
Chang Rui merasa bingung dengan reaksi Nangong Li yang sangat sangat ceria, tidak tampak seperti orang biasa.
"Kenapa kamu sangat senang dengan hal sepele semacam ini ?" Tanya Chang Rui dengan santai.
"Karena aku tidak mempunyai banyak teman atau lebih tepatnya temanku hanya ada dua, jika kita saling memanggil nama maka kita akan menjadi teman. " Ucap Nangong Li dengan alasan yang sederhana tapi masuk akal.
Keduanya menjadi lebih dekat dengan pembicaraan ini, Chang Rui juga merasa bahwa Nangong Li ini adalah orang yang sederhana dan jujur.
"Tidak mudah untuk menjadi salah satu anggota Kekaisaran, besarnya keuntungan tidak sepadan dengan bahaya yang di dapatkan. "Balas Chang Rui dengan helaan nafas.
Kata kata ini tidak diberikan olehnya pada Nangong Li melainkan pada Yu Cheng Qing yang tidak bertahan di medan perang ini.
Kekaisaran adalah medan perang itu sendiri, siapapun pemenangnya akan bisa menjadi seorang penguasa.
Baik wanita maupun pria, selama bisa menjadi pemenang maka itu akan menjadi seorang Penguasa.
"Kamu benar, memang tidak mudah untuk hidup di Kekaisaran. Jika bisa dilahirkan kembali maka aku ingin menjadi orang biasa, tidak ingin menjadi anggota Kekaisaran lagi. " Lirih Nangong Li.
Chang Rui menghentikan langkahnya dan mengangkat kepalanya untuk melihat tatapan lirih milik Nangong Li.
"Kadang kadang, walaupun sulit masih memiliki berkah tersembunyi, selama kamu menjalani kehidupanmu dengan penuh syukur maka kamu akan baik baik saja. " Balas Chang Rui dengan lembut.
"Benar, dengan penuh syukur....... " Nangong Li mengulangi kata kata Chang Rui dengan suara yang sangat pelan.
"Karena pada saat ini kita bertemu secara tidak terduga dan menjadi teman satu sama lain, maka apa yang ingin kamu lakukan jika kamu tidak menjadi Anggota Kekaisaran ?" Tanya Chang Rui.
"Aku ingin menjadi Sarjana dan menjadi seorang pejabat kelas rendah yang menjalani kehidupan dengan nyaman tanpa harus datang ke pengadilan Istana setiap paginya dan hanya menuliskan setiap syair dengan baik, menatap istriku ketika aku bangun dan memeluk istriku ketika akan tidur. " Ucap Nangong Li menatap Chang Rui tepat dimata.
Keduanya saling menatap satu sama lain, Chang Rui merasa terpanah oleh tatapan hitam pekat milik Nangong Li.
"Seandainya, jika bisa terlahir kembali, maka aku akan menjauhi pedang sejauh mungkin. " Lanjut Nangong Li dengan senyum tipis lalu berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
Chang Rui terdiam dan mencerna kata kata Nangong Li, kata kata ini aneh, lagi lagi kalimat aneh yang membangkitkan sesuatu di dalam dirinya.
Nangong Li bahkan tidak bisa mengangkat pedangnya, kenapa dia harus menjauhkan diri dari pedang yang sebenarnya tidak pernah dekat dengannya.
Chang Rui tidak pernah tahu, bahwa Nangong Li adalah Sang Raja Neraka di medan perang. Tidak ada yang hidup dibawah ayunan pedangnya.
Dikatakan bahwa dia kejam dan tidak berperasaan, begitu berdarah dingin dan buas. Tapi, hanya Nangong Li sendiri yang tahu di dalam hatinya bahwa dia menyesal.
Sejak tangannya ternoda oleh darah, itu tidak akan pernah bisa dibersihkan lagi, tidak akan pernah hilang.
Tidak ada jalan kembali untuknya.......
Puluhan ribu jiwa di medan perang berteriak dan meratap dengan marah, mengharapkan kematiannya.
Nangong Li akan jatuh kedalam mimpi buruk setiap malam dimana dia akan terbangun dalam keadaan tercekik.
Mengingat semua orang yang pernah dihadapinya, termasuk Chang Rui yang bunuh diri tepat didepannya dan dia menonton tanpa tindakan.
Ibunya, tidak mengirimnya ke Medan Perang untuk membuatnya mencetak prestasi melainkan mengharapkan dia mati di medan perang.
Kembali dalam keadaan setengah mati, diumur 15 tahun dimana orang orang akan menikah dan menulis syair yang indah lalu mendapatkan pujian dari orang orang.
Dia, Nangong Li, dikirim ke padang pasir yang gersang selama satu tahun penuh dan kembali berlumuran darah, terbaring selama satu bulan penuh di atas ranjang tanpa ada satupun keluarganya yang menjenguk.
Hanya ada Long Yu dan Zhang Yue yang terus mengunjunginya dan merawatnya dengan baik, sulit bagi Nangong Li untuk bisa melupakan hal ini.
Rasa sakit itu masih membekas didalam dirinya , terutama ketika kembali hanya untuk melihat bahwa Nangong Xi menjalani kehidupan yang damai dan sejahtera.
Dendam dan kegilaannya yang memberontak , membuatnya kembali pergi ke medan perang dan mengukir nama besarnya dengan darah musuh.
Dia kembali dalam kemuliaan yang besar, semua emas dan pujian diberikan kepadanya , tapi semua kerja kerasnya direbut oleh Nangong Xi dengan cara yang begitu hina.
__ADS_1
Nangong Li tidak akan pernah melupakan dendam diantara mereka, Nangong Li akan mencari Nangong Xi secara pribadi setelah semua ini selesai.
Chang Rui menatap punggung Nangong Li yang semakin menjauh dengan tatapan rumit, tidak bisa mengerti kenapa perasaan Nangong Li bisa berubah begitu cepat.
"Aku berharap bahwa kita akan bertemu lagi di masa depan. " Ucap Chang Rui sambil memandang punggung Nangong Li.
Tiba tiba hujan deras turun dan Chang Rui berdiri tepat ditempatnya dan terduduk di tanah sambil memegang kepalanya.
Kepalanya terasa sakit seperti akan pecah, ribuan kenangan yang ada membuat Chang Rui merasa bahwa kepalanya akan segera meledak.
Chang Rui tidak bisa menoleransi hal ini, biasanya dia memiliki kemampuan toleransi yang sangat tinggi untuk menahan rasa sakit.
Tapi, kali ini benar benar tidak tertahankan, rasa sakit yang luar biasa ini adalah hal yang sangat mengejutkannya.
"Seandainya bisa memutar waktu kembali maka aku ingin kehidupan yang sederhana. " Ucap Chang Rui dengan kepala yang pusing sebelum akhirnya terbaring di tanah dalam kondisi pingsan.
Nangong Li yang sudah berjalan terlebih dahulu dengan rasa sakit hatinya yang mendalam tidak menyadari bahwa dia telah meninggalkan Chang Rui sendirian karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Chang Rui ? Chang Rui ada dimana ?" Tanya Nangong Li dengan heran karena Chang Rui tiba tiba menghilang dalam sekejap.
"Chang Rui ! Chang Rui ! " Teriak Nangong Li.
"Idiot ! Kamu meninggalkannya sendirian di belakang. " Teriak Long Yu dari belakangnya.
"Benarkah ?" Tanya Nangong Li dengan terkejut dan berlari ke arah dimana dia datang tadi, lalu terkejut ketika menemukan Chang Rui dalam kondisi pingsan.
Nangong Li berlutut di samping Chang Rui dan menggendong Chang Rui dengan hati hati.
"Maafkan aku, aku terlalu sibuk sendiri sehingga lupa bahwa aku berjalan bersama dengan mu. " Bisik Nangong Li walaupun tahu bahwa Chang Rui tidak bisa mendengar kata katanya.
Nangong Li merasa menyesal bahwa dia begitu ceroboh kali ini, apalagi ketika melihat bibir Chang Rui yang gemetar.
__ADS_1
...----------------...
bonus like 12,5 k : 3/ 3