
Untuk pertama kalinya, dia datang ke rumah Bordil dan disana dia ditemani oleh tiga wanita cantik dengan pakaian terbuka.
Setelah memberikan 100 Tael untuk orang orang ini dan dia bisa mendapatkan ruangan terbaik dari Rumah Bordil ini.
Rumah Bordil ini memiliki nama yang sangat terkenal sehingga mustahil bagi seseorang di Ibukota untuk tidak mengetahuinya.
Namanya adalah Paviliun Bunga Harum, terdengar biasa saja dan tidak luar biasa tapi tempat ini benar benar luar biasa.
Di depannya ada tiga wanita yang sangat cantik, bisa dikatakan sebagai kecantikan yang langka dengan sikap yang lembut.
"Pada saat ini, aku tidak ingin melakukan sesuatu dengan kalian. Aku hanya ingin bermain main, silakan tampilkan kemampuan kalian dan aku akan menonton dari sini. " Ucap Chang Rui menunjuk ke arah panggung.
Ketiga wanita ini terkejut ketika mendengar kata katanya.
"Tuan, apakah kami kurang cantik ?" Tanya ketiganya dengan mata yang berkaca kaca.
"Bagaimana menurut kalian ? Apakah menurut kalian, kalian adalah gadis yang cantik atau tidak ?" Tanya Chang Rui dengan acuh tak acuh.
Di Rumah Bordil ini, semua wanita telah di ajarkan untuk membuat pelanggan menurut pada mereka dengan kelemahan dan air mata.
Tapi, sayangnya itu hanya berfungsi untuk laki laki, sementara dia sendiri... tidak akan terpengaruh dengan hal ini.
"Kami merasa bahwa kami kurang cantik dan tidak memenuhi standar kecantikan, sehingga membuat Tuan Muda kecewa dengan kami. " Ucap salah satunya sambil meneteskan air mata.
"Jika begitu maka semuanya akan sia sia, tidak peduli seberapa banyak aku memuji kalian maka kalian akan terus menganggap diri kalian seperti itu. "Balas Chang Rui dengan tajam.
"Lalu, sampai kapan kalian akan terus menundaku dengan cara tangisan ini ? Apakah ini cara kerja Paviliun Bunga Harum ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
Ketiganya terkejut ketika mendengar teguran keras dari Chang Rui, Chang Rui memejamkan matanya ketika mendengarkan alunan sitar yang mulai terdengar.
__ADS_1
Lalu, juga ada dua orang penari diatas panggung kecil yang ada di dalam kamar. Chang Rui merasa bahwa perasaaan nya berubah menjadi lebih baik setelah mendengar ini.
Tidak terlalu buruk, masing masing dari mereka memiliki keahlian yang sangat baik di bidang masing masing.
Chang Rui menikmati acara main mainnya sampai pada akhirnya sudah dua jam berlalu dan kedua orang penari itu mulai kelelahan sementara orang yang memainkan sitar telah berdarah di bagian jari.
Chang Rui menurunkan pandangannya lalu mengangkat tangannya, semua orang menghela nafas lega ketika melihat aba aba yang telah di berikan nya.
Akhirnya mereka bisa berhenti menari dan memainkan musik, Chang Rui menyibakkan tirai sedikit dan merasa bahwa dia harus segera mengakhiri acara main main miliknya hari ini.
"Sudah sore, aku akan kembali. " Ucap Chang Rui sambil berdiri.
Seorang wanita dengan panggilan Hua Er, menahan tangannya lalu tersenyum menggoda sambil menurunkan tubuhnya yang menunjukkan belahan dadanya.
Chang Rui tetap memasang wajah datar bahkan dalam pandangan tersebut karena Hua Er telah memasang perangkap pada orang yang salah.
Para penghibur membuat sebuah kualitas masing masing untuk mereka, siapa yang bisa tidur dengan pelanggan mereka untuk waktu yang lama maka menjadi hal yang sangat hebat.
Hua Er tidak tahu, bahwa apa yang dimiliki oleh nya juga dimiliki oleh Chang Rui, tentu saja Chang Rui tidak tertarik dengan hal ini.
"Tuan muda, kenapa tidak tinggal sebentar lagi dan menemani Hua Er disini. Akan sangat sia sia apabila hanya menikmati tarian dan permainan musik, permainan yang sebenarnya belum dimulai. " Ucap Hua Er dengan malu malu dan menutup mulutnya sambil mengeluarkan tawa nakal.
"Aku perlu pergi. " Ucap Chang Rui dengan tegas dan melepaskan tangan Hua Er.
Chang Rui berjalan keluar dari bangunan Paviliun Bunga Harum, dengan begitu maka semuanya menjadi lebih segar.
Tidak ada lagi hawa jahat yang selalu di rasakan nya ketika berada di dalam Paviliun Bunga Harum.
Sejujurnya, upaya yang di lakukannya ini hanya dilakukan olehnya untuk menjalani kehidupan sehari hari dan melewati hari dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Sementara disisi lain, Nangong Xi yang sedang bertemu dengan Yu Lian.
"Putra memberi hormat kepada Ayahanda. " Ucap Nangong Xi sambil berlutut.
"Berdiri, berdiri. Pada saat ini kamu adalah seorang Kaisar. Tidak pantas bagimu untuk berlutut di depanku. " Ucap Kaisar Dinasti Yuan, Yu Lian.
"Bagaimanapun kita adalah ayah dan anak, bakti yang aku miliki untuk di berikan kepada Ayahanda tidak akan pernah berkurang walaupun kita di pisahkan sejauh ribuan mil. " Ucap Nangong Xi dengan penuh kasih sayang yang palsu.
"Jika begitu maka aku akan sering mendatangi mu atau kamu yang datang kemari. "Balas Yu Lian dengan tenang.
"Tidak, tidak, tidak, aku tidak akan membiarkan Ayahanda begitu menderita sejauh ribuan mil. " Ucap Nangong Xi mencari wajah di depan Yu Lian.
"Ayah, bagaimana dengan kondisi Putri Cheng Qing ?" Tanya Nangong Xi.
"Itu telah berubah menjadi lebih baik. " Ucap Yu Lian.
"Siapa yang merawatnya ? Ayahanda mengatakan di surat bahwa nyawa Putri Cheng Qing tidak bisa di selamatkan ?" Tanya Nangong Xi.
"Itu karena kedatangan seorang tabib yang tidak di rencanakan sehingga mengubah semuanya. Cheng Qing menjadi bisa di selamatkan pada saat ini dan dikatakan bahwa dia akan segera sadar dalam waktu dekat, hanya saja aku masih tidak tahu kapan." Balas Yu Lian dengan helaan nafas.
Keduanya saling menatap satu sama lain dan menilai diri lawan bicara dengan penuh ketelitian.
Keduanya belum pernah bertemu secara resmi satu sama lain dan hanya saking bertukar surat dengan sangat hati hati dan semua ini bisa terjadi berkat kebaikan yang dilakukan oleh Permaisuri atau yang pada saat ini menjabat sebagai Janda Permaisuri.
Sementara Janda Permaisuri yang sebelumnya, Nenek Nangong Xi dan Nangong Li.
Pada saat ini Janda Permaisuri uang itu telah naik tingkat menjadi Nenek Kekaisaran sementara Ibu dari Nangong Li dan Nangong Xi berubah menjadi Janda Permaisuri.
Ruangan itu berubah menjadi hening dan mereka saling menatap satu sama lain sampai akhirnya Nangong Xi memutuskan untuk menanyakan sesuatu yang telah mengganjal si harinya sejak tadi.
__ADS_1
"Siapa nama tabib yang menyelamatkan Putri Cheng Qing ? Kita harus memberikannya hadiah karena telah ikut campur dengan begitu berani dan tidak sopan. " Ucap Nangong Xi meyakinkan Yu Lian bahwa apa yang dikatakan oleh Yu Lian sebelumnya sama sekali tidak salah.
"Namanya adalah......... Chang Rui !" Ucap Kaisar.