik ini.


"Tampaknya, Tuan Tuan disini terlalu banyak memegang kuas sehingga tidak tahu caranya untuk memegang pedang. Apa baiknya dari memegang kuas dan berteori ? Apakah dengan teori teori yang kalian pelajari bisa memukul mundur musuh ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.


"Jangan menyela pembicaraan orang tua !" Seru Perdana Menteri Zhong.


Chang Rui tidak mundur melainkan mengangkat kepalanya dengan bangga dan menatap Perdana Menteri Zhong tepat dengan mata kepalanya sendiri.


Dia menunjukkan kebanggaan yang tidak di miliki oleh orang lain seolah olah dia yakin bahwa apapun yang di lakukan olehnya adalah hal yang benar dan tidak di ragukan lagi.


"Aku datang kemari bukan sebagai orang yang lebih muda melainkan sebagai seorang Putri yang mengkhawatirkan kondisi rakyatnya dan sebagai Walikota yang memikirkan kelangsungan hidup rakyatnya. Kalian orang yang duduk di Ibukota dengan nyaman, bagaimana mungkin tahu dengan penderitaan orang yang hidup di daerah terpencil. " Ucap Chang Rui dengan datar.


"Pada saat ini, mungkin serangannya tidak mencapai gerbang Ibukota. Tapi, ketika kami tumbang maka tujuan selanjutnya adalah gerbang Ibukota. " Lanjut Chang Rui.


"Bukankah ini sudah menjadi tugas mu sebagai orang yang tinggal di perbatasan untuk menjaga perbatasan ? Jika kalian kalah, kenapa harus melibatkan orang lain. Tinggal mengatakan bahwa kalian tidak mampu, dasar menyedihkan." Ucap salah satu penjilat Perdana Menteri Zhong.


"Tentu saja mudah untuk dikatakan, itu tidak seperti kamu sendiri yang pergi berperang dan menghadapi musuh secara langsung. " Ucap Chang Rui.


Chang Rui pada saat ini sedang dalam kondisi marah, bukan dalam kondisi main main. Jika dia main main maka dia akan tertawa tapi karena dia marah, maka bagaimanapun dia harus menang kali ini.


"Ha ha ha, Tuan putri tidak tahu tapi semua orang tahu bahwa dulu aku adalah seorang perwira yang menghadapi musuh secara langsung. Semua orang bar bar itu adalah apa ? Semuanya adalah debu. " Ucap penjilat itu dengan sombong.


"Oh, kalau begitu kenapa sampai sekarang kita masih tidak mampu untuk menaklukkan daerah orang bar bar ? Kenapa masih harus berperang setiap tahun ? Bagaimana jika Tuan muda Lian mengikutiku ke perbatasan untuk melihat jiwa pejuang yang di miliki oleh Tuan Lian. " Ucap Chang Rui.

__ADS_1


Wajah orang itu langsung berubah dan tidak berani berkata kata lain lagi, tapi karena dia sudah maju maka Chang Rui tidak akan pernah melepaskannya.


"Kebetulan juga, aku membawa sesuatu yang sangat lucu untuk didengar. " Lanjut Chang Rui dan mengambil surat dari saku di dadanya.


"Sebentar lagi, penguasa akan berubah dan kondisi akan terbalik, ada baiknya kalian berpihak padaku. Salam hangat, Lian. " Baca Chang Rui dengan senyum tipis dan wajah Lian tadi langsung berubah pucat.


"Ini fitnah, ini fitnah ! Tuanku, aku sudah mengabdi padamu selama puluhan tahun. " Ucap Lian dengan segera langsung bersujud.


"Tentu saja ini fitnah jika tidak ada stempel ini. " Balas Chang Rui tanpa bantahan lagi.


Chang Rui menunjukkan stempel identitas milik Lian dan hal ini adalah bukti yang tidak bisa di bantah lagi.


"Betapa hebatnya, kamu benar benar mencoba untuk menduduki tahkta naga hanya dalam jenis ular licik sepertimu ini ?" Tanya Yu Lian dengan marah.


Bahkan Putra dan putrinya sendiri dibuat menjadi bodoh karena takut bahwa tahkta nya akan direbut oleh orang lain.


"Tidak, tidak, Tuanku ! Tolong jangan percaya pada fitnahan itu. Saya telah mengabdi kepada Kekaisaran selama puluhan tahun, jika Yang Mulia menghukum saya maka akan menjadi buah bibir oleh semua orang. " Ucap Lian.


"Lancang ! Beraninya mengancam putra Surga !" Teriak Kasim dengan marah dan membanting tongkat berbulunya dengan marah ke tanah.


Sementara Chang Rui hanya menonton pertunjukkan ini dengan senyum puas sementara Perdana Menteri Zhong sendiri menatap ke arahnya dengan tatapan menilai.


Chang Rui memberikan senyum ramah sebelum akhirnya mengangkat suatu kertas lain secara diam diam dimana perhatian orang orang tertuju pada Lian yang ketahuan berkhianat dan akan dihukum.


Chang Rui berdiri dan berjalan mendekati Perdana Menteri Zhong lalu sedikit berbisik.

__ADS_1


"Ada baiknya untuk tidak membahas tambang minyak bumi. " Bisik Chang Rui dengan tawa nya yang khas.


Chang Rui selalu senang ketika dia berhasil menggertak orang lain, orang lain mungkin akan menganggapnya sebagai seorang penindas.


Jika tidak, maka apakah dia yang harus di tindas orang lain ? Maaf saja tapi dia adalah orang yang berdiri sendiri, baik dia seorang wanita maupun seorang pria.


Jenis kelamin tidak pernah menjadi penghalang bagi hal yang di tuju olehnya, karena dia memutuskan ingin menjadi pengendali semuanya maka Chang Rui tidak keberatan untuk menyingkirkan sekelompok bisul tua ini yang telah menjadi penyakit di tubuh Kaisar selama bertahun-tahun panjang ini.


Berulang kali ada beberapa wanita yang memiliki kepintaran di atas laki laki maka akan di kucilkan dan dihina yang lebih anehnya lagi adalah yang mengucilkan adalah sesama wanita.


Tidak tahu apakah karena pemikiran orang orang pada saat ini masih tertinggal atau karena mereka sebenarnya iri.


Tidak ada yang bisa menjelaskan hal tersebut dengan jelas, Chang Rui sendiri tidak bisa menguraikan hal tersebut hanya saja satu hal yang pasti adalah dia berhasil membuat diskusi yang semula sepi ini berubah menjadi sangat ramai dan meriah.


Bukankah Yu Lian seharusnya berterima kasih pada jasanya dalam meramaikan diskusi peperangan ini ?


"Sebaiknya, hal ini di usut dengan tuntas terlebih dahulu. Takutnya ada orang yang mengkambing hitamkan Tuan Lian. " Ucap Chang Rui dengan penuh makna.


Chang Rui tidak akan melepaskan hal ini sampai pada akhirnya mencapai suatu tujuan yang telah lama dia tuju, yaitu membuat Perdana Menteri Zhong tunduk padanya untuk saat ini.


Paling tidak, tidak menentang tindakannya pada saat ini dan membuat masalah yang tidak di inginkan.


"Hal ini harus segera ditutup, jika tidak maka rakyat akan kehilangan kepercayaan pada Istana dan ini akan berdampak buruk. " Ucap Perdana Menteri Zhong dan memberikan anggukan padanya, itu sangat sedikit bahkan terlihat sangat halus di depan orang orang.


"Ehm, apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Zhong tidak salah. Ada baiknya untuk menghentikan kasus ini. " Timpal Chang Rui dengan seringaian.

__ADS_1


__ADS_2