REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
267. Dikenali


__ADS_3

Duarrr!!


Terdengar suara ledakan keras dan gubuk kayu itu hampir tidak mampu menampung gelombang kekuatan itu sementara tiga orang yang berdiri di luar langsung terjatuh karena gelombang kekuatan yang luar biasa.


Pintu terbuka dan menunjukkan Chang Rui yang tampak agak redup, Chang Rui berjalan dengan terseok-seok.


"Dia sudah diselamatkan, dia akan hidup dengan damai seumur hidupnya. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.


Jiu Qing langsung berjalan masuk untuk melihat kondisi Chang Qing Xin sementara Chang Rui menghadap ke arah Chang Jian Ming.


"Tidak mungkin putriku sembuh. " Ucap Chang Jian Ming dengan tatapan dingin dan membawa aura membunuh.


Chang Rui sendiri merasa bahwa rasa penasaran dan tidak percaya milik Chang Jian Ming memiliki dasar.


Chang Jian Ming sendiri sudah tahu bahwa yang menjadi masalah bagi putrinya adalah masalah Tanda Bulan yang tidak sempurna.


Orang biasa tidak akan bisa menyembuhkannya karena Chang Jian Ming sendiri tidak akan bisa.


"Itu urusanmu untuk percaya atau tidak, kamu bisa masuk ke dalam dan mengecek kondisi putrimu." Balas Chang Rui dengan dingin dan berjalan keluar menuju kereta kudanya.


Chang Rui tampak agak pusing dan berpegangan pada bagian belakang kereta kuda lalu memuntahkan seteguk darah.


"Nona !" Ucap kusir itu dengan terkejut dan memberinya sapu tangan.


"Jangan berisik, aku baik baik saja. " Ucap Chang Rui dengan pelan.


Chang Rui tidak berhenti disana dan terus memuntahkan darah yang berwarna hitam. Dia benar benar terluka dengan parah kali ini.


Bahkan dia tidak bisa menggunakan kekuatan penyembuhannya untuk sementara waktu, oleh karena itulah yang menyebabkan pemulihannya terlambat.


Sementara disisi lain, Chang Jian Ming memeriksa kondisi Chang Qing Xin dan mengetahui bahwa Tanda Bulan yang tak sempurna itu sudah menghilang dan putrinya bisa hidup seperti manusia normal.

__ADS_1


Chang Jian Ming terkejut dan langsung membulatkan matanya, lalu akan berlari keluar sebelum akhirnya ditahan oleh Fang Huai Li.


"Bagaimana dengan kondisi Putri kita ?" Tanya Fang Huai Li dengan cemas.


"Dia baik baik saja !" Seru Chang Jian Ming dan berlari ke luar untuk mencari Chang Rui.


Chang Jian Ming menoleh ke kanan dan kiri tapi tidak bisa menemukan keberadaan Chang Rui, Chang Jian Ming berubah menjadi lebih cemas dibandingkan ketika melihat kondisi parah putrinya.


Chang Jian Ming menghirup sedikit aroma darah dan berlari ke arah kereta kuda lalu melihat Chang Rui yang sedang memuntahkan darah terus menerus.


"Chang Rui..... " Panggil Chang Jian Ming ketika melihat Chang Rui tidak mengenakan cadar nya.


Chang Rui melirik dan tahu bahwa dirinya tidak bisa menghindari hal ini lagi, Chang Rui tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi karena dia pingsan dalam sekejap.


Chang Jian Ming memanggil Chang Rui tapi Chang Rui telah pingsan terlebih dahulu, Chang Jian Ming menggendong Chang Rui dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi ? Nona ini ?" Tanya Fang Huai Li dengan terkejut.


"Chang Rui ?" Tanya Fang Huai Li.


"Cepat, kau bawa dia , aku akan memberinya obat. " Ucap Chang Jian Ming dengan panik.


Fang Huai Li menggendong Chang Rui yang bertubuh pendek dan membawanya ke kamar mereka untuk beristrahat.


Bahkan ketika dia sudah tidak sadar, darah masih mengalir dari sudut bibirnya. Tubuh Chang Rui sangat dingin dan hampir tidak terasa denyut nadinya.


Jiu Qing yang sedang berbincang bincang dengan Chang Qing Xin pun melihat kenapa di depan ada keributan.


Ketika dia melihat, Jiu Qing melihat kondisi Chang Rui yang mengenaskan dan Fang Huai Li yang sangat panik.


"Nona ! Apa yang terjadi padanya ? Kenapa dia bisa seperti ini ?" Tanya Jiu Qing dengan terkejut dan berlutut di samping Chang Rui.

__ADS_1


"Tidak tahu, kamu ambil sapu tangan baru di rak nomor dua disana." Ucap Fang Huai Li sambil terus menerus menyapu wajah Chang Rui.


Jiu Qing mengambilnya dan memberikannya pada Fang Huai Li. Chang Qing Xin yang baru sadar juga ikut dalam keramaian ini dan berjalan dengan tertatih tatih.


"Sayang, berhati hatilah. Jika kamu sudah lebih baik maka keluar dan bantu ayahmu untuk meracik obat untuk bibi mu. " Perintah Fang Huai Li.


"Apa ?! Bibi ?" Tanya Jiu Qing dan Chang Qing Xin dengan bersamaan.


"Aku akan menjelaskan hal ini padamu nanti ! Cepat !" Seru Fang Huai Li dengan panik.


"Chang Rui, kita sudah lama tidak bertemu, aku tidak ingin hanya untuk mengurus pemakaman mu. Kamu harus hidup untuk kita bermain bersama, apakah kamu ingat bahwa kita dulu sering bermain bersama ? Kita sering pergi sampai larut malam lalu dimarahi oleh ayah dan Ibu. " Ucap Fang Huai Li dengan panik.


Jiu Qing merasa bahwa dirinya tidak berguna disini jadi dia berjalan keluar, ketika dia keluar Chang Jian Ming sudah selesai meracik obat untuk menghentikan luka dalam Chang Rui yang parah.


Jiu Qing duduk diluar bersama dengan Chang Qing Xin.


"Apakah dia kakak mu ?" Tanya Chang Qing Xin.


"Dia seperti kakak dan Nona ku, tapi dia juga seperti ibuku. Aku tidak menyesal karena mengabdikan hidup ku untuknya. " Jawab Jiu Qing dengan kebanggaan dalam suaranya.


Siapa yang tidak bangga ketika mendapatkan Tuan yang hebat seperti Chang Rui ? Chang Rui membuka pandangannya terhadap dunia bahwa tidak hanya pria yang bisa menjadi Tuan melainkan wanita juga.


Chang Rui menunjukkan kegigihannya, ambisinya dan keberaniannya yang sama sekali tidak kalah dari orang lain.


Jiu Qing awalnya agak kecewa bahwa dia mengabdikan diri dengan seorang wanita, tapi pada akhirnya Jiu Qing menyadari bahwa tidak ada orang yang lebih hebat dari Chang Rui.


Jika Chang Rui adalah nomor dua maka tidak akan ada yang berani mengatakan dirinya nomor satu.


"Aku tidak mengerti kenapa Ayah dan Ibu begitu panik ketika melihat kondisinya, padahal ketika melihat kondisi ku mereka cenderung santai dan pasrah. " Ucap Chang Qing Xin dengan polos.


"Aku mendengar dari Ibumu bahwa mereka sudah lama tidak bertemu, tentu saja menjadi panik ketika bertemu dalam kondisi ini. Lagipula, dia memepertaruhkan nyawa nya untuk menyelamatkan mu, tentu saja kedua orang tuamu ingin membalas budi baik ini. " Ucap Jiu Qing dengan dewasa menjelaskan hal ini pelan pelan.

__ADS_1


"Ah ya, bibi mengatakan padaku bahwa aku harus kuat. Setiap kali aku merasakan tidak kuat lagi maka dia akan menguatkanku, aku tidak sadar hanya saja aku bisa mendengarkan suaranya dari alam bawah sadarku. Ketika aku baru bangun, aku melihat wajahnya yang pucat, aku kasihan dengannya. " Cerita Chang Qing Xin.


__ADS_2